![]() |
| Kiprah atlet sepakbola yang cantik jelita nan beringas (TMDB). |
Setelah pagelaran Piala Dunia yang terkemuka berakhir dengan kemenangan tipis Spanyol atas Argentina, tampaknya epiknya sepakbola dilanjutkan kembali oleh film dari China dengan judul Kung Fu Soccer. Dengan rating umur R13 (Remaja), momen ini menjadi kiprah Stephen Chow sebagai sutradara film komedi.
Walau China jarang berprestasi dalam turnamen sepakbola internasional, namun animo Kung Fu tetap saja mendunia. Stephen Chow kembali menyutradarai kisah yang sudah lama tidak diproduksi, bahkan terhitung telah 25 tahun lamanya, sejak Shaolin Soccer dirilis pada tahun 2001.
Kiprah Stephen Chow sebagai Sutradara
Shaolin Soccer menjadi debut sutradara dari Stephen Chow, setelah lama berkiprah sebagai aktor komedi China. Dengan cerita yang kocak, aksi yang epik, serta efek yang memukau, Shaolin Soccer menjadi kisah unik dan menarik dari film olahraga sekaligus.
Kiprah Stephen Chow pun langsung dilanjutkan dalam film Kung Fu Hustle (2004), yang masih menggabungkan gelut epik ala Kung Fu dengan komedi. Bahkan lebih epik lagi, karena spesial efek serta CGI yang diperbarui, bahkan lebih terlihat edan di sinema.
Walau kedua film adalah khas Stephen Chow, namun dirinya sempat memproduksi pula film CJ7 pada tahun 2008 lalu. Masih berisi dirinya sebagai karakter utama, kisah drama keluarga fantasi ini ini cukup dikenang dan disukai oleh penggemar.
Satu film lainnya yang menjadi puncak karya dari Stephen Chow adalah Journey to the West: Conquering the Demons dari tahun 2013 lalu. Film jalinan kisah antara romansa, komedi, aksi gelut kung fu, dan fantasi sangatlah cocok ala epiknya kisah Wu Kong dan Biksu Tang. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Stephen Chow tidak masuk sebagai aktor, namun film ini menjadi PEAK dari sinematografi dirinya.
Namun sekuelnya yang berjudul Journey to the West: The Demons Strike Back di tahun 2017, tidak berakhir epik seperti sebelumnya. Perbedaan aktor dan jalinan kisah yang kurang baik, menyebabkan film ini meraih nilai yang netral dari para penggemarnya.
Dan kali ini di tahun 2026, Stephen Chow dengan meriah mengembalikan animo sepakbola Kung Fu, dengan latar yang berbeda pula. Kisahnya justru berlatar para atlet sepakbola wanita, yang tetap saja lihai dalam beraksi Kung Fu.
Sinopsis Film Kung Fu Soccer
Film ini melanjutkan animo dari akhir kisah Shaolin Soccer, di tahun 2001 lalu. Saat epilog film, terlihat adegan saat banyak warga tertegun dengan keahlian Shaolin dalam bermain bola. Akhirnya para warga tidak hanya berlatih demi kebugaran saja, tetapi ikut berlatih beladiri kung fu ala Shaolin yang viral. Banyak diantara mereka yang berubah jadi sakti mandraguna.
Dan kini pada film Kung Fu Soccer di tahun 2026, kisahnya pun masih berlanjut. Selain banyak warga yang sudah memiliki keahlian Kung Fu, lapangan sepakbola pun menjadi lahan aksi yang fantastis.
Setiap tim memiliki gimmick Kung Fu, atau bahkan jurus supernatural-nya sendiri. Layaknya kisah Inazuma Eleven, setiap pertandingan sepakbola berubah menjadi aksi gelut yang membahana dan meledak-ledak. Bahkan banyak pemainnya yang sanggup melancarkan jurus magis, demi mendapatkan gol semata.
Begitu banyak gimmick menggila dalam sepakbola, justru tim sepakbola wanita Kung Fu mengalami masalah. Dengan aliran jurus yang masih tradisional, mereka kesulitan untuk memenangkan pertandingan. Karena itu, antara pemain dan pelatihnya Xu Feng (Zhang Yixing), semakin sering bertengkar satu sama lain.
Sanggupkah mereka membungkam seluruh gimmick supernatural sepakbola wanita dengan jurus yang mengalir tradisinya? Jawabannya tentu ada dalam edannya tendangan Tsubasa ala sinema Indonesia.





