Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Perumahan Laddaland yang Menjebak Setan Kredit beserta Penghuninya

Satu keluarga di depan gerbang setan kredit (TMDB).

Tentunya tiada bulan yang terlewati tanpa horornya film Nusantara. Di Agustus ini, dirilis film Perumahan Laddaland, yang kembali mengadaptasi ngerinya Jurig Asia Tenggara. Dengan rating umur yang tinggi yaitu D17 (17 Tahun Keatas), akhirnya sineas film Nusantara pun terus mereka ulang film dari Thailand.

Sebelumnya di tahun 2025, tepatnya bulan Oktober dirilis pula film Shutter, yang diadaptasi dari judul sama di Thailand. Film Shutter dari tahun 2004 memang satu dari banyak film Thailand, yang berhasil mempionirkan diri sebagai Jurig Terbesar dari Asia Tenggara. 

Walau film Indonesia mulai ikut bersaing dengan kisah, efek spesial, dan atmosfer yang khas untuk menyaingi horornya Thailand, tampaknya tidak menutup animo untuk mengadaptasi film Laddaland dari tahun 2011 lalu. Terpaut 15 tahun lamanya, reka ulang ini seakan mengenang kembali horornya Thailand di ranah Nusantara.

Mirip dengan Shutter yang berlatar fotografi dengan banyak sejarah horornya, Laddaland tidak berlatar budaya tertentu. Kengerian mistis ini tidak spesifik pada rerefensi khusus mistis, melainkan akibat jalan cerita yang ngeri nan berbahaya.

Kisahnya berpusat pada satu perumahan bernama Laddaland, yang menarik dan patut ditelaah sebagai kisah mistis di satu area. Layaknya legenda urban (urban legend), kisah seperti ini memang tidak mengikutsertakan budaya atau mistis tertentu, melainkan kengerian dari dunia lain yang kadang terjadi di dunia nyata.

Kembali ke ranah sinematografi, sebenarnya Indonesia (seingat penulis) sempat membuat film seperti ini. Kembali ke tahun 2006, saat Ringgo Agus Rahman memerankan tokoh utama dalam film Pocong 2. 

Animonya sangat mirip dengan Laddaland, walau terpaut lima tahun sebelumnya. Bedanya adalah film ini berlatar satu apartemen, yang berada di lokasi kompleks terpencil dan terbengkalai, dan penampakan pocong yang kentara.

Film Laddaland justru cukup heboh, dibanding Pocong 2 yang ber-atmosfer dingin dan sepi. Tidak seperti Pocong 2 yang sedikit demi sedikit memunculkan kehadiran mahluk berbalut kain kafan, Laddaland justru mengisahkan drama (dengan heboh) antar anggota dalam satu keluarga.

Tampaknya di film ini pun, Titi Kamal menjadi giat untuk membintangi film horor, setelah sebelumnya berkiprah dalam karya Jeropoint, berjudul Getih Ireng (2025). Terlebih lagi Andri Mashadi, yang semenjak membintangi film KKN di Desa Penari (2022), semakin sering mengisi horornya Nusantara.

Sinopsis Film Perumahan Laddaland

Tomy (Andri Mashadi) dan Melisa (Titi Kamal) adalah sepasang suami istri yang baru saja pindah, dan menikmati rumah baru di Perumahan Laddaland. Bersama kedua anaknya yang bernama Tania (Anantya Rezky Kirana) dan Elfyn (Shakeel Fauzy Aisy), keempatnya cukup sumringah menempati rumah baru, walau terjerat KPR yang cukup menyiksa.

Namun tidak berlangsung lama, kebahagian mereka agak terganggu akibat kasus di satu rumah tetangga. Seorang gadis ditemukan meninggal, akibat serangan oleh Om Senang-nya. Kasus yang cukup mengerikan, apalagi wajahnya ditemukan terlihat bolong ditengah.

Satu-persatu kejadian aneh mulai meruak di sekitar perumahan, yang berakibat seisi rumah kacau. Tomy dan Melisa semakin sering bertengkar, akibat keduanya yang berbeda pendapat mengenai seluruh masalah mistis di area perumahan.

Sanggupkah mereka melancarkan kembali pikiran mereka, atau malah semakin terjebak Setan Kredit ala KPR Perumahan Laddaland?

Tentu perlu dihuni langsung tanpa banyak penantian, tentunya dalam rumah sinema Indonesia.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece