30 Mei 2025

Jackie Chan Kembali di Film Karate Kid: Legends

Ben Wang, Jackie Chan dan Ralph Macchio yang sudah melegenda (IMDB).

Jackie Chan kembali membintangi film di usia senjanya. Legenda kungfu dari China ini, membintangi kembali waralaba film Karate Kid di tahun 2025, dengan sub judul Legends. 

Dilansir dari IMDB, Jackie Chan sempat membintangi film Karate Kid pada tahun 2010 lalu sebagai Mr. Han, bersama Jaden Smith yang merupakan anak bintang besar Hollywood, Will Smith. Karate Kid tahun 2010 lalu bahkan berlatar belakang di China, yang notabene adalah rumah Jackie Chan, sekaligus asal muasal banyak teknik bela diri terkenal.

Kali ini, Jackie Chan akan berkolaborasi dengan pemain bintang utama warabala film Karate Kid, yaitu Ralph Macchio. Dia berperan di seluruh trilogi asli Karate Kid (1984, 1986, 1986) sebagai tokoh utamanya, yang bernama Daniel LaRusso. Sebelumnya, Ralph Macchio sempat kembali ke waralaba ini dengan serial televisi Cobra Kai (2018 s/d 2025), dan tentu sebagai karakter Daniel LaRusso.

Kali ini, tokoh utama mudanya adalah Li Fong yang diperankan oleh Ben Wang, dan mengambil latar kembali di New York, Amerika Serikat. Teknik bela diri pun kembali sesuai dengan nama Karate, tidak seperti Kungfu pada film 2010 lalu.

Memang pada trilogi asli Karate Kid, karakter Daniel LaRusso dilatih oleh seorang ahli bela diri Karate dari Jepang, bernama Mr. Miyagi yang diperankan oleh almarhum Pat Morita.

Sinopsis Film Karate Kid: Legends

Li Fong (Ben Wang) adalah seorang remaja ahli beladiri yang baru pindah ke New York, Amerika Serikat. Ibunya mendaftarkan dia ke sekolah baru yang bergengsi, dan berhasil mendapatkan kawan baru.

Namun, kedekatan dia dengan seorang gadis, menyebabkan juara karate lokal tidak ikhlas. Li yang tidak ingin dirundung, akhirnya mencoba untuk belajar karate untuk membela diri. Padahal, karate bukanlah teknik bela diri keahlian miliknya.

Dalam perjalanan mempelajari karate, sekaligus ingin memenangkan kompetisinya, Li bertemu dengan Daniel Larusso (Ralph Macchio), yang terkenal sebagai Karate Kid legendaris. Tidak hanya itu, Li dibantu pula oleh Mr. Han (Jackie Chan), seorang ahli kungfu dari China dengan kata-kata bijaknya. Kedua veteran bela diri tersebut membantu Li dalam mengembangkan teknik karate, yang tercampur unik dengan keahlian aslinya, demi memenangkan kompetisi.

Saat ini, Karate Kid: Legends sedang tayang di banyak adu gelut dan beladiri ala sinema Indonesia.

22 Mei 2025

Gareth Edwards Menyutradari Film Jurassic World Rebirth

 

Entah T-Rex atau siapa pula yang mangap (IMDB)

Film dinosaurus telah kembali lagi di 2025 ini, dengan waralaba film Jurassic berjudul Jurassic World: Rebirth, yang akan dirilis awal bulan Juli mendatang.

Setelah trilogi film Jurassic World (2015, 2018, 2022) yang cukup aneh dari segi cerita, film ketujuh dari waralaba ini tampaknya akan mengembalikan sisi horor dikejar dinosaurus. 

Dilansir dari IMDB, sutradara ternama yang khas dengan film efek dan monsternya, Gareth Edwards turun untuk memimpin produksi Jurassic World: Rebirth. Edwards sempat menyutradarai beberapa film terkenal dengan sinematografi yang berbeda, contohnya adalah film Monsters (2010), Godzilla (2014), Rogue One: A Star Wars Story (2016), dan The Creator (2023).

Seluruh film yang dijabarkan memang khas gaya Gareth Edwards, yang sebelumnya bekerja sebagai bagian dari tim efek spesial film. Visualnya lebih berfokus pada skala monster atau dunianya, dengan sentuhan sudut pandang horor para karakter filmnya.

Tidak hanya menggandeng Gareth Edwards, film ini membawa dua nama terkenal dari waralaba pahlawan super Marvel. Satu diantaranya adalah Scarlett Johansson, yang terkenal sebagai Black Widow dari Avengers.

Satu lainnya adalah Mahershala Ali, yang akan berperan sebagai karakter vampir berkulit hitam, yaitu Blade, yang hingga kini belum ada kabar pastinya dirilis. Wajah Ali tentu cukup familiar, karena dia sempat berperan di film Alita: Battle Angel.

Sinopsis Film Jurassic World: Rebirth

Cuplikan film kedua dari Jurassic World: Rebirth dimulai saat situasi darurat di laboratorium Jurassic. Sebuah sangkar dengan label D-Rex menjebak seorang ilmuwan, dengan sebuah cakar raksasa muncul di belakangnya.

Lalu cuplikannya pindah ke adegan lain, dimana Zora Bennet (Scarlett Johansson) dan kelompoknya tengah dikejar oleh T-Rex, yang sanggup berenang layaknya buaya modern.

Adegan selanjutnya lalu memunculkan beberapa jenis dinosaurus lainnya, yaitu berbagai jenis sauropod (berkaki empat), pterosaurus (memiliki sayap dan terbang), dan reptil laut lainnya.

Tidak hanya mahluk purba yang telah terklasifikasi, terdapat satu anomali yang dengan suka cita memburu kelompok Duncan Kincaid (Mahershala Ali). Mahluk tersebut adalah D-Rex, yang sanggup terus mengejar mereka tanpa alasan berburu makanan.

Satu yang membedakan film ini, adalah tujuan para karakter untuk kembali ke pulau penuh dinosaurus. Mereka tengah mencari DNA dari tiga jenis mahluk purba, demi melancarkan perkembangan medis di institusi asalnya.

Bagaimanakah serunya petualangan baru di taman Jurassic ini? Jawabannya tentu ada di keragaman hayati pra-sejarah ala sinema Indonesia.

21 Mei 2025

Lilo & Stitch Direka Ulang Bersama Aktor Nyata

 

Stich dan Lilo (IMDB).

Disney tampaknya sedang semangat untuk memproduksi ulang seluruh karya film animasinya. Setelah film The Little Mermaid (2023) dan Snow White (2025) lalu, kali ini filmnya berjudul Lilo & Stitch.

Tahun 2002 lalu, Lilo & Stitch sempat meramaikan dunia animasi Disney, karena satu karya yang menggambarkan tokoh karakter dari beda budaya, khususnya dari Hawaii. Memang, banyak animasi Disney berasal dari cerita dongeng Eropa atau Amerika.

Lilo & Stitch tahun 2002 pun termasuk salah satu animasi Disney yang sukses. Diproduksi dengan dana 80 juta Dolar AS, film ini meraih pendapatan sebesar 273 juta Dolar AS dari seantero dunia. Lilo & Stitch bahkan sempat dinominasikan sebagai film animasi terbaik oleh Oscar Academy Awards, walau akhirnya kalah oleh Spirited Away dari studio Ghibli, Jepang. Namun, banyak penghargaan lain yang diraih oleh film ini dari kritikus AS.

Dilansir dari IMDB, di tahun 2025 ini, kisah alien berwarna biru kembali meramaikan sinema sedunia. Chris Sanders yang mengisi suara Stitch, kembali memerankan alien berwarna biru ini. Tia Carrere yang mengisi suara kakaknya Lilo pun turut berandil di film ini, walau berbeda karakternya.

Bagi yang penasaran dengan versi karakter dan latar yang nyata di film reka ulang Lilo & Stitch, coba cek sinopsis filmnya yang tengah tayang di dunia sumringah ala sinema Indonesia ini.

Sinopsis Film Lilo & Stitch

Cuplikan filmnya dimulai di luar angkasa, tepatnya dalam sebuah kapal antariksa yang sedang terbang dekat planet Bumi. Seorang alien tengah mencoba melarikan diri dari kapal tersebut. Setelah berhasil mencuri sebuah kapal kecil berwarna merah, alien biru tersebut akhirnya selamat dari kejaran banyak kapal lainnya. Alien biru pun jatuh di bumi, tepatnya di kepulauan Hawaii.

Saat menabrak daratan, seorang gadis kecil bernama Lilo (Maia Kealoha) melihat kilauan cahaya dari kapal tersebut. Lilo menganggapnya sebagai meteor jatuh, yang berarti permintaannya akan terkabul. Alien biru yang dianggap anjing liar tersebut akhirnya ditemukan oleh Lilo di penangkaran hewan. Dengan diberi nama Stitch (Chris Sanders), keduanya menjadi teman dekat.

Walau sanggup bertingkah layaknya anjing, Stitch yang memang aslinya adalah seekor alien liar, dan sering membuat keonaran. Kakaknya Lilo, Nani (Sydney Agudong) pun sering kewalahan dalam menghadapi kenakalan Stitch.

Stitch pun sempat sadar dengan kenakalan dirinya, dan Lilo memberitahu istilah Ohana kepadanya. Dengan memaafkan kesalahan Stitch, Lilo menjabarkan bahwa Ohana berarti keluarga.Menurut Lilo, mereka berdua adalah anggota keluarga, dan tidak perlu sempurna. 

Akankan persahabatan dua dunia yang berbeda tersebut bertahan lama?

17 Mei 2025

Film Kaum WIBU, Colorful Stage! The Movie: A Miku Who Can't Sing

 

Hatsune Miku yang jongkok dibawah posternya sendiri (TMDB).

Bagi yang kini sedang terpukau dengan kecerdasan buatan (AI), tentu tahu serumit apa mahluk tak fana ini. Banyak orang menganggap AI sebagai tingkat baru sebuah inovasi teknologi. Apalagi dari segi fiksi, banyak film, novel atau karya lainnya yang menggambarkan bahwa AI adalah mahluk yang cukup kuat. Mereka sanggup menggantikan peran manusia, atau bahkan menguasainya.

Ternyata, sebelum jaman dimana kecerdasan buatan sedang ramai di tahun 2020-an ini, ada mahluk rekayasa lain yang sudah membuat ramai. Khusus kaum wibu, mahluk imut ini bernama Hatsune Miku. Pada tahun 2007 lalu, mesin rekayasa suara bernama VOCALOID2 merilis karakter bernama Hatsune Miku. Diisi suaranya oleh Saki Fujita, Miku bukanlah seorang AI. Dia diperankan langsung oleh Fujita, dengan bantuan mesin rekayasa VOCALOID

Dengan tampilan khas dua dimensi ala anime, Miku meramaikan dunia anime Jepang dengan debutnya sebagai seorang idola. Miku hasil karya Crypton Future Media Inc. memang sanggup menyanyi dan konser langsung dihadapan ribuan penggemarnya. Jepang pun memiliki idola baru yang unik, yaitu seorang penyanyi dengan avatar berbentuk anime. Memang, Jepang sudah memiliki animo yang kuat, dengan banyaknya penggemar anime dan pengisi suaranya.

Tidak hanya di Jepang, Hatsune Miku sempat viral di seluruh dunia. Padahal pada jaman tersebut, para streamer terkenal belum begitu bermunculan di internet. Di jaman ramainya Vtuber ini, Hatsune Miku adalah idola perintis yang memulai ini semua. Bahkan ada kemungkinan, tanpa Hatsune Miku dan VOCALOID, dunia penyiaran internet tidak akan seramai sekarang. 

Suara rekayasa Hatsune Miku sudah diperbaharui beberapa kali, tepatnya saat VOCALOID 3 dan 4 dirilis. Kedua mesin rekayasa tersebut sudah diisi dengan beberapa aksen dan kata dari bahasa lain, contohnya Inggris dan Mandarin.

Kali ini, Saki Fujita merekam suaranya sendiri tanpa bantuan Vocaloid, untuk pertama kalinya dalam 17 tahun karir Hatsune Miku. Saki Fujita akan berperan sebagai Hatsune Miku di film Colorful Stage! The Movie: A Miku Who Can't Sing.

Sesuai dengan judul filmnya, avatar Hatsune Miku ternyata sanggup masuk ke dunia nyata, namun tidak bisa menyanyi sama sekali. Dengan bantuan musisi dari Shibuya, Miku mencoba berlatih kembali agar bisa meraih hati para penggemar musik Jepang.

Film Colorful Stage! The Movie A Miku Who Can't Sing kini sedang tayang di banyak bioskop Indonesia, yang sudah terkenal akan kombo Nerd, Geek, Otaku, dan Wibunya sekaligus (P).

Oh ya, karena saya penggemar manga One Piece, dan semenjak menonton film One Piece: Red yang berisi Uta serta lagu latar dari penyanyi Ado, saya pun langsung menjadi fans penyanyi ber-avatar anime ini.

Ya, Ado adalah penerus lainnya dari animo penyanyi berlatar anime. Bagi yang suka lagu banger, dan walau tidak begitu memahami anime One Piece, layak untuk mengecek lagi dari penyanyi Idola Jepang bernama Ado.

Film Horor Korea, Holy Night: Demon Hunters

 

Entah jurig mana yang terbakar kali ini (IMDB).

Bagi penggemar film horror, kisah mengerikan dimana tokohnya berjibaku agar selamat, adalah hal yang biasa. Namun, jarang sekali ada film horor dimana tokohnya dapat melawan balik. 

Nah, bagaimana jika tokohnya adalah seorang ahli paranormal, yang sanggup melawan musuh supernatural? Tentu dengan sedikit bumbu aksi, film horor bisa menjadi hiburan tersendiri yang berbeda.

Kisah aksi melawan mahluk dari dunia lain ini, coba diangkat di film dari Korea Selatan, Holy Night: Demon Hunter. Penggemar film tentu tahu kualitas aksi dan efek yang disajikan dari sineas perfilman Korea, yang khusus film ini, sudah tayang sejak 7 Mei lalu di Indonesia.

Kali ini, Ma Dong-seok kembali menjadi tokoh utama. Dengan sosoknya yang tinggi, tegap dan besar, Dong-seok akan beraksi lagi di film ini. Tidak hanya sebagai aktor, Dong-seok ikut menulis naskah film Holy Night: Demon Hunter.

Dilansir dari IMDB, bagi penggemar film pahlawan super Marvel, Deong-seok pasti menjadi sosok yang cukup dikenal. Sebelumnya pada tahun 2021 lalu, Dong-seok sempat mengisi fim Eternals.

Ada pula Seo Hyun, yang merupakan anggota Girls' Generation alias SNSD. Kehadiran Seo Hyun dapat menyegarkan rasa kangen bagi para penggemar lagu dansa Korea, di film horor ini. 

Sinopsis Film Holy Night: Demon Hunters

Ibukota Seoul, Korea Selatan sedang mengalami kekacauan. Banyak organisasi kriminal dan anggotanya, malah beralih menjadi mahluk supernatural yang tidak masuk diakal. Banyak diantara mereka memiliki kemampuan merubah kondisi mistis di areanya, sekaligus jauh lebih kuat dari manusia biasa. Mereka mendapatkan kekuatan tersebut dengan menyembah para Setan. 

Hal itu membuat panik para anggota Kepolisian Seoul. Akhirnya, aparat mencoba menghubungi trio pemburu setan. Ba Woo atau Don Lee (Ma Dong-seok) adalah anggota pemburu yang terkenal akan kemampuan fisiknya. Don Lee bergabung bersama Sharon (Seo Hyun), yang mampu mendeteksi keberadaan setan sekaligus mengusirnya. Kim-kun (Lee Da-wit) adalah anggota terakhir, yang berperan sebagai pendukung teknis.

Ketika seorang dokter bernama Jung-won meminta mereka untuk menyembuhkan saudarinya, tidak disangka ketiganya harus berhadapan dengan mahluk yang jauh lebih kuat, daripada yang biasa mereka lawan selama ini.

Bagaimana kisah akhirnya dunia perjurigan ala Korea Selatan ini? Bagi yang masih penasaran walau belum melayang-layang, perlu menyaksikannya ala keramatnya dunia sinema Indonesia.

Film Tawuran, Pengepungan di Bukit Duri

 

Jakarta yang rusuh akibat tawuran massal (TMDB).

Pernahkan segitu bandelnya hingga ikut tawuran pas masih sekolah? Pernahkan ikut balapan malam hari sambil cari lawan atau cari korban sekalian? Apakah lebih memilih perang geng di seri gim Grand Theft Auto? Atau lebih membumi lagi dengan gim buatan Indonesia, Troublemaker? Kalau penulis sih, lebih memilih gelut di Moba ponsel saja, cukup.

Nah, di bulan Mei 2025 ini, Indonesia akhirnya merilis film khas gelut ala The Raid (2011, 2014), berjudul Pengepungan di Bukit Duri. Kali ini, lebih menceritakan kisah perang tawuran antar anak sekolah dan kerusuhan antar ormas yang biasa kita dengar.

Kali ini, Joko Anwar sebagai penulis naskah film kawakan, menyutradarai dan menulis film ini. Dengan pengalamannya sebagai penulis naskah selama 20 tahun terakhir, coba kita cek bagaimana film ini mengangkat isu sosial di Indonesia.

Dilansir dari IMDB, bagi yang kangen dengan karya Melly Goeslaw, coba dengarkan lagu Terima Kasih Guruku, yang menjadi lagu tema film berdurasi hampir 2 jam ini.

Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri

Edwin (Morgan Oey) adalah seorang guru, yang sedang melakukan perjalanan se-Jakarta. Sebelum memulai perjalanan tersebut, Edwin berjanji kepada kakak perempuannya yang sedang sekarat, untuk menemukan anaknya yang hilang. Misi pribadi tersebut menyebabkan Edwin sering pindah sekolah, tempat dirinya mengajar.

Hingga dia berada di suatu sekolah di Jakarta Timur, pada tahun 2027. Sekolah tersebut adalah lokasi khusus anak nakal yang brutal, dan rajin tawuran. Berbekal kemampuan bela diri, Edwin mencoba berani agar tidak mudah diintimidasi oleh muridnya sendiri. Keberanian Edwin justru membuat khawatir Diana (Hana Malasan), yang menganggap Edwin hanya mencari masalah, dan menciptakan resiko bahaya bagi dirinya.

Namun, situasi menjadi sangat berbahaya akibat gejolak lain di sekitar sekolah. Banyak warga berseteru dan menyebabkan kerusuhan. Saking rusuhnya, media berita nasional pun terus memantau keadaan tersebut. Tidak hanya keadaan di pusat kota dan jalan raya, sekolah pun menjadi salah satu target.

Murid-murid bengal yang dendam pada sekolah, khususnya kepada Edwin yang terkenal berani, merangsek masuk ke sekolah dan membuat rusuh dengan senjata yang mereka bawa. 

Sementara Edwin, Diana, dan beberapa murid lainnya masih terjebak di dalam sekolah, dan harus bertahan diri dari kejaran murid bengal. Keadaan di luar yang sama bahayanya, menyebabkan mereka tidak sanggup melarikan diri.

Film Pengepungan di Bukit Duri kini sedang tayang di banyak lahan tawuran ala sinema Indonesia.