18 Februari 2026

Rasanya Romansa Bersama Jurig Thailand Ala Film A Useful Ghost

 

March yang heran ama jurig yang satu ini (TMDB).

Okeh, saatnya film kurang-kurangi dari ranah Thailand sana, yang khas dengan genre horornya, berjudul A Useful Ghost. Film yang tayang di banyak sinema Indonesia ini, ternyata memiliki rating tinggi, alias 21 tahun keatas (D21). Mungkin karena film ini mengambil jalur nyeleneh drama-komedi-horor, seakan mengkritisi industri perfilmannya sendiri, yang mayoritas terkenal akibat horor saja di Thailand.

Namun, justru animo komedi-horor memang dapat menjadi alternatif tersendiri. Bosannya penggemar dengan adegan seram saja, dapat disegarkan dengan kombo sub-genre lain, contohnya dengan genre drama atau komedi. 

Horor dan Sub-Genre Alternatif

Sebelum membahas cuplikan film A Useful Ghost yang cukup menarik, aneh, bodor dan ternyata cukup brutal, maka saatnya membahas pula alternatif dari genre horor, yang ternyata cukup ciamik jika dikombinasikan.

Mari mengenang dahulu dengan film berjudul The Sixth Sense, dari tahun 1999 lalu yang dibintangi oleh aktor kawakan, Bruce Willis. Aktor yang sebenarnya terbiasa berperan di film aksi, ternyata cukup mumpuni saat memainkan film drama. Karya hasil M Night Shyamalan yang terkenal dengan horor uniknya, cukup membawa film ini ke ranah berbeda. Plot Twist yang disajikan di akhir cerita pun, ternyata cukup membuat heran penonton.

Animo semacam ini lalu dilanjutkan pada film The Others (2001), yang dibintangi oleh aktris terkenal Nicole Kidman. Sama seperti The Sixth Sense, kisah horor ternyata dapat ditutup dengan Plot Twist yang berbeda. Penonton pasti kaget dengan akhir ceritanya. Padahal selama dinginnya lokasi adegan selama durasi film berlangsung, mencerminkan bahwa film ini adalah sejenis horor biasa.

Nah, meloncat ke ranah film dari Asia, khususnya Korea Selatan, terdapat dua film dengan pembawaan drama yang cukup mumpuni. Film pertama adalah A Werewolf Boy (2012), yang sesuai judulnya, mengisahkan tentang seorang anak yang dapat berubah menjadi manusia serigala, alias kajajaden. Namun, karena pembawaan film yang berisi drama kehidupan sehari-hari (slice of life), dan akhir yang miris-manis, ternyata cukup memukau bagi penggemar drama.

Satu film lagi dari Korea Selatan, adalah My Daughter is a Zombie, dari tahun 2025 kemarin. Ya, terdengar sadis dengan istilah zombie, tetapi justru disitulah uniknya. Filmnya ternyata mengisahkan drama perjuangan ayah dan putrinya yang terinfeksi virus zombie. Bahkan, film ini diakhiri dengan plot twist yang begitu wholesome alias berfaedah, walau cukup sedih saat klimaksnya. Penulis berpendapat, bahwa film ini adalah yang terbaik dari segi ranah sub-genre Zombie.

Nah bagaimana dengan film dari Nusantara? Justru terdapat animo yang mirip dari film komedi sejenis A Useful Ghost. Ya, judulnya saja sudah kacau, bahkan mengacu ke Thailand, yaitu From Kang Mak X Nenek Gayung, dari tahun 2025 lalu. Film ini diisi banyak bintang komedi terkenal Indonesia. Bagi penulis yang berlatar Sunda, film ini seakan mengingatkan, khas bodor dan budaya yang melekat di Priangan. Walau pembawaannya komedi bodor, tetapi tersirat sebuah pesan khusus budaya, yang hanya dapat dimengerti oleh warga Sunda.

Okeh, karena cocok dengan pembawaan film A Useful Ghost, yang terlihat nyinyir pada demografinya sendiri, maka dicek sinopsisnya saja.

Sinopsis Film A Useful Ghost

March (Witsarut Himmarat) adalah seorang duda yang baru kehilangan istrinya, bernama Nat (Davika Hoorne), akibat sakit. Tidak ingin terus termenung dengan kesedihannya, March mulai bekerja membabi-buta di pabrik milik keluarganya. Namun suatu hari, sebuah mesin penyedot debu yang cantik mandraguna, menghampiri dirinya dengan otomatis. Heran namun cukup berminat, March lalu bercengkerama dengan mesin tersebut layaknya istri sendiri. 

Keanehan romansa March bersama mesinnya, menyebabkan seluruh keluarganya terpana hingga menggila. Walau mesin tersebut memiliki banyak ingatan dan berbicara lugas layaknya Nat, namun keluarga masih menganggap aneh dan tidak suka romansa cinta edan antar keduanya. Mereka langsung memanggil banyak ahli paranormal ahli banyak dunia kajajaden, demi menyembuhkan March dari romansa kesetanan miliknya.

Hingga akhirnya March terjebak dalam suatu lingkaran bencana oportunistik. March ternyata mengidap penyakit yang sama dengan Nat, yaitu infeksi pernapasan akibat debu. Hingga ditutupnya pabrik akibat gagal memenuhi standar kesehatan dari pemerintah negara Siam ini. Keluarganya pun semakin curiga dengan kedekatan cinta nyelenehnya antar suami-istri beda dunia ini. 

Tidak hanya masalah duniawi, ternyata March dan Nat mendalami atmosfer berbeda, yang lebih supernatural, jika dibandingkan dengan masalah keluarganya yang jelas mengejar duniawi semata. March dan Nat ternyata memiliki rencana berbahaya karena sakti mandraguna, dan hanya Nat-lah dengan jurus sedot debunya, yang mampu mengenal tujuan akhir dari aksi jurig laknat tersebut. 

Plot Twist sebesar apakah yang terkuat di akhir film?

Jawabannya tentu ada di sinema jurig pecicilan ala sinema Indonesia.