![]() |
| Grace yang sendirian dalam pesawat antariksanya (IMDB). |
Sekarang saatnya membahas film yang dirilis awal April tahun ini, yang sangat kuat dengan genre Sains-Fiksinya, berjudul Project Hail Mary. Film yang tayang di sinema Indonesia dengan rating R13 ini, memang mengacu pada misi antariksa yang heboh, sekaligus ramai efek spesial nan canggih pada setiap adegannya.
Sebelum membahas film ini, perlu dicek terlebih dahulu novel asli yang diadaptasi sebagai sinematografinya. Film Project Hail Mary mengadaptasi novel berjudul sama, hasil karya novelis Andy Weir. Mungkin masih ada yang mengingat, bahwa novelis ini sempat diadaptasi pula karya lainnya, berjudul film The Martian. Film tahun 2015 ini dibintangi oleh aktor kawakan Matt Damon, yang mengisahkan karakter Watney saat terjebak sendiri di planet Mars dan sama sekali tanpa bantuan komunikasi dengan Bumi.
Nah, Project Hail Mary mirip dengan kisah tersebut, yaitu satu karakter manusia yang terjebak sendirian di antariksa. Terlihat dalam cuplikannya, Ryland Grace (Ryan Gosling) sedang sendirian saat di antariksa, demi misi kemanusiaan. Tapi berbeda dengan karakter Watney di The Martian, Grace bukan berlatar seorang kosmonot, astronot, atau ahli antariksa manapun. Grace adalah ahli biologi molekular, yang bekerja sebagai guru di sekolah.
Kisah yang terasa isekai dari latar karakternya ini, mirip dengan kisah film epik terdahulu, berjudul Armageddon (1998). Film yang dibintangi oleh Bruce Willis dan banyak bintang Hollywood masa tersebut, mengisahkan pekerja kilang minyak. Karena keahlian mereka untuk mengebor dalamnya tanah di tengah samudera, menyebabkan mereka direkrut untuk mengebor komet yang hampir jatuh ke bumi. Terasa beda memang, karena tidak berlatar para ahli antariksa.
Tentu bagi yang sempat menonton film berisi Ryan Gosling, aktor serba bisa ini sudah melanglang buana di perfilman Hollywood sejak pertengahan 2010an lalu. Berbagai karakter unik sempat diperankan olehnya, seperti Sebastian di film La La Land (2016) yang musikal, lalu sebagai Replicant bernama K di Blade Runner 2049 (2017) yang melodramatik, hingga menjadi karakter Ken dalam film boneka Barbie (2023) bersama Margot Robbie. Ryan memang aktor yang memilih film serta karakter unik, sehingga tiap filmnya cukup mudah dikenang.
Oh ya bagi yang ingin menontonnya, perlu menyiapkan waktu berlebih. Film ini ternyata berdurasi sekitar 150 menit, alias dua setengah jam!
Sinopsis Film Project Hail Mary
Ryland Grace (Ryan Gosling) adalah seorang guru di sekolah dasar. Walau dirinya memiliki pekerjaan utama sebagai ilmuwan biologi molekular, namun justru semangatnya adalah mengajar di kelas bersama anak-anak.
Hingga suatu hari seorang komandan dari NASA bernama Eva Stratt (Sandra Huller), merekrut Grace untuk sebuah misi antariksa. Keahlian dirinya dalam biologi molekular sangat dibutuhkan, untuk 'menyembuhkan matahari yang terinfeksi.' Bencana yang sangat mencengangkan, karena banyak bintang di seluruh galaksi Bima Sakti terinfeksi oleh 'penyakit' ini. Jika bintang, khususnya matahari di tata surya ini gagal 'disembuhkan,' maka sumber cahaya ini akan mati dan bencana yang menghancurkan seluruh alam semesta langsung terjadi.
Sementara Grace yang kurang memahami antariksa, menolak mentah misi tersebut. Dirinya meminta untuk para ahlinya untuk turun langsung, sementara dirinya pasrah saja di bumi. Namun, Grace terpaksa menuruti misi sejauh jutaan tahun cahaya ini, demi meneliti sistem tata surya yang mataharinya tidak terinfeksi sama sekali.
Grace yang baru bangun dari cryosleep pun terjebak sendirian di tengah antariksa. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seekor ras alien, yang berada di suatu kapal tanpa awak. Alien tersebut menjadi teman perjalanan dirinya, hingga mencapai tata surya yang ditujunya.
Sanggupkah Grace menyelamatkan diri serta seluruh dunia? Jawabannya tentu ada di megahnya antariksa ala sinema Indonesia.



