![]() |
| Horor tapi masih bisa telponan lah... (TMDB). |
Saatnya membahas film minat pecicilan penulis, berjudul Salmokji: Whispering Water dari Korea Selatan sana. Film horor berlatar di sekitar area air ini, tayang di sinema Indonesia dengan rating D17. Tidak hanya berlatar air yang cukup jarang diangkat pada sinema horor, film Salmokji menyajikan teknik sinematografi ala Found Footage, walau tidak se-goyang biasanya.
Air, Hydrophobia, dan Film Horor
Horornya air yang diadaptasi film, tentu mengingatkan penggemar mengenai seri Ringu (1995, 1998, 1999, 2000) dari Jepang. Ringu yang disutradarai oleh Hideo Nakata ini, dilanjutkan animo anti-airnya dalam film Dark Waters (2002). Tidak perlu dibahas terlalu jauh, karena sempat dibahas dalam artikel Lift ini.
Apalagi jika dibahas dari segi Found Footage-nya, yang sempat dibahas di film Shelby Oaks dan analisis ala film The Conspiracy. Ternyata, untuk film Found Footage yang tayang di sinema, tidak akan segoyang itu sudut kamera serta adegannya, agar penonton di bioskop tidak terdampak motion sickness.
Salmokji memang mengisahkan tentang atmosfer horor di sekitar Waduk Air, nan gelap gulita (karena malam). Cuplikannya yang agak komedi, dan lokasinya yang berada di sekitar air, seakan mengingatkan film Pee Mak, yaitu film komedi horor dari Thailand, yang rilis tahun 2013 lalu. Ya, memang agak maksa, tetapi adaptasi air dalam horor sangatlah jarang, karena itu coba dibahas saja.
Film Pee Mak dari tahun 2013 lalu memang berlatar di sekitar sungai, yang menjadi perantara desa di Thailand. Walau berlatar komedi horor ala Thailand, ternyata film Pee Mak memiliki cerita yang unik. Terdapat sebuah Plot Twist di akhir cerita, yang mengisahkan bahwa seluruh film adalah rekayasa otak para karakternya, alias Luar Binasa.
Entah bagaimana film Salmokji ini mengisahkan animo horor yang cukup jarang ini. Semoga sebagus seri Ringu, atau seunik film Pee Mak. Untuk film horor lain yang berlatar sekitar air, tidak dapat dibahas karena lebih mengacu pada film monster atau binatang liar, daripada khas mistisnya.
Sinopsis Film Salmokji: Whispering Water
Tim perekam lokasi Waduk Air yang dipimpin oleh Su-in (Kim Hye-yoon), diminta untuk kembali ke lokasi rekaman. Su-in dam timnya perlu kembali akibat terdapat cacat dalam frame rekaman, yang terlihat seperti sosok manusia (yang tentunya mengerikan).
Namun setelah tiba di lokasi, Su-in dan timnya malah memiliki animo lain. Su-in yang ternyata penggemar berat horor, tahu bahwa lokasi Waduk Air tersebut adalah keramat, dan sering muncul penampakan hantu. Su-in beranggapan, bahwa hantu tersebut berbahaya, dan dapat digunakan sebagai bahan viralnya sendiri (alias heboh berkepanjangan).
Su-in yang berhasil meyakinkan anggota timnya untuk merekam hingga malam, mulai berceloteh sompral, bahwa mereka beralih merekam demi menemukan hantu. Namun tidak lama, seluruh tim pun mulai tercerai-berai akibat lokasi yang gelap. Tidak hanya terpisah, banyak anggota tim yang berteriak dari kejauhan, pertanda kedatangan hantu yang sama sekali tidak jinak.
Sanggupkah Su-in bersama timnya selamat dari kejaran hantu? Bahkan berhasil ikut merekam viral serta nan cuan? Atau malah tersisa rekamannya saja ala ritual Found Footage lainnya?
Jawabannya, tentu ada di sinema rekaman langsung ala sinema Indonesia.



