![]() |
| Ibu-ibu yang gelut kembali (TMDB). |
Muncul pula film aneh dari Korea Selatan sana, dengan bumbu aksi gelut komedi yang kental, berjudul OK! Madam: Bon Voyage. Film berating umur R13 (Remaja) ini memberi aksi gelut beladiri, yang cukup jarang mendapat highlight dari sineas perfilman KorSel.
Terakhir kalinya penulis menonton film aksi dari Korea Selatan, adalah waralaba fantastis The Witch: Part I - Subversion (2018). Gelutnya memang edan, karena menggabungkan aksi brutal antara paranormal dengan segala kemampuan supernaturalnya.
Sekuelnya di tahun 2022 ber-subjudul Part 2 - The Other One pun semakin menggila, walau tidak sebaik film pertamanya dalam menyuguhkan misteri dibalik proyek supernatural ini. Namun kehadiran karakter utama Ja-yoon (Kim Da-mi) dalam The Other One, memberi petunjuk adanya kisah untuk film ketiga.
Mirip dengan film OK! Madam, waralaba The Witch memang menggambarkan kisah seorang (warga) remaja biasa, yang ternyata hasil rekayasa genetika. Para obyek proyek ini, mendapat fisik dan kekuatan super yang luar binasa.
Plot film OK! Madam terlihat mirip, walau latarnya lebih ke agen intelijen negara alias pasukan keamanan. Dari plot dan cuplikannya saja, sudah menyiratkan bahwa film ini lebih mirip waralaba Nobody, yang film keduanya rilis di tahun 2025 lalu dan disutradarai oleh sineas terkenal Indonesia, Timo Tjahjanto.
Maksudnya adalah kisah saat seorang warga biasa, yang ternyata memilki masa lalu suram dan berkemampuan beladiri. Lucunya, justru animo ini dimulai oleh OK! Madam pada tahun 2020, dan baru menyusul saat 2021 dengan Nobody pertama.
Bahkan waralaba OK! Madam lebih aneh lagi, daripada serius ala Nobody, atau misterius ala The Witch, justru terkombinasi dengan genre komedi yang tokoh utamanya adalah wanita. Bukan wanita biasa, melainkan seorang ibu-ibu (beranak satu) yang kembali beringas akibat aksi penjahat di sekitarnya.
Memang kacau dunia persilatan saat ini...
Sinopsis Film OK! Madam dan Bon Voyage
Plot film pertamanya yang berjudul singkat OK! Madam adalah saat Lee Mi-young (Uhm Jung-hwa) yang sedang menumpang pesawat menuju Hawaii. Setelah menanti lama liburan keluarga, anak dan suaminya, Oh Seok-hwan (Park Sung-woong) rela terpisah karena keterbatasan kursi pesawat.
Namun terpisahnya satu keluarga ini menjadi kesempatan khusus bagi Lee, yang memiliki kemampuan bertarung dan sekaligus mantan agen. Karena berada di kelas bisnis pesawat, Lee pun lebih aman dari kejaran penjahat yang membajak pesawat tersebut.
Lee pun dengan refleks sanggup membasmi satu-persatu kawanan penjahat, walau masih kocak karena tidak rela dirinya beringas lagi. Dengan bantuan dari agensi keamanan di darat yang berhasil menghubunginya, Lee pun dianggap sebagai agen lapangan yang telah pensiun namun (terpaksa) kembali bertugas.
Sekarang pada film keduanya, justru beralih ke lokasi kapal pesiar. Secara misterius, sepasang suami-istri ini diundang pada sebuah perjalanan wisata laut yang mewah. Namun (seperti biasanya), kisah ini lalu berlanjut dengan aksi menggila diantara para kawanan penjahat.
Lee yang sebelumnya sempat menyelamatkan seisi pesawat, ternyata sudah terkenal diantara para kriminal. Undangan misterius dari kapal pesiar ini pun, disiapkan demi menjebak dan membalas dendam pada Lee.
Dengan lokasi diatas kapal pesiar, tentunya gelut menjadi lebih leluasa dan tidak sempit ala pesawat dalam film pertamanya. Kisah gelut ibu-ibu yang kesetanan ini, patut dinanti sebagai bahan pertimbangan di sinema Indonesia.





