Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Bersenandung Campursari Jawa dalam Film Cidro Asmoro

Kisah romansa campursari (TMDB).

Berikutnya adalah film unik lain dari perfilman Nusantara di awal bulan Oktober, berjudul Cidro Asmoro. Dengan rating R13 (Remaja), film ini menambah panjang daftar film musikal, yang memang jarang diadaptasi oleh sineas perfilman nasional.

Terlihat dalam cuplikannya, yang kental dengan bahasa Jawa (dan terjemahannya), dan terpadu dalam kisah senandung asmara melalui lagu. Untuk lagunya sendiri, memang khas terdengar pula, alunan Campursari Koplo ala Jawa sana.

Sudah berkembang sejak tahun 2010an lalu, modifikasi musik yang sangat berasa Nusantara ini telah mencapai puncaknya. Dengan banyak kreator di TikTok maupun YouTube, yang berani berkarya langsung dengan gaya musik dan bahasa asli daerahnya masing-masing. 

Bahkan penulis seringkali mendengar, lagu koplo yang berasal dari anime Jepang, namun berbahasa Jawa. Atau lagu dari daerah Sunda, namun bahasanya dirubah menjadi bahasa Jepang. Memang paradoks yang aneh, namun kesan lagu daerah Nusantaranya masih kental, hingga terasa berfaedah didengar.

Untuk lagu sejenis campursari, adalah bagian dari kombinasi yang biasa disebut koplo. Awalnya adalah instrumen Jawa, yang terpadu dalam musik keroncong atau dangdut. Kesannya pun semakin berkembang, saat dangdut merajai musik Indonesia sejak tahun 1990an hingga 2000an. 

Sementara perkembangan berikutnya, adalah tahun 2010an yang memulai istilah koplo. Walau sebelumnya belum diterapkan secara istilah, namun koplo adalah bentuk kombinasi dari banyak khas musik Nusantara sejak tahun 2010an. 

Perkembangan internet pun menjembatani perubahan dan penerimaan jenis musik ini bagi penggemar musik Nusantara. Walau secara mainstream, lagu pop malah mengalami naik-turun, namun khusus koplo justru berkembang drastis. Selain mengaransemen ulang lagu lama yang sudah melekat di telinga warganya, koplo akhirnya berkembang hingga level anime (yang tadi sudah disebutkan).

Memang abstract nan absurd perkembangan istilah musik koplo ini.

Khusus untuk dunia perfilman, tentu beberapa film bernuansa musikal sudah kembali mengisi sinema Nusantara. Tahun 2025, terdapat dua film yang kentara untuk kesan musikalisasinya. 

Pertama adalah Mendadak Dangdut, yang merupakan reka ulang dari film berjudul sama di tahun 2006 lalu. Lalu ada Siapa Dia, yang diperankan oleh Nicholas Saputra dengan banyak adegan musik dan teatrikalnya.

Sementara di tahun 2026, terdapat tiga film musikal yang sama menariknya. Pertama adalah Na Willa, yang mengisahkan petualangan anak. Kisah petualangan anak ini pun dilanjutkan dalam Iyus Jenius, yang baru tayang bulan September lalu.

Sementara di bulan April lalu, terdapat film musik teatrikal yang mengacu pada isu sosial di masyarakat, berjudul Para Perasuk. Bahkan menurut penulis, film ini lebih menjabarkan isu sosial mengenai pengalih-fungsian lahan, daripada mengumbar dunia seninya.

Kembali ke Cidro Asmoro, adalah film yang kental dengan nuansa campursarinya. Terdapat banyak adegan dalam cuplikannya, yang menggambarkan dan meramaikan suasana dengan lagu campursari bahasa Jawa. 

Judul Cidro Asmoro, justru berasal dari serial yang tayang tahun 2023 lalu, melalui situs siaran Vision+. Kanal dari Indonesia ini, memang berisi beberapa film atau serial khas dari sineas perfilman Nusantara. 

Di tahun 2026, adalah kembalinya para karakter dalam serial yang awalnya berisi delapan episode. Kisahnya pun dirubah agar dapat diadaptasi sebagai format film, yang tentunya tetap kental dengan bahasa Jawa dan lagu campursarinya. Kesan drama, romansa, serta komedi pun masih terasa kental dalam film yang berlatar di Yogyakarta ini. 

Untuk sinopsisnya, masih cukup sederhana. Yaitu banyak warga yang sekarang sudah paham akan konten, dan sanggup untuk viral dengan sendirinya. Sementara Daru (Helarius Daru) dan Erick (Erick Estrada) yang sudah terbiasa mengisi musik di kafe-kafe, merasa perlu lebih berkarya.

Untuk itu, keduanya berniat membentuk band yang terkenal dan viral, demi mengikuti ramai dan cuannya konten musik. Happy (Happy Asmara) pun direkrut sebagai vokalis terbaru band Daru and The Gank. 

Jadi, apakah musik Nusantara masih bertahan dengan baik? Jawabannya tentu ada di telinga para penggemarnya sendiri.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece