Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Mengenal Dissociative Identity Disorder dari Film Identity

Film yang Memang Beda (TMDB).

Okeh, saatnya membahas Monsterisasi dengan kombinasi artikel bertema kesehatan mental. Akan ada empat artikel yang membahas masalah ini, tetapi tetap berlatar film (heboh) yang berisi referensi kesehatan (atau penyakit) mental.

Karena yang dibahas adalah kesehatan, dan penulis bukanlah ahli maupun praktisi, maka yang dijabarkan hanya penggambaran umum saja. Sesuai dengan yang muncul dalam filmnya, lalu dibaca, ditulis dan dibahas dalam setiap artikelnya, maka penulis tidak bertanggung-jawab pada keabsahan isinya. 

Melainkan layaknya Blog, maka setiap artikel adalah referensi dari sains yang tercampur dengan dramatisasi ala sinema. Seperti biasa, referensi yang disebutkan adalah simbol atau bahan literasi, yang membuat pembaca serta penontonnya lebih paham dengan maksud filmnya.

Dengan penafian (disclaimer) diatas (dan sesuai dengan wacana blog ini), maka penulis akan membahas satu film lama. Judul yang dibahas pun cukup heboh, yaitu Identity dari tahun 2003 lalu. Film ini sebenarnya berlatar misteri dengan segala horornya. Bahkan lebih mirip cerita atau novel detektif terdahulu, dimana terjadi kasus pembunuhan di satu tempat khusus.

Namun setelah pertengahan film, terdapat plot twist yang menjabarkan kisah lain. Ternyata, seluruh latar terjadi di ranah yang berbeda, dan akan dibahas saat tengah hingga akhir artikel ini.

Duo karakter utama (TMDB).

Para Karakter di Film Identity

Pertama perlu dicek mengenai plotnya, yaitu Ed (John Cussack) sebagai tokoh utamanya. Akibat Ed yang bertengkar dengan penumpangnya, mobil pun menabrak seorang wanita di tengah di jalan raya. Wanita tersebut bernama Alice (Leila Kenzle), yang bersama suami dan anaknya, sedang mengganti ban mobilnya.

Merasa bertanggung-jawab, maka Ed mengantar Alice ke motel terdekat, karena jalan yang banjir menghalangi akses menuju rumah sakit. Namun dalam motel tersebut, satu per-satu karakter dibunuh oleh seseorang. Semua curiga kepada napi bernama Robert Maine (Jake Busey) yang ditahan oleh Rhodes (Ray Liotta), seorang detektif yang sedang mengantarnya ke Lapas lain.

Terdapat pula beberapa karakter lain, yaitu Larry (John Hawkes) sebagai pemilik hotel, dan Paris (Amanda Peet) sebagai penghuni lainnya. Masih banyak karakter lain yang tidak disebutkan, namun semuanya sedang tinggal dalam motel Four Aces dan mencoba bertahan hidup dari kejaran pembunuh.

Detektif yang kelimpungan (TMDB).

Plot Twist Utama Film Identity

Nah dari segitu saja dan tidak memasukkan banyak adegan, maka film ini memang berkisah tentang misteri pembunuhan di Motel Four Aces. Namun kelanjutannya, ternyata cukup abstract dan absurd. Seluruh misteri pembunuhan ternyata berlatar mistis, dengan beberapa kejadian supernatural. Contohnya adalah batas dunia yang terlihat jelas, dan mayat yang tiba-tiba hilang tanpa jejak.

Ternyata di pertengahan film, dijelaskan bahwa tidak ada satu adegan pun yang nyata dalam film ini. Seluruh kejadian di jalan raya hingga motel Four Aces, berada didalam imajinasi Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince). 

Pria botak ini adalah seorang kriminal dengan kasus pembunuhan yang keji, namun memiliki penyakit jiwa yang dapat membebaskan dirinya dari tuntutan hukum. Sesi ini terjadi saat Rivers sedang dihipnotis oleh dokternya (Alfred Molina), agar menjamin dirinya tidak bersalah dan dapat dirawat di Rumah Sakit Jiwa. 

Perlu diingat, bahwa hukum di AS sana memang dapat dianalisa dari segi psikologi. Jika seorang tersangka dinyatakan memiliki gangguan jiwa dan tidak sadar atas kejahatannya, maka bisa dibebaskan dari tuntutan hukum dan dirawat di RSJ dengan pengawasan khusus.

Siapa lagi ini? (TMDB).

MPD dan DID

Rivers sebenarnya terjangkit penyakit Multiple Personality Disorder (MPD), yang telah direvisi menjadi Dissociative Identity Disorder (DID) sejak tahun 1990an. Rivers telah mengalami penyakit ini sejak lama, hingga dirinya kini berumur 40 tahunan (dalam film ini).

MPD adalah kondisi saat seseorang mengalami masalah keperibadian ganda, dan DID adalah saat seseorang yang berkeperibadian ganda, tidak memiliki hubungan (memori dan karakter) dengan keperibadian lainnya. 

Bahkan dari banyak kasus awal mengenai gangguan kejiwaan ini, bisa disimpulkan DID menyebabkan pasiennya mengalami gangguan anti-sosial dan delusi. Sulit bagi pasien untuk terhubung dengan dunia nyata, akibat keperibadian yang selalu berubah, sementara memori (ingatannya) pun ikut terpisah-pisah.

Nah, film ini menggambarkan dengan heboh, bahwa Rivers sedang melaksanakan 'Battle Royale' di antara banyak keperibadiannya sendiri. Seluruh karakter yang berada dalam adegan film, adalah bagian dari keperibadian milik Rivers. Jika yang tersisa adalah satu karakter yang baik, maka Rivers bisa dinyatakan sembuh oleh dokter dan bebas dari tuntutan hukum.

24 Wajah yang aselinya SAMA SAJA (TMDB).

24 Faces of Billy Milligan

Ironisnya, film ini (menurut penulis) adalah anekdot dari kasus MPD dan DID nyata yang terjadi sejak tahun 1980an. Kasusnya mengacu pada pria bernama Billy Milligan, di kota Colombus, negara bagian Ohio, AS. Pria ini dinyatakan memiliki keperibadian ganda, bahkan hingga 24 jumlahnya!

Akibatnya, Milligan seringkali bebas dari tuntutan hukum, padahal tuduhannya adalah pemerkosaan hingga pembunuhan. Kasus ini bahkan merubah literasi psikologi jaman tersebut. Dengan merubah MPD sebagai kasus masalah kejiwaan semata, maka DID dicanangkan sebagai kasus yang berbahaya (dan akut).

Tentu perubahan ini akibat kontroversi kasus Billy Milligan, yang sangat tidak disukai oleh warga biasa, birokrat dan aparat hukum. Sehingga tahapan penyakit jiwa (MPD) ini pun ditinggikan, dengan bukti nyata dari seluruh penelitian (mengacu DID) dari kasus Billy Milligan.

Jika perlu mengecek seluruh kasusnya, maka bisa dicek dalam buku yang sudah lama beredar di Indonesia, berjudul 24 Wajah Billy (1981/Revisi DID tahun 1990an). Alternatifnya, maka tonton saja melalui serial di Netflix, berjudul Monster Inside: 24 Faces of Billy Milligan, yang rilis tahun 2021 lalu. 

Penulis sebenarnya membaca buku ini saat jaman kuliah dahulu, dan merasa diingatkan (oleh jaman Inet) dengan serial Netflix ini. Setelah menonton dan teringat, akhirnya penulis merasa perlu membahasnya. Apalagi dengan isu sosial kesehatan mental saat ini, yang semakin tergerus (oleh Inet).

Ini tangan yang punya indera sentuhan, bukannya Orang (TMDB).

Kesimpulan

Jadi disinyalir dari maksudnya, sains (psikologi) memang menyebutkan momen trauma masa kecil dari pasiennya. Setiap kali trauma muncul kembali (layaknya PTSD/Post Traumatic Strees Disorder), seseorang dengan MPD memunculkan keperibadian beserta memori baru, sebagai pelariannya. Jika keperibadian baru terus muncul dan bertukar, maka gejala DID akan muncul dan satu keperibadian utama pasien akan menjadi rancu.

Menurut penulis (yang sama sekali bukanlah psikolog), justru dasarnya adalah lari dari kenyataan. Jika seseorang dengan tidak jujur mengenai keadaan diri, dan malah tidak ikhlas sama sekali, maka yang terjadi adalah gejala penyakit mental. 

Ini bukanlah masalah komunikasi atau bisnis dengan orang lain (yang bertikai), melainkan prinsip instrinsik (dalam diri) untuk menanggulangi tahapan stres apapun. 

Datangnya masalah dari diri sendiri atau orang lain, memunculkan tingkatan stres tertentu. Seluruh masalah bisa ditanggulangi dengan jujur dan ikhlas, dan akhirnya dapat menentukan (alias memutuskan) tahapan solusi tertentu. 

Seorang manusia tentu sadar (atau alam bawah sadar) akan seluruh tahapan untuk menanggulangi stres. Jika terjebak suatu gangguan mental tertentu, maka memang jiwanya terganggu, baik itu akibat senyawa kimiawi di otak, atau dari alam bawah sadar (sub-concious mind) setiap pribadinya sendiri. 

Untuk masalah jujur dan ikhlas, bahkan dapat tergambarkan secara gamblang dalam artikel berikutnya. Tentu karena membahas film, maka berisi visual yang sangat heboh dan kentara horornya (hehe).

Okeh, Wassalam.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece