17 Februari 2026

Duo Film Aksi Kejahatan yang Berbeda Asalnya: Jangan Seperti Bapak, Crime 101

 

Angel yang heran bapaknya kenapa (TMDB).

Okeh, saatnya membahas film aksi yang rilis dua minggu ini, berjudul Jangan Seperti Bapak dari sineas perfilman Indonesia, dengan film Hollywood yag banyak bintangnya, Crime 101. Keduanya tayang di sinema Indonesia, dengan rating cukup dewasa, alias D17+. Sesuai judul artikel, memang kedua film berkutat pada edannya dunia kejahatan, dengan balutan drama dan misteri dibaliknya.

Film Jangan Seperti Bapak

Film yang judulnya agak aneh untuk film aksi, memang hasil karya Indonesia. Tema yang dibuat pun, berasal dari kisah para geng yang cukup perlente alias tingkat dewa. Ya, tidak seperti geng pecicilan alias preman jalanan. 

Bahkan dalam cuplikannya, sangat terlihat ketegangan drama antar tokohnya. Penulis cukup heran, karena untuk film yang berlandaskan aksi gelut, tetapi tidak menyisipkan banyak adegannya. Justru lebih banyak dialog serta arah kamera yang menunjukkan, hingar-bingarnya kota Metropolitan seperti Jakarta.

Sedikit kilas balik dan kangennya penggemar film Indonesia, memang banyak yang menginginkan bahwa sineas perfilman lebih memfokuskan pada kisah aksi gelut, daripada cerita horor. Walau cerita horor sekarang sudah mumpuni dari segi cerita, Indonesia masih memiliki banyak referensi silat dari berbagai daerah, dengan variasi jurus dan kuda-kudanya yang berbeda. Khusus ranah aksi silat, penulis justru kangen dengan karya aksi silat jaman pendekar terdahulu, layaknya film Panji Tengkorak di tahun 2025 kemarin.

Untuk sinopsisnya bisa sedikit dibahas, karena kesinambungan ceritanya tidak begitu terkuak dalam cuplikannya. Angel (Zee Asadel) adalah seorang gadis muda biasa, yang tidak begitu mengenal gelap-gemerlap hidup ala bapaknya, Pablo (Verdi Solaiman). Naas, Pablo meninggal saat Angel masih muda, tepat saat dirinya baru berumur 20 tahun.

Keluarga Angel ternyata sangat terhubung dunia gangster, dengan kombinasi banyak pemimpin Red Dragon, adalah kenalannya sendiri. Vincent (Zack Lee), Sisca (Aulia Sarah), Chandra (Irwan Chandra), dan Hans (Hendric Shinigami), adalah teman keluarga yang sudah dekat batinnya, seakan kerabat sendiri. 

Angel yang masih penuh amarah dendam, mencoba menghubungi mereka. Walau berbeda cara antara satu sama lainnya, namun Angel tetap bersikukuh untuk menguak misteri dibalik kematian ayahnya.

Chris Hemsworth yang kembali beraksi (IMDB).

Film Crime 101

Nah, kalau film yang satu ini sangat menggiurkan dari segi kombinasi aktor-aktris yang mengisinya. Apalagi jika membahas adaptasi naskahnya, yang berasal dari novel terkenal karya Don Winslow, dengan judul yang sama. 

Dari cuplikannya atau poster filmnya saja, sudah terlihat sederet bintang besar di perfilman Hollywood. Diantaranya adalah Chris Hemsworth, Mark Rufallo, Halle Berry, dan Barry Keoghan. 

Chris Hemsworth tentu menjadi 'wajah' yang tepat sebagai aktor utama di film ini, karena cocok sebagai pemain film aksi. Sementara Mark Rufallo, Barry Keoghan, dan Halle Berry adalah aktor-aktris yang lebih dikenal dengan bakat aktingnya, dan sering dinominasikan oleh Oscar atau penghargaan sinema lainnya. 

Khusus Halle Berry yang sempat memenangkan Oscar, justru saat ini jarang muncul ke permukaan. Padahal, sederet film terkenal banyak dibintangi olehnya, contohnya sebagai gadis Bond di film Die Another Day (2002), dan film horor-psikologi yang aneh, berjudul Gothika (2003). Bahkan film sains-fiktif terakhirnya berjudul Moonfall (2022), dinilai hanya mengandalkan efek spesial saja, tanpa akting atau kisah yang masuk dinalar.

Okeh, saatnya sedikit membahas kisah Crime 101, dan pastinya bagi penggemar Grand Theft Auto atau kisah kejahatan lainnya, akan sangat menyukainya. 

Berbeda dengan kisah aksi Hollywood lainnya, Crime 101 berkutat pada karakter Davis (Chris Hemsworth) yang perlente. Davis bekerja sebagai broker kejahatan, yang mendatangi klien untuk 'menghilangkan' aset perusahaan. Ya, kejahatan yang dilaksanakan Davis, bukanlah pencurian atau perampokan semata, tetapi bernada gratifikasi, dengan mengandalkan 'asuransi' dibaliknya (Insurance Fraud).

Sementara Detektif Lou (Mark Rufallo) dari kepolisian setempat, berhasil untuk menemukan satu rangkaian tepat dibalik modus operandi Davis. Walau belum mengenal siapa tersangkanya, namun Lou telah menyimpulkan pola tertentu, yaitu seluruh aksi kejahatan terjadi di sekitar Jalan Tol 101. 

Sementara klien Davis yang bernama Sharon (Halle Berry),  memiliki kedekatan khusus dengan dirinya. Namun, kedekatan itu bukan masalah bagi Davis, yang berencana untuk melarikan diri dari wilayah modus operandinya. Fixer-nya dari pihak Davi sendiri, justru mengerahkan Ormon (Barry Keoghan) untuk mendekati dirinya, agar segala tindak-tanduknya dapat terlacak dan diungkap.

Sekilas Info Drama Kejahatan

Drama kejahatan seperti dua film ini memang berbeda, yang tidak ramai aksi di setiap adegannya. Namun kesinambungan cerita, drama para karakternya, serta misteri di baliknya, menjadi animo tersendiri. Bagi yang suka menonton drama kejahatan, pasti cukup ngeuh dengan atmosfer kedua film. Apalagi, menterengnya latar para karakter, serta adegan aksi yang bisa dibilang lebih efektif daripada film gelut lainnya, menjadi khas tersendiri dalam sub-genre ini.