![]() |
| Dukun mana lagi ini? (TMDB). |
Okeh, saatnya membahas horor Nusantara yang selalu mengisi sinema, dengan kombinasi tiga film yang mirip temanya di September ini.
Pertama adalah Suanggi: Ilmu Terkutuk (D21), yang rilis saat minggu kedua September dengan mengemukakan ngerinya desa terpencil Papua sana. Lalu ada Urang Bunian (R13), yang rilis minggu ketiga September dengan legenda urban dari Minang (alias Sumatera Barat). Terakhir adalah Bisikan Desa Gringsing (D17), yang berlatar di antah berantah alias bukan bagian dari Nusantara manapun.
Ketiga film memang berlatar horor di satu lokasi tertentu, khususya desa terpencil yang dari lahannya saja, sudah terlihat gelap nan angker. Munculnya tiga film ini, tampaknya mengukuhkan bahwa desa dan perkampungan di Nusantara, sudah terlihat ngeri. Apalagi dengan legenda dan mitos horor di dalamnya, yang semakin merubah kesan dari indahnya siang, menjadi pekatnya malam.
Selain temanya yang mirip, tampaknya sineas perfilman pun merambah ke area lain. Banyak film horor mengacu ke budaya Jawa, yang memang kental dengan ritual keramatnya. Namun dengan kombinasi film di bulan September ini, justru mengarah ke lokasi budaya lain, yang sama ngerinya.
Suanggi: Ilmu Kutukan
Untuk minggu kedua September ini, Suanggi: Ilmu Kutukan adalah film yang menguak istilah khas dari wilayah Timur sana. Suanggi berarti santet atau ilmu hitam. Istilah seperti ini, memang ditujukan untuk para manusia (seperti dukun), yang sanggup mencelakai orang lain dengan ilmu mistisnya.
Kemampuan supernatural dari paranormal memang fenomena yang kentara di Nusantara, ala banyak wilayah Asia lainnya. Mirip dengan kisah lainnya, Suanggi berarti petunjuk mengenai tibanya malapetaka atau bencana besar di wilayah tersebut. Khusus untuk area, maka Suanggi seringkali digunakan sebagai istilah santet di Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Barat.
Dalam cuplikan film Suanggi, justru diawali dengan adegan khas film Exorcist. Terlihat seorang ibu-ibu yang sedang diikat pada kasur, lengkap beserta pendeta dan anggota keluarga yang khawatir. Wajahnya yang mengerikan akibat kesurupan, menyebabkan seluruh ruangan terasa mengancam.
Apalagi pada beberapa adegan berikutnya, yang sungguh tidak beraturan dan sulit dinalar. Hanya satu yang dapat ditelaah, yaitu saat salib yang terbalik sendiri akibat disentuh mahluk lain yang ghaib. Dalam berbagai kisah, salib yang posisinya terbalik (akibat apapun), adalah petunjuk akan tibanya malapetaka besar.
Kisahnya padahal cukup sederhana, yaitu saat Beni (Pangeran Lantang) yang pulang bersama pacarnya Gia (Carissa Perusset) ke Pulau Karangkas di Papua. Setelah 13 tahun merantau ala penyanyi di negeri seberang, justru yang mereka temukan di kampung halaman adalah kisah horor dari dunia lain-lain.
![]() |
| Jurig yang ngintip (TMDB). |
Urang Bunian: Misteri dari Hutan Sumatera
Khusus film Urang Bunian yang bersub-judul Misteri dari Hutan Sumatera, berlatar di Sumatera Barat alias Tanah Minang. Istilah Urang Bunian merambah hingga pulau Kalimantan, namun film ini fokusnya hanya di Sumatera saja.
Urang Bunian sendiri memiliki kisah yang cukup unik, bahkan melebihi rata-rata mahluk ghaib di Nusantara. Bunian adalah mahluk halus yang memiliki strata sosialnya sendiri, dan bahkan sudah terbentuk hingga kerajaan.
Namun karena ghaib, jadi tidak muncul di hadapan manusia. Keanehan mahluk halus seperti Bunian ini, justru mirip dengan strata sosial ala jin dalam kajian Islam, yang berperilaku layaknya mahluk sentien, namun masih berbentuk ghaib.
Dalam cuplikannya sendiri, justru mirip dengan film sebelumnya, yaitu karakter Teddy (Dimas Aditya) dan Kevin (Fauzan Nasrul), yang tersesat saat kembali pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Sempat terjebak di hutan dan perlu berjalan kaki, akhirnya mereka tiba saat malam hari di suatu desa.
Namun tidak lama, banyak kejadian aneh akibat warga mulai kesurupan di area desa. Kisah aneh ini pun mengingatkan keduanya, akan legenda Urang Bunian yang terkenal suka menculik warga kedalam lokasi huniannya.
![]() |
| Siapa lagi ini di ujung desa (TMDB). |
Bisikan Desa Gringsing
Film terakhir adalah yang paling aneh dari semuanya, karena berlokasi di antah berantah dengan nama fiktif Bisikan Desa Gringsing. Film ini memang paling absurd dalam cuplikannya, karena tidak begitu sering memunculkan sosok ngeri dibalik gelapnya malam. Justru, lebih banyak adegan yang aneh dan sulit ternalar.
Awalnya pun aneh pula, saat seorang gadis muda bernama Hesti (Aghniny Haque), yang mencoba masuk ke sebuah gerbang besar. Saat mobil tiba, dirinya meminta ikut masuk ke dalam desa. Tetapi, warga desa langsung menolak dirinya. Mereka menyatakan, bahwa setiap warga yang masuk, tidak akan sanggup keluar lagi.
Tetapi Hesti bersikukuh, untuk terus mencari ayahnya yang telah lama hilang. Akibatnya, sejenis kutukan mulai merebak ke dalam diri Hesti. Selama itu pula, Hesti mengalami banyak kejadian supernatural aneh di sekitar desa terpencil ini.
Tampaknya film Bisikan Desa Gringsing, menggambarkan tema khusus dari genre horor, yaitu dimensi lain. Walau belum jelas, dan penulis juga tidak akan menebak plot-twist-nya, maka coba ditonton saja. Karena film seperti ini memiliki jalur kisah yang unik hingga akhir film, beserta banyak fakta cerita yang dikemukakan dari setiap adegannya.







