![]() |
| Juliet dan Romeo yang kembali mesra (TMDB). |
Untuk mengenang ngerinya sastra lama, di bulan September pun muncul kisah romansa legendaris, berjudul Juliet & Romeo, dengan rating umur R13 (Remaja). Tentunya untuk memahami film ini, perlu mengenal kisah Romeo dan Juliet dari sastrawan William Shakespeare, yang menjadi acuan banyak film romansa hingga era perfilman modern.
Kisah mengenai Romeo dan Juliet sudah melegenda selama ratusan tahun di dunia sastra, semenjak dikisahkan melalui seni drama panggung saat jaman Renaisans. Di akhir abad 16 lalu, sekitar tahun 1590an, William Shakespeare menulis ulang beberapa adaptasi kisah Romeo dan Juliet dari penulis lain, namun ditambahkan dengan banyak karakter demi kebutuhan cerita.
William Shakespeare saat itu sedang bekerja sebagai penulis naskah drama untuk teater, dan seringkali menghasilkan karya komedi. Romeo dan Juliet menjadi karya prosa awal William Shakespeare sebagai penulis romansa. Walau begitu, Romeo dan Juliet ditulis dengan khas yang sama dengan beberapa penulis sebelumnya, yaitu melanjutkan tradisi drama yang tragis.
Karena itu, kisah Romeo dan Juliet sebenarnya tidak pernah berubah jauh sejak karya awalnya, lalu diadaptasi William Shakespeare, hingga teater jaman modern dan film terbaru saat ini. Kisah Romeo dan Juliet masih sering diadaptasi sebagai seni panggung di banyak teater, dengan berbeda pada interpretasi dan bahasanya. Namun, inti ceritanya tetap sama.
Adaptasi Film Modern Kisah Romeo dan Juliet
Terdapat beberapa film lama yang mengadaptasi kisah ini, yaitu di tahun 1936 dan 1968. Sementara tahun 1996 lalu, terdapat adaptasi berlatar dunia modern dengan judul Romeo + Juliet. Film ini diperankan oleh aktor kawakan yang masih muda, yaitu Leonardo DiCaprio yang berduet dengan Claire Danes.
Adaptasi kisah legendaris melalui latar modern tentu menarik perhatian penggemar dan kritikus, sehingga film ini sempat meraih nominasi Oscar sebagai Desain Film Terbaik.
Kisah Romeo dan Juliet pun sempat diadaptasi kembali oleh negara asalnya, yaitu dengan kerjasama antara Italia, Inggris Raya, dan Swiss yang berjudul sederhana Romeo & Juliet, pada tahun 2013 lalu.
Kisah romansa ini memang aslinya ditulis oleh penulis Italia bernama Matteo Bandello, yang direka ulang oleh William Shakespeare sebagai warga Inggris Raya. Semenjak diadaptasi oleh Shakespeare, maka Romeo dan Juliet pun semakin mendunia kisahnya hingga sekarang.
Sebenarnya masih banyak variasi kisah Romeo dan Juliet yang diadaptasi secara bebas, baik itu dari sineas perfilman Hollywood, atau seluruh dunia. Bahkan, variasi kisahnya akan lebih banyak lagi, jika mengecek interpretasi ulang di teater.
Kisahnya di tahun 2026 ini pun, sebenarnya dirilis pada tahun 2025 lalu, namun baru masuk ke sinema Nusantara. Tentu karena sempat menjadi bahan ajar sejak Sekolah Dasar, kisah Juliet & Romeo masih dapat diterka alur ceritanya.
Kisahnya berlatar dua keluarga besar yang bertikai di Verona, Italia, yaitu bernama Montague dan Capulet. Walau kedua keluarga ini bermasalah, namun muda-mudi bernama Juliet dari Capulet dan Romeo dari Montague, malah menjalin asmara.
Keduanya sadar akan pertikaian kedua keluarganya, yang menyebabkan mereka 'backstreet' alias tidak membuka hubungannya secara terbuka. Namun akhirnya ketahuan juga oleh kedua keluarga, yang menyebabkan keduanya sulit bertemu lagi. Akhir kisahnya pun tragis, yaitu keduanya yang mengakhiri hidup daripada tidak bisa membina romansa sama sekali.
Namun dari beberapa kisah Romeo dan Juliet yang diadaptasi modern, terdapat variasi akhir yang berbeda. Kadang kedua insan ini berhasil menjalin asmaranya, antara kabur atau dua keluarga berhasil menyetujui.
Kadang pula satu diantara Romeo atau Juliet, yang meninggal dan tidak keduanya. Interpretasi ulang kisah tentu masih sama secara latar dan plot utamanya, tetapi akhirnya sering diubah oleh sineas perfilman atau penulis naskah teater.
Karena itu, bagi yang tertarik kemblali dengan kisah romansa legendaris ala sastra lama, perlu mengecek Juliet & Romeo di 'romansa picisan' ala Sinema Indonesia.





