13 April 2026

Terjebak dalam Wahana Balon Udara Setinggi Angkasa di Film Turbulence

 

Emmy yang kesulitan setelah hampir jatuh (TMDB).

Saatnya membahas film unik nan cukup langka di sinema Indonesia, berjudul Turbulence yang tayang di minggu kedua bulan April ini, dengan rating film berumur Dewasa (D17). Film ini sebenarnya telah rilis akhir tahun lalu di AS sana, dan baru mulai tayang di Indonesia sejak bulan April.

Film yang diproduksi oleh Lionsgate ini memang berbeda, yaitu kisah terjebak dalam wahana balon udara (panas), dengan ketinggian cukup tinggi. Tampaknya Lionsgate mencoba mengembalikan animo film lama, dengan mengisahkan para pendaki gunung yang terjebak di ketinggian. Contohnya adalah film Cliffhanger bersama Sylverster Stallone dari tahun 1993, lalu ada Vertical Limit dari tahun 2000.

Satu film yang menarik adalah 127 Hours dari tahun 2010 lalu. Film yang diperankan oleh James Franco dan disutradarai oleh Danny Boyle (waralaba film zombie 28) ini, adalah adaptasi dari kisah nyata seorang pendaki bernama Aron Ralston. Pendaki yang sial ini terjebak saat mendaki gunung terpencil di Utah, AS. Dirinya perlu bertahan selama 127 jam lamanya, dibawah terik matahari dan kurang suplai makanan serta air. Untungnya Ralston sempat terselamatkan, walau dengan kekurangan tertentu.

Film Fall dari Lionsgate

Sebelum membahas film Turbulence, lebih cocok lagi dengan membahas film Fall terlebih dahulu, yang tayang tahun 2022 lalu dengan rating Remaja (R13). Film yang sama-sama diproduksi oleh studio Lionsgate ini, memiliki latar dan animo yang mirip, yaitu saat sedikit orang terjebak di lokasi terpencil nan tinggi. 

Dari cuplikannya, film Fall menyajikan kisah dua wanita pendaki, bernama Becky Connor (Grace Caroline Currey) dan Shiloh Hunter (Virginia Gardner). Keduanya adalah penantang maut, dengan menaiki sebuah menara telepon setinggi 700an meter, yang sudah tua dan karatan. 

Walau keduanya berhasil mendaki hingga puncak, bahkan hingga berfoto (wefie) bareng, namun naas terjadi. Saat akan turun kembali ke darat, tangga yang sudah rapuh malah terpotong, dan menyebabkan Becky hampir terjatuh. Untungnya Shiloh yang masih berada di puncak, terikat talinya dengan Becky dan sempat membantu naik kembali.

Berbeda dengan area gunung, keduanya memang tidak bisa memasang paku serta tali yang menjadi standar pendakian. Usaha bertahan hidup selama berjam-jam dibawah terik matahari, angin, serta cuaca yang berubah-rubah di tengah gurun pun, menjadi tantangan hidup-mati bagi Becky dan Shilloh. 

Sinopsis Film Turbulence

Zach (Jeremy Irvine) dan Emmy (Hera Hilmar) adalah sepasang suami istri yang sedang berbulan madu kedua. Rekreasi ini dilaksanakan demi mendekatkan pasangan kembali, setelah sempat lama renggang. Keduanya memang memiliki pekerjaan yang berbeda, sehingga sempat tidak sering bertemu.

Mereka berinisiatif untuk menaiki wahana Balon Udara Panas, yang awalnya berjalan baik-baik saja hingga ketinggian lima ribu meter. Namun seorang wanita bernama Julia (Olga Kuryler) tiba-tiba Tantrum dan berlaku ala Karen dari AS sana. Sambil menodongkan pisau, Julia bertanya pada Zach, apakah dirinya benar-benar telah melupakan dia.

Sementara itu, terjadi pergolakan berbahaya diatas ketinggian tersebut. Karena berjibaku dengan kurang senonoh di lahan sempit, mesin pemanas udara diatas balon tertarik talinya. Akibatnya, balon naik menuju ketinggian yang tidak masuk standar anjuran keamanan.

Lebih berbahaya lagi, tali yang ditujukan untuk mengatur panasnya udara menuju balon, tertarik hingga tidak bisa digapai tangan. Emmy yang badannya cukup ringan pun membantu dengan menaiki sisi balon, namun gagal dan malah tergelincir, walau terselamatkan oleh tali pengekang.

Sanggupkah Harry (Kelsey Grammer) sang pemandu wahana mendamaikan situasi penuh drama ini? Hingga akhirnya sampai ke darat dan semua berhasil selamat. Atau malah berujung mematikan bagi semuanya, diatas ketinggian berbahaya dengan penuh dendam kesumat?

Jawabannya, tentu ada di ranah tantangan keselamatan diri dan keluarga ala sinema Indonesia.