Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Beraksi Ala Jason Statham dalam Mutiny dan Josh Brolin dalam The Dog Stars

Statham yang kini bekerja di lautan (TMDB).

Kombinasi duo film di akhir Agustus pun, semakin brutal dengan kehadiran film Mutiny dan The Dog Stars. Terpaut satu minggu, namun kedua film menyuguhkan adegan mendarah-darah dan mendaging-daging yang kentara. Akibatnya, kedua film pun berating umur tinggi, yaitu D17 (17 Tahun Keatas).

Kedua film (sesuai judul) berisi dua aktor veteran yang terkenal, yaitu Jason Statham dalam Mutiny dan Josh Brolin dalam The Dog Stars. Keduanya beraksi dengan gelut tangan kosong, atau senapan ala film aksi lainnya.

Walau kedua filmnya beradegan brutal, namun animo yang disajikan agak berbeda. Jason Statham beraksi diatas kapal tanker berukuran raksasa, sementara Josh Brolin menjelajah di Colorado AS, demi bertahan hidup dari penyintas lainnya yang lebih brutal. 

Mutiny

Jason Statham kembali beraksi solo dalam film berjudul Mutiny, yang berlatar kisah TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Aksi Jason Statham selalu menarik dengan adegan gelutnya, karena dirinya memiliki Sabuk Hitam dalam KickBoxing. 

Film ini pun memiliki latar dan gelut yang unik, yaitu kapal tanker raksasa dengan segala alat yang ada didalamnya. Berbeda dengan aksi gelut lainnya, latar diatas kapal tanker justru menyediakan adegan yang khas. 

Karakter Cole Reed yang diperankan oleh Statham, terlihat hanya menggunakan pistol saja sebagai senapan. Sementara Reed harus menggunakan gembok atau kait raksasa untuk gelut jarak dekat. Bahkan menggunakan senapan grappling hook, demi menjaga jarak dari para aggressornya.

Memang animo yang unik, sementara kisahnya masih cukup sederhana. Reed sedang melacak keberadaan kapal tanker, yang dapat menguak kematian bosnya sendiri. Walau bekerja sebagai pelaut, namun aselinya Reed adalah seorang pensiunan marinir. 

Kisahnya pun semakin menggila, setelah Reed berhasil menyusup ke kapal tanker, dan menemukan bukti TPPO. Tidak hanya bertahan hidup, tetapi Reed terancam pula oleh pihak lainnya. Kapal marinir yang berpatroli dan sudah mengetahui latar serta operasi Reed di lautan, malah bertindak sendiri dengan mengancam hidup Reed dan tawanan, akibat resiko bom artileri milik mereka.

Ya, memang kisah yang layak diperankan (solo) oleh aktor aksi kawakan Jason Statham, saat banyak aktor aksi (veteran) lainnya sudah pensiun.

Hig dan Bangley yang masih bertahan (TMDB).

The Dog Stars

Untuk film berikutnya, The Dog Stars berlatar sineas perfilman yang lengkap dan terkenal. Diadaptasi dari karya novel berjudul sama di tahun 2012, hasil tulisan Peter Hellen ini disutradarai oleh Ridley Scott pada tahun 2026.

Scott sebagai pemilik waralaba Alien ini, memang seringkali menyutradarai film aksi terkenal dan epik. Contohnya adalah Gladiator (2000), Black Hawk Down (2001), Kingdom of Heaven (2005), Body of Lies (2008), dan Robin Hood (2010). 

Walau berlatar film aksi, namun kisah perjalanan tokoh utamanya justru menarik. Bahkan hingga kisah drama yang menyayat hati, atau menyuguhkan dunia brutal dan para karakter di dalamnya. Jadi filmnya terisi dengan lengkap, daripada sekedar aksi gelut dan tembak-menembak saja.

Kali ini dengan The Dog Stars, Scott kembali menyutradarai film yang unik. Dunia hasil rekayasa Peter Hellen ini pun diadaptasi dengan ciamik, seperti dalam cuplikannya. 

Kisahnya berkutat pada Hig (Jacob Elordi), Bangley (Josh Brolin), dan Cima (Margaret Qualley), yaitu trio penyintas yang mencoba bertahan di AS, dengan kondisi luluh lantak akibat terjangan wabah mematikan. 

Kisah ini sekilas mirip dengan Doomsday (2008), dimana seluruh negara Skotlandia terjebak virus mematikan. Namun masih banyak carrier virus (pasien terinfeksi yang imun) di Skotlandia, yang bertahan hidup seadanya namun brutal, karena seluruh infrastruktur negara dihentikan. Bahkan di lokasi perbatasan antara Inggris dan Skotlandia, dibangun dinding tinggi demi menghalau infeksi virus Reaper ini. 

Mirip dengan kisah Doomsday, namun film The Dog Stars berlatar sepenuhnya di AS, khususnya di Colorado. 

Sempat hidup sendirian di hangar kapal setelah AS hancur akibat serangan wabah, Hig berhasil bertemu dengan Bangley dan Cima di kemah penyintas. Namun masalah masih terus berdatangan, dengan suplai yang kian menipis. Pesawat kecil yang dioperasikan oleh Hig, menjadi jalan untuk mencari lebih banyak pasokan. 

Para korban terinfeksi yang brutal dan cerdas layaknya manusia, menjadi ancaman utama bagi para penyintas. Sanggup mengoperasikan kendaraan dan senapan, korban terinfeksi memang lebih berbahaya dari manusia biasa. Trio ini pun harus bertahan hidup dengan membabi-buta, diantara horornya para manusia yang sudah 'berubah' ini.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece