23 Januari 2026

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece

 

Luffy sang Topi Jerami yang ternyata Jurig Persib (KapanLagi).

Sebenarnya sudah lama pengen nulis Monsterisasi tentang One Piece, apalagi dengan banyak referensi mengenai buah setannya, tetapi apalah daya dengan keadaan berita pada September 2025 kemarin. Seorang Infuencer pecicilan dan banyak pasukan bajak lautnya, malah ngebadut dan bakar-bakar gedung DPR. Jadi ya malas membahasnya, seakan nge-feed suatu kontroversi. Sang Influencer pun masih memanasi Inet dengan clickbait lainnya di akhir tahun kemarin.

Tetapi di awal tahun 2026 ini, tepatnya tengah musim Liga 1 sepakbola Indonesia, akhirnya ada genderang betulan yang bergaung dari Bandung sini. Ya, saat Persib menjadi juara pertengahan musim dengan mengalahkan Persija, lalu berkibarlah lima bendera koreo raksasa di stadion, berisi gambar Luffy yang tengah membawa piala Liga 1. Animo semacam ini, sekali lagi layaknya warga Bandung, menantang dan menimpa kesan buruk sebelumnya. 

Nya nuhunkeun Persib anu atos Juara Tengah Musim Liga 1 Indonesia. Nuhunkeun oge ka Bobotoh sareng Jurig Persib, anu ngobarkeun bandera Luffy. Saur kuring mah kanu kitu teh, tiasa ngajunjung kompetisi anu bersih sareng kiblat anu bener, nya eta sami berkarya tina jalur bener. Sakali deui, Nuhun!

Some Chase Noise, We Chase Horizons!

Luffy di GBLA (Instagram).

Saya akhirnya bisa nulis juga artikel tentang One Piece, khususnya karakter utama bernama Luffy. Sama seperti sebelumnya, satu karakter saja yang dibahas latar serta visualisasinya, karena menghindari (banyak) spoiler dan lebih terfokus. Apalagi Luffy dan buah setannya, cocok sebagai karakter yang kesetanan.

Luffy Sang Topi Jerami

Dari sini, saya menggambarkan satu benda paling kentara saja, yaitu topi jerami milik Luffy, yang tergambar pada bendera bajak lautnya, sekaligus julukan kru tokoh utama kita ini. Apalagi topi jerami adalah simbol janji antara dua karakter, yang akan dikembalikan oleh Luffy kepada Shanks, saat dirinya mencapai status bajak laut yang hebat.

Mengacu dengan simpel, topi jerami adalah sejenis topi berbahan jerami (lah?), yang dipakai sebagai topi surya. Berbagai bentuknya telah ada sejak jaman dahulu, seperti topi ala fedora atau topi petani yang kerucut. Hingga kini, topi jerami masih digunakan karena ringan dan tidak panas, dengan fungsi utama menghalau cerah matahari mengenai mata. Karena itu, topi jerami dipakai oleh banyak orang saat beraktifitas siang hari di luar ruangan, khususnya di Jepang.

Sesuai dengan tema bajak laut di One Piece, topi jerami (entah kenapa hanya Luffy dan Shanks yang punya), adalah simbol khusus mengenai keadaan para bajak laut, alias para pelaut. Ya, topi ini identik pula dengan para pemancing, yang beraktifitas di tengah laut bersama terik mataharinya. 

Topi pemancing ini cocok dengan keadaan di manga dan anime One Piece, yaitu simbol 'mencari makan' di laut. Bahkan di beberapa episode, yang menunjukkan Kru Topi Jerami memancing ikan untuk dimasak. Jika tidak habis dagingnya, sisa ikan (raksasa) akan dijual saat berlabuh ke pulau. Bahkan ada satu episode saat Kru Topi Jerami perlu menjual ikan hasil pancingan demi menambah dana, yang dipakai untuk memperbaiki Going Merry di Water 7 (selain harta karun Skypea).

Konsep topi jerami ini berarti cukup dalam pula, karena Luffy lebih mementingkan topi daripada hidupnya. Bahkan ada satu film (non-canon), yang fokus berkisah Kru Topi Jerami saat membobol satu markas Marinir, demi meraih kembali topi miliknya. Judulnya One Piece 3D, dari tahun 2011.

Cukup sederhana layaknya trope atau gag anime yang lucu. Tetapi coba ingat seluruh Arc di One Piece, yang aslinya Battle Shonen. Setiap Arc mengisahkan Kru Topi Jerami yang menyelamatkan warga satu pulau, dari tindasan para bajak laut jahat. Luffy sangat tidak suka dengan penindasan yang semena-mena. Karena, mereka adalah warga biasa yang hanya bertahan hidup saja.

Buah Setan

Nah, dimulailah paradox Luffy sebagai pahlawan. Luffy (selalu) tidak ingin dianggap sebagai pahlawan, namun bajak laut yang senang bertualang. Ya, Luffy memiliki tingkat IQ yang nyebelin, namun menurut penulis, itu hanya pelarian saja. Luffy sebenarnya cukup pintar, namun menolak status tersebut, dengan hanya ingin bertualang sambil gelut saja. 

Tetapi, Luffy sebagai seorang kapten bajak laut dan buah setannya, memang cocok. Buah setan ini digambarkan oleh mangaka Eiichiro Oda, layaknya buah eksotis yang tiba dari daerah tropis sedunia, hingga benua Amerika yang baru ditemukan. Referensi yang kentara, bahwa cerita One Piece mengacu pada masa keemasan bajak laut di Karibia sana (abad 17-18). 

Referensi buah eksotis sebagai bagian dari setan, bukan karena kemampuan aneh yang diberikannya saja, tetapi mengacu pada potensi untuk memanggil setan besar sebelumnya. Belum dijelaskan langsung oleh Eiichiro Oda, tetapi sudah ditampilkan pada film One Piece: Red, dimana fokusnya adalah karakter Uta dan buah setan Musiknya. 

Uta yang bekerja sebagai penyanyi, ternyata sempat memanggil setan dalam buah musiknya. Padahal Uta masih kecil saat pertama kali memanggilnya, dan berakhir satu pulau yang dibantai habis. Shanks yang berada disana, harus menghalau setan tersebut bersama kru-nya. Walau film ini yang canon hanya Uta dan Shanks-nya saja, tetapi cukup menggambarkan potensi setan dari buah ajaib ini. Uta yang belum pernah melatihnya saja, sanggup memanggil setan sekuat itu.

Bahkan ada satu pepatah canon dari One Piece, bahwa buah setan adalah hasil ajaib dari minat manusianya. Sensei Oda pun beberapa kali menggambarkan Luffy yang mencapai Gear 5th alias telah Awakened, dengan wajah hitam dan bola mata merah, seakan setan yang baru saja muncul dengan kesetanan. Jadi apapun yang terjadi di dunia, buah setan selalu menjadi mitos nyata, tentang perubahan besar di One Piece.

Buah Setan Gomu-Gomu dan Revolusi Industri

Namun, bagaimana dengan sikap pahlawan ala Luffy dan Kru Topi Jerami? Nah ini lebih cocok lagi. Daripada digambarkan ala simbol Buah Nika sebagai Dewa Kemerdekaan di One Piece, lebih cocok dicek saja referensinya.

Buah Gomu-Gomu alias karet, adalah komoditas yang seharusnya jarang. Sejarah ditemukannya pohon karet, adalah sebagai pohon endemi asli Amerika Selatan, khususnya Brazil. Sejak jaman koloni di Amerika, pohon karet lalu disebarkan ke seluruh dunia, dengan beberapa lokasi seperti Indonesia, yang cocok ditanam pohon karet.

Abad 17an adalah akhir dari jaman Renaisans, saat banyak negara Eropa memulai kolonialisme, dengan wacana menambah sumber daya alam mereka. Untuk apa? Demi menjalankan dunia progresif dan kemajuan ilmu sains, yang saat itu kurang dibarengi perkembangan teknologinya. 

Namun bukan itu fokus artikel ini, dan kembali ke fungsi karet itu sendiri. Komoditas karet adalah zat baru bagi negara sedunia, yang membuka potensi besar lainnya. Bahkan tanpa karet, saat ini kita tidak memiliki komoditas seperti karet atau plastik sintetis, dan hanya memakai bahan kayu, kulit, serta logam saja, layaknya sub-genre SteamPunk. Jadi, pohon karet adalah satu komoditas penting yang dioprek saat jaman Viktoria, dan berhasil membawa dunia menuju jaman Revolusi Industri.

Sekali lagi, para penggemar One Piece pasti tahu, bahwa dunianya mengacu pada jaman bajak laut dan kolonialisme. Jadi sebenarnya Sang Buah Setan Gomu-Gomu, adalah komoditas yang berhasil meng-carry dunia, menuju jaman keemasan berikutnya. Ya, memang tidak se-nihil simbol pecicilan ala Buah Nika. Biasa-lah Sensei Oda, tahu aja cara ngejebak pihak yang kurang paham.

Perubahan Iklim

Nah kalau yang satu ini sih, sudah cukup jelas ya, tetapi penulis saja yang ingin menambahkannya. Perubahan Iklim memang satu wacana yang sangat kentara di One Piece, bahkan kini hampir disejajarkan dengan tingkatan anti-rasisme-nya.

Semenjak dibukanya kisah Kerajaan Lulusia yang hancur seketika oleh Imu, dan menyebabkan permukaan laut meninggi 1 meter, kisah One Piece di Arc Pulau Egghead mulai mengacu ke penyebab anehnya geografi dunia. Vegapunk yang menyiarkannya, bahkan mencatat tinggi permukaan laut bumi sempat naik 100 meter. Segitu saja sudah menunjukkan, bahwa dunia One Piece semakin terbanjiri oleh lautan. Bahkan, nantinya yang tersisa hanyalah Red Line sebagai benua tertinggi, sementara seluruh pulau akan terendam. 

Seluruh kisah geografis ini, tentu mengacu pada perubahan iklim, yang tahun 2025 kemarin ternyata memporakporandakan seluruh dunia. Contoh paling dekat, adalah banyaknya badai topan yang tiba di Asia Tenggara, khususnya di Filipina dan Vietnam. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika kedua negara tersebut, badai topan yang tiba biasanya berjumlah sekitar 20 saja dalam waktu setahun. Namun di tahun 2025 kemarin, jumlah badai topan yang tiba di hampir mencapai 30! Tidak heran banyak bencana alam akibat cuaca di tahun 2025 kemarin.

Kembali lagi ke One Piece, dengan banjirnya seluruh dunia, maka siapa yang paling diuntungkan? Ya jelas Imu, serta kawan-kawannya di Tenryuubito, sebagai Top Global 1 Persen yang tersisa. Sementara itu, seluruh dunia layaknya menjadi korban genosida. Para punggawanya yang memiliki Buah Setan sakti pun, akan sulit berkelana akibat langsung tenggelam oleh air laut.

Oh ya, ada satu teori fans One Piece dari Reddit, bahwa Imu adalah simbol dari Umibozu, sejenis Yokai laut di folklore Jepang. Daripada membahas teorinya yang cukup panjang, coba dicek saja efeknya. Kalau memang laut akhirnya meninggi dan menenggelamkan dunia, maka Imu sebagai Umibozu akan semakin kuat, karena sumber kekuatannya adalah laut itu sendiri!

Okeh, Adios.

22 Januari 2026

Linda Linda Linda di Remastered Ampe 4K

 

Girlband yang tetap sumringah (TMDB).

Okeh, saatnya membahas film musikal yang berbeda dari ranah Jepang sana, berjudul Linda Linda Linda, yang tayang di sinema Indonesia dengan diperbarui sampai 4k. Sebelumnya, film ini baru saja dirilis di Indonesia, akhir tahun 2025 lalu dengan perbaruan 4k, saat ditayangkan sebagai bagian dari festival film di Yogya (JAFF), dengan rating umur R13. 

Film musikal ini memang nostalgia khusus, karena aslinya dirilis pada tahun 2005 lalu, saat banyak band berisi seluruhnya cewek, bermain musik instrumen rock. Animo ini terus berkembang hingga awal 2010an.

Awal 2000an adalah momen baru bagi kebangkitan musik, dengan banyak band indie yang bergerilya di seantero dunia. Bahkan di Jepang sana, band indie layaknya lahan bagi musisi yang tidak begitu mainstream.

Padahal, jaman tersebut belum ada internet yang cepat, sehingga kabar gigs dan sebagainya, hanya dikabarkan melalui ponsel atau di Myspace dan Friendster. Ya, kedua media sosial awal tersebut, biasanya dipakai untuk menyebarkan acara dari para band indie.

Namun, animonya terus berkembang maju, hingga akhirnya YouTube meramaikan dunia internet dengan unggahan video-nya yang mudah dan sederhana, sejak tahun 2006. Setelah YouTube dirilis, banyak band indie berbondong-bondong meramaikannya, dengan tautan menuju laman medsos mereka.

Nah, dari segi dunia musiknya sendiri, khusus di SMP hingga SMA Indonesia, semacam Pentas Seni sering diadakan setiap tahunnya. Pensi ini dilaksanakan dengan mengundang band besar atau indie terkenal, selain para anggota band dari sekolahnya sendiri.

Saking ramainya, setiap ada Pentas Seni di sekolah (khususnya di Bandung), sangat penuh dengan anak sekolah dari SMP-SMA lain. Karena mereka ingin menikmati band indie terkenal, yang cukup sulit ditemukan di luar sekolah (alias konsernya malam hari). Saking penuhnya, keadaan diluar sekolah kadang macet akibat penuhnya lokasi Pensi.

Masih teringat, saat Maia Estianty dan Mulan Jameela sebagai duo Ratu, tiba di sekolah terdahulu untuk meramaikan Pensi. Moshing Pit jaman tersebut memang beda, karena jarang ada kisruh antar genre yang berbeda.

Kembali ke film Linda Linda Linda, layaknya mengingatkan penulis saat lulus SMA terdahulu. Saat itu, guru yang memang lihai memainkan alat musik, mengisi Prom Sekolah di hotel, dengan berbagai kibasan musik Rock n Roll-nya. Moshing pun menjadi kewajiban saat momen berlangsung. Nostal-gila yang betulan indah (:D)

Dan kembali (lagi) ke film ini (hehe), memang mengisahkan sebuah Pentas Seni di akhir masa sekolah. Karya film ini sangat disukai oleh kritikus Jepang. Bahkan, sutradara Nobuhiro Yamashita sebagai pemimpin produksinya, meraih sutradara terbaik di Jepang sana, pada tahun 2006.  

Animo band dengan girlband-nya, memang semakin ramai di Jepang sana. Khusus untuk ranah tontonan, mengisi banyak animo anime di Jepang. Kisah girlband ini langsung dilanjutkan pada saat anime K-On! rilis manga-nya mulai tahun 2007, yang ditambah produksi animenya pada tahun 2009.

Contohnya berikutnya adalah Angel Beats!, yaitu novel ringan (lalu diadaptasi sebagai anime tahun 2010) yang mengisahkan tentang sesi 'reinkarnasi' di sekolah. Kisahnya yang kocak mengenai festival (matsuri) akhir di sekolah 'alam baka', berakhir cukup miris-manis (bittersweet), dan menyebabkan banyak fans terpukau. 

Animo musik ini masih dilanjutkan di banyak anime hingga sekarang. Contohnya adalah Bocchi The Rock! yang hingga kini masih viral di dunia anime seantero inet.

Okeh, saatnya kembali ke sinopsisnya saja, karena memang cukup sederhana untuk dijelaskan (hehe). Kayaknya gak perlu dibuat sub-artikelnya juga, jadi ya ditulis simpel saja lah...

Kei (Yuu Kashii) sebagai gitaris, Kyoko (Aki Maeda) sebagai drummer, dan Nozomi (Shiori Sekine) sebagai bassist, tergabung sebagai girlband di sekolahnya. Namun, menjelang festival di sekolahnya, mereka belum memiliki vokalis sama sekali. 

Hingga akhirnya mereka mengingat seorang gadis bersuara bagus, bernama Son (Bae Doona). Namun, Son adalah seorang murid pertukaran dari Korea Selatan, yang belum fasih berbahasa Jepang.

Padahal, festival akan diadakan dalam waktu tiga hari lagi. Band mereka harus segera latihan demi memainkan lagu 80an, berjudul Linda Linda dari band punk Blue Hearts.

Oh ya, bagi yang tidak sempat menontonnya di sinema, dapat menyaksikannya di siaran internet Netflix, walau masih belum berformat 4k.

Kompilasi Film Horor Indonesia di Bulan Januari: Sengkolo Petaka Satu Suro, Kuyank, Kafir Gerbang Sukma, Tolong Saya!

 

Saatnya berdoa malam hari (TMDB).

Kali ini, penulis coba menulis kompilasi banyak film horor Indonesia, yang tayang saat minggu akhir bulan Januari. Seperti pada judulnya, empat film Indonesia ini memang dirilis dalam waktu hampir bersamaan. 

Bukannya ikut meremehkan film horor Indonesia, yang kadang membuat bosan para penggemar film dan warganet. Memang, isi cerita cuplikannya kurang bisa dibahas, walaupun nilai serta biaya produksinya cukup meyakinkan. Ada beberapa plot dan tema filmnya yang bisa dibahas lebih lanjut, tetapi tidak begitu mendalam. 

Jadi, penulis masukkan ke kompilasi saja. Padahal mah, horor memang bagian dari minat pecicilan penulis, yang (selalu) ditonton saja sampai tamat, padahal filmnya tidak begitu menarik.

Oh ya, rata-rata film disini memiliki rating D17, alias penonton dewasa, karena diisi banyak adegan sadis dengan mendarah-darah atau mendaging-daging. Yang aneh, justru film berjudul Kuyank, yang kita tahu hanya muncul kepalanya saja, ternyata memiliki rating R13 alias remaja.

Sengkolo Petaka Satu Suro

Nah, film yang pertama ini cukup kontroversial dengan mengadaptasi ritual Satu Suro. Menurut kalender Jawa, Satu Suro adalah malam pergantian tahun baru. Seperti biasanya, beberapa ritual dilaksanakan, karena malam ini dianggap seperti hari keramat lainnya, adalah masa dimana batas dimensi mistis dan dunia nyata saling berjumpalitan.

Padahal, tanggal ini selalu bertepatan dengan tahun Hijriyah Islam, yaitu pergantian tahun menjadi satu Muharram. Memang, keduanya berlandaskan penanggalan bulan, daripada matahari layaknya tahun masehi.

Sementara pada film ini, kisahnya cukup berbeda. Menjelang pergantian tahun satu suro, banyak wanita hamil yang diteror mistis. Padahal, seperti ditampilkan pada adegan cuplikan, wanita tersebut sudah melaksanakan ritual saat pergantian tahun.

Sedihnya punya kepala saja (TMDB).
Kuyank

Nah, film ini tentu lebih dikenal oleh banyak orang, karena khas dengan minat jurignya. Seperti sudah banyak dibahas di film horor lain atau inet, kuyang adalah sejenis ritual mistis, dimana penggunanya adalah wanita, yang ingin terus awet muda. Sayangnya setiap beberapa lama, wujudnya berubah menjadi kepalanya saja, dan bergentayangan sambil memangsa darah manusia.

Di film ini, justru kisahnya ditambahkan lagi. Karena sang istri yang tidak ingin kehilangan suaminya, akibat keduanya memang mandul, maka melaksanakan ritual kuyang tersebut. Namun, sang suami ternyata cukup rela, sehingga tanpa takut terus menjaga dan setia terhadap istrinya, dengan atau tanpa kepala yang menempel pada tubuhnya.

Rasanya dimandikan sama nenek (TMDB).

Kafir Gerbang Sukma

Film ini adalah sekuel dari film 2018 terdahulu, berjudul Kafir: Bersekutu Dengan Setan. Banyak yang menganggap, rilis film pertama Kafir, adalah pemicu baru kembalinya perfilman Indonesia. Beberapa publik figur, artikel, dan konten memang menyatakan seperti itu. Cukup terbukti, dengan banjirnya film Nusantara di tahun 2025 kemarin, yang memiliki nilai produksi cukup tinggi.

Kembali ke film Kafir di tahun 2026 ini, yang masih mengadaptasi tema sama. Bahkan ceritanya dilanjutkan dari film pertamanya, dengan mengusung jarak waktu yang sama, yaitu delapan tahun. Dengan karakter dan aktor-aktris yang sama, akhirnya berjibaku kembali dengan teror mistis, akibat ritual nyeleneh nan brutal di lingkungan sekitarnya.

Rasanya terngiang-ngiang Korsel (TMDB).

Tolong Saya! (Dowajuseyo)

Kalau yang satu ini, cukup mumpuni dengan kerjasama antara sineas perfilman Indonesia, dengan Korea Selatan sana. Jika dicek sejarahnya, maka dapat ditelaah berbagai karya lintas negara ini. Kedekatan Korea Selatan dan Indonesia, layaknya mendarah daging akibat gaya bahasa, atmosfir, dan brutalnya kesan yang mirip antar keduanya.

Khusus di film Dowajuseyo ini, berkisah tentang seorang mahasiswi pertukaran pelajar dari Indonesia, yang belajar di kampus Korea Selatan. Namun, mahasiswi ini malah terjebak lingkaran mistis, akibat jurig yang menganggap dirinya mudah kerasukan, sekaligus membalaskan dendam semasa hidupnya. Pertukaran pelajar pun, berubah menjadi pertukaran dimensi dua dunia, dengan segala baik-buruknya dunia mistis.

Horornya Kota Bukit Sunyi Ala Film Return to Silent Hill

 

Saatnya kembali ke Bukit Sunyi (TMDB).

Ternyata, ranah film horor masih bisa berkreasi lebih lagi, dengan mengadaptasi kembali satu waralaba gim horor paling ikonik di jaman konsol, berjudul Return To Silent Hill, yang akan tayang saat akhir bulan Januari ini di sinema nasional.

Video Gim Silent Hill

Berbeda dengan gim horor kebanyakan, waralaba Silent Hill dari Konami memang menyajikan horor yang sulit dicerna, dengan atmosfer yang begitu mengerikan. Gelutnya pun cukup sulit jika dibandingkan gim lainnya, karena karakter yang pemain mainkan, tidak terlatih alias hanya warga biasa.

Khas dari Silent Hill, adalah lokasi kotanya itu sendiri, yang merupakan gerbang antara dimensi nyata dan horornya dunia lain. Kota ini adalah lokasi utama kisah Silent Hill, yang disajikan berbeda di setiap perilisan serinya. 

Khas lainnya adalah berbagai monster yang mengisi kotanya. Diantaranya adalah Kepala Pyramid, Suster Iseng, dan berbagai mahluk tidak bernalar. Seluruhnya berbentuk aneh dan mengerikan, karena tidak mengacu pada satu jurig manapun.

Tentu jika dibahas dari serinya, yang paling ikonik adalah empat perilisan awalnya, yang produksinya masih diawasi langsung oleh Konami. Silent Hill 1 hingga 4 (1999, 2001, 2003, 2004) memiliki khas yang sama, yaitu karakternya terjebak di versi horor Silent Hill, dan harus menemukan jalan pulangnya. Namun, kisah latar karakternya, memiliki motivasi tersendiri untuk tetap berada di kota horor ini. 

Reka ulang atau melanjutkan seri ini dari Konami sendiri, sempat viral di inet dan para gamer pada tahun 2014 lalu, dengan dirilisnya demo gim PT. Berformat demo dengan durasi gameplay sekitar satu setengah jam, mengingatkan lagi tentang ngerinya Silent Hill. Konami tidak begitu membuka rencananya untuk melanjutkan gim-nya, namun para gamer sangat berharap akan sekuelnya.

Demo yang dirilis di PS4 ini, bareng dengan kentalnya animo horor indie, yang mengisahkan terjebak di dunia mistis, dengan gameplay yang minim, namun cerita yang cukup menyayat hati. Seakan, kumpulan gim indie ini adalah tribute atau homage seri Silent Hill. Memang, beberapa gim akhirnya setelah nomor 4, sempat flop di pasar dunia gim.

Hingga akhirnya tiba di tahun 2024, tepat 10 tahun setelah gim PT dirilis. Tiba juga reka ulang Silent Hill 2, yang digadang sebagai seri terbaik waralaba gim ini. Kesabaran gamer selama 20 tahun terakhir pun, akhirnya terbayarkan. 

Ternyata, Konami menyiapkan pula perilisan sekuelnya berjudul Silent Hill F, pada tahun 2025. Berbeda dengan seri sebelumnya, justru gim ini berlatar di Jepang tahun 1960an, walau masih khas dengan cara gelut yang lambat dan taktis ala seri Silent Hill. Bagi yang cukup memahami etimologi perubahan makna bahasa Jepang, maka nama kota Ebisugaoka, berarti Silent Hill dalam bahasa Inggrisnya.

Apakah itu di puncak tangga? (GOG). 
Film Silent Hill

Okeh, karena seri gim-nya sudah cukup dijabarkan, maka coba beralih ke filmnya, yang ternyata cukup disukai oleh fans gim, sekaligus para penggemar horor. 

Film pertamanya di tahun 2006 dengan judul yang sama, masih mengikuti ritual ala gim-nya, yaitu karakter berbeda dengan atmosfer Silent Hill yang berbeda pula. Ya, uniknya rilis setiap serinya, adalah menyajikan sisi lain kota Silent Hill. 

Karena itu, improvisasi cerita di filmnya, dianggap wajar, dan bahkan diapresiasi para penggemar horor. Terlebih lagi, kehadiran beberapa monster seperti Kepala Piramid dan Suster Iseng, menjadi referensi langsung dari gimnya. 

Visual lain yang disukai penonton, adalah saat perubahan dimensi nyata ke horor, yang ditandai dengan suara sirene nyaring, lalu lokasi berkabut malah semakin gelap dengan dinding yang 'berdarah'.

Banyak penggemar suka pula dengan kisah di film ini, karena masih bertema keluarga atau rekan terdekat yang hilang, tentunya di Silent Hill. Sementara itu, karakter utamanya ternyata harus berjibaku dengan anehnya Silent Hill, padahal memiliki motivasi tersendiri untuk tetap berada disana.

Sekuelnya berjudul Silent Hill: Revelation 3D tidak semenarik film pertamanya. Padahal, film kedua ini melanjutkan ceritanya langsung. Bahkan, teknik tayangan 3D serta anehnya Silent Hill, masih kentara terlihat. Menurut penulis, film kedua ini agak maksa dari segi cerita, karena sebelumnya sudah beres di akhir film pertama.

Nah, bagaimana dengan penggambaran film Silent Hill 2 di filmnya tahun 2026 ini, bisa dicek langsung di sinopsisnya saja.

Sinopsis Film Return To Silent Hill

Bagi yang sudah memainkan gim-nya, tentu paham bahwa nama karakternya sama dengan filmnya ini. Maka, dapat direka bahwa jalan ceritanya akan mirip. Ada satu kisah aneh yang perlu dijabarkan dalam artikel ini, yaitu bagaimana satu karakter anaknya, berinteraksi dengan seluruh ide Silent Hill.

Pokoknya, James Sunderland (Jeremy Irvine) dengan jaket khasnya, tiba di Silent Hill akibat surat undangan dari istrinya yang hilang, Mary Crane (Hannah Emily Enderson). Di sana, dirinya heran dengan keadaan kota yang sepi, serta kehadiran banyak warga yang sama bingungnya. Kehadiran sesosok gadis kecil, ternyata dapat menguak arti tersasarnya James di Silent Hill.

Selain itu, khas Silent Hill 2 dengan radio 'pendeteksi' perubahan dimensi dan tebalnya kabut, disatukan dengan suara sirene dan perubahan dinding yang berdarah merah, terlihat kentara dalam cuplikannya.

21 Januari 2026

Diteror Kera Peliharaan Sendiri Ala Film Primate

 

Ben yang sudah terlihat mengerikan (TMDB).

Akhirnya, film horor dari ranah Hollywood yang berbeda, tiba juga di sinema Nusantara, berjudul Primate alias primata. Kini, sineas perfilman Hollywood masih sanggup berkreasi baru, dengan plot diteror hewan peliharaan sendiri.

Ya, film Primate ini memang mengisahkan sebuah animo film lama, yang berkutat pada serangan binatang liar, dengan segala keganasannya. Namun, di film ini lebih mengacu pada binatang peliharaan sejenis simpanse, yang terjangkit rabies dan meneror pemiliknya sendiri.

Memang, film ini mengacu pada satu isu sosial, saat seekor hewan peliharaan rumahan, yang dapat terjangkit penyakit berbahaya rabies, lalu menularkannya pada manusia di sekitarnya. 

Terlebih lagi, hewan tersebut adalah simpanse, yang bernalar tinggi, dengan fisik melebihi manusia. Banyak penelitian oleh ilmuwan, yang menunjukkan bahwa kepadatan dan jumlah jaringan otot kera, ternyata melebihi manusia, sehingga lebih kuat dalam beraktifitas fisik.

Sedikit Info tentang Rabies

Wacananya, adalah setiap hewan peliharaan rumah perlu divaksin virus Rabies, demi mencegah hilangnya nyawa hewan tersebut, serta manusia disekitarnya.

Menurut Biofarma, rabies disebabkan oleh infeksi virus lyssavirus yang menular melalui air liur, gigitan, atau cakaran hewan terinfeksi. Hewan yang menularkan virus ini contohnya adalah anjing, kelelawar, kucing, dan kera. Manusia pun dapat tertular virus ini dari hewan, walau tidak menular ke manusia lainnya.

Untuk mencegahnya, diperlukan vaksinasi hewan bersama manusianya, karena resiko virus tertular dari hewan liar lebih tinggi daripada hewan peliharaan. Pada hewan pun, terdapat dua tipe gejala, yaitu tipe ganas atau paralitik, seperti dilansir dari KlikDokter

Pada tipe paralitik, justru penderitanya akan paralisis atau lumpuh. Justru gejala sebaliknya pada tipe ganas, penderitanya akan hiperaktif, agresif, dan mudah marah. Karena itu, banyak film horor (zombie khususnya), menggambarkan infeksi virus ini, lalu menjadi buas seketika.

Padahal, masa inkubasi virus rabies sangat bervariasi. Penderita mengalami gejala, antara dua hingga tiga bulan, atau satu minggu hingga satu tahunnya. Semuanya, tergantung dari faktor lokasi gigitan, serta jumlah virus yang masuk. 

Nah, tampaknya film Primate ini mengisahkan seekor simpanse peliharaan, yang lupa tidak divaksin virus rabies, namun telah terjangkit lama tanpa adanya gejala. Karena itu begitu film baru dimulai, langsung mengacu pada horornya.

Sinopsis Film Primate

Lucy (Johny Sequoyah) adalah seorang mahasiswi, yang baru saja pulang ke lokasi rumahnya di Hawaii. Sambil pulang, dia mengajak pula beberapa teman kuliahnya untuk berkunjung.

Setelah tiba, Lucy mengenalkan hewan peliharaannya yang bernama Ben, yaitu seekor simpanse yang sudah terlatih. Lucy menyatakan, bahwa Ben telah diadopsi sejak kecil, sehingga cukup jinak dan cekatan.

Namun suatu malam saat Ben tengah tidur, sedikit celah di sisi kandangnya menyebabkan hewan pengerat kecil menerobos masuk. Ben terluka akibat gigitan hewan tersebut, dan melarikan diri dengan masuk ke dalam rumah.

Tidak berapa lama, gejala rabies ganas pun muncul dalam diri Ben, yang mulai meneror seisi rumah. Seluruh manusia yang tinggal, termasuk diantaranya Lucy, sulit dalam menghadapi kepintaran dan buasnya Ben.

Sanggupkah mereka selamat dari kejaran Ben? Atau berakhir begitu saja dan terjangkit rabies? Adakah yang mampu menghalau masalah penyakit serius ini?

Jawabannya tentu ada di keragaman virus hayati ala sinema Indonesia. 

Kembali ke Masa Kerajaan China Ala Film Back To The Past

 

Hong yang berasa Isekai (TMDB).

Okeh, saatnya film yang beda dari ranah China sana, berjudul Back To The Past, yang tayang di sinema Indonesia. Film ini cocok sebagai film aksi pertama yang rilis di tahun 2026, bagi banyak penonton remaja (R13) tentunya.

Film ini menyatukan antara unsur futuristik dan masa kerajaan China terdahulu, tepatnya jaman Dinasti Qin. Memang, kisahnya diawali dengan sebuah perjalanan waktu, ditambah beberapa anggota tentara modern yang cukup isekai.

Tampaknya, China mulai beralih ke film aksi gelut yang mumpuni dan lebih realistis, daripada kisah epik mitologi bersama Naga dan fantastisnya perang kolosal. Mungkin, sudah saatnya China mengadaptasi kembali segi perfilman HongKong terdahulu, yang lebih mengisahkan adu kungfu.

Mengacu pada animo ini, sebenarnya di tahun 2025 lalu ada dua film China yang dirilis dengan aksi mirip. Keduanya yaitu film Operation Hadal di bulan September, dan Dongji Rescue di bulan Oktober. Kedua film bertema aksi yang lebih modern, yaitu buru sergap di sebuah kilang minyak, dan sesi penyelamatan sandera di kapal laut jaman Perang Dunia.

Dan kali ini, kisahnya lebih menarik lagi. Karena, di film Back To The Past adalah kombinasi antara aksi persenjataan modern, dengan kisah kungfu ala China sana. 

Cukup menarik memang, karena biasanya para tentara modern dilatih beladiri tangan kosong, yang dibantu dengan senapan. Sementara jaman kerajaan lebih fokus pada senjata tombak, perisai, baju zirah, busur-panah, serta pasukan serbu berkudanya.

Terlihat pada cuplikannya, beberapa karakter yang memiliki pistol, senapan serbu, serta rompi kevlarnya. Mereka bahkan sempat memasang ranjau darat, demi menghalau kejaran pasukan berkuda. 

Okeh, saatnya mengecek sinopsisnya saja.

Sinopsis Film Back To The Past

Hong Siu-lung (Louis Koo) adalah mantan pasukan modern China, yang terjebak di jaman kerajaan Dinasty Qin, selama 20 tahun lamanya. Dirinya sempat melalui perjalanan waktu ke masa lampau, demi sebuah misi yang merubah sejarah.

Selama 20 tahun berada di lokasi pengasingan, dirinya sudah cukup terbiasa hidup ala jaman kerajaan. Lokasi tersebut sengaja dibangun demi memantau keadaan Hong, dengan wacana dari Kaisar Qin (Raymond Lam Fung). 

Sebenarnya, keanehan kisah 'isekai' Hong telah dipantau lama, sehingga Kaisar Qin penasaran dengan keberadaannya. Selama beberapa tahun awal tibanya Hong di Dinasti Qin, Kaisar sempat belajar banyak hal tentang perkembangan jaman di China dari Hong.

Hingga tepat tahun ke-20 sejak Hong tinggal, ternyata tiba kabar lainnya yang cukup mencengangkan seantero kerajaan. Kaisar Qin disergap oleh sekelompok pasukan, yang memiliki persenjataan (modern) sama dengan Hong. Hong dan Kaisar Qin pun perlu merencanakan bersama, agar dapat menghalau pasukan tersebut, yang tampaknya memiliki misi sama dengan Hong, 20 tahun lalu.

Sanggupkah Hong menghalau serangan pasukan modern? Atau malah tergiur untuk kembali ke masanya? Dan bahkan mencoba membereskan misi aslinya, sebelum tinggal nyaman di Dinasti Qin?

Jawabannya, tentu ada di sinema aksi kungfu ala Indonesia.