01 April 2026

Menjaga Selat Malaka dari Serangan Bajak Laut Ala Film Hostage's Hero

KRI Karel Satsuitubun yang dipimpin oleh Letkol Taufiq (TMDB).

Okeh, sekarang saatnya membahas film aksi dari Indonesia, berjudul Hostage's Hero, yang tayang di sinema dengan rating umur R13 (alias remaja keatas). 

Setelah banyak film aksi di tahun 2025 kemarin, film bersama Donny Alamsyah ini akhirnya menyusul juga, dengan perbedaan dari segi aksinya. Sebelumnya di bulan Oktober tahun lalu, Donny Alamsyah mengisi film Badik yang kentara adegan aksi ala beladiri silat Nusantara. 

Namun di film Hostage's Hero ini, justru tidak banyak melampirkan adegan gelut beladiri tangan kosong. Terlihat pada cuplikannya, adegan yang disajikan berlatar operasi militer dari penjaga perbatasan lautan Indonesia, daripada langsung gelut saja. Tampaknya film Indonesia mulai mengarah ke animo semacam ini, apalagi dengan presiden saat ini yang berlatar Militer ala Prabowo.

Film (latar moderan) semacam ini memang sudah dimulai tahun kemarin, sejak dirilisnya film Believe: Ultimate Battle pada bulan Juli. Sementara aktor lainnya yang sudah memiliki studio sendiri, Iko Uwais meramaikan animo ini dengan filmnya berjudul Timur pada bulan Desembter tahun lalu. Kedua film masih menyertakan adegan gelut beladiri ala silat dan militer Nusantara. Tetap berbeda dengan keduanya, film Hostage's Hero ini lebih mengedepankan operasi marinir yang lengkap dengan senapannya. 

Lokasinya pun cukup berbeda, yaitu di Selat Malaka sebagai perbatasan Indonesia dan Malaysia. Walau begitu, justru perlu diingat bahwa kisah konflik di lautan Indonesia cukup jarang terjadi. 

Lebih sering mendengar kabar (dari berita), bahwa masalah perbatasan adalah nelayan nakal dari negeri seberang, yang mencari ikan terlalu jauh hingga melewati perbatasan negara. Mereka pun tidak diberi hukuman berlebih. Nelayan yang notabene adalah warga biasa, hanya ditawan lalu dikembalikan ke negaranya. Kadang, kapal nelayan disita hingga dihancurkan, sebagai bentuk hukuman bagi yang melanggar perbatasan negara.

Film Hostage's Hero ini lebih realistis dari segi penggambaran operasi marinirnya. Memang, berfokus pada hebohnya bajak laut (fiktif) saat menyergap dan menyandera kapal dagang dan tanker di perbatasan. 

Sementara anggota operasi marinirnya, perlu bernegosiasi atau buru sergap, sesuai dengan aturan zona laut internasional. Mungkin efek spesialnya belum sekelas film luar negeri, namun patut dicoba juga, karena Indonesia bukan hanya beladiri silat saja.

Sinopsis Film Hostage's Hero

Letkol Taufiq (Donny Alamsyah) adalah seorang petugas Angkatan Laut (AL) yang baru pindah tugas. Kini Letkol Taufiq perlu bertugas di markas militer perbatasan Sumatera dan Malaysia, dengan memimpin kapal laut KRI Karel Satsuitubun. Zona laut di Selat Malaka ini sedang panas dengan pembajakan laut kapal tanker, oleh pihak kriminal yang ternyata cukup lihai.

Hingga suatu hari, para bajak laut akhirnya menyergap dan membajak kapal MT Pematang Tanker. Seluruh awak kapal berhasil disandera, sementara proses negosiasi dari pihak Indonesia masih gagal. Letkol Taufiq bersama petugas Karel Satsuitubun, perlu masuk dan memburu-sergap seluruh anggota kriminal.

Ternyata para kriminal ini cukup beringas dalam melawan balik. Tidak hanya brutal saat melawan anggota AL Indonesia, namun cukup tega untuk membasmi sanderanya satu-persatu, demi mengamankan posisi dan potensi cuan mereka.

Sanggupkah Letkol Taufiq menyelamatkan sandera bersama kapal tanker Pematang? Jawabannya tentu dapat diramaikan ala aksi militer sinema Indonesia.

Mustahilnya Misi Antariksa Dalam Film Project Hail Mary

Grace yang sendirian dalam pesawat antariksanya (IMDB).

Sekarang saatnya membahas film yang dirilis awal April tahun ini, yang sangat kuat dengan genre Sains-Fiksinya, berjudul Project Hail Mary. Film yang tayang di sinema Indonesia dengan rating R13 ini, memang mengacu pada misi antariksa yang heboh, sekaligus ramai efek spesial nan canggih pada setiap adegannya.

Sebelum membahas film ini, perlu dicek terlebih dahulu novel asli yang diadaptasi sebagai sinematografinya. Film Project Hail Mary mengadaptasi novel berjudul sama, hasil karya novelis Andy Weir. Mungkin masih ada yang mengingat, bahwa novelis ini sempat diadaptasi pula karya lainnya, berjudul film The Martian. Film tahun 2015 ini dibintangi oleh aktor kawakan Matt Damon, yang mengisahkan karakter Watney saat terjebak sendiri di planet Mars dan sama sekali tanpa bantuan komunikasi dengan Bumi.

Nah, Project Hail Mary mirip dengan kisah tersebut, yaitu satu karakter manusia yang terjebak sendirian di antariksa. Terlihat dalam cuplikannya, Ryland Grace (Ryan Gosling) sedang sendirian saat di antariksa, demi misi kemanusiaan. Tapi berbeda dengan karakter Watney di The Martian, Grace bukan berlatar seorang kosmonot, astronot, atau ahli antariksa manapun. Grace adalah ahli biologi molekular, yang bekerja sebagai guru di sekolah. 

Kisah yang terasa isekai dari latar karakternya ini, mirip dengan kisah film epik terdahulu, berjudul Armageddon (1998). Film yang dibintangi oleh Bruce Willis dan banyak bintang Hollywood masa tersebut, mengisahkan pekerja kilang minyak. Karena keahlian mereka untuk mengebor dalamnya tanah di tengah samudera, menyebabkan mereka direkrut untuk mengebor komet yang hampir jatuh ke bumi. Terasa beda memang, karena tidak berlatar para ahli antariksa.

Tentu bagi yang sempat menonton film berisi Ryan Gosling, aktor serba bisa ini sudah melanglang buana di perfilman Hollywood sejak pertengahan 2010an lalu. Berbagai karakter unik sempat diperankan olehnya, seperti Sebastian di film La La Land (2016) yang musikal, lalu sebagai Replicant bernama K di Blade Runner 2049 (2017) yang melodramatik, hingga menjadi karakter Ken dalam film boneka Barbie (2023) bersama Margot Robbie. Ryan memang aktor yang memilih film serta karakter unik, sehingga tiap filmnya cukup mudah dikenang.

Oh ya bagi yang ingin menontonnya, perlu menyiapkan waktu berlebih. Film ini ternyata berdurasi sekitar 150 menit, alias dua setengah jam!

Sinopsis Film Project Hail Mary

Ryland Grace (Ryan Gosling) adalah seorang guru di sekolah dasar. Walau dirinya memiliki pekerjaan utama sebagai ilmuwan biologi molekular, namun justru semangatnya adalah mengajar di kelas bersama anak-anak.

Hingga suatu hari seorang komandan dari NASA bernama Eva Stratt (Sandra Huller), merekrut Grace untuk sebuah misi antariksa. Keahlian dirinya dalam biologi molekular sangat dibutuhkan, untuk 'menyembuhkan matahari yang terinfeksi.' Bencana yang sangat mencengangkan, karena banyak bintang di seluruh galaksi Bima Sakti terinfeksi oleh 'penyakit' ini. Jika bintang, khususnya matahari di tata surya ini gagal 'disembuhkan,' maka sumber cahaya ini akan mati dan bencana yang menghancurkan seluruh alam semesta langsung terjadi.  

Sementara Grace yang kurang memahami antariksa, menolak mentah misi tersebut. Dirinya meminta untuk para ahlinya untuk turun langsung, sementara dirinya pasrah saja di bumi. Namun, Grace terpaksa menuruti misi sejauh jutaan tahun cahaya ini, demi meneliti sistem tata surya yang mataharinya tidak terinfeksi sama sekali.

Grace yang baru bangun dari cryosleep pun terjebak sendirian di tengah antariksa. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seekor ras alien, yang berada di suatu kapal tanpa awak. Alien tersebut menjadi teman perjalanan dirinya, hingga mencapai tata surya yang ditujunya.

Sanggupkah Grace menyelamatkan diri serta seluruh dunia? Jawabannya tentu ada di megahnya antariksa ala sinema Indonesia. 

30 Maret 2026

Memahami Teater sebagai Ekspresi Sosial Hingga Kajian Perfilman

 

Ilustrasi seni panggung Teater dan Film (Freepik).

Mengacu pada Hari Teater Boneka (21 Maret), lalu Hari Teater Sedunia (27 Maret), hingga hari Film Nasional di tanggal 30 Maret, maka artikel ini akan membahas setiap tanggal pentingnya. Artikel dilansir dari Britannica sebagai sumber utama ensiklopedia, dengan sedikit tambahan dari penulis.

Khusus untuk Hari Teater Boneka, penulis perlu mengacu pada artikel Wayang dari Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Karena perkembangan Wayang sebagai teater boneka sejak abad 15 lalu, setelah sebelumnya diadaptasi dengan cerita dari India, maka perkembangannya tentu akan berbeda dengan referensi internasional.

Sementara untuk teater, penulis tidak menulis mengenai versi tradisional dari Nusantara. Tentu, karena penulis mengarahkan artikel menuju konsep blog yang lebih sesuai, yaitu perkembangannya menuju ke arah perfilman. 

Film memang menjadi bahasan utama dalam blog ini, dan sama seperti konsep dasar teater, menyajikan karakter dengan berbagai akting ala aktor-aktrisnya, yang sesuai dengan penggambaran cerita apapun, khususnya keadaan sosial saat ini (selain fantasi). Maka, banyak teater atau film diartikan dengan istilah 'produk dari masanya,' alias langsung mengacu ke jaman dirilisnya karya seni tersebut.

Teater sebagai Ekspresi Sosial

Di banyak konteks, variasi aspek kemanusiaan dianggap penting dan difokuskan sebagai representasi teater di negara Barat. Banyak drama jaman Renaisans, fokus pada khas tiap karakternya. Sementara di abad 17, masih terbatas filosofi dan latarnya, yang karakternya yang tidak disajikan ala mahluk dengan status unik. Melainkan, seseorang yang beradaptasi dan bermotivasi pada lingkungan masyarakatnya. Di akhir abad 17, seni teater memfokuskan pada tema yang mengerucut, dan sesuai dengan target masyarakatnya.

Pada awal abad 19, teater Eropa telah menjadi bagian dari hiburan warga kelas menengah, sama seperti tujuan sebelumnya pada kelas aristokrat. Walau begitu, seorang aktor tidak hanya berbekat, namun dapat berbicara baik dan berpakaian bagus. Banyak seni panggung yang sukses di Eropa, berisi karakter yang berposisi sosial baik, dengan mengacu pada kode sikap.

Namun pada pertengahan abad yang sama, drama literasi oleh Henrik Ibsen muncul untuk menantang kode normatif tersebut. Setelah Revolusi Rusia pada tahun 1917 lalu, teater di Soviet telah keluar dari jalur normatifnya. Sementara di Eropa, kode bersikap masih dilanjutkan hingga tahun 1930an, dengan target teater bergengsi. Namun di Kota New York, AS, masa Depresi Besar pada tahun 1930an menyebabkan perubahan besar pada kode normatifnya. 

Di Eropa setelah Perang Dunia II, teater mulai beralih dengan merefleksikan minat yang lebih luas di masyarakat. Namun di masa tersebut, banyak warga kehilangan minat mengunjungi teater, dan memilih untuk menonton film di sinema atau melalui televisi, sebagai sumber utama hiburannya. Teater lalu mulai diarahkan tidak hanya pada satu golongan masyarakat saja, tetapi kepada siapa pun yang cukup berminat pada sikap seni dan kreatif.

Pada akhir abad 20 dengan banyaknya inovasi teknologi digital, diantaranya adalah pengunaan video rekaman berkualitas tinggi dan suara di teater, telah membuka debat mengenai kehidupan teater itu sendiri. Atau, bagaimana dasar teater telah berubah secara fundamental akibat implementasi teknologi tersebut.

Kajian Studi Perfilman

Selama dua dekade perfilman, banyak diskusi dalam media yang dikembangkan, pada berbagai tingkatan apresiasi dan analisis. Diantaranya, adalah kajian koran, analisis profesional, buku teknik produksi, majalaj fans, dan kolom gosip.

Pada jaman Perang Dunia I, terdapat monograf keilmuan dengan mata kuliah perfilman di universitas. Pada tahun 1930an, arsip diciptakan dengan model yang terhubung di museum seni, demi mengoleksi film dan berbagai teknik produksi sebagai bagian dari apresiasi publik. 

Kajian film di universitas dan kampus semakin meluas pada awal tahun 1970an, yang dianggap sebagai bagian dari kesuksesan artistik. Film akhirnya layak untuk dikaji sebagai pengaruh budaya, politik, dan sikap sosial. Kajian ini ditujukan kepada publik yang membutuhkan kritik serta analisis khusus perfilman.

Pengajaran dan keilmuan yang dibantu dengan banyaknya arsip perfilman lama, televisi, media DVD, serta video, seluruhnya menjelajahi masalah isu sosial, mulai dari ras, kelas sosial, dan gender (SARA) yang direpresentasikan melalui film. 

Genre film, sutradara, aktor-aktris, praktek industri, serta sinema nasional telah menjadi subyek kajian mata kuliah dan penelitian. Universitas merilis puluhan buku setiap tahunnya, yang berisi sejarah, teori, dan estetika film. Kegiatan ini sekaligus mendukung dan mendistribusikan jurnal akademik perfilman.

Dengan banyaknya jenis media baru, yang kadang menyaingi perfilman itu sendiri dari segi kepopulerannya, justru menambah berbagai komentar (dan kritik) pada banyak aspek dari film tersebut.

Media dan Internet sebagai Bagian dari Apresiasi Film

Sejak awal abad 21, internet telah menyediakan ribuan situs untuk informasi dan pendapat mengenai film, aktor-aktris, sutradara, dan sejarah. Media penyiaran secara regular mengabarkan berita mengenai aktor dan produksi film terbaru. Beberapa majalah fokus untuk membahas media hiburan, yang diantaranya berisi publik figur perfilman, film terbaru, dan perkembangan industrinya.

Minat untuk perfilman besar seperti Hollywood telah memicu reportase mengenai film yang akan dirilis setiap minggunya, dimana filmnya dibandingkan langsung layaknya sebuah kompetisi olahraga. Beberapa bahasan ini bahkan bisa disebut sebagai usaha promosi dari media itu sendiri, yang bekerja bersama studio film dengan koran, stasiun televisi, dan situs internet.

Bagi penulis sendiri, yang banyak mengambil referensi serta informasi dari internet, selain observasi sendiri, wacana ini tentunya cocok. Blog Sedia Saja bisa diartikan sebagai promosi film, namun dengan latar penulis sebagai pengkaji cerita, tentu diisi pula pendapat yang langsung mengacu pada isu sosialnya di masyarakat.

Jadi dari artikel ini sudah jelas, bagaimana perkembangan teater dan isu sosial sejak abad 17 lalu, lalu dilanjutkan dengan perkembangan film di awal abad 20 serta apresiasi medianya, menjadi konsep khusus yang mendasar bagi Blog Sedia Saja sebagai situs internet saat abad 21 ini.

Mengajari Anak Mengenai Kearifan Budaya Lokal Melalui Dongeng Nusantara

 

Ilustrasi buku folklor (Freepik).

Menyambut Hari Dongeng Sedunia (20 Maret), lalu dilanjutkan dengan Hari Puisi Sedunia (21 Maret), yang diakhiri dengan Hari Buku Anak Sedunia pada tanggal 4 April mendatang, tampaknya cocok untuk membahas mengenai Buku Dongeng, khususnya sebagai bagian dari tumbuh kembang anak di Nusantara.

Dalam artikel ini, penulis mengkaji studi dari banyak ahli pendidikan nasional, mengenai hubungan antara dongeng dengan tumbuh kembang anak. Dongeng Nusantara memang menjadi satu bahan ajar bagi anak PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar. Tentu tujuannya untuk mengajarkan budaya lokal Indonesia, dengan segala kearifan lokalnya.

Untuk referensi mengenai fungsi dongeng di abad 20 hingga 21 sekarang, dapat dicek saja melalui terjemahan dan referensi ensiklopedianya, dalam artikel berjudul Perubahan Dongeng di Abad 20 dan Perannya di Abad 21. Artikel ini ditulis saat bulan November tahun lalu, demi menyambut hari Dongeng Nusantara pada tanggal 28 November setiap tahunnya.

Karena itu, dalam artikel menyambut Hari Dongeng Sedunia, dikombinasikan dengan dua tanggal penting lainnya. Bagaimana pun juga, korelasi serta kolaborasi studi adalah kombinasi yang menciptakan perkembangan budaya, teknologi, dan peradaban manusia hingga kini.

Khusus untuk blog ini, justru penulis dapat menjabarkan pula, bahwa setiap film dan cerita pada umumnya, memiliki nilai moralnya tersendiri. Walau blog ini lebih mengacu pada simbol dan referensi pada setiap artikelnya, namun tentu berlatar pada nilai dan moral yang dipercaya oleh jutaan warga di Nusantara.

Hari Dongeng Sedunia

Hari Dongeng dirayakan di seluruh dunia sejak tahun 1997 lalu, saat ditetapkan oleh banyak negara, contohnya adalah AS dan Australia. Sebelumnya, 20 Maret ditetapkan sebagai hari Mendongeng Nasional di Swedia, sejak tahun 1991. 

Dilansir dari Universitas Muhammadiyah Malang, Hari Dongeng Sedunia dirayakan sebagai wahana imajinasi anak. Pendongeng menutur cerita dengan gestur tubuh, sehingga anak dapat berimajinasi dalam alur cerita dongeng. Dengan berimajinasi bebas, maka kreatifitas anak akan bertambah. Tidak hanya imajinasi, namun rasa empati dan simpati akan muncul dalam diri mereka. Karena, dongeng Nusantara mengandung banyak nilai moral dan pendidikan.

Guru bahkan perlu diberi pendidikan khusus dalam mendongeng. Dengan semacam softskill ala mendongeng, guru akan lebih mudah dalam menanamkan nilai moral serta menumbuhkan sisi kreatifitas bagi anak.

Hari Puisi Sedunia

Menurut Perpustakaan Universitas  Brawijaya, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyatakan pentingnya Puisi saat Konferensi Umum ke-30, pada tahun 1999 lalu. Konferensi yang dilaksanakan di Paris, Perancis ini mencanangkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia, yang mendukung keragaman bahasa melalui ekspresi puitis, dan kesempatan untuk mengajarkan bahasa yang terancam punah.

Menurut UNESCO, puisi bermemiliki peran strategis dalam seni dan budaya, dan termasuk diantaranya adalah sejarah. Puisi adalah katalis kuat untuk berdialog dan menjaga perdamaian. Kolaborasi puisi dengan karya seni seperti musik, tari, drama, atau lukisan tidak hanya dapat terus dinikmati dan tidak hilang oleh waktu, namun sebagai bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari segi ini, penulis berpendapat bahwa bentuk ekspresif puitis telah terkombinasi dengan menyeluruh pada banyak media, khususnya pada lagu (musik) dan film yang tersaji saat ini. Penulis sendiri sering memasukkan banyak istilah frasa, dalam banyak kajian film di artikel blog ini. Istilah frasa tersebut kadang memiliki rima ala puisi, dengan maksud tidak langsung dan suatu pedoman norma tertentu.

Hari Buku Anak Sedunia

Menurut Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara, perayaan Hari Buku Anak Sedunia setiap tanggal 2 April mengacu pada hari lahir penulis dongeng bernama Hans Christian Andersen. Perayaan ini untuk menumbuhkan budaya membaca, meningkatkan kesadaran literasi, serta menghomati karya sastra yang berkontribusi besar dalam dunia pendidikan, khususnya pada anak.

Wacana ini sesuai dengan manfaat dongeng untuk anak, yang dilansir dari Generasi Maju. Keterampilan kognitif anak dalam memproses ingatan, bahasa, pemikiran, dan penalaran dapat terlatih dengan cara mendengarkan dan memahami dongeng.

Aspek perkembangan yang didukung oleh pembacaan dongeng diantaranya adalah merangsang kecerdasan anak dengan aktivasi otak yang berkelanjutan, dan mendukung perkembangan psikologi dengan mempengaruhi perasaan mendalam anak saat menghadapi situasi problematis.

Membaca dongeng dapat dilaksanakan sebagai media belajar bahasa dengan banyak kosakata,  padanan kalimat, serta konteksnya. Selain itu, dongeng dapat membangun minat literasi sejak dini, yang menjadi satu kunci pembelajaran di masa depan.

Membaca dongeng dapat mengasah keterampilan berpikir anak, agar mereka berpikir kritis sejak dini. Mendengarkan dongeng dapat mendorong anak dalam memecahkan masalah, memahami keberagaman serta kerja sama. Anak dapat merespon dengan menunjukkan tanggapannya sendiri atas cerita dongeng yang orangtua sampaikan.

Karena membaca dongeng dilaksanakan dua arah, maka aktifitas komunikasi ini dapat mempererat hubungan orangtua dan anak, yang membangun ikatan kuat antar keduanya. Dengan interaksi positif, maka anak akan merasa aman, dicintai, diperhatikan, dan disayangi. Aktifitas ini membantu anak berkembang secara sosial maupun emosional dalam memahami dunia.

Keunikan Mengenal Dunia Melalui Dongeng

Terdapat pula keunikan lain melalui pembacaan dongeng antara anak dan orangtua, yaitu mengenalkan berbagai jenis suara dan bentuk ilustrasi di sekitar lingkungannya, seperti dilansir dari Kemendikdasmen

Suara ketukan pintu, degup jantung, dan bel sepeda disajikan secara imajinatif, untuk mengasah indra dan rasa ingin tahu anak. Setiap suara memiliki simbol dan tanda sebagai alat komunikasi dengan orang lain atau mahluk hidup di sekitar lingkungannya. Terlebih lagi, anak usia dini membutuhkan pengenalan suara melalui dongeng.

Menunjukkan ilustrasi yang sesuai dengan benda, alam, atau manusia yang diceritakan, dapat mengisi pola imajinasi anak. Isi cerita beserta ilustrasinya yang sederhana, singkat, dan jelas informasinya dalam dongeng, dapat lebih mudah diterima oleh anak-anak.

Tentunya, nilai moral yang berisi kejujuran, doa, dan kemandirian sangat diperlukan oleh anak. Khususnya, cerita yang berasal dari buku, cerita pengalaman, kisah nabi, dan cerita rakyat yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan tumbuh kembang anak usia dini.

Gim Pertama Milyaran Umat Manusia dalam Film The Super Mario Galaxy Movie

 

Saatnya berlayar ke dunia lain (TMDB).

Setelah berlibur Lebaran selama beberapa minggu (atau hari) lamanya, saatnya kembali menonton sinema bersama keluarga. Kali ini, film yang dirilis awal April adalah gim yang legendaris, yaitu Mario Bros. Setelah film pertamanya dirilis pada tahun 2023 lalu, kini menyusul sekuelnya berjudul The Super Mario Galaxy Movie, yang tayang dengan rating Semua Umur (SU).

Gim klasik Super Mario Bros.

Gim Pertama Milyaran Umat Manusia

Bagi para penggemar gim lawas, atau sempat memiliki konsol dan PC lama, tentu mengenal gim bernama Super Mario Bros. Gim yang memiliki grafik sederhana ini, memang menjadi pengenal banyak anak dengan dunia gim, khususnya dari konsol. Pengembang sekaligus manufaktur gim konsol bernama Nintendo mengenalkan karakter Mario Bros di tahun 1985 lalu, yang hingga kini menjadi khas dari konsol Jepang ini.

Nintendo sebenarnya mengenalkan Mario Bros di konsol arkade pada tahun 1983, atau sempat dikenal sebagai Ding-dong di Indonesia. Konsol adalah sejenis mesin gim raksasa, yang hanya bisa dimainkan di pusat permainan saat jaman tersebut. Konsol permainan menggunakan koin ini, memang cukup murah untuk dinikmati oleh anak hingga remaja, sehingga banyak lokasi permainan menjadi sangat ramai.

Kembali ke Super Mario Bros, yang dikenalkan sebagai gim lucu dan santai di konsol Nintendo, memang menarik banyak perhatian. Walau grafik dan mainnya terlihat santai, namun sama seperti gim jaman tersebut, tetap perlu memahami kontrolnya yang agak sulit. Latar karakter Mario sebagai tukang ledeng pun menyajikan kisah yang lebih santai, daripada karakter gim di jaman yang sama.

Berbeda dengan gim arkade terdahulu yang karakter serta dunianya terlihat sangar, bersenjata cukup brutal, dan tombol yang banyak, justru gim Mario Bros jauh lebih sederhana. Yang dibutuhkan hanyalah presisi saat berjalan kanan-kiri (ala side-scroller), loncat, dan menimpuk monster satu persatu. Cukup terlihat sederhana, selayaknya tiap area di gim Mario Bros adalah sebuah puzzle saja.

Perkembangan dunia gim pun semakin menggila di tahun 90an, dimana karakter Mario Bros adalah khas dan ikonik dari Nintendo. Banyak jenis permainan lain dimana Mario ikutserta sebagai karakternya. Diantaranya adalah gim balapan Mario Kart, gelut ala Super Smash Bros, hingga dansa di Dance Dance Revolution. Mario memang menjadi karakter flagship bagi Nintendo, yang setia untuk mengisi gimnya dengan kehadiran karakter ini.

Film The Super Mario Bros. Movie (TMDB).

Film The Super Mario Bros. Movie

Sebenarnya film di tahun 2023 lalu, bukanlah kali pertama saat karakter Mario diadaptasi pada sebuah film. Tahun 1986 lalu, Super Mario Bros.: The Great Mission to Rescue Princess Peach dirilis, dengan format kartun 2D. Karena cerita serta gambar karakternya tidak berbeda jauh, film ini cukup dikenal walau hanya dirilis terbatas.

Lalu ada film Mario Bros yang sangat nyeleneh dan kontroversial, yaitu pada tahun 1993. Film ini berformat live-action, alias diperankan oleh aktor-aktris nyata. Namun karena jalan ceritanya yang sama sekali tidak nyambung dengan gim-nya, maka tidak sukses di pasaran sinema, dan bahkan dibenci para penggemarnya.

Nah, justru di tahun 2023 lalu, The Super Mario Bros. Movie dirilis dengan banyak bintang Hollywood yang mengisinya. Chris Pratt, Anya Taylor-Joy, Charlie Day, Jack Black, Michael-Key, dan Seth Rogen adalah sederet pengisi suara terkenal di film ini. Banyak kritikus film yang menyukainya, dengan nominasi penghargaan selama tahun 2024 lalu. 

Jumlah pemasukannya pun cukup fantastis, yaitu mencapai 1,3 Milyar Dolar AS sejak tahun 2023 lalu. Selain animasi yang ciamik dari Illumination Entertainment dan Nintendo, film ini memang didistribusikan ke seluruh dunia oleh Universal Pictures. 

Ceritanya memang berkutat dengan dunia Super Mario Bros. yang telah dibangun selama ini, yaitu berfokus pada karakter Mario, Luigi, Putri Peach, Bowser, dan dunia Kerajaan Jamurnya. Beberapa karakter Nintendo lain, contohnya adalah Donkey Kong, sempat meramaikan film ini pula. 

Untuk plot utamanya, adalah saat Bowser (Jack Black) yang memiliki rencana jahat terbaru. Yaitu, dengan menculik Luigi (Charlie Day) untuk memancing Mario (Chris Pratt) dan Putri Peach (Anya Taylor-Joy) keluar dari kerajaan dan mengejarnya langsung.

Bagi yang masih penasaran karena belum menonton film pertamanya, dan sebelum sekuelnya tiba di bulan April mendatang, dapat mengecek berbagai layanan siaran internet.

Sinopsis Film The Super Mario Galaxy Movie

Di film keduanya ini, tiba pula satu aktris terkenal lain yang mengisinya, yaitu Brie Larson yang mengisi suara karakter Putri Rosalina.

Mario dan Luigi kini telah santai di Kerajaan Jamur, setelah sempat mengalahkan dan menghalau seluruh rencana jahat Bowser. Kini, kura-kura raksasa yang jahat ini dipenjara di sebuah kastil kecil, dengan ukuran tubuhnya yang diciutkan sebesar kepalan tangan saja. Penjara ini memang didesain khusus bagi Bowser, yang sangat berbahaya jika ukurannya besar.

Namun, adapula kehadiran sosok jahat lain yang mengancam Kerajaan Jamur beserta Putri Peach. Sosok tersebut bernama Bowser Jr. (Benny Safdie), yang merupakan anak dari Bowser. Dirinya yang berasal dari galaksi lain, ingin membebaskan ayahnya dari kekangan Kerajaan Jamur.

Tidak hanya kehadiran Bowser Jr., muncul pula sesosok putri lainnya bernama Rosalina (Brie Larson). Dengan tongkat magis saktinya, tampaknya Rosalina akan menjadi bagian dari plot utama dalam membebaskan ancaman di Kerajaan Jamur.

Bagi yang penasaran dengan akhir kisah Kerajaan Jamur bersama para Tukang Ledengnya, dapat menontonnya di banyak adaptasi gim ala sinema Indonesia.

10 Maret 2026

Epiknya Efek GG Ala Indonesia saat Libur Lebaran dalam Film Pelangi di Mars

 

Pelangi yang menemukan makanan kaleng (TMDB).

Tibalah film Epik nan GG dengan efek spesialnya, berjudul Pelangi di Mars, yang tayang menjelang libur Lebaran mendatang di sinema Indonesia. Sesuai judulnya, Pelangi di Mars adalah hasil karya sineas perfilman Indonesia, yaitu Mahakarya. Film ini berating Semua Umur (SU), sehingga cocok sebagai lahan untuk berlibur bersama anak.

Produksi Film Pelangi di Mars

Mahakarya berwacana pada tahun 2020 lalu, untuk mengembalikan imajinasi anak Indonesia. Mereka berpendapat, anak seharusnya bercita-cita yang tinggi, yaitu ilmuwan atau astronot. Mereka sebagai sineas perfilman, mendukungnya dengan memberi imajinasi. Teknologi yang diterapkan untuk memproduksi film ini pun hibrida, yaitu antara motion capture dengan virtual production, alias Extended Reality (XR).

Mahakarya memulai langkah pertamanya di tahun 2021 lalu, dengan membangun infrastruktur produksi filmnya. Maksudnya, Mahakarya akan menjadi pionir di Indonesia dalam menyiapkan teknologi perfilman ala XR. Dengan begitu, produksi film sejenis ini dari Indonesia, dapat dipermudah oleh mereka, baik itu dari Mahakarya atau studio lainnya. 

Mahakarya tidak membatasi kerjasamanya dengan pihak luar pula. Tokoh utama film Pelangi di Mars memang berasal dari Indonesia, namun digadang untuk memimpin para robotnya, yang berasal dari India, hingga Korea Selatan.

Di tahun 2021, Mahakarya mulai menulis naskah filmnya, bersama Penelitian dan Pengembangan (LitBang) yang dibutuhkan. Tahun berikutnya (2022), Mahakarya berhasil membuat portofolio untuk film Pelangi di Mars, yang berdurasi pendek. Sekaligus di tahun ini, didirikan pula studio DossGuavaXR Studios, yang memulai pengembangan aset 3D untuk film Pelangi di Mars. Sementara di tahun 2023, banyak anggota tim direkrut untuk bertanggung jawab selama produksi.

Di tahun 2024, produksi film akhirnya bisa dimulai dengan selesainya naskah. Seluruh tim telah lengkap, lalu memulai syuting dengan teknologi Motion Capture dan XR. Uniknya di tahun ini, Mahakarya sempat merilis gim simulasi Pelangi di Mars dalam portal Roblox, yang bisa dimainkan langsung. Bahkan, teknologi hibrida ini berhasil menyisipkan foto yang berasal dari Mars Orbiter Camera (MOC), ke dalam adegan film. Foto yang dimaksud, adalah hasil potret kamera satelit di Mars, yang berhasil terkirimkan ke bumi.

Tahun 2025 adalah saat Mahakarya memulai hype-nya, dengan merilis banyak karakter Pelangi di Mars dalam sistusnya, serta cuplikan yang masih berupa teaser, lengkap dengan posternya. Tahun ini adalah momen produksi final bagi Pelangi di Mars, dengan memasukkan dan membersihkan audio, serta memperbaiki dan memperbarui setiap adegan film. 

'Untuk menemukan warna di tempat yang paling sulit menemukannya, yaitu Pelangi di Mars' - Slogan dari Upie Guava, sutradara Pelangi di Mars.

Polusi Air di Planet Bumi

Plot utama dalam film Pelangi di Mars, adalah tokoh utama bernama Pelangi (Messi Gusti), yang harus menemukan Zeolit Omega, demi membersihkan polutan air di Planet Bumi. Mengacu pada wacana ini, tampaknya perlu ditelaah dari segi sainsnya. 

Seperti dilansir dari Mertani, perubahan iklim mengakibatkan polusi air, dengan banyak perubahan di dalam ekosistemnya. Pertama, adalah naiknya suhu air yang berdampak pada organisme air. Ikan, ganggang, dan plankton butuh suhu air yang tepat, baik itu di sungai, danau, dan laut. Selain itu, meningkatnya suhu dapat mengurangi ketersediaan air tanah yang digunakan oleh manusia, hewan, dan tanaman di sekitarnya.

Kedua adalah tingkat oksidasi polutan dalam air, yang semakin meninggi pada logam berat dan bahan kimia berbahaya. Kualitas air yang buruk, berdampak pada tercemarnya air minum serta rantai makanannya, yang berbahaya bagi manusia serta organisme lainnya, serta merusak lingkungan alam di sekitarnya.

Ketiga adalah kualitas air laut yang memburuk, dengan tingginya asam laut. Asam laut tercipta akibat banyaknya zat karbon dari atmosfer, yang terserap ke dalam lautan. Asam laut dapat merusak terumbu karang, yang penting bagi ekosistem laut, lalu seluruh organisme akan terganggu pula keragaman hayatinya.

Seluruh dampak tersebut berarti menyebabkan langkanya air bersih, sehingga berpengaruh pada pasokan air untuk keperluan manusia, pertanian, dan industri. Masalah ini berujung keamanan air, yang dapat membentuk konflik akibat wacana berkelanjutan lingkungan hidup di masing-masing daerah.

Nah, dengan penjelasan seperti itu, bagaimana cara film Pelangi di Mars dalam menggambarkannya?

Sinopsis Film Pelangi di Mars

Pelangi (Messi Gusti) adalah anak berkebangsaan Indonesia, yang lahir dan tumbuh untuk pertama kalinya dalam sejarah, di planet Mars. Pelangi tinggal di Mars demi melanjutkan misi bersama ibunya, Pratiwi (Lutesha). Keduanya berencana untuk menemukan mineral langka bernama Zeolit Omega, yang dapat membantu manusia di Bumi dalam membersihkan zat polutan dalam air.

Namun dalam perjalanannya, selama ini Pelangi hanya dibantu oleh banyak robot kenalannya. Kelima teman robotnya yang setia, adalah Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Imanuel), Batik (Bimo Kusumo), Kimchi (Canya Cinta Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya Hardjana).

Tidak ada sosok sang ayah, Banyu (Rio Dewanto) dan ibunya Pratiwi untuk melindunginya. Tidak hanya lokasi planet Mars yang memang berbahaya, namun tibanya perusahaan Nerotek semakin mempersulit misinya. Nerotek adalah perusahaan monopoli dagang air di Bumi, yang tidak ingin mineral ini ditemukan dan berhasil menyelamatkan bumi.

Sanggupkah Pelangi menemukan Zeolit Omega? Kemanakah gerangan ayah dan ibunya selama ini? Apakah mineral langka di Mars ini memang seampuh itu dalam membantu membersihkan zat polutan dalam air di planet Bumi?

Jawabannya, tentu ada di petualangan epik anak Indonesia ala sinema.