Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Fantastisnya Buku Ala Film Anime Whoever Steals This Book

Sudah saatnya isekai kembali ke ranah buku (TMDB).

Bulan September ini pun, berisi film anime yang ikut menggugah selera dari Jepang sana, berjudul aneh Whoever Steals This Book (Kono Hon wo Nusumu Mono wa). 

Film ini berating umur R13 (Remaja), yang akan menyajikan kisah fantastis diantara kisah dongeng yang berjumpalitan satu sama lainnya, akibat pengaruh magis dari buku terlarang.

Sebenarnya film ini sudah dirilis pada tahun 2025 lalu, dan baru masuk ke sinema Nusantara pada bulan September ini. Padahal, sejak bulan Agustus lalu sudah ada dua anime yang menarik, yaitu A New Dawn dan Chiikawa The MovieApalagi di bulan September ini, perlu bersaing pula dengan anime tahunan Detective Conan, All Wishes Come True dari China, dan Forgotten Island dari Dreamworks. 

Mungkin sineasnya berwacana, bahwa kombinasi algoritma anime di bulan yang sama, sangat berpengaruh baik bagi pasar sinema saat ini (layaknya berbagai film bertema sama dalam satu jenjang waktu tertentu).

Adaptasi Light Novel yang Isekai

Filmnya sendiri merupakan adaptasi dari novel dan manga berjudul sama, hasil karya novelis Nowaki Fukamidori. Film ini sempat meraih nominasi sebagai buku terbaik tahun 2021 di Jepang sana, sehingga studio Kadokawa Animation pun tertarik untuk mengadaptasinya. Sebelumnya di tahun 2021 hingga 2023, novel ini sempat direka ulang menjadi manga, dengan judul yang sama pula.

Untuk ceritanya sendiri, tidak begitu digambarkan secara detail dalam cuplikannya. Justru hanya terlihat plotnya saja, yaitu seorang karakter yang perlu mencari buku terkutuk, akibat hilang dicuri. Masalahnya, seisi kota berubah menjadi dunia fantasi, sebelum akhirnya buku tersebut dapat dikembalikan ke perpustakaan.

Tidak terlihat jelas monster atau musuh apa yang muncul dalam cuplikannya, jadi hampir tidak ada spoiler. Namun gambar dan animasinya yang ciamik (ala studio Kadokawa), tentu menjadi kesan dan perasaan tersendiri bagi penggemar anime.

Apalagi di jaman sekarang, anime seringkali diadaptasi dari buku novel ringan (light novel), yang lalu diadaptasi jadi manga, hingga viral menjadi adaptasi film. Memang animo berbeda dari Jepang sana, yang mengukuhkan bahwa literasi hiburan dari Jepang bukan hanya manga saja, melainkan Light Novel juga.

Animo ini memang sudah merekah sejak awal 2010an lalu, saat Sword Art Online viral diadaptasi menjadi anime musiman (2012-2019). Sejak itu, banyak anime yang diadaptasi dari novel, dan bukan manga ala jaman sebelumnya. Dua contoh terkenalnya adalah anime Overlord (2015-2022) dan No Game No Life (2014). 

Walau era ini membuka animo genre Isekai dari Jepang sana, tetapi beberapa karya seperti Violet Evegarden dari tahun 2018 lalu, menunjukkan bahwa anime dari Light Novel bukan hanya teori (acak) multiverse saja. 

Adapula anime fantasi tanpa label Isekai yang cukup menarik, bahkan berlanjut hingga lima musim lamanya, yaitu (disingkat) Danmachi (2015-2024). Web Novel hasil karya Fujino Omori ini sepenuhnya berlatar fantasi, yang kental dengan referensi mitologi dari seluruh dunia dan kiprah magisnya.

Mungkin, memang era Isekai-Slop sudah saatnya berakhir, apalagi mengacu pada studio Kadokawa yang senantiasa ber-Isekai Ria. 

Kekurangan anime isekai menurut penulis, adalah hilangnya istilah 'Suspension of Disbelief,' karena anime-nya selalu mengingatkan bahwa dunia lain ini beda dengan dunia nyata (akibat transfer karakter utamanya). Sehingga Lore dan World-Building-nya (dari In-Universe) pun dibuat pas-pasan tanpa latar yang jelas, bahkan hingga aturannya disamakan dengan dunia gim (ala SAO).

Sinopsis Film Whoever Steals This Book

Mifuyu Mikura (Rin Kataoka) adalah seorang gadis SMA yang kurang suka membaca buku, padahal keluarganya adalah pencinta alias kutu buku semua. Perpustakaan keluarga Mikura bahkan sudah terkenal seantero kota, karena koleksinya yang banyak dan lengkap. 

Namun suatu hari, dirinya bertemu dengan gadis bertelinga anjing, bernama Mashiro (Sora Tamaki). Gadis seumuran Mifuyu ini mengenalkan diri sebagai penjaga perpustakaan keluarga Mikura, yang meminta dirinya untuk segera membantu. Terdapat satu buku berbahaya nan terkutuk, yang hilang dicuri oleh seseorang.

Mifuyu tidak langsung percaya begitu saja, namun tetap tercengang akan keadaan kotanya. Seluruh sudut kota berubah layaknya dunia fantasi, lengkap dengan rintangan ala kisah fantastis dari banyak buku. Mashiro yang sanggup berubah menjadi seekor anjing raksasa pun, semakin meyakinkan Mifuyu untuk memulai petualangan epik ini.

Sayangnya, Mifuyu yang kurang membaca buku, justru tidak banyak tahu akan referensi dari setiap tantangan. Kedua gadis ini pun berjibaku hebat, demi merebut kembali buku terlarang yang menyebabkan seluruh kota berubah seketika.

Sanggupkah Mifuyu dan Mashiro menyelamatkan semuanya? Atau kesulitan akibat kurangnya literasi ala para Buzzer, yang harus menyuarakan semuanya?

Akhiri saja dengan menyisipkan aturan dunia Multiversal-Isekai, ke dunia nyata ala sinema hibrida Nusantara. 

Tanpa adanya batasan, dunia (manapun) malah semakin tidak terasa menyatu. Paradoks yang aneh, tetapi memang begitu, dasar faedah dari sananya.

Okeh, sayonara dan arigatou.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece