![]() |
| Katie yang baru menghirup napas (TMDB). |
Saatnya membahas studio horor dari Hollywood yang sudah sangat terkenal, bernama Blumhouse. Studio yang selalu kreatif dalam memproduksi filmnya, memang terkenal dalam menyajikan latar unik untuk setiap horornya.
Kali ini yang dibahas adalah dua film yang dirilis pada bulan April, yaitu berjudul Don't Follow Me di minggu kedua April, serta Lee Cronin's The Mummy di minggu ketiga April. Keduanya masih khas film dari Blumhouse dengan rating D17, dan tetap menyajikan latar cerita yang berbeda.
![]() |
| Carla yang siap merekam mahluk apapun (TMDB). |
Don't Follow Me alias No Me Sigas
Film Don't Follow Me ini aselinya dirilis pada Oktober tahun 2025 kemarin, dan merupakan film pertama Blumhouse yang diproduksi di luar AS. Judul aselinya adalah No Me Sigas dari ranah perfilman Meksiko sana, yang lengkap dengan aksen serta bahasa Spanyolnya. Di sinema Indonesia, film ini memang baru dirilis untuk para penggemarnya.
Untuk animo-nya sendiri, cukup unik karena berlatar internet saat ini. Tokoh utamanya yang bernama Carla (Karla Rodriguez Coronado), adalah seorang pemudi yang sedang semangat ngonten (yang penting ngonten). Dia memiliki inspirasi sendiri, yaitu membuat video dengan banyak sudut pandang rumah barunya, dan kadang mengadakan siaran langsung di internet. Hampir setiap sudut rumahnya dipasangi oleh perekam video, agar dirinya bisa viral nan cuan.
Tidak hanya dirinya, beberapa temannya ikut membantu selama proses pembuatan video. Kedua temannya, Andres (Yankel Stevan) dan Sam France (Julia Maque) memang sering ikutserta dalam inspirasi Carla. Ya, memang tim yang cocok untuk ngonten, karena tidak bekerja hanya sendiri.
Semangat ngonten nan viral ini sebenarnya berbuah manis, dengan banyak tayangan dan pelanggan yang mengikuti konten hasil karya Carla. Baru saja menikmati euforia ketenarannya, tidak berselang lama, Carla langsung diberi rasa horor tersendiri. Saat tengah siaran langsung sendiri di ruangan tengahnya, salah seorang penonton menunjukkan keanehan disudut rumahnya. Saat Carla zooming (mendekatkan fokus) video lewat ponselnya, ternyata muncul bayangan dari sesosok wajah mengerikan di sudut tersebut.
Sejak itulah, Carla sering diteror oleh mahluk lain di rumahnya. Memang sebelum pindah, rumah tersebut sudah cukup lama ditinggalkan oleh pemiliknya. Tidak hanya Carla, kedua temannya pun cukup sering diteror oleh mahluk lain. Selain berupa gangguan supernatural, semakin lama teror yang terjadi, malah semakin berbahaya dan mengancam jiwa ketiganya. Carla pun perlu mencari jejak sejarah rumah tersebut, demi menguak dan menyelamatkan nyawa semuanya.
Apakah memang rumah tersebut sudah dihantui akibat terlalu lama kosong? Atau memang sang pemilik rumah sebelumnya mengadakan ritual mistis sebelum ditinggalkan? Dan bahkan salah seorang temannya malah mengadakan ritual horornya sendiri?
Jawabannya, tentu ada di sewa-menyewa rumah horor ala sinema Indonesia.
Ranah Film Mumi Hidup
Nah untuk yang satu ini, adalah ranah film yang sangat khas dari Blumhouse, yaitu dengan menggabungkan beberapa latar film horor lama, dengan referensi yang kentara dari budayanya. Ya, di film Lee Cronin's The Mummy ini, memang menggabungkan animo horor mayat berbalut perban, dengan khas film kesurupan ala waralaba exorcist. Memang kombinasi yang cukup berbeda, dan ternyata cocok untuk film ini.
Khusus untuk film berlatar horor mumi hidup, cukup jarang diadaptasi ke sebuah film oleh Hollywood. Film mumi bagus yaitu The Mummy (1999) dan The Mummy Returns (2001), yang diisi oleh kombo aktor-aktris kawakan Brendan Fraser dan Rachel Weisz.
Mungkin karena referensi yang epik dari mumi Firaun dibawah Piramid sana, jadi banyak sineas perfilman horor yang kurang berminat untuk mengadaptasinya. Sementara aktor kawakan lain yang mencoba meramaikan reka ulangnya, yaitu Tom Cruise saat berperan dalam film berjudul sama, yaitu The Mummy pada tahun 2017 lalu.
Justru sebaliknya dengan film ala mumi, film dengan ranah kesurupan ala eksorsis cukup sering diadaptasi ulang, tanpa perlu memikirkan langsung hak ciptanya. Semenjak diproduksi tahun 1973 lalu dengan judul The Exorcist, ranah film ini sering diadaptasi kembali dengan ragam berbeda.
Bahkan tidak perlu mengacu langsung kepada nama eksorsis, beberapa film bertema mirip cukup sering diproduksi oleh Hollywood. Contohnya adalah Constantine (2005) bersama Keanu Reeves, The Rite (2011) bersama Anthony Hopkins, The Possession (2012) bersama Jeffrey Dean Morgan, dan Deliver Us From Evil (2014) bersama Eric Bana. Nama-nama aktor bintang yang sangat terkenal, apalagi berasal dari ranah drama sebagai kemampuan aktingnya.
Lee Cronin's The Mummy
Dari cuplikannya sendiri, justru mengisahkan khas yang berbeda pula. Charlie (Jack Reynor) dan Larissa (Laia Costa), adalah sepasang suami istri yang telah kehilangan anaknya sejak delapan tahun lalu. Suatu hari, anaknya yang bernama Katie (Natalie Grace) berhasil ditemukan, dengan baju compang-camping dan tubuh yang kotor. Namun keperibadian Katie telah berubah 180 derajat, menjadi agak diam namun selalu bertutur kata kasar.
Justru film ini mengacu pada sekte sesat tertentu, yang ditunjukkan informasinya saat dialog berlangsung. Katie adalah satu dari 57 korban anak yang hilang sejak delapan tahun lalu. Katie pun ditemukan secara misterius, yaitu terbaring dengan balutan perban lusuh, dalam sarkofagus tua berumur 3000 tahun lebih.
Dari situ, penulis dapat menebak maksud dari ditemukannya Katie dalam keadaan tersebut. Daripada betulan hanya menculik anak, sekte sesat mencoba semacam 'ritual eksperimen' pada anak-anak. Banyak anak diculik agar menjadi 'wadah' bagi sesosok mahluk supernatural yang kuat. Namun karena kekuatan supernatural yang tidak bisa 'diterima' begitu saja, ke-56 anak lain yang diculik, akhirnya tidak bisa selamat.
Sementara Katie yang memiliki bakat paranormal sendiri, sanggup untuk menjadi wadah bagi sosok tersebut. Katie sendiri yang tubuhnya berhasil kembali ke pangkuan orangtuanya, justru sudah tidak memiliki keperibadian dan bahkan jiwanya sendiri. Arwah yang berada dalam tubuh Katie setelah ditemukan, adalah mahluk lain yang kuat nan berbahaya.
Apakah Katie memang sudah tidak ada sama sekali? Mahluk yang mendiami tubuh Katie pun memang bertujuan jahat saja? Atau ada skema lain dari sekte sesat yang menculik ke-57 anak tersebut?
Jawabannya, tentu ada di ritual pencarian anak ala sinema Indonesia.
Referensi Mumi dan Sarkofagus Ribuan Tahun
Satu referensi lagi, yaitu mumi dan sarkofagus yang berusia lebih dari 3000 tahun. Walau referensi peradaban 3000 tahun lalu mengacu pada kebudayaan besar seperti Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan Cina Kuno, namun praktek mumi sebenarnya cukup mendunia. Contohnya di Indonesia saja terdapat empat lokasi tradisi memumikan mayat, yaitu di Suku Toraja Sulawesi Selatan, Kampung Wolondopo di NTT, serta Suku Dani dan Suku Moni di Papua.
Sementara referensi sarkofagus berusia ribuan tahun, tidak hanya berasal dari Mesir Kuno saja. Contohnya dari Romawi Kuno, Persia Kuno, dan China Kuno. Tampaknya setiap wilayah peradaban besar dunia jaman sebelum Masehi tersebut, memiliki praktek dan khas sarkofagus-nya tersendiri.
Bahkan di Indonesia, khususnya Bali pada tahun 2009 lalu, ditemukan sekitar 200 sarkofagus berusia 2000an tahun. Indonesia jaman tersebut belum memiliki kebudayaan besar manapun, yang ternyata memiliki ritual khas pemakaman awetnya sendiri.




