Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Isekai ala Studio Dreamworks dalam Animasi Film Forgotten Island

Duo gadis yang isekai (TMDB).

Bulan Oktober pun, akhirnya diisi dengan film animasi yang ciamik dari Hollywood sana, berjudul Forgotten Island, yang ratingnya adalah R13 (Remaja). Film animasi ini berasal dari studio Dreamworks yang terkenal, beserta distributornya yang setia bernama Universal.

Kedua perusahaan ini memang terkenal dalam memproduksi film animasi yang ciamik, dengan kisah yang fantastis. Dibandingkan studio animasi terkenal lainnya, yaitu Pixar dengan Disney-nya, justru Dreamworks memiliki animo tersendiri. Selain kisahnya yang lebih ternalar, animo hiburan ala kartun semua golongan pun sangat cocok di sinema dunia.

Dreamworks dan Universal

Dreamworks adalah studio animasi ternama Hollywood, yang selalu menyuguhkan kisah menarik dengan visual yang fantastis untuk setiap filmnya. Semenjak mulai memproduksi Antz dari tahun 1998 lalu, film Dreamworks sangat menyuguhkan kisah kartun yang menarik.

Berlanjut pada tahun 2000an yang menjadi masa kejayaan studio ini, diawali dengan film Chicken Run. Di tahun berikutnya pun (2001), kisah Shrek menjadi animo tersendiri yang merubah kesan dongeng harus dibuat dengan karakter ganteng dan cantik (ala Disney). Kisah raksasa hijau bernama Shrek ini lalu dilanjutkan pada film 2004, 2007, dan 2010. 

Kisah legendaris dari adaptasi mitologi China pun, dimulai dengan Kung Fu Panda pada tahun 2008, yang dilanjutkan sekuelnya pada tahun 2011, 2016, dan 2024. Animasi legendaris lainnya adalah How to Train Your Dragon, yang dimulai sejak 2010, lalu 2014 dan 2019. 

Setiap jamannya, studio Dreamworks selalu menyuguhkan waralaba animasi yang ramai dan patut dinanti para penggemar film. 

Di tahun 2025 saja, studio ini merilis film reka ulang How to Train Your Dragon, lalu Bad Guys 2, dan Gabby's Dollhouse. Sementara dari distributor Universal, justru terkenal akan kerjasamanya dengan para studio animasi yang sama ciamiknya. Selama tahun 2026, Universal baru saja merilis film Coraline (yang diperbarui), Super Mario Galaxy, dan Minions & Monsters.

Jadi, kerjasama antara keduanya di film Forgotten Island, adalah satu kombinasi yang akan mengisi hebohnya dunia animasi. Dari cuplikannya saja, sudah terlihat fantastis dengan menyuguhkan lokasi latar pantai yang eksotis. Walau berkisah tentang sebuah pulau terpencil, namun isinya terpadu dunia fantasi yang cerah meriah dengan tambahan animasi 2D.

Ya, kisah film ini memang berasa isekai ke dunia lain ala anime dari Jepang. Tidak hanya dunia yang berubah, namun para karakter didalamnya pun ikut berubah menjadi ras lain. Contohnya adalah manusia setengah anjing atau kelelawar. 

Tentu menjadi animo tersendiri bagi penggemar film animasi dan fantasi, yang walau sudah lama tenggelam dalam dunia ala gim. Tetapi rasa dan kesan dunia khalayan, rasanya ikut terkekang oleh agenda lain di dunia sinema, khususnya dari ranah animasi kartun.

Sinopsis Forgotten Island

Jo (H.E.R) dan Raissa (Liza Soberano) adalah sepasang gadis muda, yang tengah merayakan libur bersama di pesisir pantai. Malam tersebut adalah hari terakhir mereka setelah SMA, sebelum akhirnya terpisah akibat pekerjaan dan kuliah. 

Namun di malam yang sama, keduanya memasuki portal ajaib, dan terlempar ke sebuah pulau terpencil. Pulau yang bernama Nakali ini, ternyata sebuah pulau ajaib beserta segala kemampuan magisnya. Jo masih berbentuk manusia walau bajunya berubah, sementara Raissa malah memiliki sayap ala kelelawar.

Raww (Dave Franco) yang menemukan mereka di pantai, bahkan berbentuk khas manusia setengah anjing, dan bisa berbicara (bahasa Inggris) dengan lancar jaya. Raww pun memperingatkan, bahwa dalam waktu satu malam saja, keduanya akan kehilangan seluruh memori dari dunia asalnya.

Tidak ingin terjebak begitu saja, Joe dan Raissa mulai mencari cara untuk melarikan diri dan kembali ke dunia nyata. Tantangan pun semakin sulit, akibat ras setan yang memiliki kemampuan untuk melahap setiap ingatan mahluk fana. 

Sanggupkah kedua gadis ini kembali ke alam aslinya, tanpa kehilangan jati diri dan tetap berpegang teguh pada identitas asli?

Jawabannya, tentu ada dalam hebohnya identitas pemuda-pemudi Nusantara ala sinema.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece