Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Ngerinya Terjebak Bersama Binatang Liar dalam Film Crawlers, Whalefall dan Beware Boiuna

Aw, laba-laba di depan mulut (TMDB).

Menyambut kembali animo kengerian alam, kini di bulan Oktober pun terdapat dua film yang berisi tentang horornya binatang. Tepatnya di minggu yang sama, dirilis film Crawlers, Whalefall dan Beware Boiuna, yang ketiganya berating umur R13 alias Remaja.

Bagi yang sudah menonton cuplikannya, tentu mengenal seunik apa ketiga film ini. Crawlers berisi serangga yang kadang mematikan, yaitu sekumpulan laba-laba. Sementara Whalefall mengisahkan seorang penyelam, yang terjebak didalam perut seekor paus sperma berukuran raksasa. Lalu terakhir adalah Beware Boiuna, yang mengisahkan kembali ngerinya ular raksasa Anakonda.

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak film mengenai bertahan hidup di alam liar, atau terjebak akibat kejaran binatang liar. Contohnya saja di bulan September lalu, terdapat film The Bay dan Above & Below, yang mengisahkan ganasnya ikan hiu di lautan. 

Di penghujung September pun, terdapat film Heart of The Beast yang berisi Brad Pitt dengan anjing german shepherd kesayangannya, demi bertahan hidup di alam belantara Alaska.

Di bulan Juli, terdapat dua film bencana yang lengkap dengan horor binatangnya, berjudul Deep Water. Walau kisahnya berkutat pada jatuhnya pesawat penumpang di tengah samudera, namun berisi banyak hiu putih raksasa yang siap menerkam mangsanya.

Untuk tahun 2025 pun, terdapat film di bulan Juni, yang berjudul Dangerous Animal. Walau utamanya berkisah tentang penculikan oleh psikopat, namun film ini berisi seekor hiu putih ganas sebagai hewan peliharaan miliknya. 

Saat bulan Desember 2025, terdapat film yang mirip dengan Beware Boiuna, yaitu berjudul simpel Anaconda. Walau sebenarnya sekuel dari film pertama Anaconda di tahun 1997 lalu, namun film ini justru berkesan komedi dengan kehadiran aktor Jack Black dan Paul Rudd.

Sebelumnya di tahun 2019, terdapat film Crawl yang mengisahkan terjangan badai di Florida, dan berakhir terjebak dengan seekor buaya. Tampaknya semenjak Crawl dirilis, animo film bertahan hidup di alam liar dengan resiko terjangan binatangnya, semakin tinggi di sinema Hollywood sana.

Crawlers

Untuk film Crawlers di bulan September 2026 ini, adalah kisah fantastis dengan menggambarkan kengerian laba-laba. Kisah laba-laba jarang diadaptasi oleh sineas perfilman, apalagi dengan bujet dan kesan yang meyakinkan. 

Contoh terkenal mengenai laba-laba, adalah film horor-komedi dari tahun 2002 lalu, berjudul Eight Legged Freaks. Lalu kisah mengenai serangan wabah akibat banyak serangga, adalah film setengah dokumenter ala The Bay dari tahun 2012 lalu.

Bagi yang memiliki arachnophobia alias fobia terhadap laba-laba, tentu dilarang menonton film seperti ini, kecuali memang bagian dari terapi. Terlepas dari fobia, film ini justru tidak berlatar di alam liar, melainkan di satu apartemen tertutup. 

Beberapa adegannya pun dimunculkan ala kengerian laba-laba, yaitu sanggup menggunakan jaring untuk membangun sarangnya dimana-mana. Namun bukan itu ngerinya, tetapi akibat ritual yang mirip dengan banyak spesies laba-laba.

Tokoh utama bernama Serena (Matilda Lutz) menemukan seorang temannya telah habis dimakan laba-laba. Ritual ini biasa disebut matrifagi, yaitu saat seekor induk laba-laba yang berhasil melindungi ratusan telurnya, berakhir dimakan oleh anak-anaknya sendiri yang baru menetas. Ya, dalam film ini, justru yang dimakan adalah manusia yang secara naas menjadi korban.

Serena pun menemukan, bahwa tidak hanya kamar temannya, melainkan seluruh apartemen telah dikerubungi oleh ribuan laba-laba mematikan. Tidak hanya dapat memangsa manusia, namun spesies ini cukup beracun untuk dapat melumpuhkan korbannya. 

Padahal, apartemen ini masih berada di tengah perkotaan besar nan padat. Serena dan banyak penghuni lainnya pun, harus berjibaku hebat dengan banyaknya laba-laba ganas di lokasi huniannya sendiri.

Yang ini terbalik, manusia malah masuk mulut paus raksasa (TMDB).

Whalefall

Kali ini lebih aneh lagi, dengan judul Whalefall yang berkisah seorang penyelam, saat terjebak di dalam perut paus. Sepintas, kisah ini mirip dengan seorang Nabi, yaitu Yunus AS yang terjebak di dalam paus dan secara mukjizat berhasil selamat. Namun karena film ini adalah hasil produksi tahun 2026, maka tidak mengacu pada kisah Nabi terdahulu. 

Untuk sebuah film, kisah ini cukup unik dan orisinal. Baru pertama kali penulis mendapati, sebuah film berisi terjebak dalam perut paus. Sebelumnya, sempat menonton pula kisah ini dalam dongeng atau kartun (Pinochio), namun setelahnya tidak pernah lagi.

Filmnya sendiri ternyata dimulai sederhana, yaitu seorang penyelam bernama Jay Gardiner (Austin Abrams) yang seringkali menyelam di pesisir California. Selama ini, Jay melaksanakan penyelaman demi mencari sisa tulang-belulang ayahnya, Mitt Gardiner (Josh Brolin) yang meninggal di tengah lautan. Sepasang ayah-anak ini, memang suka sekali dengan keadaan lautan dan kegiatan penyelamannya.

Naas saat tengah menyelam di dasar lautan, seekor paus sperma raksasa menabrak dirinya. Jay yang terdorong jauh, kesulitan mencari keseimbangan untuk terus menyelam. Lebih parah lagi, dirinya terjebak seekor cumi raksasa, dan dimangsa langsung oleh paus yang tadi menabrak dirinya. Keduanya pun terjebak bersama di dalam perut paus.

Jay hanya memiliki sisa cadangan oksigen selama satu jam saja. Walau dalam perut paus masih terdapat ruang untuk bernapas, namun dirinya perlu melarikan diri dari dalam perut atau akan tercerna bersama cumi. Bahkan cumi-cumi raksasa tadi pun, masih hidup dan menyerang Jay didalam perut paus.

Sungguh epik nan brutal kisah Jay dalam perut paus ini. Hanya satu kemungkinan Jay berhasil selamat, yaitu dengan mengingat seluruh ajaran ayahnya mengenai lautan. 

Ini baru ular anakonda raksasa yang ngeri (TMDB).

Beware Boiuna

Sebelum membahas film mengenai ular raksasa Anakonda ini, tampaknya perlu berkaca ke film Anaconda dari tahun 1997 lalu. Anaconda adalah film monster yang sukses meramaikan dunia horor saat akhir 90an, dengan plot utamanya yang cukup sederhana untuk dinikmati. 

Yaitu mengenai kelompok ekspedisi dokumenter alam liar, yang menjelajahi sungai Amazon di Brazil, Amerika Selatan. Dalam perjalanan, mereka terhenti akibat serangan ular Anakonda raksasa, yang panjangnya mencapai belasan meter. Padahal, biasanya Anakonda memiliki panjang maksimum sembilan meter, dan berbobot 250 kilogram.

Animo film ini dilanjutkan pada film keduanya, berjudul Anacondas: Hunt for the Blood Orchid, yang mengambil latar di Pulau Kalimantan. Ya, lokasi syutingnya di Indonesia, namun salah narasi, karena ular Anakonda sama sekali tidak berada di Kalimantan. Sebenarnya, ular besar yang ada di film ini adalah sejenis Sanca atau Piton, yang entah kenapa menjadi Anakonda di film ini.

Oh ya, bagi yang heran mengapa ular di banyak film berukuran raksasa, sebenarnya didukung oleh bukti penelitian sains. Berbeda dengan binatang lainnya, ular masih bisa terus tumbuh sepanjang umurnya, tanpa terbatas metabolisme tubuh, dan hanya terhenti saat mencapai akhir usia. Jadi, legenda ular raksasa bukanlah mitos saja, melainkan mungkin terjadi di alam liar.

Hutan Amazon di Brazil, Amerika Selatan pun dipenuhi oleh banyak hewan eksotis berukuran raksasa lainnya. Contohnya adalah Kapibara sebagai hewan pengerat terbesar sedunia, Dugong sebagai hewan mamalia sungai terbesar di Amazon, Lumba-lumba sungai berwarna merah muda, Buaya Caiman, Burung Elang Harpy, Burung Makaw dan Toukan, serta Kaki Seribu Raksasa.

Khusus untuk film Beware Boiuna di tahun 2026 ini, justru berlatar pada mahluk mitologi bernama Boiuna. Ular raksasa hitam ini adalah penjelmaan Sungai dan Amazon yang masif dari folklore Brazil. Saking besarnya, Boiuna mahluk yang sanggup merubah keadaan ekosistem sungai, maupun seluruh hutan Amazon.

Bahkan untuk skalanya, film ini menggambarkan dengan sangat fantastis. Skala ukuran ular Boiuna yang ditampilkan, bahkan lebih besar dari seluruh ular dalam banyak film Anaconda sebelumnya. Menurut penulis, ukuran Boiuna dalam film ini menyaingi Titanoboa, yaitu ular purba yang berasal dari Amerika Selatan, yang standar panjangnya adalah belasan meter dan berbobot lebih dari satu ton!

Sinopsis plot utama film ini justru masih sederhana, yaitu saat karakter Lena (Kiana Madeira) bersama timnya tengah mengadakan ekspedisi medis ke Sungai Amazon. Namun, yang terjadi adalah mereka terjebak akibat kejaran ular anakonda raksasa. Saking masifnya, ular ini disebut sebagai Boiuna, yaitu ular mitos raksasa dari hutan Amazon, Brazil.

Sanggupkah ketiga karakter dalam tiga film binatang ini berhasil selamat? Atau alam tetap saja menghukum manusia sehabis-habisnya?

Jawabannya, tentu ada dalam liarnya alam sinema Nusantara.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece