Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Kembalinya Horor Psikologis Ala Film Empat Musim Pertiwi dan Hasut

Pertiwi yang baru kembali dan langsung Locked In (TMDB).

Di minggu ini pun, terdapat tema horor yang jarang diadaptasi di Nusantara, yaitu dari segi mental alias psikologis. Judulnya pun dua, yaitu Empat Musim Pertiwi dan Hasut, yang keduanya berating umur tinggi D17 (17 Tahun Keatas).

Horor psikologis cukup jarang diadaptasi oleh sineas perfilman. Khusus dari lokal, terakhir kali adalah film Kamu Harus Mati di bulan Mei lalu, yang mengisahkan halusinasi hebat dari karakter utamanya. Walau judul dan kisahnya terdengar ngeri, namun rating umurnya masih wajar, yaitu R13 (Remaja).

Termasuk jarang diadaptasi, menyebabkan film horor bertema misteri psikologis menjadi unik. Apalagi kedua film memiliki rating D17, maka adegan horor nan brutal yang muncul pun akan eksplisit. Adegan seperti ini cocok menjadi puncak cerita, daripada sekedar jumpscare (ala film horor lainnya).

Empat Musim Pertiwi

Film yang satu ini, sempat ditayangkan dalam festival film internasional, pada bulan September lalu sebagai bagian dari Toronto International Film Festival (TIFF). Sementara jadwal penayangannya di Indonesia sebagai negaranya sendiri, yaitu mulai minggu kedua Oktober. 

Kisahnya memang tidak eksplisit horor, namun menggambarkan kengerian satu daerah dari sisi sosialnya. Bahkan dalam cuplikannya, terdapat beberapa adegan aksi dari tokoh utamanya. 

Uniknya lagi, film ini diisi dengan bahasa Jawa yang sangat kental. Bahkan diberi terjemahan dibawahnya, agar penonton bisa memahami dialognya.

Kisah Empat Musim Pertiwi mengacu pada kondisi seorang warga, yang kembali pulang dan merasa tersisihkan. Pertiwi (Putri Marino) adalah pemudi yang telah dipenjara selama 20 tahun, dan baru bebas serta kembali ke desanya. 

Saking sudah lama tidak berada di rumah, bahkan kedua orangtuanya pun merasa heran dengan dirinya. Tidak hanya merasa asing di desanya sendiri, Pertiwi bahkan ditolak halus oleh lurah setempat. Untungnya, keluarga serta teman lamanya masih mau menerima.

Namun, ternyata hirearki di desanya telah berkembang begitu jauh. Pertiwi baru paham, bahwa keempat warga yang menjebloskan dirinya ke penjara, kini telah menjabat penting di desanya. 

Kesulitan pun semakin bertambah, dengan munculnya sosok aneh di sekitar desa. Walau sudah lama dan kurang mengenal perubahan desanya, namun atmosfer supernatural yang berbahaya ternyata masih mengisi lingkungan desa. Pertiwi pun perlu menguak sosok tersebut, demi meyakinkan diri dan menyelesaikan masalah lama, yang masih menghantui desanya.

Ritual yang aneh dan memabukkan (TMDB).
Hasut

Untuk film yang satu ini, bahkan lebih terasa horor untuk sisi psikologis dan misterinya. Dalam cuplikan Hasut, hanya sedikit terlihat perubahan latar dari setiap adegannya. Satu visual, namun berbagai dialog yang amburadul serta atmosfer yang kacau, menyebabkan kesan aneh untuk animo filmnya.

Kisahnya berlatar di gunung dan lokasi perkemahannya, dengan karakter utama bernama Vira (Karina Salim) dan Rere (Rachel Amanda). Kedua gadis bersaudara ini merencanakan perkemahan, demi menyegarkan diri dan mendekatkan kembali dengan kelompok teman-temannya. 

Namun yang terjadi, adalah Rere yang terlihat kesurupan setelah ritual aneh circle pertemanan ini. Saking mencurigakannya, Rere hingga diikat pada sebuah pohon dan diinterogasi habis-habisan. 

Namun ngerinya tidak berhenti pada sosok Rere saja, melainkan menular kepada seluruh teman yang berkemah. Mereka semua saling menuduh, karena terlihat seperti orang asing yang berbahaya.

Namun semuanya terasa nihil dan mistis, akibat pengaruh aneh dari Handy Talky (HT) milik setiap anggota kemah. Mereka memilih untuk mendengar dan percaya radio komunikasi ini, daripada memahami sosok manusia didepannya sendiri. 

Adakah maksud tertentu dari HT ini? Atau semuanya memang kesurupan masal dalam satu Mass Hysteria di lokasi yang sama?

Jawabannya, tentu ada dalam kedua film yang berhasil mencanangkan, bahwa manusia adalah sosok horor yang sebenarnya. 

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece