Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Kisah Legenda Urban Bandung dalam Horornya Film The Doll Ghawiah

Titi Kamal dan boneka kesayangan (TMDB).

Kisah legenda urban pun kembali diadaptasi dengan produksi yang fantastis, dalam film The Doll Ghawiah di akhir Oktober ini. Dengan rating umur yang tinggi, yaitu D17 (17 Tahun Keatas), film ini mengadaptasi ulang kisah yang sudah lama terdengar dan menjadi animo tersendiri di Kota Bandung.

Kisah Legenda Urban di Babakan Siliwangi

Layaknya banyak kisah legenda urban lainnya, sejarah dan narasi dari kecelakaan di Babakan Siliwangi Bandung cukup simpang siur. Beberapa versi mengisahkan berbeda setiap detail ceritanya, yang mungkin berbeda jauh dengan kisah aslinya.

Sebelum membahas kisah legendanya, perlu diingat bahwa Babakan Siliwangi (BakSil) adalah lokasi yang memang terkenal angker. Banyak pepohonan tinggi besar berumur tua, hingga bersulur alias memiliki akar gantung di lokasi ini. Saking rimbunnya lokasi ini, terlihat aneh karena berada di sekitar pusat kota Bandung, alias dekat jalan Ir. H. Juanda (Dago). BakSil kini digunakan sebagai hutan kota alias jantung pernasapan kota Bandung. 

Walau kesan awalnya angker dan kini masih terlihat seperti hutan belantara, namun lokasi ini sudah dikembangkan oleh kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Pemda Kota Bandung sebagai bagian dari area miliknya. Tahun 2026 sekarang, kesan hutan kota masih dipertahankan, walau sudah ramai dengan lokasi GOR (Gelanggang Olahraga), Kolam Renang, Trek Lari, dan Forest Walk. Jadi, fungsinya pun ikut bertambah menjadi pusat rekreasi dan olahraga bagi warga Bandung.

Foto lokasi Babakan Siliwangi saat ini (via Rhyzard).

Kembali ke legenda urban lokasi BakSil, yang berlatar tahun 1980an lalu. Satu versinya mengisahkan anak yang tertabrak hingga meninggal di jalan Siliwangi. Lainnya mengisahkan satu keluarga yang meninggal akibat tertabrak mobil, sementara anaknya meninggal kemudian di rumah sakit. Lalu adapula versi tentang anak tersebut yang jatuh saat dibonceng, dan berakibat meninggal mengenaskan.

Namun seluruh versi sebenarnya mengacu pada beberapa faktor yang sama. Yaitu, kecelakaan yang terjadi di sekitar Babakan Siliwangi, lalu anak yang meninggal bernama Uci, sementara boneka yang dimilikinya bernama Ghawiah. Seluruh kisah tersebut berujung dengan tergantungnya boneka asli di satu pohon, tepatnya yang berada di sebelah trotoar jalan Siliwangi. Banyak yang menganggap, bahwa boneka ini adalah penghormatan terakhir bagi Uci yang sudah meninggal, dan ditempatkan oleh anggota keluarga yang berkabung.

Sementara sisanya, adalah kisah mengerikan ala horor, yaitu penampakan anak kecil atau boneka yang muncul di sekitar lokasi kecelakaan. Kisah ngerinya terus berulang-ulang, hingga di tahun 90an pun, penulis masih sempat mendengar kisah tersebut. Walau akhirnya (dan hingga kini), penulis seringkali melewati lokasi BakSil sebagai jalur olahraga.

Film Adaptasi di Tahun 2016 hingga 2026

Sebenarnya kisah ini sempat diproduksi sebagai film pada tahun 2016 lalu, dengan judul The Doll. Film ini berupa trilogi, dengan judul The Doll 2 (2017), dan The Doll 3 (2022). Lalu terdapat satu film spin-off, berjudul Sabrina di tahun 2018 lalu. Keempat film ini memang terkenal, dan menjadi satu pemicu ramainya kembali industri film Nusantara di sejak tahun 2018 lalu. 

Semenjak penayangan awal The Doll, banyak aktor-aktris terkenal yang ikut berperan untuk mengisi filmnyanya. Diantaranya adalah Luya Mana, Shandy Aulia, Herjunot Ali, Jessica Mila, Denny Sumargo, Christian Sugiono, Winky Wiryawan, Sara Wijayanto, dan Demian Aditya. 

Lalu, bagaimana dengan kisah sekuelnya di tahun 2026? Justru masih berlatar sama, walau lebih heboh lagi. Layaknya film berbiaya produksi tinggi, justru film adaptasi ulang (re-boot) sekaligus film kelima legenda urban Bandung ini terlihat berbeda dengan film horor kebanyakan.

Dalam cuplikannya saja, terlihat berbagai adegan yang segar dan orisinal. Dengan efek spesial yang mumpuni, kesan film ini pun semakin kuat dan menarik visualnya. Sekilas, film ini justru terlihat seperti standar film internasional, dan tidak seperti film Nusantara yang biasanya pas-pasan. Indonesia memang semakin heboh untuk mengejar status sebagai Jurig Terbesar Asia, sementara kisahnya justru masih mengingatkan kembali ngerinya BakSil.

The Doll Ghawiah disutradarai oleh Guntur Soeharjanto untuk menggantikan Rocky Soraya, yang kini berandil sebagai produser. Penulis naskahnya pun masih sama, yaitu Riheam Junianti yang sudah berandil sejak film pertamanya di tahun 2016 lalu. Titi Kamal, Darius Sinathrya, dan Sara Wijayanto sebagai aktor-aktris veteran pun mengisi film The Doll Ghawiah di tahun 2026 ini. 

Sinopsis Film The Doll Ghawiah

Satu keluarga baru saja pindah ke lokasi Kota Bandung, tepatnya di sekitar Hutan Kota Babakan Siliwangi. Mereka adalah Evi (Titi Kamal), Arya (Darius Sinathrya), Laras (Sara Wijayanto), Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane). Kelimanya tiba dan tinggal di Bandung untuk memulai kembali kehidupan keluarga, sekaligus membuka bisnis restoran.

Namun kisah potensi bisnis ini malah berubah atmosfernya, akibat kabar kecelakaan di Jalan Siliwangi yang banyak korban meninggalnya. Terdengar pula satu isu yang aneh, yaitu seorang anak bernama Uci (Fara Shakila) yang ikut meninggal sambil memeluk boneka miliknya. 

Lokasi kediaman mereka pun seketika berubah menjadi horor, dengan kehadiran boneka yang terus bergerak sendiri demi meneror seisi rumah. Seluruh anggota keluarga pun panik, dan harus segera berjuang melawan serangan supernatural demi keselamatan mereka.

Sanggupkah satu keluarga ini bertahan aman hingga cuan? Atau malah berujung tragis, akibat boneka sakti yang kangen dengan pelukan daging dari dunia nyata?

Jawabannya, tentu ada selama ritual legendaris lokasi urbanisasi Bandung ala sinema Nusantara.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece