![]() |
| Duo saudari-saudara yang beraksi gelut (TMDB). |
Okeh, saatnya membahas film silat alias aksi gelut yang khas dari sini, alias Nusantara-nya Indonesia, berjudul Ikatan Darah. Film kedua dari Iko Uwais dan Uwais Pictures ini, tayang di sinema dengan rating D17. Tentunya, menyajikan gelut silat yang brutal nan membabi buta dan tidak berwibawa.
Film Silat Ala Uwais Pictures
Setelah film Timur dirilis sebagai film pertama Uwais Pictures di bulan Desember tahun 2025 lalu, kali ini menyusul film Ikatan Darah di bulan April 2026. Lebih membumi daripada film Timur yang mengisahkan OPM di Pulau Papua sana, Ikatan Darah memang mengisahkan gelut antar geng di pusat hunian perkotaan.
Di film Timur, Iko Uwais masih berperan sebagai tokoh utamanya. Sementara di Ikatan Darah, perannya diganti oleh Livi Ciananta sebagai Mega, dan Derby Romero sebagai Bilal. Keduanya berperan sebagai saudara yang perlu berjibaku, dalam menghalau lingkar kejahatan di sekitar huniannya.
Film Ikatan Darah tampaknya kembali ke atmosfer gelut ala Indonesia, daripada Timur yang mengadaptasi sebuah misi operasi militer. Terdapat animo tersendiri mengenai film yang berlatar operasi militer nyata, contohnya adalah Hostage's Hero di awal bulan April ini.
Tampaknya (lagi), film Indonesia yang khas pembawaan Nusantara-nya, sedang beralih menjadi atmosfer film yang Nasionalis. Tidak hanya film aksi gelut, tetapi banyak film Kemerdekaan Indonesia, atau bahkan film operasi di Timor ala film Believe: Ultimate Battle, yang mengisahkan militer Indonesia.
Khusus untuk segi, penulis hanya bisa berkomentar satu saja. Indonesia adalah bagian dari G20 dan Gerakan Non Blok secara Internasional. G20 lebih mengacu pada ekonomi, mirip dengan BRICS (Brazil, Russia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, and Indonesia). Namun Gerakan Non Blok, adalah usaha Indonesia dalam tidak memihak saat konflik dunia terjadi.
Sebelumnya penulis berpendapat bahwa film Timur akan dianggap propaganda dari pemerintah saja, bagi para Troll. Kenyataannya, Indonesia memiliki sejarah dan berperan sebagai penjaga perdamaian di banyak lokasi konflik. Bahkan kabar terakhir dari Lebanon, pasukan perdamaian Indonesia yang mewakili PBB, berakhir gugur saat bertugas.
Jadi, daripada mengikuti pihak media lain yang suka ikut berperan sebagai klub alias sekte separatis dengan berbagai jenis kepentingan, coba kita nikmati saja sedikit nasionalisme di filmnya ya.... (HOIST YOUR COLORS OF LIBERTY)
Sinopsis Film Ikatan Darah
Mega (Livi Ciananta) adalah mantan atlet Pencak Silat, yang baru dipecat dari pekerjaannya. Walau sempat berprestasi dalam arena olahraga, Mega perlu mengadu nasib sebagai pramusaji biasa, yang akhirnya dipecat juga.
Karena keadaan rumah yang limbung, apalagi dengan tekanan hutang disana-sini, menyebabkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), harus berinisiatif sendiri. Bilal lalu mencuri dari geng sebelah yang terkenal, dan berhasil meraup uang sebesar ratusan juta. Namun karena (mudahnya) ketahuan dan Bilal membasmi saksinya, dirinya lalu dikejar oleh banyak pihak geng sekaligus.
Banyak geng berseteru di wilayah tersebut, memanfaatkan sikon kehilangan cuan dari geng sebelah, sehingga Bilal layaknya pinata meriah (karung saksak) saja. Alasan utamanya hanya satu, yaitu saling beraksi gelut nan brutal, tidak seperti biasanya yang tanpa alasan.
Pihak yang ikut bertikai diantaranya adalah Aristocrats from the Abyss, The Architect's of Satan's Plans, The Knights of Jahanam, dan Morning Star. Keempat mahluk preman pecicilan ini, mencoba melupakan warna yang dimilikinya, dan mulai turun ke jalan demi mengejar aksi sesungguhnya.
Pokoknya, demi Ikatan Darah lah.....



