![]() |
| Ya, sebat emang enak (TMDB). |
Okeh, setelah dua artikel kesehatan alias penyakit mental yang kentara horornya, saatnya membahas tema yang sama namun lebih santai. Yaitu rasanya gembira dengan sederhana ala sebatang rokok di pagi dan malam hari, dari anime Smoking Behind Supermarket With You (Super no Ura de Yani Su Futari).
Namun, santainya ini akan dilanjutkan dengan membahas anime yang kini sedang viral tayang di Inet, yaitu Yani Neko alias Chainsmoker Cat yang Toxic eweuh dua (luar binasa). Mengapa toxic? karena anime ini berisi banyak adegan jorok (poop and fart joke), dan menggambarkan pula kengerian dibalik Adiksi.
Bagi yang update hingga sekarang, tentu tahu bahwa adiksi adalah bagian dari masalah kesehatan mental. Entah itu keranjingan konten, gim, film, rokok, alkohol, obat-obatan, atau bahkan emosi. Ya, anime bergenre komedi ini adalah parodi sekaligus satire, mengenai kondisi masalah kesehatan mental mengenai adiksi, khususnya pada dunia hiburan yang kini mendunia di Inet.
![]() |
| Sebatang dulu yu (TMDB). |
Filosofi Sederhana Ala Sebatang Rokok
Tetapi sebelumnya, perlu ditelaah dulu dari segi santainya. Dunia hiburan memang memberi kesan santai saat seluruh umat manusia, perlu sibuk grinding sepanjang waktu. Baik itu grind pekerjaan, grind sosial, grind kesan medsos, dan sajabana.
Namun sama seperti istilah bule, yaitu 'take everything in moderation' yang berarti harus dikonsumsi dengan sesuai kadarnya. Nyambung pula dengan peribahasa dari Nusantara, yaitu 'sesuatu yang berlebihan itu tidak baik,' yang berarti sama, yaitu jangan melebihi kadar saat mengonsumsi sesuatu.
Nah karena itu, sebatang rokok memiliki filosofi (nyeleneh) dari penulis. Layaknya saat bangun pagi, lalu bebersih diri, dan melanjutkan santai dengan sebatang rokok dan hangatnya segelas kopi hitam. Dengan duduk santai di teras, lalu memandang ke arah jalan atau taman, dan tanpa memikirkan atau menonton (konten) apapun, santai pun terasa dengan lanjay (lancar jaya).
Sesi seperti ini layaknya 'mengecas energi kehidupan' di pagi hari, karena arah pikiran, pandangan, dan pendengaran hanya fokus pada minum kopi sambil menghirup asap rokok. Sungguh momen santai, tanpa adanya interaksi dengan pikiran atau konten apapun.
Bahkan beberapa psikolog yang ceramah di YouTube sempat menjabarkan, bahkan situasi tanpa rangsangan berlebih (over-stimulation), dapat menyegarkan kondisi mental, pikiran, dan tubuh sekaligus.
Salah satu pendapatnya adalah, seorang manusia beresiko stres jika terlalu banyak ditimpa masalah yang kompleks. Semakin kompleks masalah yang dihadapi, maka dirinya semakin beresiko mengembangkan masalah kesehatan mental.
Karena itu menurut penulis, merokok santai di depan halaman, dan hanya ditemani segelas kopi, adalah momen penting. Baik itu pagi atau sore hari, yang terpenting adalah santai tanpa konten apapun, bahkan dalam pikiran sendiri. Mungkin, akan terasa damai hingga dua jam mendatang, dengan hanya empat batang rokok dan segelas kopi saja.
Teknik ini sesuai dengan arahan seorang psikolog, yang menjabarkan teknik 'Biarkan Anda Merasa Bosan.' Teknik ini membiarkan diri jauh dari konten dari ponsel, atau tontonan dan bacaan jenis apapun.
Seakan mengurangi jumlah terpapar konten, sebatang rokok dan segelas kopi dapat menjadi alternatif untuk melaksanakannya. Tentunya jangan berlebihan, layaknya peribahasa diatas dan resiko gangguan kesehatan lainnya.
![]() |
| Sasaki dan Yamada yang kental asapnya (TMDB). |
Anime Smoking Behind With You yang Sangat Santai
Itulah yang dimaksud pada anime Smoking Behind Supermarket With You, yang menggambarkan santainya kehidupan para perokok. Tokoh utamanya adalah Sasaki (Takuya Sato) yang bekerja kantoran (Salaryman) di bagian Pemasaran. Sasaki seringkali merokok di teras apartemennya yang berada di lantai dua, sebelum berangkat atau baru pulang kerja.
Tentu sesi merokok ini bertambah dengan kehadiran Yamada (Seena Hoshiki), yang mengajak dirinya merokok di bagian gudang Supermarket S. Keduanya pun cukup dekat, yang ternyata menguak kisah romansa tertentu. Walau keduanya terbatas umur, namun didekatkan oleh sebatang rokok saja.
Memang Anime Slice of Life dan Romansa yang sebenarnya, sangat terasa di Nusantara, sejak jaman dulu hingga sekarang. Hehe...
Oh ya, anime Smoking Behind Supermarket with You ini adalah satu dari banyak proyek Studio Ubud, yang berasal dari Surabaya, Indonesia. Saat menonton opening song-nya, penulis salfok dengan banyak nama yang berasal dari Indonesia. Ternyata mereka memang berasal dari Studio Ubud, yang sudah terkenal sebagai studio anime dari Indonesia.
Jadi, para perokok tentu paham dengan anime yang menggambarkan romansa pria dan wanita. Keduanya sama-sama bekerja harian, dengan penyambung sebatang rokok saja. Shoutout bagi banyak pemuda-pemudi yang sempat nongkrong seperti ini (termasuk penulis), baik di masa lampau atau masih hingga sekarang.
![]() |
| Kelima kucing liar (TMDB). |
Karakter Utama dari Yani Neko
Nah, bagaimana jika berlebihan saat mengonsumsinya? Justru itulah yang dimaksud dari anime kontroversial nan toxic berjudul Yani Neko. Walau kisah awalnya lebih menggambarkan fantasi nan kocak mengenai Beastfolk yang berlebihan saat merokok, namun kisah berikutnya lebih ke para pecandu dengan masalah adiksinya. Bahkan latar mereka pun digambarkan layaknya manusia malang, akibat segregasi sosial dan rasisme.
Tentu perlu dicek dari setiap karakternya, yang utamanya berlatar di sebuah kosan. Yanineko (Yuko Natsuyoshi) adalah tokoh utamanya, yang mencandu rokok hingga semua uangnya habis akibat itu saja. Lalu ada Yakuneko (Misako Matsuoka), yang mencandu obat-obatan terlarang. Satu lagi pecandu parah lainnya, yaitu Aruneko (Shiori Izawa) yang mencandu alkohol.
Kansaineko (Ayaka Shimizu) adalah yang paling terlihat dewasa diantara mereka, dan bekerja sebagai stand-up comedian atau pekerjaan apapun di lokasi hiburan. Adapula Hameneko (Yurie Funato), yang bekerja (alias candu juga) sebagai gamer dan streamer (yang toxic).
Nah kelima kucing liar ini digambarkan dengan tepat, mengenai adiksi masing-masing dalam setiap episode animenya. Adapun satu kucing liar yang betulan liar, yaitu Penpenneko (Yu Kobayashi) yang hidup sebagai gelandangan. Namun dirinya memiliki candu tertentu, alias sok bijak saat menanggapi dunia mainstream (ala influencer pecicilan).
Sementara dua manusia yang menghuni kosan ini pun sama anehnya. Satu adalah seorang mangaka doujin yang cukup terkenal (mesumnya), bernama Saori Tatsuno (Riko Akechi) yang memang suka dengan para kucing liar ini.
Lalu ada pemilik kosan, yaitu pria paruh baya bernama Oya Otani (Tetsu Inada). Walau dirinya terlihat paling normal, sebenarnya memiliki minat fetish tertentu kepada para kucing liar.
Terakhir ada satu kucing paling wajar dari semuanya, yaitu adik dari Yanineko bernama Imoko Sato (Rinna Honizumi). Walau paling normal dari seluruh karakter yang ada, namun Imoko memiliki minat yang aneh dengan kakaknya sendiri (dan sulit dijelaskan).
![]() |
| Adiksi yang mengepul asapnya (TMDB). |
Gangguan Adiksi dalam Anime Yani Neko
Nah dari segitu saja, sudah menggambarkan keadaan candu yang jelas dari anime edan ini. Walau kisahnya tergambarkan secara komedi, namun pendekatan manga dari NyanNyan Factory ini memang cukup menyanyat hati.
Selain menggambarkan candu dari setiap karakter utamanya, ternyata masyarakat sebenarnya takut akan potensi para kucing (Beastfolk ini). Buktinya adalah segregasi sosial antara manusia biasa dengan beastfolk, yang tergambarkan dengan tes Bestial Level. Tes khusus para beastfolk ini mengecek tingkat kemampuan mereka, apakah lebih mirip manusia atau hewan.
Para beastfolk memang memiliki kemampuan fisik yang melebihi manusia, yang (mungkin) dapat berbahaya. Semakin mendekati tingkatan hewan, maka seorang beastfolk pun semakin dekat dengan tingkat candu tertentu, akibat kemampuan fisiknya yang tidak terarah.
![]() |
| Yanineko yang santai (TMDB). |
Tingkatan Alfa Ala Yanineko
Lucunya adalah anomali dari Yanineko sebagai penghubung semua karakter ini. Yanineko adalah satu-satunya kucing liar dalam kosan, yang menghabiskan uang demi rokok saja. Sementara dirinya makan dengan mengonsumsi serangga yang ditangkapnya, atau bahkan madu dari sarang lebah di teras kamarnya.
Jadi, tingkatan Yanineko dalam Bestial Level sebenarnya akut dan berbahaya, namun malah merubah kesan dirinya. Dalam dunia hewan (khususnya mamalia), semakin terlihat kuat, maka hewan tersebut berubah status menjadi alfa alias pemimpin dalam kawanannya.
Nah Yanineko yang jarang makan ala manusia, dan selalu santai menanggapi apapun, merubah dirinya menjadi seorang alfa diantara kawanan ini. Status alfa dalam kawanan hewan mana pun, berarti memiliki aura tertentu yang disegani, dan bahkan dinyatakan sebagai pemimpin kawanan (kucing liar).
Karena itu, penggambaran Yanineko yang selalu menarik bagi banyak kucing liar lainnya, termasuk adiknya sendiri yang sudah sangat rapih, adalah akibat tingkatan Bestial dan status yang hampir Alfa dari kebiasaan dirinya.
![]() |
| Kucing liar yang sangat bahagia (TMDB). |
Ironi Dunia Hiburan Ala Yani Neko
Ironi dari semuanya, adalah seluruh kucing liar memiliki adiksi yang berasal dari dunia hiburan. Mirip dengan tema artikel ini mengenai rokok, yang memang bisa dikonsumsi wajar. Namun adiksi dapat berarti akibat alkohol, konten dunia hiburan, obat-obatan dan gim. Setiap kucing liar ini memang menggambarkan konsumsi yang awalnya hiburan semata, menjadi kecanduan yang berbahaya.
Bahkan lagu opening-nya saja, sudah menggambarkan khas dari dunia hiburan. Layaknya fan-service, lagu opening Nanmoee dari Wasureranneyo ini memang kode keras dari dunia hiburan bagi mainstream. Lagunya memang mesum dan kasar, namun menggambarkan bahwa dunia hiburan memang sedramatis itu.
Padahal, tujuan hiburan adalah santai semata, dan sangat berbahagia jika dunia mainstream tetap begitu saja tanpa ikut berubah. Dunia hiburan ingin mainstream tetap santai sambil bahagia, tentu bersama kehadiran konten dari mereka. Coba cek saja dari liriknya, yang banyak diterjemahkan di YouTube.
Namun bagi yang merasa lagu ini terlalu menyebalkan, dapat mengecek satu lagu lain, berjudul Binary Star / Cage dari Sawano Hiroyuki dan Tielle. Maksud kedua lagu sebenarnya sama, namun dengan vibe dan aransemen yang jauh berbeda.
Memang paradoks yang saling berbeda vibe dan penggambarannya, walau bermaksud sama dari dunia hiburan.
Okeh, Sayonara.











