Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Selamat di Alam Liar Ala Film The Bay, Above & Below, dan Heart of The Beast

Kisah mengerikan di tengah lautan (TMDB).

Di bulan September ini pun, saatnya menyambut kembali kisah bertahan di alam liar, dengan film The Bay dan Heart of the Beast. Film The Bay (R13) dan Above and Below (D17) yang bertema hiu ganas, tayang awal bulan. Sementara Heart of the Beast akan rilis di minggu keempat September mendatang, dengan rating R13.

Ketiganya mengisahkan karakter yang terjebak dan harus bertahan hidup di alam liar. Tentu lengkap dengan kejaran hewan buas di habitatnya sendiri. Memang Hollywood kini tengah mengembalikan animo bertahan hidup di alam liar, dengan berisi ganasnya hewan liar, yang dahulu menjadi idaman para sineas perfilman. 

Layaknya film bertahan hidup (survival), kedua film menyajikan banyak teknik para penyintas untuk terus berjuang. Dengan keterbatasan alat dan navigasi, namun aksi yang lebih realistis, menjadi animo tersendiri bagi penggemar film.

The Bay

Dalam film The Bay, terlihat sekawanan hiu mengejar para penyintas, layaknya film Deep Water pada akhir bulan Juli lalu. Untuk rekomendasi film hiu lainnya, dapat dicek dalam artikelnya saja.

Oh ya, untuk judul film yang satu ini, jangan disamakan dengan The Bay tahun 2012 lalu. Judulnya memang sama, tetapi film dari tahun 2012 berkisah tentang serangan wabah dengan format dokumenter (ala found footage).

Justru film di tahun 2026 ini berkisah terjebak diatas kapal rakit kayu berukuran kecil, diantara sekawanan hiu macan yang ganas. Animo-nya sangat mirip dengan film The Shallows dari tahun 2016 lalu, dimana seorang penyintas harus bertahan diatas sebuah papan seluncur saja.

Bedanya, kali ini para penyintas terjebak di atas kapal rakit, berlokasi di Maya Bay, Ko Phi Phi Leh, Thailand. Memang lokasi eksotik dari negeri seberang sana, yang cocok sebagai atmosfer indah namun ngeri untuk sebuah film horor. 

Plot serta kisahnya pun cukup sederhana, yaitu dua teman dekat bernama Emma (Francesca Eastwood) dan Lani (Dani Oliveros), yang tengah berkunjung ke Thailand. Tidak hanya tiba untuk jamuan pernikahan, keduanya berinisiatif untuk menikmati liburan sesaat mereka di teluk Maya. 

Apalagi dengan kehadiran sosok pemuda karismatik bernama Mandal (Alexander Wraith), yang mengajak mereka untuk menaiki sekoci mini. Ketiganya lalu menaiki wahana menonton hiu macan di tengah lautan, yang dipandu oleh Ruhan (Ta'imua).

Namun, keempatnya malah terjebak di atas sekoci, setelah umpan daging besar malah tenggelam di dasar lautan. Tertariknya umpan, menyebabkan kapal menjadi miring dan banyak air laut masuk keatas kapal. 

Sementara banyak hiu macan mulai berkeliaran di sekitar kapal, akibat umpan daging yang masih tersisa. Keempatnya pun harus berjibaku diantara ganasnya hiu macan, sementara pesisir pantai hanya berjarak ratusan meter saja. 

Oh ya, hiu macan adalah satu spesies paling ganas di lautan, yang bahkan sama tingkat agresinya (terhadap manusia) dengan hiu putih.

Hiu putih yang ganas (TMDB).
Above & Below

Entah bagaimana, terdapat pula satu film lagi yang bertema hiu ganas di minggu yang sama, yaitu berjudul Above & Below. Bahkan kali ini diisi oleh seorang aktor kawakan nan veteran, bernama Antonio Banderas. Bagi yang mengenal wajahnya, tentu sudah paham sejak filmnya yang berjudul Desperado dari tahun 1995 lalu.

Aktor kelahiran Spanyol ini melanjutkan kiprahnya di tahun 1998, dengan The Mask of Zorro, beserta sekuelnya di tahun 2005, berjudul The Legend of Zorro. Baru-baru ini, Banderas lebih sering mengisi suara film animasi, yang contoh terakhirnya adalah Puss in Boots: The Last Wish (2022). Film ini merupakan sekuel dari Puss in Boots dari tahun 2011 lalu.

Untuk animo film Above & Below, justru lebih mirip Dangerous Animals dari tahun 2025 lalu. Sekawanan teman yang sedang berlibur ke tengah samudera, berinisiatif untuk menonton hiu dalam wahana khusus. Namun, Burns (Antonio Banderas) dan komplotan kriminal yang dipimpinnya, membajak kapal tersebut. 

Ya, kali ini Banderas justru berperan antagonis, yang cukup jarang diperankan oleh aktor kenamaan ini, apalagi dalam film kerjasama antara Hollywood dan Spanyol.

Sementara Tatiana (Laura Marano) masih terjebak dalam kerangkeng pemisah, di dalam laut. Dengan terbatasnya oksigen dan hiu putih yang berkeliaran, potensi selamatnya Tatiana semakin terancam setelah kapalnya dibajak oleh Burns.

Belmont dan Odin saat masih santai (TMDB).

Heart of the Beast

Untuk film Heart of the Beast bersama Brad Pitt, berkisah anggota pasukan yang terjebak di belantara Alaska, bersama anjing setia kesayangannya. Anjing bernama Odin dari jenis German Shepherd ini, menjadi highlight dalam Heart of the Beast.

German Shepherd dikenal sebagai jenis anjing yang dikenal paling mudah dilatih. Anjing jenis ini memiliki kecerdasan dan motivasi tinggi, dan bahkan menyukai arahan yang jelas. 

Aplikasinya dalam berbagai jenis pekerjaan, menyebabkan German Shepherd adalah jenis anjing yang sering dipekerjakan. Contohnya adalah anggota kepolisian dan militer, sebagai pengendus, penjaga, dan asisten aparat. 

German Shepherd pun dapat dilatih sebagai anjing pembantu disabilitas, contohnya adalah asisten para penyandang tunanetra atau lainnya. Untuk segi penyelamatan, regu SAR seringkali menggunakan German Shepherd sebagai pelacak korban. 

Brad Pitt tentu menjadi highlight lainnya, sebagai aktor kawakan yang melanglang buana selama lebih dari 30 tahun lamanya. Umurnya yang 62 tahun, ternyata mengembalikan aktor serba bisa ini dalam banyak film di jaman 2020an. Contoh terakhirnya adalah kisah epik dari ranah balap F1: The Movie, tahun 2025 lalu.

Kembali ke film Heart of the Beast, tentu dapat ditelaah dari cuplikannya yang mirip dengan film The Bay, karena cukup sederhana. Yaitu saat karakter James Belmont (Brad Pitt) yang tengah berpatroli bersama Odin, dengan pesawat kecil diatas belantara Alaska. 

Naas, pesawat mengalami masalah sehingga keduanya jatuh di sungai. Odin berhasil menyelamatkan Belmont dari lokasi jatuhnya pesawat, namun keduanya masih jauh dari lokasi markas. Belmont menghitung melalui peta dan kompasnya, bahwa lokasi mereka masih berjarak 93 kilometer dari markas terdekat.

Keduanya harus berjibaku dengan bahayanya Alaska, yaitu jurang dan sungai yang curam, serta kejaran hewan buas seperti beruang.

Sanggupkan banyak karakter dalam dua film ini selamat? Jawabannya tentu ada di sinema liar ala Nusantara.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece