Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Romansa Semut Chimera dalam Seri Terakhir Anime Hunter x Hunter

Netero vs Meruem yang epik (TMDB).

Daaan, untuk mengakhiri tema peperangan di artikel Monsterisasi September ini, penulis akan membahas kisah yang menghentikan perang sebelum dimulai, yaitu dari anime Hunter x Hunter. Serinya yang dibahas pun mengacu pada Chimera Ant Arc, yang merupakan seri anime terakhir dari adaptasi manga-nya.

Kisah anime Hunter x Hunter (HxH) adalah kombinasi antara shonen yang gelut-menggelut dengan kemampuan supernatural ala Nen. Namun, setengahnya diisi oleh penggambaran dunia yang aneh, termasuk hingga seri terakhir anime ini.

Kisah terakhir ini pun diisi dengan lengkap daripada Arc sebelumnya. Yaitu dengan kehadiran Semut Chimera (Chimera Ant) yang kuat akibat mutasi Nen-nya, serta kengerian operasi Asosiasi Hunter.

Oh ya, adegan yang dibahas adalah tepat saat akhir Chimera Ant Arc. Karena itu, bagian ini adalah batas spoiler, dan setelahnya adalah resiko pembaca yang belum menamatkan anime Hunter x Hunter.

Semut Chimera yang memangsa manusia (TMDB).

Plot Utama Chimera Ant Arc dari Hunter x Hunter

Chimera Ant Arc adalah satu bentuk kengerian mahluk di enam benua di HxH, yang dikombinasikan dengan ajaibnya kemampuan Nen. Chimera Ant alias Semut Chimera adalah serangga pemakan segala, yang mampu menyerap kemampuan dari apapun yang dimakannya. 

Karena itu, setelah melahap manusia, Semut Chimera bermutasi hingga mampu sentien. Lebih berbahaya lagi, jika berhasil melahap manusia pengguna Nen, maka kemampuan gelutnya pun semakin menggila. 

Ketika masih berukuran kecil, semut ini sebenarnya hanya perlu diawasi. Namun setelah membesar akibat melahap binatang lain, maka akan ditanggulangi oleh pihak keamanan. Namun jika mutasi keturunannya sudah mencapai pengguna Nen, maka Asosiasi Pemburu (Hunter) akan bertindak langsung, dengan ikut mengirimkan beberapa anggota dan membasmi semut mutan ini.

Kiprah Semut Chimera ini, memang layaknya Spesies Asing Invasif (SAI) yang menggila dan berbahaya.

Dalam seri terakhir anime HxH yang berakhir tahun 2014 lalu, Semut Chimera beserta ratu dan pasukannya, berhasil merebut satu negara bernama Republik Gorteau Timur. Lokasi yang mirip Timur Tengah dan Afrika ini, dipimpin oleh seorang diktator. Jadi jelas, referensi kisah HxH musim ini, berasal darimana.

Tidak hanya melahap banyak penduduknya, ratu Semut Chimera pun berhasil menduduki istana negara, demi melahirkan pangeran berikutnya. Pangeran ini bernama Meruem (Koki Uchiyama), yang memiliki kemampuan sakti, bahkan menyaingi Ketua Asosiasi Hunter, Netero (Ichiro Nagai). 

Karena itu, setelah Gon (Megumi Han), Kilua (Mariya Ise), dan Kite (Shuichi Ikeda) hanya berhasil mengirimkan informasi ke Asosiasi Hunter, Netero bersama kedua agen lainnya pun turun langsung demi membasmi ratu semut chimera.

Turunnya Asosiasi Hunter bukan hanya akibat Chimera Ant yang menjadi bagian fungsinya. Melainkan untuk menghindari korban berlebih, akibat banyak warga yang masih ditawan oleh Meruem. Kalau memang perlu instan, bisa saja dibom habis seluruh bagian istana, tanpa perlu menghadirkan para Hunter.

Nah, segitu saja untuk latar ceritanya. Berikutnya adalah sub-artikel mengenai banyak referensi dan simbol mengenai adegan dalam Chimera Ant Arc ini.

Neferpitou vs Gon yang ngamuk (TMDB).

Gon vs Neferpitou

Satu yang mengerikan dari kisah ini, adalah kisah gelut Gon melawan Neferpitou (Ayumi Fujiwara), yaitu anggota Pengawal Royal bagi Meruem. Walau sempat tertahan akibat Komugi (Aya Endo) yang perlu disembuhkan oleh Neferpitou, namun keduanya berakhir gelut edan dengan segala kemampuannya. 

Setelah Neferpitou (yang memiliki kemampuan medis) berhasil menstabilkan tubuh Komugi, baru keduanya pun mulai gelut. Gon pun yang sudah bersabar pun, mulai tantrum dengan hebatnya, karena terdapat ironi besar dari momen tersebut. 

Sebelumnya tubuh Kite yang sudah meninggal, dikendalikan layaknya boneka oleh Nen milik Neferpitou, dan Gon yang harus mengalahkannya. Sementara Gon malah bertemu dengan Neferpitou yang sedang menyembuhkan manusia lainnya, walau diminta langsung oleh Meruem.

Momen inilah yang membuat Gon marah besar, dan berubah seketika. Gon yang berumur 12 tahun, tiba-tiba berubah tinggi besar, layaknya sudah berumur 20 tahunan. Kemampuan Nen milik Gon, memang memiliki karakteristik seperti ini. 

Dari sini, sudah jelas maksud harfiah bahkan simbol dari kemampuan Nen milik Gon. Nen merubah tubuhnya menjadi tinggi besar, yang berarti berkemampuan sebesar itu pula. Namun, tidak dijelaskan batas kemampuan tersebut. 

Nah, penulis memiliki teori simbolis dan harfiah (sesuai aturan Nen) yang cocok dengan kemampuan ini. Nen milik Gon adalah tipe Enhancer, yang berarti dapat memperkuat dirinya. Sementara dasar kemampuan Nen lainnya, adalah seseorang harus membayar sesuatu demi melaksanakan Nen yang kuat. 

Gon yang terpaksa dewasa (TMDB).

Berarti, akibat emosi dan pikiran Gon, maka dirinya harus tumbuh secara paksa. Perubahan tubuh Gon hingga tinggi tersebut, seakan sudah melewati 10 tahun latihan Nen tanpa henti. Maksudnya, adalah mental dan tubuh gon dipaksa tumbuh dalam waktu singkat saja.

Sementara mental Gon yang masih berumur 12 tahun (dan tidak sekalem Kilua), perlu (terpaksa) memahami situasi bahwa dirinya adalah anggota dari Asosiasi Hunter. Situasi melawan Neferpitou memaksa dirinya untuk dewasa secara cepat, dengan memperhitungkan bahwa keadaan saat ini adalah standar bahaya misi setiap Hunter. Istilahnya, adalah Growth Spurt yang dipaksakan bagi Gon oleh kemampuan Nen.

Namun, Gon tidak kehilangan karakter aslinya sama sekali, karena sempat membiarkan Neferpitou untuk menyembuhkan Komugi. Walau dirinya dendam dan harus mengakhiri misi, namun masih paham bahwa setiap pertempuran pasti memakan korban, dan beberapa korban masih dapat diselamatkan.

Itupun terdapat satu kondisi lagi, yaitu Gon yang kehilangan Nen setelah berhasil gelut dan mengalahkan Neferpitou. Kondisi ini bisa berarti bayaran bagi aturan Nen dalam HxH, namun penulis memiliki teori sendiri. Seperti sebelumnya disebutkan, Gon terlihat seperti pemuda berumur 20 tahunan. Berarti, ada kemungkinan bahwa Nen milik Gon akan kembali suatu saat, yaitu setelah berumur lebih dari 20 tahun. 

Mungkin syarat ini tidak disadari oleh Gon sama sekali, namun dari banyak contoh syarat Nen dalam HxH, biasanya memiliki aturan seperti itu. Jadi, jika Gon terus berlatih Nen hingga 10 tahun kedepan, maka Nen-nya akan kembali dan menjadi sekuat ini. 

Mungkin Yoshihiro Togashi sebagai mangaka-nya, perlu menjalankan cara time-skip saja, hingga Gon berumur 20 tahunan, daripada memulai Arc mengenai Dark Continent (haha). Tapi ada satu teori lagi, mengapa Togashi yang dikenal sebagai King of Hiatus ini, sengaja membuat Succession Arc seaneh itu. Teorinya, akan dijabarkan di akhir artikel.

Netero muda saat semedi (TMDB).

Netero vs Meruem

Untuk gelut yang satu ini, merupakan puncak aksi dari seri anime HxH, yang sangat epik antara Netero dan Meruem. Keduanya merupakan pengguna Nen tingkat tinggi, yang mampu meluluh-lantakkan seluruh istana akibat efek Nen keduanya.

Daripada membahas gelut, terdapat pula simbol lain yang muncul dari gelut Netero versus Meruem ini. Yaitu Meruem yang baru berumur 40 hari, melawan Netero yang telah berumur 110 tahun. Netero adalah seorang veteran Hunter yang telah melatih Nen seumur hidupnya dan berhasil selamat dari banyak pertempuran. Sementara Meruem adalah anomali dari alam HxH, yang menjadi kuat akibat konsumsi banyak manusia oleh ratu semut Chimera, dan melahirkan pangerannya. 

Gelut antar keduanya, dapat disimbolkan sebagai konflik antara dua entitas mitologi yang epik, yaitu Wu Kong dan Buddha. Dalam cerita mitologi (dan bukan agama), keduanya sempat berseteru akibat Wu Kong yang baru saja lahir, dan coba menantang langsung Buddha. 

Bahkan jurus Nen yang digunakan oleh Netero pun, disimbolkan dengan sama. Nama jurusnya adalah 100 Tipe Guanyin Bodhisattva, yang berbentuk mirip Buddha, berwarna emas cerah, dan bertangan banyak. Gelut keduanya yang epik, sangat cocok sebagai penggambaran antara Wu Kong melawan Buddha dalam Mitologi China.

Bom yang merah-darah (Pinterest).

Namun bedanya, Netero disini kalah dan perlu berkorban diri, dengan menyiapkan perangkap edan berikutnya. Netero memiliki jebakan khusus, akibat bom yang ditanam dalam dirinya. Jika seorang ketua Hunter meninggal, maka bom tersebut akan meledak otomatis. Maksudnya adalah semacam rencana cadangan, karena ketua Hunter biasanya meninggal saat pertarungan.

Bom ini pun memiliki nama yang aneh, yaitu Poor Man's Rose, yang berarti Mawar Pria Malang. Bentuknya pun setelah meledak, seperti kembang mawar berwarna merah cerah. Tidak hanya daya ledaknya yang super, bom ini memiliki racun syaraf yang masih melingkupi area hingga beberapa masa setelah ledakan.

Menurut penulis, Bom Mawar Pria Malang ini memiliki simbol khusus, yang mengacu pada akhir kisah Meruem di dunia ini. Namun, akan dijelaskan sub-artikel berisi hubungan antara Komugi dan Meruem.

Meruem vs Komugi saat main Gungi (TMDB).

Meruem vs Komugi

Nah, untuk yang satu ini, adalah harfiah penggambaran Make Peace Not War, atau lebih tepatnya, Love. Kisah Meruem melawan Komugi dalam satu permainan papan bernama Gungi (mirip Goh), adalah kisah yang sangat romantis.

Sebelum kehadiran Netero di istana, Meruem sempat bosan dan belajar banyak permainan papan, seperti catur, kartu, dan banyak lainnya. Lalu, dirinya memanggil master dari warga negara Gorteau Timur, untuk berduel. Jika permainannya tidak memuaskan, maka sang master akan dibasmi begitu saja.

Namun berbeda saat Meruem memanggil Komugi, yang merupakan master dari permainan Gungi. Walau tunanetra alias matanya buta, Komugi adalah seorang ahli terkuat dalam Gungi. Saking asyiknya bermain, Meruem bahkan lupa tujuannya untuk menang dan terus menerus menerima kekalahan dari Komugi. 

Setelah pertempuran dimulai pun, Meruem berinisiatif untuk meminta Neferpitou, untuk menyelamatkan Komugi yang terkena serangan. Karena itu, sosok Komugi bukanlah seorang biasa, bahkan bagi Meruem yang sangat brutal, dan merupakan satu-satunya sosok yang dihormati oleh dirinya.

Namun kisah keduanya pun berakhir naas. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari ledakan bom milik Netero, Meruem langsung mencari Komugi di lokasi bunker tersembunyi. Keduanya sempat mengobrol biasa, yang membuat adegan ini seperti anomali dari seluruh aksi sebelumnya.

Menurut penulis, justru disitulah letak perubahan Meruem, yang baru menemukan 'hati' setelah lahir ke dunia. Dirinya digadang sebagai mahluk terkuat, dan bahkan belum sempat mengenal ibunya sendiri. Setelah lahir, Meruem hanya memangsa atau gelut dengan pengguna Nen lain, demi melatih dirinya. 

Layaknya bayi yang baru lahir (tepatnya 40 hari), perkembangan Meruem memang terlalu cepat dan brutal untuk dapat dinalar. Namun, kehadiran Komugi berhasil menantang ego milik Meruem, menyebabkan dirinya menemukan empati. Sungguh paradoks dari dua insan ini, dimana Meruem adalah mahluk terkuat, sementara Komugi adalah tunanetra yang hanya bisa bermain Gungi.

Di akhir kisah ini, keduanya meninggal dengan ikhlas. Meruem yang notabene masih kuat dan sanggup melarikan diri, memilih untuk menemani Komugi hingga akhir. Tanpa kehadiran Neferpitou, dan racun syaraf dari Poor Man's Rose yang semakin meracuni keduanya, Meruem memilih untuk tetap hadir di sisi Komugi. 

Ya, Bom Mawar Pria Malang yang sebelumnya meledak, adalah petunjuk dan simbolisme khusus untuk akhir kisah Meruem. Seorang bayi mutan Semut Chimera super kuat yang baru lahir, ternyata menemukan cinta dan luluh karenanya. Bunga Mawar memiliki pula simbol khusus (layaknya bunga lain), yaitu penggambaran cinta.

Terdapat paradoks besar pula dalam kisah akhir anime HxH ini. Meruem adalah karakter yang baru lahir, menemukan cinta, dan mati karenanya. Sementara Gon yang terpaksa dewasa, akibat menemukan kebencian yang amat-sangat. Kedua karakter mengalami momen yang mirip di waktu yang sama, walau berbeda arah emosinya.

Memang akhir anime yang melodramatis.

Okeh, Make Peace Not War. Atau, Choose Love Than War.

Sasageyo.

Komugi yang Over-Powered (TMDB).
Teori Bonus

Bagi yang kenal mangaka HxH, Yoshihiro Togashi dengan julukan sebagai King of Hiatus, tampaknya perlu paham lebih dalam mengenai latarnya. Saat Togashi menulis Chimera Ant Arc ini, Togashi sedang sakit keras akibat infeksi virus. 

Bagi yang membaca manga-nya, tentu tahu sejelek apa gambarnya. Itu karena Togashi perlu menyembuhkan diri dengan isolasi, sementara tidak boleh ditemani para asisten yang biasa membantu.

Karena itu, sungguh heran bahwa Togashi masih bisa menulis Arc terakhir (untuk anime) yang betulan PEAK. Walau penulis kurang suka dengan Pacing (alur cerita / yang lama dan gak jelas) dalam animenya, tetapi kisah ini sungguh simbolis dengan banyak intepretasi langsung dalam adegannya.

Bahkan penulis lebih heran lagi, mengapa Togashi melanjutkan kisah Hunter x Hunter menuju Succession War dan Dark Continent, karena tidak berfaedah sama sekali. Bahkan banyak fans HxH yang kurang suka, karena berbelit-belit tanpa plot dan aksi yang jelas. Bahkan setiap panel manga-nya, terlihat seperti kumpulan paragraf daripada gambar yang menarik.

Dan menurut penulis sendiri, terdapat teori Head-Cannon (alias hanya untuk diri sendiri), bahwa kisah HxH berakhir saat Gon bertemu dengan ayahnya, Ging Freecss (Rikiya Koyama). Perlu diingat, bahwa Gon memulai petualangan menjadi Hunter, demi bertemu ayahnya. Itu pun dengan syarat, bahwa Ging baru mau bertemu dengan Gon, setelah dirinya menjadi seorang Hunter yang hebat.

Walau hubungan ayah-anak ini memang aneh, tetapi maksud keduanya sudah jelas, dan cocok untuk mengakhiri anime ini. Jadi, kisah Hunter x Hunter, baik itu dari anime dan manga, sudah tidak perlu dilanjutkan sama sekali. 

Oh ya, terdapat paradoks lain yang terjadi dalam akhir kisah ini. Kite yang sempat menjadi sosok ayah saat Gon masih kecil (dan belum menjadi penguasa hutan), meninggal saat operasi Chimera Ant baru dimulai. Sementara Gon di akhir kisah, akhirnya berhasil bertemu dengan ayah kandungnya sendiri, di puncak World Tree, sebagai Pohon Tertinggi Sedunia. 

Okeh, Wassalam.

Akhir kisah yang tepat di Puncak Dunia (TMDB).

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Arsip Blog

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece