![]() |
| Pintu merah yang aneh (TMDB). |
Waralaba film horor yang telah lama diproduksi dan terus diperbarui, tentunya menarik bagi banyak penggemar. Walau belum tentu cocok animonya, tetapi film yang sudah rilis beberapa seri berarti menunjukkan kesan yang terus-terusan menarik.
Contohnya di minggu ini, dengan dirilisnya film Insidious: Out of the Further. Film seri keenam dari Insidious ini, mengingatkan kembali awal ramainya film horor Hollywood sejak awal 2010an lalu. Tentu karena studio dibaliknya adalah Blumhouse, yang memang setia dan fokus menyajikan horor unik dari AS sana, namun masih berating umur R13 (Remaja).
Waralaba Insidious dan Astral Projection
Seri ini sudah sering dirilis sejak film pertamanya di tahun 2011 lalu. Dengan menggaet aktor terkenal Patrick Wilson sebagai Josh Lambert, kisahnya mengacu pada kengerian di alam tertentu, bernama Astral. Kisahnya pun terus berlanjut dengan Chapter 2 di tahun 2013, lalu Chapter 3 di tahun 2015.
Walau trilogi utamanya sudah berakhir, namun The Last Key di tahun 2018 melanjutkan kisahnya dengan karakter yang berbeda. Pada tahun 2023, kisah prekuel berjudul The Red Door pun dirilis dengan kembali berlatar keluarga Lambert dan kengerian awalnya. Bisa dibilang, The Red Door adalah kisah keempat dari keluarga Lambert.
Sementara di film tahun 2026 ini dengan judul Out of the Further, berkisah lagi seorang karakter baru yang bisa melaksanakan Astral Projection, layaknya The Last Key. Bukan dari kalangan keluarga Lambert, namun plotnya menyiratkan seseorang yang sanggup membuka dan menjelajahi dunia Astral lebih jauh lagi. Bahkan the Further dalam istilah film ini, adalah batas dunia dari Astral.
Tentu sebelum menonton filmnya, perlu ditelaah istilah Astral Projection itu sendiri.
Salah satu pengalamannya yaitu Out of Body Experience (OBE), alias keadaan saat arwah seseorang terasa keluar tubuh, dan dapat berjalan (melayang) sendiri. Lainnya yaitu saat sadar sepenuhnya dalam mimpi, sehingga lucid dream bisa dikendalikan layaknya berkhayal.
Menurut sains medis, Astral Projection berarti gangguan halusinasi yang disebabkan oleh gejala penyakit lain atau sedang mendalami obat-obatan tertentu. Kondisi ini berarti akibat kondisi mental alias psikologis pasien, yang terpengaruh oleh gejala penyakit berat (jantung, otak, ketindihan, migrain, kurang oksigen), atau sedang konsumsi obat tertentu (obat medis keras bagi pasien atau penguna narkoba).
Namun dari sejarah dan Teologi, pengalaman seperti ini sering terjadi saat seseorang mendalami ritual spiritual tertentu. Mulai dari Mesir Kuno, Amazon, Inuit, Hindu, Shinto Jepang, Tao, Yahudi dan Kristen, masing-masing menggambarkan perjalanan spiritual yang melebihi batas imajinasi.
Sementara terdapat pihak lainnya yang lebih santai, dan menganggap bahwa Astral Projection bersama isinya adalah hasil dari imajinasi seseorang. Bahkan banyak situs dan forum, yang memberi tips agar dapat melaksanakan Astral Projection. Syaratnya pun sederhana, yaitu sanggup tidur dengan mimpi yang kuat (Lucid dan Vivid Dream), lalu menjalankan tips yang dijabarkan.
Menurut penulis sendiri (yang pernah membaca dan coba-coba), justru seseorang membutuhkan bakat khusus agar dapat melaksanakan Astral Projection. Terdapat pula pihak lain, yang merasa bahwa dunia Astral adalah sakral untuk dikunjungi, dan beresiko horor bagi yang sanggup mengunjunginya.
Nah dari situlah, seri film Insidious mulai diproduksi oleh Blumhouse. Memang adegan dan visualnya terlalu horor, daripada sekedar Astral Projection. Namun jika dilihat dari resikonya, bisa berarti mahluk dan alam supernatural (mistis) memang tidak boleh dioprek sama sekali.
Dan seperti pernah penulis bilang (selain acuan agama tentunya), bahwa jika seseorang semakin sering menatap ke arah mistis, maka alam lain akan ikut menatap balik orang tersebut.
Sinopsis Film Insidious: Out of the Further
Gemma (Amelia Eve) adalah seorang ibu tunggal dengan putrinya yang bernama Maya (Island Austin). Keduanya cukup aman, nyaman, dan mapan, karena Gemma bekerja sebagai dokter gigi.
Namun, seringkali Gemma terasuki mimpi buruk yang aneh dan abstrak. Dirinya sempat bermimpi sedang membersihkan gigi lansia, yang tiba-tiba membuat dirinya terlempar ke dunia lain.
Karena tidak ingin terjebak halusinasi (dan izin dokternya dicabut akibat gangguan kesehatan), Gemma pun mencari seorang paranormal alias ahli supernatural di kotanya. Ternyata orang tersebut adalah gadis muda bernama Clare (Maisie Richardon-Sellers), yang membuka gerai tato dan tindik.
Dengan adanya pengawasan dari ahli (mistis), Gemma pun memberanikan diri untuk melaksanakan ritual Astral Projection dengan prosedur yang diajarkan oleh Clare. Namun, isi mimpinya malah makin memburuk.
Bahkan batas antara dunia nyata, dunia mimpi, dan dunia lain-lain semakin menipis bagi Gemma. Dirinya pun berjibaku dengan hebat, agar selamat dan mampu keluar dari jebakan mistis di lahan supernatural ini.





