![]() |
| Luffy sang Topi Jerami yang ternyata Jurig Persib (KapanLagi). |
Tetapi di awal tahun 2026 ini, tepatnya tengah musim Liga 1 sepakbola Indonesia, akhirnya ada genderang betulan yang bergaung dari Bandung sini. Ya, saat Persib menjadi juara pertengahan musim dengan mengalahkan Persija, lalu berkibarlah lima bendera koreo raksasa di stadion, berisi gambar Luffy yang tengah membawa piala Liga 1. Animo semacam ini, sekali lagi layaknya warga Bandung, menantang dan menimpa kesan buruk sebelumnya.
Nya nuhunkeun Persib anu atos Juara Tengah Musim Liga 1 Indonesia. Nuhunkeun oge ka Bobotoh sareng Jurig Persib, anu ngobarkeun bandera Luffy. Saur kuring mah kanu kitu teh, tiasa ngajunjung kompetisi anu bersih sareng kiblat anu bener, nya eta sami berkarya tina jalur bener. Sakali deui, Nuhun!
Some Chase Noise, We Chase Horizons!
![]() |
| Luffy di GBLA (Instagram). |
Saya akhirnya bisa nulis juga artikel tentang One Piece, khususnya karakter utama bernama Luffy. Sama seperti sebelumnya, satu karakter saja yang dibahas latar serta visualisasinya, karena menghindari (banyak) spoiler dan lebih terfokus. Apalagi Luffy dan buah setannya, cocok sebagai karakter yang kesetanan.
Luffy Sang Topi JeramiDari sini, saya menggambarkan satu benda paling kentara saja, yaitu topi jerami milik Luffy, yang tergambar pada bendera bajak lautnya, sekaligus julukan kru tokoh utama kita ini. Apalagi topi jerami adalah simbol janji antara dua karakter, yang akan dikembalikan oleh Luffy kepada Shanks, saat dirinya mencapai status bajak laut yang hebat.
Mengacu dengan simpel, topi jerami adalah sejenis topi berbahan jerami (lah?), yang dipakai sebagai topi surya. Berbagai bentuknya telah ada sejak jaman dahulu, seperti topi ala fedora atau topi petani yang kerucut. Hingga kini, topi jerami masih digunakan karena ringan dan tidak panas, dengan fungsi utama menghalau cerah matahari mengenai mata. Karena itu, topi jerami dipakai oleh banyak orang saat beraktifitas siang hari di luar ruangan, khususnya di Jepang.
Sesuai dengan tema bajak laut di One Piece, topi jerami (entah kenapa hanya Luffy dan Shanks yang punya), adalah simbol khusus mengenai keadaan para bajak laut, alias para pelaut. Ya, topi ini identik pula dengan para pemancing, yang beraktifitas di tengah laut bersama terik mataharinya.
Topi pemancing ini cocok dengan keadaan di manga dan anime One Piece, yaitu simbol 'mencari makan' di laut. Bahkan di beberapa episode, yang menunjukkan Kru Topi Jerami memancing ikan untuk dimasak. Jika tidak habis dagingnya, sisa ikan (raksasa) akan dijual saat berlabuh ke pulau. Bahkan ada satu episode saat Kru Topi Jerami perlu menjual ikan hasil pancingan demi menambah dana, yang dipakai untuk memperbaiki Going Merry di Water 7 (selain harta karun Skypea).
Konsep topi jerami ini berarti cukup dalam pula, karena Luffy lebih mementingkan topi daripada hidupnya. Bahkan ada satu film (non-canon), yang fokus berkisah Kru Topi Jerami saat membobol satu markas Marinir, demi meraih kembali topi miliknya. Judulnya One Piece 3D, dari tahun 2011.
Cukup sederhana layaknya trope atau gag anime yang lucu. Tetapi coba ingat seluruh Arc di One Piece, yang aslinya Battle Shonen. Setiap Arc mengisahkan Kru Topi Jerami yang menyelamatkan warga satu pulau, dari tindasan para bajak laut jahat. Luffy sangat tidak suka dengan penindasan yang semena-mena. Karena, mereka adalah warga biasa yang hanya bertahan hidup saja.
Buah Setan
Nah, dimulailah paradox Luffy sebagai pahlawan. Luffy (selalu) tidak ingin dianggap sebagai pahlawan, namun bajak laut yang senang bertualang. Ya, Luffy memiliki tingkat IQ yang nyebelin, namun menurut penulis, itu hanya pelarian saja. Luffy sebenarnya cukup pintar, namun menolak status tersebut, dengan hanya ingin bertualang sambil gelut saja.
Tetapi, Luffy sebagai seorang kapten bajak laut dan buah setannya, memang cocok. Buah setan ini digambarkan oleh mangaka Eiichiro Oda, layaknya buah eksotis yang tiba dari daerah tropis sedunia, hingga benua Amerika yang baru ditemukan. Referensi yang kentara, bahwa cerita One Piece mengacu pada masa keemasan bajak laut di Karibia sana (abad 17-18).
Referensi buah eksotis sebagai bagian dari setan, bukan karena kemampuan aneh yang diberikannya saja, tetapi mengacu pada potensi untuk memanggil setan besar sebelumnya. Belum dijelaskan langsung oleh Eiichiro Oda, tetapi sudah ditampilkan pada film One Piece: Red, dimana fokusnya adalah karakter Uta dan buah setan Musiknya.
Uta yang bekerja sebagai penyanyi, ternyata sempat memanggil setan dalam buah musiknya. Padahal Uta masih kecil saat pertama kali memanggilnya, dan berakhir satu pulau yang dibantai habis. Shanks yang berada disana, harus menghalau setan tersebut bersama kru-nya. Walau film ini yang canon hanya Uta dan Shanks-nya saja, tetapi cukup menggambarkan potensi setan dari buah ajaib ini. Uta yang belum pernah melatihnya saja, sanggup memanggil setan sekuat itu.
Bahkan ada satu pepatah canon dari One Piece, bahwa buah setan adalah hasil ajaib dari minat manusianya. Sensei Oda pun beberapa kali menggambarkan Luffy yang mencapai Gear 5th alias telah Awakened, dengan wajah hitam dan bola mata merah, seakan setan yang baru saja muncul dengan kesetanan. Jadi apapun yang terjadi di dunia, buah setan selalu menjadi mitos nyata, tentang perubahan besar di One Piece.
Buah Setan Gomu-Gomu dan Revolusi Industri
Namun, bagaimana dengan sikap pahlawan ala Luffy dan Kru Topi Jerami? Nah ini lebih cocok lagi. Daripada digambarkan ala simbol Buah Nika sebagai Dewa Kemerdekaan di One Piece, lebih cocok dicek saja referensinya.
Buah Gomu-Gomu alias karet, adalah komoditas yang seharusnya jarang. Sejarah ditemukannya pohon karet, adalah sebagai pohon endemi asli Amerika Selatan, khususnya Brazil. Sejak jaman koloni di Amerika, pohon karet lalu disebarkan ke seluruh dunia, dengan beberapa lokasi seperti Indonesia, yang cocok ditanam pohon karet.
Abad 17an adalah akhir dari jaman Renaisans, saat banyak negara Eropa memulai kolonialisme, dengan wacana menambah sumber daya alam mereka. Untuk apa? Demi menjalankan dunia progresif dan kemajuan ilmu sains, yang saat itu kurang dibarengi perkembangan teknologinya.
Namun bukan itu fokus artikel ini, dan kembali ke fungsi karet itu sendiri. Komoditas karet adalah zat baru bagi negara sedunia, yang membuka potensi besar lainnya. Bahkan tanpa karet, saat ini kita tidak memiliki komoditas seperti karet atau plastik sintetis, dan hanya memakai bahan kayu, kulit, serta logam saja, layaknya sub-genre SteamPunk. Jadi, pohon karet adalah satu komoditas penting yang dioprek saat jaman Viktoria, dan berhasil membawa dunia menuju jaman Revolusi Industri.
Sekali lagi, para penggemar One Piece pasti tahu, bahwa dunianya mengacu pada jaman bajak laut dan kolonialisme. Jadi sebenarnya Sang Buah Setan Gomu-Gomu, adalah komoditas yang berhasil meng-carry dunia, menuju jaman keemasan berikutnya. Ya, memang tidak se-nihil simbol pecicilan ala Buah Nika. Biasa-lah Sensei Oda, tahu aja cara ngejebak pihak yang kurang paham.
Perubahan Iklim
Nah kalau yang satu ini sih, sudah cukup jelas ya, tetapi penulis saja yang ingin menambahkannya. Perubahan Iklim memang satu wacana yang sangat kentara di One Piece, bahkan kini hampir disejajarkan dengan tingkatan anti-rasisme-nya.
Semenjak dibukanya kisah Kerajaan Lulusia yang hancur seketika oleh Imu, dan menyebabkan permukaan laut meninggi 1 meter, kisah One Piece di Arc Pulau Egghead mulai mengacu ke penyebab anehnya geografi dunia. Vegapunk yang menyiarkannya, bahkan mencatat tinggi permukaan laut bumi sempat naik 100 meter. Segitu saja sudah menunjukkan, bahwa dunia One Piece semakin terbanjiri oleh lautan. Bahkan, nantinya yang tersisa hanyalah Red Line sebagai benua tertinggi, sementara seluruh pulau akan terendam.
Seluruh kisah geografis ini, tentu mengacu pada perubahan iklim, yang tahun 2025 kemarin ternyata memporakporandakan seluruh dunia. Contoh paling dekat, adalah banyaknya badai topan yang tiba di Asia Tenggara, khususnya di Filipina dan Vietnam. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika kedua negara tersebut, badai topan yang tiba biasanya berjumlah sekitar 20 saja dalam waktu setahun. Namun di tahun 2025 kemarin, jumlah badai topan yang tiba di hampir mencapai 30! Tidak heran banyak bencana alam akibat cuaca di tahun 2025 kemarin.
Kembali lagi ke One Piece, dengan banjirnya seluruh dunia, maka siapa yang paling diuntungkan? Ya jelas Imu, serta kawan-kawannya di Tenryuubito, sebagai Top Global 1 Persen yang tersisa. Sementara itu, seluruh dunia layaknya menjadi korban genosida. Para punggawanya yang memiliki Buah Setan sakti pun, akan sulit berkelana akibat langsung tenggelam oleh air laut.
Oh ya, ada satu teori fans One Piece dari Reddit, bahwa Imu adalah simbol dari Umibozu, sejenis Yokai laut di folklore Jepang. Daripada membahas teorinya yang cukup panjang, coba dicek saja efeknya. Kalau memang laut akhirnya meninggi dan menenggelamkan dunia, maka Imu sebagai Umibozu akan semakin kuat, karena sumber kekuatannya adalah laut itu sendiri!
Okeh, Adios.













