![]() |
| Kuntilanak yang perlu keluar dari zona nyamannya (TMDB). |
Setelah bejibunnya jumlah film horor Nusantara di bulan Oktober ini, tampaknya ada satu yang menarik, padahal bukan produksi aseli Indonesia. Ya, judulnya adalah The Rope Curse 4: Kuntilanak, yaitu film kerjasama antara sineas perfilman Nusantara dengan Taiwan. Rating umurnya pun tinggi, yaitu D17 (17 Tahun Keatas) yang sudah menjadi khas seri film The Rope Curse.
Bulan Oktober memang momennya untuk sinema dalam merilis film horor. Namun saking ramai dengan tema yang kurang jelas, akhirnya malah penuh tiada henti. Setelah film unik berjudul Lobang Buaya, Empat Musim Pertiwi dan Hasut di awal Oktober, tampaknya di akhir Oktober perlu diisi dengan kombo Taiwan-Indonesia dalam film Kuntilanak ini.
The Rope Curse yang Khas dari Horornya Taiwan
Bagi yang mengenal waralabanya, The Rope Curse adalah seri film terkenal yang seringkali dirilis dari Taiwan. Bahkan perubahannya terasa kentara, yaitu semenjak film ketiganya, merubah asal jurignya menjadi referensi seluruh Asia. Sebelumnya dalam film The Rope Curse 3, jurignya berasal dari Thailand.
Walau jurignya berasal dari negara Asia lain, tetapi khas waralaba ini, yaitu hantu pengancam anak serta dukun sakti sebagai lawannya dari Opera Tradisional China, tetap dipertahankan hingga seri keempatnya di tahun 2026. Sudah menjadi khas yang sulit dilepaskan, apalagi dengan kisahnya yang semakin melanglangbuana.
Untuk kiprah film horor yang rilis internasional dari Taiwan, memang semakin mirip dengan Nusantara. Banyak film Taiwan yang menarik dan rilis internasional hingga masuk ke Indonesia, contohnya adalah Mudborn dan The Tao Exorcist di tahun 2026 ini. Tampaknya kedua negara sedang ikut bersaing melawan Thailand, demi ikut merebut dan mempertahankan tahta jurig dari Asia.
Demi mengalahkan Thailand, sutradara Liao Shih-han yang sudah berkiprah dalam seluruh waralaba film The Rope Curse (2018, 2020, 2023), akhirnya bekerja sama dengan Indonesia dalam syuting seri keempatnya. Seperti biasanya, aktor-aktris yang mengisi film The Rope Curse selalu berubah-rubah. Namun sang dukun sakti yang telah berjibaku semenjak film pertama, yaitu A-xi yang diperankan oleh Chen Bo-zheng, tetap mengisi film keempatnya.
Sementara dari Indonesia diisi oleh aktor veteran Ferry Salim, yang didukung oleh Rana Audi Marissa, Fandy Christian, Dito Darmawan, Andovi da Lopez, Kiara McKenna, dan Yessica Tamara. Ani Nurtiana yang memerankan Mira, adalah sosok dibalik Kuntilanak dalam film lintas negara ini. Lokasi syutingnya pun dilaksanakan di dua kota Indonesia, yaitu Jakarta di Pulau Jawa dan Pontianak di Pulau Kalimantan.
Bahkan film ini pun mengikutsertakan pula kiprah teknologi dalam meramaikan dunia jurig. Jika film Mudborn terintegrasi dengan abstrak dalam Virtual Reality (VR), justru film ini mengisahkan viralnya sebuah ritual supernatural, yang sempat ramai di media sosial. Saking viralnya, Taiwan pun sangat terkagum-kagum dengan video Kuntilanak yang memang kerjaannya menculik anak (atau jabang bayi).
Sinopsis Film The Rope Curse 4: Kuntilanak
Jia-min (Hsu An-chih) dan Yu-lan (Vera-chen) adalah sepasang saudari dari Taiwan yang sempat menonton langsung video viral pemanggilan arwah dari Nusantara. Namun tidak lama setelah menonton, kenalannya dari Indonesia bernama Mira (Ani Nurtiana), tiba-tiba menjadi korban kutukan lintas negara. Yu-lan bahkan tersambet jiwanya, menyusul Mira yang sudah kehilangan nyawanya.
Demi membereskan gonjang-ganjing supernatural yang berbahaya ini, Jia-min dan Yu-lan pun berangkat menuju Indonesia, bersama sang punggawa alias dukun sakti yang sudah terkenal master, yaitu A-xi (Chen Bo-zheng). Namun, kisah mereka tidak berjalan mudah, dengan kejaran mahluk Kuntilanak yang semakin kuat.
Bahkan Kuntilanak disini tidak hanya menargetkan anak-anak sebagai korbannya. Seluruh manusia yang berani mendekat, akan terus diancam, diteror, dan bahkan dibasmi sepenuhnya oleh sang jurig viral.
Sanggupkah para korban dan ahli supernatural membasmi jurig Kuntilanak yang demam panggung akibat viral di medsos ini? Atau seperti biasanya dalam ritual film The Rope Curse, akan berakhir dengan belasan korban yang habis dimusnahkan?
Jawabannya, tentu ada dalam ritual supernatural lintas internasional ala sinema Nusantara.





