![]() |
| Pein atau entah siapa ini (Narutopedia). |
Okeh, saatnya membahas kisah anime yang sebenarnya saya kurang suka, berjudul Naruto dengan sudut pandang dari Pein sang Akatsuki-nya. Sebelumnya saya ingin mengaku, bahwa dulu berhenti baca manga Naruto tepat saat Arc Akatsuki berakhir, karena kecewa dengan ceritanya. Jadi, penulis tidak membaca atau menonton recap saja dari YouTube untuk cerita di 4th Shinobi War. Dan akhirnya, kisah Akatsuki menjadi bahasan yang tepat di artikel Monsterisasi ini.
![]() |
| Jabat tangan saja cukup, kan? (Narutopedia). |
Militer di Naruto
Bagi penggemar Naruto, tentu paham bahwa ninja di manga ini adalah sejenis organisasi militer, yang melindungi satu negara. Setiap negara memiliki struktur ninja-nya sendiri, lengkap dengan desa dimana pelatihan diawali sejak shinobi atau kunoichi masih berumur muda. Misi yang dijalankan kadang tidak berujung gelut, tetapi fungsi utamanya tetaplah sejenis militer.
Nah justru di artikel ini, penulis ingin membahas dari sudut pandang Pein, sang pendiri Akatsuki yang menjadi musuh utama Naruto. Menurut penulis, kisah Pein dan Akatsuki-nya adalah sejenis Benchmark, yang difokuskan pada kekuatan militer. Tujuan Pein alias Nagato saat merubah Akatsuki ke jalur sesat, adalah untuk mengajarkan dunia mengenai kepedihan (semata), sekaligus membasmi kekuatan militer di seluruh dunia.
Sangat pecicilan kan niat Pein dengan Rinnegan-nya? Ya, tapi coba ditelaah dari sudut pandang militernya. Mengacu pada berita heboh saat ini, coba dipikirkan saja tentang sebuah negara dengan kekuatan militernya. Saat masalah di perbatasan tiba, tentu kekuatan militer menjadi jawabannya. Namun, bagaimana dengan saat damai nan sejahtera? Justru itu maksud artikel ini.
Di saat damai, organisasi militer milik negara manapun tetap mengejar kekuatan pasukan tempurnya. Entah itu dari personil, persenjataan, kendaraan, hingga kelengkapan taktiknya. Itu pun dengan banyak dana dan waktu didistribusikan khusus untuk organisasi ini, dari dana negara tentunya. Seakan, misi menumpuk kekuatan militer adalah benchmark tersendiri, mirip saat ngoprek benchmark PC dengan segala perangkatnya.
![]() |
| Para Bijuu dan Hagoromo (Narutopedia). |
Bijuu dan Jinchuuriki
Nah dari situ, itulah yang dimaksud oleh Pain dan cerita Naruto dari Masashi Kishimoto. Walau dari segi cerita agak kurang, namun benchmark semacam ini menjadi patokan setiap negara di Naruto. Kekuatan ninja dengan chakra dan hasil jurus adalah kuncinya, yang entah kemana perginya setiap samurai yang ada.
Lalu, apa yang menjadi kunci kemampuan setiap negara? Kalau di naruto, berarti mahluk chakra murni bernama Bijuu, alias monster berekor. Banyak negara, termasuk diantaranya adalah desa Konohagukure (Daun) di negara Hi No Kuni (Api), memiliki Jinchuuriki-nya sebagai ninja yang dirasuki oleh Bijuu. Tujuannya agar chakra murni ini bisa dikendalikan dan difungsikan sebagai kekuatan militer.
Lalu Pein punya inisiatif tersendiri, yaitu menculik semua Bijuu dan Jinchuuriki, agar dapat dibuat sebagai Juubi, alias monster chakra berekor sepuluh. Apa tujuannya? yaitu membasmi seluruh ninja di setiap negara, agar menciptakan dunia yang damai dan ideal bagi Pein.
Sudut pandang yang terlalu idealis dari Pein, dan memang berujung anarkis. Pein yang memiliki banyak jurus terlarang nan sakti, ternyata kacau jalan pikirannya. Seakan, mengingatkan beberapa pihak (di dunia nyata) yang terlalu militan dalam menjalankan narasi dan aksinya, sehingga berujung anarkis saja (dan melanggar etika, moral, normal, serta hukum). Ya, termasuk segala jenis media, entah itu fiktif atau warta berita.
![]() |
| Kaguya yang ingin kekal cantik abadi (Narutopedia). |
Akhir Kisah yang Hina
Lucunya, rencana Pein ini sesuai dengan Orochimaru dan Madara Uchiha. Bagi Orochimaru, memiliki jawaban atas sumber asal kemampuan chakra, adalah pertanyaan terbesar hidupnya. Sementara Madara, ingin memiliki kemampuan melebihi itu semua. Orochimaru-lah (dengan sosok Kabuto) yang menggunakan Edo-Tensei untuk menciptakan Perang Ninja Keempat, sekaligus memanggil Madara dari persemayaman dirinya.
Lucunya lagi, setelah Madara berhasil menjadi Jinchuuriki bagi Juubi-nya, tiba pula Kaguya sang Dewi Bulan. Dewi yang satu ini ternyata asal muasal dari seluruh chakra di Bumi, yang menjawab pertanyaan terbesar dari Orochimaru alias Kabuto. Madara pun ikut menjadi korban berikutnya, yaitu menjadi wadah saja bagi Juubi dengan tujuan utama Kaguya, yaitu menyerap seluruh energi Bumi.
Nah, bagaimana dengan Pein yang sebelumnya merencanakan ini (dan sempat hidup sesaat akibat Edo Tensei)? Justru disitulah letak paling miris nan ironis ala Naruto dari Masashi Kishimoto. Pein, Orochimaru, dan Madara hanyalah pion dari rencana aseli Kaguya.
Padahal, Dewi cantik nan caem ini (secantik bulan) seharusnya menjadi sosok ibu mereka, karena Kaguya adalah sumber aseli dari seluruh kekuatan chakra di Bumi. Jadi, entah apa maksud Masashi Kishimoto, yang merubah kesan Kaguya menjadi tokoh jahat di Naruto. Mungkin, mangaka ini kagok dengan kesan militer di Naruto, sehingga sekalian saja dibuat ironis.
Ya, seakan seluruh kejadian dari awal cerita para Shinobi dan Kunoichi di banyak negara, hanyalah pion saja dari Dewi Kaguya demi melancarkan aksinya. Sebuah bidak kecil di militer, yang layaknya sebuah permainan papan catur, memang hanya satu alat saja. Namun, bagaimana para pemain (dan penghuni aseli) menjalankan taktiknya, sehingga permainan pun dapat dimenangkan dengan pergerakan para bidaknya.
Sedikit Penutup
Ya sekali lagi, memang sebuah kisah pecicilan dari dunia militer sana, khususnya dari anime yang rame gelut dan drama personalnya. Sedalam dan semengerikan apapun juga wacananya, memang tidak bisa dilancarkan begitu saja dengan aksi sejahat atau se-idealis itu.
Layaknya manga dan anime Naruto, yang membuat seluruh Otaku kembali menjadi Wibu, dan menganggap dunia nyata dan fiksi bisa dihadapi dengan cara idealis atau militan saja. Ya, layaknya sehelai daun (Konoha) di negara Hi No Kuni (Api).
Okeh, Ciao.






