10 Mei 2025

Lima Warisan Budaya Tak Berwujud Menurut UNESCO

Ilustrasi jamu dari Indonesia (TMDB).

Organisasi Edukasi, Sains, dan Budaya PBB (UNESCO) dikenal sebagai pelindung bagi arsitektur, alam, dan bentuk seni dari seluruh dunia. Ternyata, UNESCO melindungi pula banyak warisan budaya yang terkait untuk merawat kesehatan, yang menjadi bagian dari Warisan Budaya Tak Berwujud.

Dilansir dari National Geographic, daftar UNESCO ini bertujuan agar  melindungi ritual, festival, bahasa, serta musik yang ada di seluruh dunia. Jamu dari Indonesia termasuk salah satu diantaranya.  

Jamu di Indonesia

Jamu sangat dikenal di Indonesia sebagai minuman herbal yang menyehatkan. Ternyata, jamu ini terukir di kuil Borobodur, yang telah berumur 1200 tahun. 

Ukiran kuno ini menggambarkan jamu yang merupakan hasil racikan antara jahe, jeruk limau, kunyit, dan asam jawa. Biasanya racikan herbal ini diberikan kepada orang sakit agar cepat sembuh.

Beda pula suhu jamu yang diberikan kepada orang yang sakit. Jamu yang panas diberikan kepada orang yang sakit flu atau masuk angin, sementara yang dingin diberikan kepada yang sedang demam. 

Jamu pun berbeda resep setiap wilayahnya, yang disesuaikan dosisnya dengan variasi usia dan tingkat kesehatan peminumnya. Banyak penjual jamu meramu bahannya dengan alami, dan biasanya dinikmati langsung oleh orang terdekat.

Jamu pun berbeda resep setiap wilayahnya, yang disesuaikan dosisnya dengan variasi usia dan tingkat kesehatan peminumnya. Banyak penjual jamu meramu bahannya dengan alami, dan biasanya dinikmati langsung oleh orang terdekat.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 lalu, data menunjukkan 31,4 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi secara tradisional, sementara 12,9 persen meramu jamunya sendiri. Produknya sebanyak 48 persen adalah berupa ramuan, dan 31,8 persen buatan sendiri.

Karena masih berbahan herbal tradisional, maka jamu akan bermanfaat sebagai intervensi dari manusianya, dalam memberi bantuan optimal pada fungsi tubuh, sehingga terbentuklah pertahanan tubuh yang sanggup beradaptasi terhadap penyebab peradangan.

Seperti dilansir dari Direktorat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia, jamu adalah sejenis obat tradisional sederhana, yang diwariskan turun temurun, dengan pembuktian khasiatnya secara empiris. 

Dalam pemasarannya, maka klaim jamu tentang khasiatnya tidak boleh berlebihan. Contohnya adalah jamu yang dapat 'membantu' atau 'secara tradisional digunakan,' daripada 'menyembuhkan' secara langsung.

Untuk standarisasi produk, maka jamu tidak diwajibkan untuk dapat memenuhinya. Tetapi, tetap harus memenuhi persyaratan mutu yang dicanangkan oleh Farmakope.

Terdapat beberapa rempah dan hasil jamu yang terproses, diantaranya adalah kunyit, temulawak, beras kencur, cabai jawa, paitan, lengkuas, mengkudu, dan galian singset.

Kunyit atau Kunir, terbukti berkhasiat untuk mengurangi nyeri, anti peradangan, tekanan darah tinggi, dan bahkan menurunkan berat badan. Kunyit biasa diramu dengan buah asam agar menjadi jamu Kunir Asam. Kadang, bahan lain seperti sinom, temulawak, kedawung, air jeruk lemon, gula merah, gula putih, dan garam ditambahkan sebagai bahan tambahan.

Temulawak (atau jahe jawa) yang merupakan rempah asli Indonesia, dengan khasiat diantaranya meredakan mual, pusing, gejala pilek, dan menambah napsu makan anak. Temulawak biasa dicampur dengan rimpang temulawak, kencur, asam kawak tanpa biji, gula aren, daun pandan segar, serta jinten.

Beras Kencur, atau biasa disebut sebagai jahe aromatik atau jahe pasir, tercampur dengan beras untuk dapat membantu menurunkan kolesterol, peradangan, dan sistem kekebalan tubuh. Bahan utama beras kencur, tentu adalah beras dan kecur, yang biasa diramu dengan campuran kedawung, jahe, kapulaga, asam kawk, termukunci, kayu keningar, kunyit, kapur, dan pala. Untuk memberi rasa manis, maka gula coklat pasir dan gula putih dapat ditambahkan.

Cabai Jawa atau disebut pula sebagai Cabai Puyang/Lempuyang, biasa digunakan pula sebagai bumbu masakan khas Indonesia. Karena Cabai Jawa mengandung zat besi tinggi, maka dapat membantu produksi sel darah merah dan mencegah anemia. 

Untuk khasiatnya, Cabai Jawa membantu mengatasi kelelahan dan otot kaku, masuk angin, menambah energi, mengurangi kembung, membantu beri-beri, reumatik, tekanan darah rendah, kolera, influenza, sakit kepala, lemah syahwat, bronkitis, dan sesak napas. 

Ramuan jamu ini diantaranya adalah tambahan temuireng, temulawak, jahe, kudu, adas, polosari, kunyit, merica, kedawung, keningar, asam jawa, dan temukunci. Agar tidak terlalu pahit, maka gula merah, gula putih, dan garam dapat ditambahkan.

Paitan atau Pahitan, adalah sebutan untuk ramuan jamu yang berasa pahit, seperti campuran dari sambiloto, brotowali, meniran, lempuyang, widorolaut, doroputih, babakan pule, adas, dan empon-empon. Walau rasanya kurang mengenakkan, tetapi telah terbukti berkhasiat dalam masalah perncernaan.

Paitan dapat dikonsumsi untuk meringankan masalah kesehatan, seperti cuci darah, penghilang gatal, biduran, menambah napsu makan, diabetes, bau badan, menurunkan kolesterol, kembungnya perut, jerawat, pegal, dan pusing. 

Kudu Laos adalah kombinasi dari dua bahan utamanya, yaitu laos atau lengkuas, dengan buah mengkudu. Efeknya adalah menghangatkan tubuh, membantu meredakan kram menstruasi, mengurangi hipertensi, serta menambah napsu makan.

Hasil potongan teriris tipis lengkuas dan mengkudu dapat diseduh langsung, dan ditambahkan dengan bahan lain seperti asam jawa, bawang putih, cabai puyang, garan, dan merica, sesuai kebutuhan nutrisi, fisik, dan selera peminumnya.

Galian Singset adalah nama ramuan yang disesuaikan dengan fungsinya, yaitu 'Singset' alia langsung dan ramping. Maka, ramuan ini terkenl bagi kalanganw wanita. Namun, berbagai khasiat yang baik diantaranya adalah aroma tubuh yang harum serta kulit lebih sehat. 

Untuk meramunya, resep yang digunakan dengan dihaluskan dan direbus, diantaranya adalah temulawak, jahe, kunyit, serai, dan kayu manis, yang tercampur pula dengan asam jawa, ketumbah, dan merica.

Perlu diingat pula, terdapat anjuran langsung mengenai konsumsi jamu dari Direktorat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. Walau banyak khasiatnya, tetap hindari konsumsi dengan frekuensi berlebihan dan jangka panjang. Hal itu akibat dampak negatif ginjal serta saluran pencernaan.

Selain itu, karena kondisi tubuh berbeda-beda, maka reaksi alergi dapat terjadi bagi peminumnya. Apalagi, bagi yang sedang mengalami pengobatan modern. Jenis jamu yang dapat dikonsumsi saat mengalami gangguan kesehatan, harus dikonsultasikan kepada dokter.

Ilustrasi botol jamu yang biasa dibakul (Instagram).

Pengalaman Pribadi Meminum Ramuan Jamu

Penulis sendiri memiliki banyak pengalaman mengonsumsi jamu sedari kecil. Saat Ibu Bakul Jamu dengan gendongan ramuannya lewat depan rumah, biasanya keluarga memesan jamu. Kala itu saat saya masih kecil, diminta pula meminumnya. Karena masih cukup sehat, maka saya dianjurkan untuk meminum jamu manis saja (apalagi kurang tahan dengan rasa yang pahit).

Nah, meloncat ke beberapa tahun kemudian, yaitu saat saya sudah mulai kuliah di kampus terdahulu. Karena kuliah pagi cukup jarang dilaksanakan, maka saya agak santai di pagi hari, tepat saat Ibu Bakul Jamu lewat depan rumah lagi. 

Karena itu, saya mulai sering meminum jamu setiap pagi, beberapa tahun lamanya. Apalagi, karena jarak kampus yang jauh, ditambah lokasi gerbang hingga fakultas yang memang cukup menggetarkan kaki, akhirnya saya berinisiatif untuk lebih sering meninum jamu, yang tentu kini sudah lewat pahitnya. 

Jika diingat-ingat, jarak saya menuju angkutan umum dari rumah, hingga turun dari gerbang kampus menuju fakultas, lalu naik ke lantai empat melewati tangga, karena lift selalu penuh, menyebabkan kaki terus tergerakkan. 

Mungkin, setiap hari saya melangkah sekitar tiga hingga lima kilometer setiap harinya, dari berangkat hingga pula. Kalau jaman tersebut sudah ada Odometer di ponsel, mungkin lebih tepat lagi jarak dan durasinya.

Dan jika diingat-ingat (sekali lagi), kebiasaan berjalan kaki jauh setiap hari sudah saya laksanakan sejak jaman SMP terdahulu. Tentu, akibat jarak angkutan umum serta lokasi sekolah yang kurang terlewati. SMP, SMA, dan Kuliah, berarti mencapai jangka waktu sepuluh tahun. Jadi, rasanya memang kaki sudah terlatih untuk berjalan marathon. 

Nah, jika diingat lagi, dulu saya sering diajak berjalan kaki melewati daerah asri di kota, bersama beberapa anggota dari keluarga besar. Mungkin, momen tersebut menumbuhkan kecintaan saya terhadap berjalan kaki dan menikmati asrinya alam bumi nan indah di Bandung.

Lalu, loncat momennya ke saat ini, saat saya tengah rajin menulis kembali. Karena saya merasa menulis akan menambah pusing, maka berinisiatif untuk berjalan kaki tiap pagi, sambil meminum jamu dari Ibu Bakul Jamu. Memang, setiap pagi pasti ada saja yang lewat, walau sekarang lokasinya berada di sekitar pasar.

Tidak hanya berjalan kaki dan meminum jamu setiap pagi saja, tetapi mulai berolahraga pagi di Car Free Day. Targetnya, mencapai 8.000 langkah, atau sekitar lima kilometer jauhnya. Semua itu, karena niat saya dan bantuan jamu, yang sanggup menambah energi setiap paginya. Apalagi, penulis adalah seorang yang jarang sarapan, dan hanya meminum kopi saja setiap paginya.

Seluruh kebiasaan tersebut sudah terlaksana oleh saya, sejak awal tahun (mungkin tepatnya bulan Maret lalu), hingga sekarang. Okeh, saatnya melanjutkan bahasan berikutnya, ya...

Yoga di India

Yoga yang dimulai sejak 5000 tahun lalu, di bagian utara India, mendukung praktisinya agar dapat mencapai pencerahan, kesembuhan fisik, kebersihan emosional dan tujuan pribadi lainnya.

Yoga memang berbentuk dasar fisik, spiritual, dan filosofi. Praktisinya berlatih dengan urutan pose tubuh yang berbeda, dimulai dari pose sederhana sampai yang lebih rumit. 

Secara bersamaan saat pose tersebut dilakukan, praktisi yoga akan bermeditasi, membaca mantra, atau melatih kendali pernapasan, agar mencapai kedamaian pikiran dan mental.

Olahraga sekaligus olahrasa ini dapat dipraktekan oleh seluruh golongan umur, dari muda hingga tua, tanpa memandang gender, kelas sosial, atau agama. 

Pijat di Thailand

Pijat Nuad Thai adalah terapi fisik dari Thailand yang telah berumur sekitar 2500 tahun lamanya. Pijat ini banyak dipraktekkan oleh warga Thailand sebagai kombinasi dari seni dan sains.

Pemijat Nuad Thai menggunakan tangan, kaki, lutut, dan sikut untuk meremas, melipat, dan melonggarkan tubuh pasien. Tujuannya adalah untuk membuka jalan bagi 72 ribu sen atau jalur energi dari dalam tubuh. 

Menurut kepercayaan Buddhisme Thailand, pijatan ini dapat mengembalikan elemen internal tubuh manusia, yang terdiri dari elemen air, angin, api, dan tanah.

Menurut kepercayaan Buddhisme Thailand, pijatan ini dapat mengembalikan elemen internal tubuh manusia, yang terdiri dari elemen air, angin, api, dan tanah.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kita di Nusantara memiliki jenisnya tersendiri, yaitu umumnya bernama Pijat Jawa dan Pijat Bali. Pijat tradisional ini, memang berasal dari dua wilayah tersebut, dan terus mengalir ke seluruh Nusantara. 

Karena itu, perkembangan pijat tradisional pun terus merambah hingga jaman modern ini. Kemenkes pun telah membuat standarisasi untuk prakteknya. Bahkan, terdapat buku hasil Kemenkes, sebagai panduan dalam melaksanakannya. 

Momen saat ini, pijat tradisional Indonesia belum berhasil diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO. 

Akupuntur dari China

Praktek menusukkan jarum ke (titik saraf) dari kulit tubuh manusia, yang bernama akupuntur ini telah dimulai sejak lima ribu tahun lalu di China. 

Praktisi akupuntur biasanya menusukkan lima, hingga dua puluh jarum di kulit tubuh pasien, yang mewakili titik syaraf tubuh manusia. Praktek kesehatan ini dapat membantu pasien dari penyakit migrain, mual, nyeri otot, masalah pernapasan, hingga keram menstruasi.

Menurut kepercayaan China, metode ini dapat menyeimbangkan energi gelap Yin dan energi cahaya Yang di dalam tubuh manusia, dan ditujukan agar kesehatan mental dan fisik terjaga serta tetap seimbang. 

Yin dan Yang adalah bagian dari energi kehidupan, yang biasa disebut Qi,dan  mengalir sebanyak 12 jalur di tubuh manusia. Setiap jalur Qi menghubungkan organ dan fungsi tubuh utama.

Sauna dari Finlandia

Finlandia telah memiliki budaya sauna sejak sepuluh ribu tahun lalu, dan semakin ramai hingga sekarang. 3,3 juta lebih kamar mandi sauna berada di Finlandia, padahal jumlah warganya hanya 5,5 juta saja.

Rata-rata warga Finlandia bermandi sauna satu kali dalam seminggunya. Tidak hanya dapat membuang racun tubuh (lewat keringat) dan stres, mandi sauna adalah ajang sosial di Finlandia.

Banyaknya lokasi mandi sauna yang berada di sisi danau, hutan atau pegunungan, mandi secara sosial ini dianggap sebagai lahan komunikasi antar warga, sekaligus untuk menikmati indahnya alam. 

Banyaknya lokasi mandi sauna yang berada di sisi danau, hutan atau pegunungan, mandi secara sosial ini dianggap sebagai lahan komunikasi antar warga, sekaligus untuk menikmati indahnya alam. 

Sementara dari Indonesia itu sendiri, terdapat beberapa contoh mengenai sauna tradisional. Namanya pun berbeda-beda, contohnya adalah Leuhang dari Sunda, Batangeh dari Minang, dan Betangas dari Kalimantan.

Khas sauna Leuhang dari Sunda, adalah menggunakan rebusan rempah, yang uapnya dialirkan dalam sebuah kotak tertutup khusus, sementara bagian tubuh (dari batas leher kebawah) menyerap nutrisinya melalui kulit. 

Seperti saat diutarakan pada acara Pajajaran Anyar (Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat 2025) dari Humas Jabar, Leuhang sebagai bentuk sauna tradisional Sunda, masih diusahakan di tahun 2025 ini, sebagai bagian dari daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. 

09 Mei 2025

Sinopsis Film Anti Maut, Final Destination: Bloodline

Film Final Destination: Bloodline (IMDB).

Film Final Destination akhirnya dirilis kembali di tahun 2025. Berjarak 14 tahun dari seri sebelumnya, Final Destination: Bloodline akan dirilis tanggal 9 Mei ini. Seri film ini memiliki cerita khas yang unik bagi setiap serinya. Dilansir dari IMDB, Tokoh utamanya di setiap film memiliki kemampuan unik untuk meramal bencana.

Kemampuan meramal tersebut selalu muncul sebelum bencana besar tiba. Dengan kemampuannya, tokoh utama berhasil menyelamatkan banyak orang. Namun, ternyata takdir tidak bisa dielak. 

Seperti saat di film pertamanya yang dirilis tahun 2000 lalu, tokoh protagonisnya sempat menyelamatkan banyak teman sekolahnya dari kecelakaan pesawat. Jelang beberapa hari kemudian, banyak kecelakaan aneh merenggut nyawa banyak korban selamat dari pesawat tersebut.

Satu contohnya adalah saat seorang guru yang sedang mengetik komputer di dalam rumahnya. Tanpa sadar dia menumpahkan air sehingga mengalir ke arah dapurnya. Ketika guru tersebut terpeleset jatuh akibat air yang menggenang, pisau daging yang dipegangnya malah menusuk dirinya di bagian punggung. Seketika pingsan, guru tersebut akhirnya tak terselamatkan akibat rumahnya terbakar, karena sebelumnya dia sedang memanaskan air di kompor.

Tokoh protagonis bernama Alex (Devon Sawa) pun harus menggunakan instingnya, agar dapat memperingatkan teman-temannya, dan selamat dari maut yang pasti mengejar mereka.

Rentetan kejadian minim bahaya yang berujung celaka dan merenggut nyawa banyak tokoh karakter, adalah ciri khas seri film Final Destination. Kini di seri ke 6 Final Destination, ternyata kejadiannya masih memiliki ciri khas yang sama. 

Seperti ditunjukkan pada cuplikan filmnya, seorang keluarga tengah berpesta barbeque di taman rumah mereka. Seseorang yang sedang membersihkan wastafel, tidak sengaja memasukkan pecahan kaca ke dalam tumpukan es minum. Pecahan kaca tersebut menyebabkan rentetan kejadian mengerikan, yang merenggut beberapa nyawa dalam pesta tersebut.

Sementara tokoh utamanya di film seri ke enam ini, adalah seorang gadis muda yang sering bermimpi buruk, mengenai sebuah menara yang runtuh pada tahun 1960-an lalu. Mimpi tersebut ternyata kenangan milik neneknya yang telah berusia lanjut. Neneknya sempat menyelamatkan beberapa orang akibat kemampuan ramal miliknya, dan kini telah terlewati selama beberapa generasi.

Kemampuan ramalnya ternyata turun ke cucunya, yaitu sang gadis tersebut setelah puluhan tahun kemudian. Dengan insting yang sama, gadis dan keluarganya mencoba untuk mencegah maut tiba.

Oh ya, dari beberapa seri Final Destination, ceritanya kadang berujung baik, atau tidak sama sekali. Jadi, akhir cerita berbeda-beda, tergantung dari perkembangan plot dalam filmnya. 

Kalau masih penasaran, maka bisa ditonton saja di alam cenayang paranormal ala sinema Indonesia.

03 Mei 2025

Film Reka Ulang Mendadak Dangdut yang Legendaris

Mantep kayaknya joget dangdut dekat laut (IMDB).

Ingatkah anda tentang film Mendadak Dangdut yang dirilis tahun 2006 lalu? Film tersebut melejitkan nama Titi Kamal, yang ternyata sanggup menyanyikan cengkok lagu ala dangdut. Nah, pada tanggal 30 April tahun 2025 ini, dirilis kembali film Mendadak Dangdut. Uniknya, walau judulnya sama, film ini bukanlah sekuel atau prekuel, melainkan reka ulang.

Reka ulang film Mendadak Dangdut tahun 2025 ini menyajikan tokoh, latar, serta cerita yang berbeda. Dilansir dari IMDB, sutradaranya pun sineas perfilman yang terkenal, yaitu Monty Tiwa. Film ini diisi pula oleh aktris kawakan Anya Geraldine sebagai tokoh utama, bersama Aisha Nurra Datau dan Keanu AGL dalam film drama komedi ini.

Sinopsis Film Mendadak Dangdut

Naya Wardhani (Anya Geraldine) adalah seorang penyanyi pop yang tengah naik daun layaknya ulat. Namun, naiknya karir hanya membuat jengah dirinya. Emosi tersebut disebabkan oleh Thomas (Sadha Triyudha), produser musiknya yang hanya peduli pada kepentingan bisnis dan karir Naya di dunia musik. 

Berbanding terbalik dengan Thomas, Zul (Calvin Jeremy) yang berperan sebagai manajer Naya, tengah mencoba agar Naya dapat pindah label musiknya dan lepas dari kekangan Thomas.

Naya pun sebenarnya sedang mengalami kelelahan mental, akibat ayahnya yang bernama Anwar (Joshua Pandel) malah kawin lagi. Ayahnya meninggalkan Naya serta saudarinya, Lola (Aisha Nurra Datau), dan mengakibatkan situasi keluarganya semakin sulit.

Keadaan makin parah dengan konflik antara Zul dan Thomas yang semakin memanas. Akibat suatu pertikaian, Thomas membunuh Zul dan menjebak Naya sebagai pelakunya. 

Naya, Lola, dan Anwar pun terpaksa melarikan diri dari lokasi rumahnya, dan pindah ke Desa Singalaya. Di sana, keduanya harus merawat ayahnya yang sempat mereka bawa dan memang sudah pikun. Padahal, saksi kunci pembunuhan tersebut adalah Anwar, yang memang reka ingatannya sering putus-putus dan sudah tidak nyambung jika diajak mengobrol.

Sayangnya, beberapa warga desa mengenali Naya dan memaksanya kembali bernyanyi. Wawan (Keanu AGL) dan Wendhoy (Fajar Nugra) mengancam akan melaporkannya ke polisi, jika Naya tidak bernyanyi dangdut di Singalaya.

Dengan cengkok dangdut dan penampilan berbeda, Naya terpaksa tampil di depan publik desa, sambil menghindari polisi yang mungkin mengenali wajahnya. 

Mungkinkah Naya berhasil lepas dari jeratan kasus dan menghindari polisi? Atau malah keasyikan bernyanyi dangdut dan melupakan semuanya? Atau malah mendatangi polisi dan mengakui semuanya?

Jawabannya, tentu ada di goyangan mantap ala sinema Indonesia.

Sinopsis Film Sayap-Sayap Patah 2 yang Mengangkat Isu Densus 88

 

Olivia yang terjebak dinding tembus pandang (IMDB).

Pernahkah tersirat, bahwa Indonesia sempat mengalami darurat ekstremisme saat awal abad 21 lalu? Tentu hal tersebut mengingatkan kembali beberapa memori buruk. Hingga pertengahan tahun 2010-an, banyak peristiwa pemboman diklaim oleh kaum ekstremis agama. Dan hingga kini, banyak terduga ekstremis masih dipantau oleh tim Densus 88.

Detasemen Khusus 88 adalah cabang dari kepolisian yang bertugas mengawasi dan menangkap tersangka ekstremis di Indonesia. Kisah itulah yang coba diangkat oleh film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia, yang merupakan sekuel dari film berjudul sama, tahun 2022 lalu. Film pertamanya diisi oleh aktor kawakan Nicholas Saputra sebagai Adji, dan Ariel Tatum sebagai istrinya.

Tidak hanya mengangkat isu berat ekstremisme yang sempat merambah di Indonesia, beberapa kejadian yang diangkat di film ini merupakan inspirasi dari kisah nyata. Dilansir dari IMDB, khusus untuk film sekuel ini, kisahnya terinspirasi dari pelemparan bom molotov yang menerpa Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, pada tahun 2016 lalu.

Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia yang akan ditayangkan pada 8 Mei mendatang, disutradari oleh Ferry Pei Irawan. Aktor bintang lainnya yang mengisi film ini diantaranya adalah Arya Saloka dan Dara Sarasvati.

Sinopsis Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia

Ketika sebuah bom meledak di sebuah kafe, di saat yang hampir sama, seorang pemimpin ekstremis bernama Leong (Iwa K.), berhasil keluar dari penjara. Sadikin (Nugie) sebagai komandan Densus 88, yang memerintahkan Pandu (Arya Saloka) untuk mencari jejak dan lokasi Leong. 

Sementara Pandu adalah duda yang menghabiskan banyak waktu untuk anak tunggalnya, Olivia (Myesha Lin). Istrinya telah meninggal akibat sakit, sementara keseharian Olivia banyak dibantu oleh Suri (Dara Sarasvati), seorang guru yang mencoba mengisi kekosongan hati Olivia. Karena kedekatan antara guru dan anaknya yang telah piatu tersebut, Pandu pun semakin memiliki hubungan dekat dengan Suri. 

Namun, pekerjaannya di Densus 88, justru semakin membahayakan mereka. Hal itu diakibatkan saat misi buru sergap, wajah Pandu sempat terlihat oleh kawanan ekstremis. Balas dendam pun menjadi target misi berikutnya dari kawanan Leong yang berbahaya.

Bagi yang sudah membaca kasusnya, tentu dapat menebak akhir cerita Pandu dan Olivia. Namun, bagaimana adaptasi ini melansirkan ceritanya? Tentu dapat disaksikan di sinema Indonesia.

01 Mei 2025

Banyak Pahlawan Baru Mengisi Film Marvel ThunderBolts

 

Rasanya jadi pahlawan tanpa super (IMDB)

Marvel Cinematic Universe akhirnya merilis film kembali di tahun 2025 ini. Setelah film Captain America: Brave New World pada Februari lalu, kini awal Mei diisi oleh Thunderbolts.

Mirip dengan beberapa film sebelumnya, banyak wajah baru pahlawan super kini mengisi film Thunderbolts. Yelena Belova sebagai wajah baru Black Widow, kini menjadi tokoh sentral di film Thunderbolts.

Dilansir dari IMDB, Yelena Belova yang diperankan oleh Florence Pugh, sempat mengisi film serial Hawkeye (2021) bersama Heilee Steinfeld dan Jeremy Renner. Heilee Steinfield mengisi peran pula di film Thunderbolts, yaitu sebagai Kate Bishop yang lihai memanah layaknya Hawkeye. Kate Bishop memang berminat menjadi pahlawan layaknya Clint Barton.

Captain America palsu bernama John Walker (Wyatt Russel) pun ikut berperan di film ini. Captain America palsu ini sempat berseteru di serial Falcon and Winter Soldier. Falcon sekaligus penerus Captain America asli yang diperankan oleh Anthony Mackie tidak mengisi film ini. 

Namun, Bucky sang Winter Soldier (Sebastian Stan) muncul sebagai pahlawan veteran. Bucky adalah satu-satunya pahlawan veteran yang muncul di film ini, walau sempat berjasa di dua film Marvel terbesar sebelumnya, yaitu Avengers: Infinity War (2018) dan Endgame (2019).

Sinopsis Film Thunderbolts

Yelena Belova (Florence Pugh), Kate Bishop (Heilee Steinfield), dan John Walker (Wyatt Russel) tiba-tiba bertemu dalam satu misi. Beberapa agen mata-mata lain pun bertemu dengan mereka di misi tersebut. Misi yang awalnya sederhana, ternyata menjebak mereka dalam situasi antara hidup atau mati. 

Belova akhirnya berpendapat, bahwa misi tersebut adalah jebakan bagi mereka. Peran mereka sebagai agen mengakibatkan banyak pihak yang tidak suka. Misi tersebut tampaknya adalah jebakan khusus, agar seluruh agen lihai nan berbahaya dapat dihabisi sekaligus.

Namun, satu karakter yang tidak mereka sangka mengisi pula area misi tersebut. Karakter tersebut bernama Bob (Alexander Roberts), yang terlihat seperti pria biasa. Ternyata, Bob adalah karakter kuat yang berkostum sebagai Sentry. Dengan kemampuannya, Sentry dapat mengendalikan bayangan sekaligus menyerap manusia dan materi lain. 

Misi pun semakin sulit, karena Belova harus menyesuaikan diri dengan seluruh karakter kacau dunia Marvel, dan menghalau Sentry yang memiliki rencana mengerikan.

Apakah memang seluruh kota layak dijadikan mainan kekuatan super ala Sentry? Ataukah anggota Thunderbolts sudah cukup berdosa selama ini? Atau memang pertikaian keduanya cocok sebagai akhir dari semuanya?

Jawabannya, tentu ada di penghentian terakhir pahlawan super ala sinema Indonesia.

Film Perang Kota, Antara Cinta dan Bubuk Mesiu

 

Para bintang pemain film Perang Kota (IMDB).

Akhirnya setelah sekian lama, Indonesia kembali menelurkan film berlatar sejarah, berjudul Perang Kota, yang kini sudah tayang di banyak sinema Indonesia. 

Film berlatar belakang Jakarta tahun 1946 ini, menceritakan kisah drama sepasang suami-istri yang terjebak di banyak pertempuran, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Indonesia pada tahun 1946 memang masih dalam keadaan tanggung. Pihak koloni seperti Persemakmuran Inggris Raya, Kerajaan Jepang, dan VOC Belanda masih mencoba untuk menguasai Nusantara. 

Banyak pejuang kemerdekaan Indonesia masih bertikai dengan pihak koloni di banyak kota Indonesia. Dilansir dari IMDB, salah satunya adalah Isa yang diperankan oleh Chicco Jerikho di film Perang Kota ini. Istrinya yang bernama Fatimah (Ariel Tatum) pun harus berjuang bersama dengan Isa, karena dengan perannya sebagai pejuang kemerdekaan, membuat mereka harus melaksanakan beberapa misi pertempuran.

Film Perang Kota ini diadaptasi dari novel Jalan Tak Ada Ujung, hasil karya novelis legendaris Muchtar Lubis yang dirilis pada tahun 1952 lalu. 

Sinopsis Film Perang Kota

Isa (Chicco Jerikho) adalah seorang guru instrumen biola berumur 35 tahun di Jakarta tahun 1946. Selama tahun 1945 lalu, Isa sempat berperan di Pertempuran Surabaya melawan Pasukan Sekutu. Seluruh pertempuran yang dia jalani, menyebabkan dia trauma dan impoten. 

Isa bahkan tidak dapat mengajar lagi, karena sekolah tutup karena murid-muridnya yang tidak dapat datang, akibat sengitnya pertempuran setelah kemerdekaan Indonesia. 

Bersama anak angkatnya bernama Salim (Ar Barrani Lintang) dan istrinya Fatimah (Ariel Tatum), Isa mencoba bertahan hidup di Jakarta yang tengah kacau balau. Jakarta saat itu memang tengah banyak mengalami masalah dengan kaburnya Presiden Sukarno, serta konflik melawan keberadaan pasukan Gurkhas, Inggris, dan Belanda.

Isa bersama muridnya yang bernama Hazil (Jerome Kurnia), merencanakan misi agar dapat mengamankan Jakarta dan menciptakan revolusi di Indonesia. Misi tersebut adalah mengebom sebuah bioskop di Pasar Senen, yang merupakan lokasi berkumpul bagi pasukan Inggris yang membawa Gurkha dari India sebagai pasukan garis depan mereka. 

Seiring waktu, kedekatan Hazil dan Fatimah, serta fokusnya Isa pada misi kemerderkaan, menyebabkan ketiganya terjebak dalam cinta segitiga. Isa yang tahu bahwa Hazil dan Fatimah berselingkuh, hanya dapat merelakannya dan mencoba bertahan demi kemerdekaan Indonesia.

Apakah kemerdekaan Indonesia lebih layak dipertahankan daripada kehidupan pribadi? Atau sebenarnya dunia yang kacau balau, telah mengakibatkan Isa menjadi stres dan memilih melarikan diri dari dunia?

Jawabannya, tentu ada pada senandung nasionalisme ala sinema Indonesia.