![]() |
| Ben yang sudah terlihat mengerikan (TMDB). |
Akhirnya, film horor dari ranah Hollywood yang berbeda, tiba juga di sinema Nusantara, berjudul Primate alias primata. Kini, sineas perfilman Hollywood masih sanggup berkreasi baru, dengan plot diteror hewan peliharaan sendiri.
Ya, film Primate ini memang mengisahkan sebuah animo film lama, yang berkutat pada serangan binatang liar, dengan segala keganasannya. Namun, di film ini lebih mengacu pada binatang peliharaan sejenis simpanse, yang terjangkit rabies dan meneror pemiliknya sendiri.
Memang, film ini mengacu pada satu isu sosial, saat seekor hewan peliharaan rumahan, yang dapat terjangkit penyakit berbahaya rabies, lalu menularkannya pada manusia di sekitarnya.
Terlebih lagi, hewan tersebut adalah simpanse, yang bernalar tinggi, dengan fisik melebihi manusia. Banyak penelitian oleh ilmuwan, yang menunjukkan bahwa kepadatan dan jumlah jaringan otot kera, ternyata melebihi manusia, sehingga lebih kuat dalam beraktifitas fisik.
Sedikit Info tentang Rabies
Wacananya, adalah setiap hewan peliharaan rumah perlu divaksin virus Rabies, demi mencegah hilangnya nyawa hewan tersebut, serta manusia disekitarnya.
Menurut Biofarma, rabies disebabkan oleh infeksi virus lyssavirus yang menular melalui air liur, gigitan, atau cakaran hewan terinfeksi. Hewan yang menularkan virus ini contohnya adalah anjing, kelelawar, kucing, dan kera. Manusia pun dapat tertular virus ini dari hewan, walau tidak menular ke manusia lainnya.
Untuk mencegahnya, diperlukan vaksinasi hewan bersama manusianya, karena resiko virus tertular dari hewan liar lebih tinggi daripada hewan peliharaan. Pada hewan pun, terdapat dua tipe gejala, yaitu tipe ganas atau paralitik, seperti dilansir dari KlikDokter.
Pada tipe paralitik, justru penderitanya akan paralisis atau lumpuh. Justru gejala sebaliknya pada tipe ganas, penderitanya akan hiperaktif, agresif, dan mudah marah. Karena itu, banyak film horor (zombie khususnya), menggambarkan infeksi virus ini, lalu menjadi buas seketika.
Padahal, masa inkubasi virus rabies sangat bervariasi. Penderita mengalami gejala, antara dua hingga tiga bulan, atau satu minggu hingga satu tahunnya. Semuanya, tergantung dari faktor lokasi gigitan, serta jumlah virus yang masuk.
Nah, tampaknya film Primate ini mengisahkan seekor simpanse peliharaan, yang lupa tidak divaksin virus rabies, namun telah terjangkit lama tanpa adanya gejala. Karena itu begitu film baru dimulai, langsung mengacu pada horornya.
Sinopsis Film Primate
Lucy (Johny Sequoyah) adalah seorang mahasiswi, yang baru saja pulang ke lokasi rumahnya di Hawaii. Sambil pulang, dia mengajak pula beberapa teman kuliahnya untuk berkunjung.
Setelah tiba, Lucy mengenalkan hewan peliharaannya yang bernama Ben, yaitu seekor simpanse yang sudah terlatih. Lucy menyatakan, bahwa Ben telah diadopsi sejak kecil, sehingga cukup jinak dan cekatan.
Namun suatu malam saat Ben tengah tidur, sedikit celah di sisi kandangnya menyebabkan hewan pengerat kecil menerobos masuk. Ben terluka akibat gigitan hewan tersebut, dan melarikan diri dengan masuk ke dalam rumah.
Tidak berapa lama, gejala rabies ganas pun muncul dalam diri Ben, yang mulai meneror seisi rumah. Seluruh manusia yang tinggal, termasuk diantaranya Lucy, sulit dalam menghadapi kepintaran dan buasnya Ben.
Sanggupkah mereka selamat dari kejaran Ben? Atau berakhir begitu saja dan terjangkit rabies? Adakah yang mampu menghalau masalah penyakit serius ini?
Jawabannya tentu ada di keragaman virus hayati ala sinema Indonesia.








