Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Gelut Melawan Horornya Jurig dalam Film Khadam dan Memburu Pemangsa

Kisah khodam yang justru mengerikan (TMDB).

Daaan, saatnya menyambut film edan berikutnya dari Nusantara di bulan September, berjudul kontradiktif Memburu Pemangsa (rilis minggu keempat) dan Khadam (rilis minggu ketiga), yang keduanya berating umur D17 (17 Tahun Keatas). Kedua film tampaknya mengombinasikan beberapa genre sekaligus, yaitu horor, drama, dan aksi. Seperti yang sempat penulis bahas, film horor sebenarnya bisa dikombinasikan dengan banyak genre lainnya.

Contohnya adalah A Useful Ghost, yang menggabungkan animo film horor (hantu) dengan drama komedi. Bahkan hingga berbulan-bulan setelahnya, banyak film horor yang terkombinasi komedi, baik dari sinema nasional serta internasional. Hingga puncaknya pada bulan Juni lalu, dengan judul yang kembali meramaikan animo ini, yaitu Scary Movie yang telah melegenda sejak awal 2000an.

Animo Film Horor sekaligus Aksi

Tentu sebelum membahas film yang cukup tertutup dalam cuplikannya, perlu membahas terlebih dahulu dari segi sub-genre ini. Film horor tanpa karakter yang terlalu panik, dan selalu siap membalas mahluk horornya, memang cukup jarang diproduksi oleh sineas perfilman manapun.

Mirip dengan A Useful Ghost, film yang menggambarkan aksi dalam film horor memang cukup sedikit. Contoh terkenalnya adalah film Army of The Dead dari tahun 2021 lalu. Film ini kentara dengan zombie dan senapan para karakternya, yang betulan digunakan sebagai alat pertahanan diri.

Sebelumnya dari Korea Selatan, terdapat film The Witch: Part 1 - The Subversion. Film ini awalnya terasa seperti kisah misteri dan horor, namun berakhir gelut fantastis diantara para karakternya. Animo yang mirip dengan film Hope di bulan September 2026 ini, karena karakternya berlatar para anggota kepolisian.

Kembali ke Nusantara (karena film ini memang berasal dari Indonesia), animo mix and match genre ini sebenarnya sudah menjadi khas terbaru. Pada bulan April 2026 lalu, film Hantu dalam Sel dari Joko Anwar pun berhasil mengombinasikan horornya jurig penjara dengan aksi membrutalnya.

Ya, semoga animo ini semakin dilirik oleh para sineas perfilman dunia, sementara kisah paniknya para karakter dalam film horor, hanya terjadi dalam film parodi saja (haha).

Sinopsis Film Khadam

Film hasil kerjasama Malaysia dan Indonesia ini mengadaptasi kisah yang lebih mirip duo Melayu, yaitu Khadam atau Khodam di Nusantara. Khadam disini berarti semacam jin atau hantu, yang menemani manusia semasa hidupnya. Semacam perlindungan khusus mistis, jurig ini dapat diwariskan secara turun-temurun. 

Namun di tahun 2026 ini, kisah Khodam seringkali dibuat lucu oleh banyak kreator atau film. Film Khadam justru mengembalikan atmosfer horor dari jurus semacam ini. Bahkan bukan hanya horor, terlihat drama yang kentara diantara karakternya, yang bahkan terlihat siap gelut dan melawan para jurig (ala film aksi).

Dari cuplikannya saja, terlihat Melor (Aghniny Haque) yang baru saja menikah di sebuah desa terpencil, dan mewarisi harta serta khadam milik ibunya. Namun suaminya Awang (Remy Ishak), adalah seorang pria yang kasar dan kurang bertanggung-jawab. Bukan hanya bentrok pikiran dan mental, Remy seringkali bertindak kasar secara fisik.

Masalah rumah tangga ini justru memicu khadam milik Melor, yang memang ditujukan untuk melindunginya. Hingga banyak kejadian aneh selama Melor masih membina hubungan dengan Awang. Bahkan seorang tetangganya mewanti-wanti, agar Melor segera bercerai dengan Awang dan keadaan (dunia dan mistis) di desanya kembali aman. 

Empat jurnalis sakti yang semuanya ca'em (TMDB).

Sinopsis Film Memburu Pemangsa

Sekelompok jurnalis yang ambisius dan tidak kenal takut, mencoba menguak kasus kriminal yang sangat brutal. Tim jurnalis tersebut diantaranya adalah Agnes (Laura Basuki), Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), Anya (Yasamin Jasem), dan Petra (Andri Mashadi). 

Kelimanya berusaha menguak kasus pembunuhan dan mutilasi, yang berakhir hilangnya anggota tubuh korban. Bahkan tidak hanya menyambungkan seluruh petunjuk (ala investigasi polisi), namun ikut turun ke TKP tanpa persetujuan pihak berwenang. Seluruhnya dilaksanakan akibat animo horor yang kentara, mulai dari referensi pencuri mayat hingga ilmu hitam dari Nusantara.

Untungnya, para jurnalis ini berkemampuan gelut silat yang sakti mandraguna, dan siap turun untuk membasmi mahluk atau manusia sesat yang menghadang. Apalagi latarnya, adalah para penganut sekte yang menggila di luar sana.

Referensi Simbolis dari Memburu Pemangsa

Namun, ada satu hal yang bisa ditelaah simbolnya, ala analisis penulis yang sering mengecek referensi simbol dari film. Terdapat satu keanehan dalam adegan yang ditampilkan dalam cuplikan Memburu Pemangsa ini. 

Yaitu saat seorang karakternya menjabarkan bahwa kondisi para korban, seringkali ditemukan tanpa bagian tubuh tertentu. Satu korban kehilangan kaki kiri, sementara yang lain kehilangan tangan atau bagian pusat tubuhnya. Modus operandi yang aneh, seperti menyiratkan ilmu hitam Nusantara, yang kadang terjadi seperti ini.

Namun menurut penulis, dapat lebih spesifik lagi. Bukan berasal dari Nusantara, tetapi cukup jauh yaitu dari tanah yang dijanjikan Yahudi sana. Ya, terdapat satu mitos lama dari Yahudi kuno, yaitu kisah horor mengenai Golem. Bagi yang tahu nama ini, tentu mengenal Golem sebagai mahluk dari benda yang dihidupkan oleh penyihir.

Namun menurut referensi mitologi aslinya dari Yahudi, Golem justru lebih mirip kisah Chimera dari Eropa. Banyak potongan mayat, dapat dikombinasikan lalu dihidupkan kembali, dan dikontrol sebagai budak. Ya, animo ini mirip sekali dengan karakter horor Necromancer dari Diablo 2 (Flesh Golem).

Ya, mungkin terlalu jauh referensinya, namun kisahnya malah mirip dengan banyak contoh praktik ilmu hitam di Nusantara. Beberapa potongan tubuh mayat, apalagi jenazah yang baru meninggal dan dimakamkan, sering dijadikan bahan jimat pagi para penganut mistis yang sesat. 

Memang animo yang mirip, walau terpisah ribuan kilometer jauhnya. Apalagi di Nusantara yang notabene penganut agamanya mayoritas Islam. Negara muslim terbesar ini tentu kentara dengan referensi budaya Arabnya. 

Adapula satu mitos lagi dari Arab sana, yaitu berasal dari jaman yang sama alias mitologi horor (ala folklore). Terdapat satu mahluk, yang kerjaannya membongkar makam dan melahap isinya, bernama Ghoul. Walau mahluk ini sudah terkenal seantero dunia gim (akibat Warcraft 3), namun asalnya adalah kisah horor tanah Arab alias Timur Tengah sana. 

Ya, suatu paradoks antara Ghoul dari Arab, dengan Ghoul dari bangsa Yahudi. Mungkin dapat menjadi referensi khusus horor, apalagi menanggapi berita internasional saat ini, yang seringkali berisi gonjang-ganjing di Timur Tengah.

Tetapi yang perlu diingat, yaitu pendapat para cendekiawan budaya terdahulu. Bahwa kisah horor merupakan satu dari banyak pelarian sosial, yang berasal dari satu komunitas budaya tertentu (layaknya interpretasi sinema).

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece