![]() |
| Olivia yang terjebak dinding tembus pandang (IMDB). |
Pernahkah tersirat, bahwa Indonesia sempat mengalami darurat ekstremisme saat awal abad 21 lalu? Tentu hal tersebut mengingatkan kembali beberapa memori buruk. Hingga pertengahan tahun 2010-an, banyak peristiwa pemboman diklaim oleh kaum ekstremis agama. Dan hingga kini, banyak terduga ekstremis masih dipantau oleh tim Densus 88.
Detasemen Khusus 88 adalah cabang dari kepolisian yang bertugas mengawasi dan menangkap tersangka ekstremis di Indonesia. Kisah itulah yang coba diangkat oleh film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia, yang merupakan sekuel dari film berjudul sama, tahun 2022 lalu. Film pertamanya diisi oleh aktor kawakan Nicholas Saputra sebagai Adji, dan Ariel Tatum sebagai istrinya.
Tidak hanya mengangkat isu berat ekstremisme yang sempat merambah di Indonesia, beberapa kejadian yang diangkat di film ini merupakan inspirasi dari kisah nyata. Dilansir dari IMDB, khusus untuk film sekuel ini, kisahnya terinspirasi dari pelemparan bom molotov yang menerpa Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, pada tahun 2016 lalu.
Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia yang akan ditayangkan pada 8 Mei mendatang, disutradari oleh Ferry Pei Irawan. Aktor bintang lainnya yang mengisi film ini diantaranya adalah Arya Saloka dan Dara Sarasvati.
Sinopsis Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia
Ketika sebuah bom meledak di sebuah kafe, di saat yang hampir sama, seorang pemimpin ekstremis bernama Leong (Iwa K.), berhasil keluar dari penjara. Sadikin (Nugie) sebagai komandan Densus 88, yang memerintahkan Pandu (Arya Saloka) untuk mencari jejak dan lokasi Leong.
Sementara Pandu adalah duda yang menghabiskan banyak waktu untuk anak tunggalnya, Olivia (Myesha Lin). Istrinya telah meninggal akibat sakit, sementara keseharian Olivia banyak dibantu oleh Suri (Dara Sarasvati), seorang guru yang mencoba mengisi kekosongan hati Olivia. Karena kedekatan antara guru dan anaknya yang telah piatu tersebut, Pandu pun semakin memiliki hubungan dekat dengan Suri.
Namun, pekerjaannya di Densus 88, justru semakin membahayakan mereka. Hal itu diakibatkan saat misi buru sergap, wajah Pandu sempat terlihat oleh kawanan ekstremis. Balas dendam pun menjadi target misi berikutnya dari kawanan Leong yang berbahaya.
Bagi yang sudah membaca kasusnya, tentu dapat menebak akhir cerita Pandu dan Olivia. Namun, bagaimana adaptasi ini melansirkan ceritanya? Tentu dapat disaksikan di sinema Indonesia.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.