29 Oktober 2025

Scott Eastwood Berperan di Film Stolen Girl dan Tin Soldier

 

Amina yang depresi setelah kehilangan anaknya (IMDB).

Film Hollywood akhirnya kembali diramaikan dengan beberapa film aksinya. Akhir Oktober ini, dua film aksi Hollywood dirilis di sinema Indonesia berjudul Stolen Girl dan Tin Soldier.

Cukup unik dari segi perilisannya, karena kedua film diperankan oleh seorang aktor yang semakin naik daun, yaitu Scott Eastwood. Bagi yang pernah mendengar namanya, tentu ngeuh dengan nama Eastwood. 

Dan memang, Scott adalah anak dari aktor legendaris Clint Eastwood. Clint adalah aktor kawakan yang membuka jalan bagi Hollywood, dengan berbagai film aksinya di tahun 60an hingga 70an lalu. Clint masih sering berperan di banyak film aksi Hollywood, walau sudah terlihat sepuh.

Nah, kembali ke Scott Eastwood, karir aktingnya di Hollywood dimulai sejak tahun 2006 lalu, dengan film perang epik berjudul Flags of Our Fathers.

Bagi penggemar film pahlawan super, Scott sempat memerankan Lieutenant GQ Edwards di film Suicide Squad (2016), yang kebetulan karakternya bertahan hingga melawan 'bos' di akhir film. Dari ranah film pahlawan super lainnnya, Scott sempat berperan pula di film Pacific Rim: Uprising (2018).

Nah, bagi yang suka film aksi balapan, Little Nobody diperankan oleh Scott di dua seri Fast, yaitu Fate of the Furious (2017) dan Fast X (2023).

Film Stolen Girl

Kembali ke film Stolen Girl, Scott berperan sebagai Chris Grant, yaitu karakter yang berjibaku sebagai anggota agensi swasta penyelidik penculikan anak.

Kisahnya dimulai saat Amina (Alejandra Howard) yang anaknya bernama Maureen (Kate Beckinsale), diculik oleh mantan suaminya sendiri, yaitu Karim (Arvin Kananian). 

Dari cuplikannya, ditunjukkan referensi dunia nyata mengenai masalah sosial di AS sana. Yaitu ribuan anak diculik oleh orangtuanya sendiri, setiap tahunnya. Padahal, pengadilan telah memutuskan siapa yang menjadi wali anak setelah kedua orangtua bercerai.

Nah, setelah bertahun-tahun lamanya gagal menemukan kembali sang anak, Amina dihubungi oleh Robeson (Scott Eastwood), yang dapat membantu dirinya menemukan Maureen.

Sayangnya, agensi tersebut tidak langsung meminta imbalan atas jasanya. Amina diminta bergabung sebagai agen penyelidik penculikan anak, sambil mencari kabar Maureen.

Amina pun dilatih habis-habisan oleh Robeson, mulai dari beladiri, persenjataan, hingga kemampuan mengintai. Bahkan, saking termotivasinya, Amina semakin cekatan dan brutal setiap kali menyelesaikan misinya.

Kelanjutan ceritanya tentu dapat disaksikan di sinema Indonesia.

Bokushi yang ceramah mengenai negara idealnya (IMDB).

Film Tin Soldier

Kali ini, kisahnya lebih ke cerita paramiliter, yang tampaknya sedang ramai dibahas di Amerika sana, akibat kekisruhan politik nasionalnya.

Namun, filmnya sendiri berisi banyak aktor terkenal, tentu dengan Scott Eastwood sebagai tokoh utamanya, ditambah aktor ternama Jamie Foxx dan John Leguizamo, serta aktor veteran Robert De Niro.

Okeh, kembali ke sinopsisnya. Nash Cavanaugh (Scott Eastwood) adalah seorang mantan agen operasi khusus AS, yang telah lama pensiun dari pekerjaannya. Sejak kehilangan istrinya, Evoli (Nora Arnezeder) dalam sebuah pelarian, dirinya pun tidak semangat hidup dan mengembara layaknya gelandangan.

Namun, ternyata militer AS masih membutuhkan dirinya. Emmanuel Ashborn (Rober De Niro) meminta dirinya kembali bertugas, karena seorang komandan paramiliter Bokushi (Jamie Foxx), mulai berulah dan merasa perlu berontak.

Nash pun teringat momen saat kehilangan istrinya, yang memang terjadi saat keduanya melarikan diri dari Bokushi. Nash dan Evoli sempat hidup bersama dibawah naungan Bokushi, yang menjanjikan hidup sejahtera nan makmur bagi para veteran perang dan eks-militer.

Bahkan, terdapat kabar bahwa Evoli yang seharusnya tenggelam saat mobil keduanya jatuh ke dalam sungai, masih hidup dan kini disekap oleh Bokushi. Bersama Luke (John Leguizamo) dan seluruh timnya, Nash harus membasmi Bokushi, agar organisasi paramiliternya tercerai berai.

Sanggupkah Nash menyelesaikan misinya dan menemukan kembali istrinya? Tentu ditonton saja di berbagai sinema Indonesia.

24 Oktober 2025

Jelajah Waktu, Tempat, dan Romansa di Film Sore Istri dari Masa Depan

 

Jonathan yang heran mengapa ada Sore di sisinya (TMDB).

Daaaaan akhirnyaaa, agak telat juga sih... Film Sore: Dari Masa Depan pun tertulis setelah sekian lama di blog ini. Padahal, film ini sempat tayang di sinema-sinema Indonesia saat bulan Juli lalu (:P)

Penulis akhirnya menonton juga cuplikannya dan baru tahu tayang ulang, walau memang kurang ngeuh dengan berbagai film drama, apalagi romansa. Yaaa... istilahnya, ngapain nonton di Bioskop, tapi nonton drama yang susah dicerna, tema yang berat, walau ceritanya kurang epik, apalagi mirip dengan cerita sinetron.

Yaaaaa, kecuali ada modus tertentu dengan sang lambaian tangan yang lain-lain nan merinding...

Okeh, kembali ke filmnya, Sore: Dari Masa Depan pun berisi kisah yang lumayan berbeda, yaitu kisah absurd mengenai perjalanan waktu yang beda masa jaman. Latar ceritanya pun sangat memukau, yaitu sebuah kota kecil di Kroasia, yang khas dengan kekayaan desa antik di Eropa sana.

Isinya pesannya pun cukup menyanyat hati, karena berhubungan dengan kesehatan di masa depan. Layaknya keseharian kita, bahkan dari makanan pun, belum tentu kita hidup sehat di masa mendatang, apalagi tanpa olahraga dan banyak merokok.

Jadi yaaaaa, mungkin dilapisi dengan nuansa romansa drama, namun pesan didalam film Sore: Dari Masa Depan ini cukup simbolis, alias menyiratkan bahwa kisah perjalanan hidup adalah rangkaian kebiasaan kita saat ini.

Okeh, lagi, karena pesannya cukup keren, maka coba kita cek sinopsisnya saja...

Sinopsis Film Sore: Dari Masa Depan

Jonathan (Dion Wiyoko) adalah seorang WNI jomblo yang tinggal sendiri di Kroasia. Sayangnya, di suatu pagi nan cerah, dia bangun dengan seorang wanita (cantik) yang tidak dikenal disisinya.

Wanita tersebut bernama Sore (Sheila Dara), yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan nan jauh di masa mendatang. Sore kembali ke masa sekarang, untuk membantu Jonathan agar hidup sehat.

Jonathan yang tidak percaya begitu saja, lalu meninggalkannya untuk bertemu kencan dengan Elsa (Lara Nekic). Tanpa sempat dicegah, Sore mengaku sebagai istrinya Jonathan, yang membuat Lara marah dan menyemburkan air ke wajahnya.

Saking herannya, Jonathan harus berdiskusi dengan temannya, Karlo (Goran Bogdan). Dia heran, walau masih tidak percaya dengan pengakuan Sore, namun seluruh identitas, informasi, serta kebiasaan Jonathan diketahui oleh Sore.

Hingga suatu saat Jonathan jatuh akibat serangan jantung. Sore memperingatkan bahwa dalam beberapa tahun mendatang, Jonathan akan meninggal akibat penyakit yang sama.

Jonathan yang semakin heran, pasrah saja saat Sore membuang rokok dan koleksi minuman kerasnya. Dia bahkan harus terus makan buah serta sayur saja, agar tetap sehat.

Apakah memang Sore berasal dari masa depan yang berniat baik? Atau hanya seorang penguntit obsesif yang mengetahui segala letak isi hati Jonathan?

Jawabannya, dapat ditonton di berbagai sinema Indonesia...

Anime Romansa Bernuansa Pemuda-Pemudi Korea di Your Letter

 

Lee So-ri yang sedang makan bersama (TMDB).

Korea Selatan terus berinovasi dalam menciptakan karya filmnya, dan kini semakin merambah dunia anime, dalam film berjudul Your Letter yang kini tengah tayang di sinema-sinema Indonesia.

Semenjak Webtoon ramai sebagai distributor manhwa dari Korea Selatan, memang banyak karya yang diangkat sebagai anime, film, atau serial yang canggih nan memukau. Mirip seperti budaya gim daringnya yang khas Korea Selatan sejak pertengahan 2010an lalu, kisah yang lebih fantastis bisa ditemukan di Webtoon.

Contoh terkenal dari anime adaptasi webtoon adalah Solo Leveling, yang mulai dirilis tahun 2024 dan produksinya berasal dari kombinasi Aniplex dan Crunchyroll (keduanya dari Sony). Banyak penggemar yang memuji animenya, yang ciamik dengan efek memukau.

Nah, kembali ke Your Letter, tampak pada cuplikannya berlatar dunia anime yang indah dan memukau, layaknya film anime fantastis dari Jepang seperti Kimi no Nawa (Your Name) dan Weathering with You (Tenki no Ko).

Dari serial manhwa di webtoon, Your Letter hasil karya Hyeon A Cho memang cukup pendek, dengan berisi 10 episode, namun cukup untuk mencengangkan hati para penggemar K-Drama.

Bagi cowo-ciwi yang ingin mendalami kisah romansa yang selaras hati, dan berlatar masa muda yang sedang sebermak, maka Your Letter dapat menjadi tontonan indah di masa yang mudah.

Sinopsis Film Your Letter

Lee So-ri (Lee Soo-hyun) adalah seorang gadis remaja SMA yang baru saja pindah sekolah, saat musim panas baru saja berakhir di Korea Selatan. Sayangnya, dirinya kurang dapat beradaptasi di sekolah baru, dan belum menemukan teman baru. 

Hingga suatu hari, Lee So-ri menemukan secarik amplop dibawah meja kelasnya. Amplop misterius bertuliskan rangkaian petunjuk, yang saling menunjukkan langkah berikutnya untuk menemukan amplop yang tersisa.

Setelah beberapa lama mengikuti arahan amplop, dirinya sering bertemu dengan Park Dong-soon (Kim Min-ju). Mereka berdua berkenalan, dan bekerja sama untuk mencari amplop yang memang ditujukan bagi mereka berdua.

Keduanya pun memulai petualangan baru, dimana So-ri akhirnya bisa menikmati sekolahnya, sambil bercengkrama dengan beberapa teman barunya. Siapa sebenarnya yang mengirimkan amplop tersebut?

Jawabannya dapat dicek di sinema Indonesia. 

Menyelidiki Kematian Keluarga yang Lama Hilang di Film The Ugly

 

Lim-Yeoung Gyu saat masih muda (TMDB).

Di akhir bulan Oktober ini, dirilislah film dari Korea Selatan yang baru tayang di sinema Indonesia, berjudul The Ugly

Sebelum menceritakan sinopsisnya, The Ugly adalah hasil karya sutradara dan penulis terkenal di Semenanjung Korea, yaitu Yeon Sang-ho, yang terkenal akan karya Train to Busan (2016) dan Hellbound (Hellbound).

Train to Busan adalah film horor sejenis zombie, yang menjadi pionir atas ramainya film zombie berkualitas dari Korea Selatan. Hampir setiap tahunnya, film zombie dirilis dari Korea Selatan, dengan beberapa referensi (trope) dari Train to Busan.

Terkenal akan karya horornya, justru di film The Ugly ini tidak mengisahkan sisi horor, tetapi lebih ke drama misterius sebuah keluarga.

Kisahnya pun berlatar maju-mundur dengan kilas baliknya, sehingga Park Jeong-min sebagai aktor perlu memerankan dua karakter sekaligus, yaitu Lim Dong-hwan atau Lim Yeoung-gyu yang masih muda.

Karena memang drama misteri, dengan latar waktu yang bolak-balik, maka cuplikan The Ugly tidak menyiratkan apapun, selain adegan yang terlihat serius sesuai dengan plot utamanya.

Sinopsis Film The Ugly

Lim Dong-hwan adalah seorang piatu, yang kini telah dewasa dan melanjutkan studio stempel tradisional Korea Selatan, yang diwariskan dari ayahnya, Lim Yeoung-gyu (Kwon Hae-hyo). Ayahnya adalah tunanetra sejak lahir, yang sukses lalu terkenal di wilayahnya, karena lihai membuat stempel tradisional Guksae. 

Saking uniknya, Lim Yeoung-gyu sempat masuk film dokumenter, dengan kelihaian dirinya yang tidak mampu melihat, namun sanggup membuat karya stempel tradisional yang indah.

Namun, saat dirinya telah pensiun dan usahanya dilanjutkan oleh Lim Dong-hwan, terdengar kabar tidak baik dari kepolisian. Mereka mengabari, bahwa ditemukan setumpuk kerangka, dan dinyatakan sebagai istrinya yang telah lama hilang. 

Padahal, istri Lim Yeoung-gyu tidak ada kabar sama sekali sejak 40 tahun lalu, saat Lim Dong-hwan masih kecil. Bahkan, Lim Dong-hwan sudah tidak dapat mengingat wajah ibunya sama sekali.

Kabar tidak mengenakkan ini menguak kembali trauma keluarga, karena selama ini, sepasang ayah dan anak perajin stempel tradisional tersebut menganggap bahwa sang ibu hilang karena melarikan diri dari rumah.

Sebutan untuk sang ibu pun cukup jelek dari mereka berdua, yaitu Ugly, yang berarti (tetap) jelek, karena teringat bahwa seorang wanita tega melarikan diri dari suaminya yang tunanetra dan anaknya yang masih kecil.

Lim Dong-hwan bersama produser film dokumenter ayahnya, Kim Su-jin (Han Ji-hyeon), perlu mengecek lokasi dan saksi saat ibunya menghilang. Khususnya di sekitar pabrik garmen, dimana ibunya sempat bekerja dan terakhir kali terlihat.

Apakah tulang-belulang tersebut memang milik sang ibu yang hilang? Ataukah ada informasi gelap yang terkuak dari masa lalu Lim Yeoung-gyu?

Jawabannya dapat dicek di banyak sinema Indonesia.

21 Oktober 2025

Ramainya KAGAMA Karawitan Saat Osaka Expo di Jepang

Foto KAGAMA Karawitan saat manggung di Osaka Expo, Jepang (KAGAMA).

Gamelan adalah alat kesenian tradisional dari Indonesia, yang khususnya dari Pulau Jawa. Gamelan kentara dimainkan sebagai seni tradisional Pulau Jawa, dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Pulau Bali. Gamelan adalah khas musik tradisional yang telah menjadi bagian dari jiwa bagi warganya. 

Dilansir dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Gamelan adalah alat musik yang dipukul, dan awalnya disebut dengan nama gembelan. Seiring berubahnya istilah, digembel-gembel artinya adalah dipukul-pukul dari bahasa Jawa. Namanya pun berubah menjadi Gamelan.

Hingga kini, Gamelan sebagai musik perkusif sering dimainkan dalam berbagai acara ritual, keagamaan, pendidikan, media penerangan, hingga kawinan.

Gamelan yang disatukan dalam satu acara biasa disebut sebagai Karawitan, yang diselenggarakan dalam suatu pergelaran seni. Kadang di Jawa Barat, bersama sejenis Longser, berisi cerita lucu mengenai budaya khas Sunda.

Nah, di pertengahan bulan Oktober ini, tepatnya 13 Oktober lalu di Osaka Jepang, diselenggarakan pula Karawitan dari kelompok seni KAGAMA alias Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada. Acara ini dilaksanakan saat Osaka Expo, ditengah panggung paviliun Indonesia, dan telah dimulai sejak 13 April lalu.

Seni memang sebuah bentuk diplomasi budaya di panggung dunia, khususnya di Jepang melalui Osaka Expo tersebut. 

"Karawitan adalah cerminan harmoni dan kedalaman budaya Jawa. Kami bangga bisa mempersembahkan (karawitan) ini di panggung dunia," ujar salah seorang pengrawit KAGAMA di Osaka Expo, seperti dilansir dari situs KAGAMA.

Seperti pada perilisan beritanya, KAGAMA mengisahkan maksud dari KAGAMA Karawitan di Osaka Expo 2025.

"Di tengah arus globalisasi dan teknologi, alunan gamelan dari KAGAMA Karawitan di Osaka Expo 2025 menjadi pengingat bahwa akar budaya adalah fondasi yang tak tergantikan dalam membangun masa depan yang harmonis," ujar KAGAMA melalui perilisan beritanya.

KAGAMA sebagai kelompok seni karawitan gamelan memang telah membumbung dunia, dengan sering mengisi berbagai acara di banyak negara. KAGAMA sempat mengisi pula panggung di New York, AS pada tahun 2024, dan Cekoslovakia pada tahun 2023 lalu.

Sedikit Pendapat dari Otaku

Akulturasi seni budaya tradisional Indonesia dan Jepang memang telah berjalan sejak lama. Geinoh Yamashirogumi adalah kelompok seni dari Jepang, yang dilengkapi oleh warga asli Jepang dengan kemampuan seni gamelannya.

Hingga kini, Geinoh Yamashirogumi masih berkarya sebagai kombo musik tradisional Jepang dan Indonesia, yang mengisi berbagai karnaval dan musik di Jepang.

Geinoh Yamashirogumi sempat membuat sebuah mahakarya berjudul Kaneda, yaitu sebuah lagu kombinasi tradisional antara Gamelan Indonesia dan musik Noh dari Jepang. Kaneda adalah lajur bunyi resmi dari film anime terbesar pada tahun 1988 lalu, yaitu Akira.

Mengacu pada film anime Akira itu sendiri, ceritanya berlatar cyberpunk dystopia, dimana dunia dikendalikan oleh totaliter militer, tanpa keberadaan pemerintah, banyak perusahaan yang saling membasmi satu sama lain, dan seluruh kekayaan budaya adat manusia hilang seketika, yang memicu sifat ekstrem manusianya.

Akira pun dibesar-besarkan beberapa tahun terakhir, dengan berbagai konspirasi mengenai banyak latar ceritanya yang terjadi di dunia nyata. Latar Akira memang mengisahkan jaman tahun 2010an hingga tahun 2020an.

Nah, justru yang terjadi sekarang, adalah perbedaan yang sangat kentara di dunia seni dan nyata. Walau banyak berita yang berujung ekstrem, seluruh dunia justru semakin erat hubungannya melalui berbagai kerjasama di nyata maupun maya.

Kisah dunia dengan latar di film Akira pun tidak terjadi, dan semoga tidak pernah terjadi, karena mengacu pada ekstremisme manusia, yang (mungkin) hanya terjadi di ranah fiksi saja.

Melampir dari banyak karya seni populer (pop art) modern saat ini, yang sering 'menerobos' batas norma dan budaya, memang karya 'gimmick' para punggawa seni, yang sering dipolitisasi oleh berbagai pihak berkepentingan (lain) dibaliknya (!)

16 Oktober 2025

Berdarahnya Jurig Bersama Titi Kamal di Getih Ireng

 

Titi Kamal yang heran saat kaca pecah padahal baru dandan (TMDB).

Akhirnya, film horor Indonesia dengan referensi mistis yang jelas aturannya, berjudul Getih Ireng yang kini sedang tayang di berbagai sinema Indonesia pada bulan Oktober ini.

Apalagi yang mengisinya adalah duet aktor-aktris yang dikenal jauh dari gosip nyeleneh, yaitu Titi Kamal dan Darius Sinathrya. Keduanya memang sudah terkenal sejak awal tahun 200an lalu, dengan berbagai karya sinetron dan filmnya.

Terlihat pada cuplikannya, tokoh yang diperankan Darius dan Titi adalah sepasang suami-istri yang kembali ke kota asal mereka, yaitu Wonosobo. Keduanya pun berbincang dengan bahasa Jawa yang khas dengan logatnya.

Dari sekilas, tampak Titi Kamal yang mencoba berkonsultasi kepada seorang dukun, mengenai gangguan mistis yang dialami dirinya. Sang dukun pun memberi tahu, bahwa dirinya diganggu sejenis Jin, yang memainkan santet Getih Ireng.

Nah, berkaca pada cuplikannya saja, sudah kentara bahwa penulis naskah ini mengerti, bagaimana budaya dan warga Indonesia saat menghadapi gangguan dari dunia lain.

Seorang warga yang awam mistis tentunya mencoba berkonsultasi pada seorang dukun atau paranormal, layaknya seorang pasien yang berdiskusi pada dokter mengenai penyakitnya.

Sesuai dengan budaya Indonesia, memang banyak warga yang 'berbakat' paranormal, walau mereka tidak melatihnya alias bawaan dari lahir. Bahkan banyak diantara mereka yang melatih hanya untuk membantu yang 'diganggu' saja.

Dari segi agama, mendekati dunia mistis memang dilarang. Tetapi, jika memang sering diganggu dan berdoa saja masih kurang, maka membutuhkan bantuan dari 'orang mampu.'

Nah, kembali ke film Getih Ireng, coba kita cek sinopsisnya, yang cukup sesuai dengan kengerian horor dan budaya ala Nusantara tercinta.

Yaaa setidaknya, jangan sampai film tentang poligami dan kisah menghororkan agama. Oh ya lagi, film ini diadaptasi dari Threads horor dengan judul yang sama, karya dari akun bernama @jeropoint.

Sinopsis Film Getih Ireng

Rina (Titi Kamal) dan Pram (Darius Sinathrya) adalah sepasang suami istri yang kembali ke kota asalnya bernama Wonosobo, di Jawa Tengah. Rina terlihat sedih, namun diyakinkan oleh suaminya karena desa asalnya cukup asri, aman nan damai.

Sayangnya, belum lama tinggal lama di rumah mereka, berbagai kejadian mistis menimpa mereka. Rina pun akhirnya keguguran untuk kesekian kalinya.

Rina yang terpaksa dirawat di rumah sakit, akhirnya mengingat momen selamatan saat mereka baru tinggal di rumah tersebut. Terdapat sosok seorang kakek berpakaian adat serba hitam, yang berbeda dengan tamu lainnya.

Rina saat itu tidak merasa heran, karena memang baru tinggal di rumah tersebut dan belum mengenal seluruh tetangganya. Namun, setelah diingat kembali, ternyata tidak ada tetangga atau bahkan suaminya, yang berkomunikasi dengan kakek nyentrik tersebut.

Rina pun panik saat mengetahui bahwa kakek tersebut adalah jelmaan jurig yang meneror dirinya. Ternyata, menurut dukun yang diminta bantu oleh Rina dan Pram, menyatakan bahwa kakek tersebut adalah jelmaan santet berjenis Getih Ireng.

Getih Ireng adalah sejenis santet, yang menargetkan pengantin muda dan janin yang dikandungnya. Selama santet belum dilepas oleh pengirimnya, maka calon ibu tidak akan lama mengandung, dan mengalami keguguran terus menerus.

Apakah Rina dan Pram berhasil mengusir santet tersebut? Atau santet malah 'naik level' dan mengancam seluruh isi rumah serta seluruh desa di sekitarnya? 

Jawabannya dapat dicek di seluruh sinema Indonesia.