Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Koji Shiraishi sebagai Sutradara Film About A Place in The Kinki Region

Chihiro dan Yusei yang sedang investigasi (TMDB).

Setelah beberapa kali membahas film berteknik Found Footage, akhirnya di bulan Oktober dirilis pula satu film berjudul About a Place in the Kinki Region. Film ini sebenarnya sudah rilis di Jepang sejak tahun 2025 lalu, namun baru masuk sinema Nusantara tahun 2026. Rating umurnya pun cukup tinggi, yaitu D17. Sutradara serta penulis naskah film ini pun cukup terkenal, yaitu Koji Shiraishi yang sudah lama berkecimpung dalam film Found Footage. 

Khusus untuk film Kinki Region, justru diadaptasi pula dari novel berjudul sama, hasil karya Sesuji yang rilis tahun 2024 lalu. Novel ini sempat menjadi Best Seller dan memenangkan penghargaan horor di Jepang, sehingga sineas perfilman pun tertarik untuk mengadaptasinya. Bahkan yang ditunjuk sebagai penulis naskah sekaligus sutradaranya, adalah Shiraishi sebagai veteran dalam film sejenis ini.

Sebelum membahas plot utama filmnya, tentunya perlu diperingati terlebih dahulu mengenai film sejenis Found Footage, yang pernah dibahas dalam artikel Shelby Oaks. Namun, About A Place in The Kinki Region justru memiliki keunikan lainnya dalam sinematografi. Penulis sudah menontonnya, dan dapat merekomendasikan film ini dengan lebih aman. 

Mirip dengan film Shelby Oaks, teknik adegan film ini justru didominasi oleh sudut pandang kamera biasa (yang stabil dan diam di satu perspektif), daripada goyang dan buram ala found footage. Semakin mirip dengan Shelby Oaks, film ini diisi oleh banyak rekaman found footage, yang menjadi bagian utama plot filmnya. Dihitung total, film ini memiliki durasi sekitar 30 menit found footage, sepertiga dari total 103 menit durasi filmnya.

Kiprah Koji Shiraishi sebagai Sutradara Horor dan Found Footage

Shiraishi adalah seorang sutradara Jepang yang terkenal dalam urusan film horor dan found footage. Awalnya sutradara ini berkecimpung dengan menciptakan banyak film indie berdurasi pendek, sebelum akhirnya memulai karirnya sebagai sutradara di film besar Jepang.

Hingga akhirnya dunia perfilman Jepang pun tercengang dengan hasil karyanya di tahun 2005 lalu, dengan judul Noroi: The Curse. Film ini (menurut penulis) adalah karya horor terbaik dari Shiraishi, yang berisi banyak rekaman aneh Found Footage. Memang filmnya berisi banyak kombinasi cerita aneh, karena karakter utamanya berlatar seorang jurnalis independen, yang mengecek banyak kasus dan kecelakaan aneh di perfektur kediamannya.

Sempat memimpin beberapa produksi film horor yang lebih mainstream di sinema Jepang, Shiraishi pun kembali menelurkan film found footage pada tahun 2009, berjudul Occult. Walau tidak memiliki bujet sebesar Noroi, namun bagi penggemar horor (dan khususnya penulis) film ini cukup menarik. 

Bahkan penulis berpendapat, bahwa film ini adalah anekdot dari kasus bom di Indonesia. Ya, pada awal tahun 2000an, sering terjadi kasus pemboman oleh teroris di Indonesia. Lalu film Occult di tahun 2009 ini, mengisahkan horor sejenis ini dengan referensi khas budaya Jepang, tanpa eksplisit mengisahkan bahwa kisahnya diadaptasi dari kasus di Indonesia.

Nah, di tahun 2013, Shiraishi pun kembali gatal dengan merilis film Cult. Film ini berlatar lebih sederhana, yaitu found footage mengenai ritual dukun di Jepang. Bahkan film ini dikombinasikan dengan campy-nya film horor Jepang, yang sudah menjadi khas Shiraishi jika memproduksi film yang lebih mainstream. Beberapa adegan terlihat konyol, padahal film ini berkutat pada kisah santet-menyantet ala Jepang sana.

Sebenarnya terdapat beberapa film found footage dari Shiraishi lainnya yang dapat dibahas dan direkomendasikan. Contohnya saja di tahun 2023 lalu, terdapat film Senritsu Kaiki World Kowasugi! yang belum sempat ditonton oleh penulis. Bahkan lebih menarik lagi jika membahas film berdurasi pendek hasil karyanya, walau sulit untuk dapat menemukan lokasi layanan streaming-nya.

Sinopsis Film About A Place in The Kinki Region

Yusei Ozawa (Akaso Eiji) adalah seorang penulis dan reporter majalah supernatural, yang sedang kelimpungan. Editor-nya yang bernama Takeshi Sayama (Shukugawa Atom) tiba-tiba hilang dan tidak bisa dikontak. Padahal Sayama sedang mengerjakan suatu investigasi supernatural yang besar, dan sebentar lagi deadline saat majalah dirilis bulan depan.

Untungnya, Yusei sempat menemukan laptop milik editor-nya di ruang arsip kantor, yang selama ini digunakan untuk mengerjakan artikel tersebut. Dengan bantuan seorang editor veteran lainnya, Chihiro Seno (Miho Kanno), keduanya pun mulai menulis ulang artikel dengan bantuan laptop milik Sayama. 

Namun, tidak hanya menemukan draft dan referensi tulisan saja, keduanya menemukan banyak rekaman yang berbentuk digital (dari flashdisk), CD-DVD, dan bahkan VHS yang menjadi bahan referensi artikel. Seluruh media tersebut diisi oleh rekaman mengerikan, mengenai banyak keanehan supernatural di sekitar perfektur tempat kediamannya. 

Keduanya pun semakin tertarik, selain tentu membereskan artikel, rekaman tersebut dapat membuka jalan untuk menemukan kembali Sayama, dan menghasilkan artikel yang lebih heboh nan mencengangkan. 

Namun keduanya masih berpegang teguh pada prinsip investigasi supernatural, yaitu tidak boleh ada yang melaksanakan operasinya sendirian. 

Sanggupkah keduanya menyelesaikan artikel dengan cepat? Atau malah berujung petaka besar akibat kutukan yang baru saja menimpa seluruh konsep supernatural?

Jawabannya, ada dalam adegan terkutuk ala sinema supernatural Indonesia.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece