Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Memahami Narablog Berlatar Warga dan Perbedaannya dengan Berita

Ilustrasi Narablog dan Blog-nya (Magnific).

Mengacu pada tanggal 27 Oktober mendatang sebagai Hari Narablog Nasional, maka artikel ini ditulis sebagai latar dari Blog Sedia Saja. Walau penulis selalu menjabarkan blog ini dengan ringan (berisi rekomendasi dan referensi film), namun istilah Narablog memiliki definisi dan deskripsi khusus. Kedua indikator ini perlu dijabarkan kembali dalam artikel, yang dirilis menjelang tanggal pentingnya.

Karena itu, penulis melansir kembali Britannica sebagai ensiklopedia utama untuk referensi Narablog. Walau banyak yang diterjemahkan, namun hanya berkutat pada definisi dan deskripsinya. Sementara banyak contoh yang tidak dituliskan, agar aktual dan faktual dengan kondisi Blog di Nusantara.

Tentu banyak perbedaan kesan Narablog secara keseluruhan, namun berasal dari sudut pandang pribadi, visi, serta misi Blog Sedia Saja. Karena saya bekerja sendiri dengan independen, tanpa keterikatan dengan media massa manapun (selain untuk referensi), maka artikel ini pun disesuaikan. Sekaligus menjadi penafian pula, bahwa maksud Blog ini adalah bebas dan masih berlatar warga.

Definisi dan Deskripsi Blog serta Narablog-nya

Blog adalah sejenis format situs web yang berurutan kronologis terbalik (posting terbaru hingga sebelumnya). Berbeda dengan media tradisional, blog mengacu pada penyampaian dan teknologi dari maksud dan isi kontennya. Akses distribusi media dari blog berbeda dengan media tradisional, karena itu merubah pula jenis konten yang diciptakannya.

Blog dan Narablog berbeda batasan dengan yang diterapkan oleh jurnalis, dan ikut mengecek atas praktek media massa secara luas. Banyak jurnalisme digital telah mengisi media sosial yang merubah atmosfer media massa sejak akhir 2000an lalu. Namun Blog dan Narablog memiliki dampak yang besar, karena mirip dengan media tradisional, reportase dan analisanya berpengaruh besar terhadap persepsi publik.

Blog bersudut pandang konteks yang spesifik, dan memiliki hubungan yang dekat dengan ekosistem jurnalisme. Karena itu, banyak karakterisitik dan elemen pada Blog yang membedakannya dengan jurnalisme, serta para pihak dibaliknya (alias Narablog).

Blog menerapkan banyak topik, ideologi, keahlian dan pendekatan, walau Blog pribadi biasanya mengacu pada fokus dan tema yang spesifik. Contohnya adalah situs yang topiknya banyak seperti politik, olahraga, berita, dan hiburan, namun memiliki perspektif analisis statistik. Blog lainnya berlandaskan sains sebagai sudut pandang analisanya.

Karakteristik Teknologi

Walau blog tidak sepenuhnya dibuat melalui Content Management Systems (CMS), banyak komponen CMS membantu pengguna untuk membuat dan menerapkan situs sebagai bagian dari blog-nya. Contohnya adalah Blogger yang dibeli oleh Google pada tahun 2003 lalu. Blogspot dan WordPress adalah portal yang membantu pribadi dan organisasi untuk membuat dan mendistribusikan Blog. 

Khusus untuk WordPress, kini telah menjadi jejaring internet paling penting dalam ekosistem World Wide Web (WWW atau Internet). Menurut W3Techs.com, lebih dari 40 persen situs dibuat menggunakan CMS ini.

Fitur utama Blog adalah postingan, laman, widget, kolom komentar, dan banyak lagi. Blog biasanya berisi konten yang permanen, alias tidak terikat oleh waktu (tidak aktual ala media tradisional). Postingan terbaru muncul paling atas dan mengurut ke sebelumnya, menyebabkan isinya justru selalu aktual. Postingan ini didukung pula oleh beberapa laman, yang lebih permanen. Laman biasanya berisi informasi kontak, kebijakan privasi, pengenalan serta navigasi.

Kreasi konten dalam blog dan teknologinya, memiliki pendekatan yang mengacu pada peristiwa atau cerita, sehingga langsunh memberi kabar yang aktual. Beberapa Blog digunakan untuk membuat konferensi pers atau rilis produk, yang berisi teks atau gambar foto dari sebuah peristiwa.

Lainnya menggunakan istilah Blog-mikro, yang kentara dalam X (Twitter). MedSos ini membatasi komunikasi penulisnya dengan 280 huruf dan satu gambar saja.

Perbedaan dengan Organisasi Media Tradisional

Blog yang independen dapat mengulas topik dan analisis yang berbeda dengan organisasi berita (alias media massa). Elemen paling kentara adalah objektivitas, karena blog tidak sepenuhnya melaksanakan reportase orisinal. Banyak konten Blog berisi analisis mengenai reportasi dari media tradisional.

Sudut pandang khusus dari narablog, memberikan informasi baru dari sumber yang berbeda dan ditambah analisa mengenai kabar berita, baik itu dari sudut pandang pribadi atau organisasi yang melandasinya.

Dengan begitu, Blog dan Narablog dibaliknya berperan berbeda dengan jurnalisme tradisional. Jika diterapkan pribadi, maka satu orang melaksanakan fase penulisan, penyuntingan, pengelolaan, distribusi, dan periklanan dengan sendiri. Sementara jumlah pekerjaan seperti ini biasanya dilaksanakan oleh pegawai yang berbeda di organisasi media.

Walau dikerjakan sendiri, namun justru lebih lincah daripada media tradisional yang butuh banyak reporter dan redaktur sebelum merilis publikasinya. Bahkan seorang Narablog dapat merilis lebih cepat dengan tetap fokus pada postingan yang masih permanen. 

Beberapa Blog yang semakin populer dan sering merilis postingan, justru ikut berstruktur organisasi ala media tradisional. Struktur ini merubah Blog dengan melaksanakan prosedur jurnalistik tradisional, daripada fokus pada reportase orisinal dan permanen dari seorang Narablog. Bahkan beberapa Blog bergabung dengan media jurnalisme tradisional, sehingga visi, misi, dan karakteristiknya pun ikut berubah seiring media massa yang mengikutsertakannya.

Blog biasanya meminta komunikasi langsung dari pembacanya, alias mengacu pada kolom komentar, yang menjadi patokan sebagai kualitas utama kontennya. Media tradisional masih terbatas pada komunikasi dengan instansi, melalui nomor kantor dan situs utama organisasi.

Perbedaan dengan Jurnalis Tradisional

Narablog memiliki peran sebagai pengawas jurnalis, yang merubah tren jurnalisme dengan mengacu pada isu sosial yang lebih luas. Seorang Narablog yang memberi kritik pada organisasi media jurnalisme, dapat berfokus pada satu isu atau tren yang sedang berkembang. 

Namun terdapat hubungan yang lebih simbosis antara jurnalis tradisional dan Narablog. Contohnya adalah konten khusus, seperti sains atau bisnis, yang biasanya membutuhkan pelatihan spesifik pada konteks cerita. Jurnalis justru dapat melansir pada ahli dari Blog miliknya, daripada mencari narasumber sendiri.

Peneliti menunjukkan bahwa fungsi antar media berita tradisional dengan para Narablog, telah menjadi prosedur yang saling mengisi antar organisasi yang ikutserta (saling Backlink). 

Walau tidak khusus, tautan (hyperlink) adalah elemen utama pada Blog. Tautan ini adalah sumber terverifikasi bagi pembacanya, yang memberi sudut pandang khusus dari sumbernya langsung. Daripada hanya membaca lansirannya, pembaca dapat mengecek langsung sumber asli informasinya dan lebih mengerti mengenai konten yang dimaksud. 

Tautan ini mendukung konten yang dibuat oleh para narablog, yaitu analisis dan pendapat yang didasari oleh reportase orisinal dari sumbernya. Narablog membuat konteks, mengombinasikan berbagai reportase, lalu menciptakan sesuatu yang baru. Tautan ini berfungsi pula untuk memberi paparan bagi sumber lainnya, yang dapat memberi Backlink khusus dari situs yang menulisnya.

Namun ada beberapa kritikus yang menganggap prosedur ini sebagai ruang gema saja, yaitu kondisi saat pribadi hanya percaya pada informasi, opini, dan sudut pandang yang selaras dengan keyakinan miliknya sendiri. 

Isu ini ditanggulangi dengan memberi nilai normatif pada berita yang dipaparkan oleh media tradisional. Banyak organisasi berita memiliki kode etik untuk membedakan objektivitas dan subjektivitasnya. Ekspektasi ini mengacu pula pada seluruh jurnalis yang tergabung didalamnya. Namun Narablog justru memiliki elemen khusus yang ditambahkan, yaitu identitas dan presentasi pribadi sebagai pusat dari minat serta analisis topiknya. 

Dengan begitu, pembaca memiliki reaksi berbeda akibat perbedaan karakteristik antara Narablog dengan jurnalis tradisional. Beberapa penelitian mengecek minat pembaca yang lebih sering mendengar kabar dari Narablog independen, daripada jurnalis. Bahkan terdapat pula ketidakpercayaan yang kuat terhadap industri dan perusahaan media massa. Lainnya menyatakan bahwa pembaca lebih menerima analisa yang spesifik dari Narablog.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece