![]() |
| Saatnya berdoa malam hari (TMDB). |
Kali ini, penulis coba menulis kompilasi banyak film horor Indonesia, yang tayang saat minggu akhir bulan Januari. Seperti pada judulnya, empat film Indonesia ini memang dirilis dalam waktu hampir bersamaan.
Bukannya ikut meremehkan film horor Indonesia, yang kadang membuat bosan para penggemar film dan warganet. Memang, isi cerita cuplikannya kurang bisa dibahas, walaupun nilai serta biaya produksinya cukup meyakinkan. Ada beberapa plot dan tema filmnya yang bisa dibahas lebih lanjut, tetapi tidak begitu mendalam.
Jadi, penulis masukkan ke kompilasi saja. Padahal mah, horor memang bagian dari minat pecicilan penulis, yang (selalu) ditonton saja sampai tamat, padahal filmnya tidak begitu menarik.
Oh ya, rata-rata film disini memiliki rating D17, alias penonton dewasa, karena diisi banyak adegan sadis dengan mendarah-darah atau mendaging-daging. Yang aneh, justru film berjudul Kuyank, yang kita tahu hanya muncul kepalanya saja, ternyata memiliki rating R13 alias remaja.
Sengkolo Petaka Satu Suro
Nah, film yang pertama ini cukup kontroversial dengan mengadaptasi ritual Satu Suro. Menurut kalender Jawa, Satu Suro adalah malam pergantian tahun baru. Seperti biasanya, beberapa ritual dilaksanakan, karena malam ini dianggap seperti hari keramat lainnya, adalah masa dimana batas dimensi mistis dan dunia nyata saling berjumpalitan.
Padahal, tanggal ini selalu bertepatan dengan tahun Hijriyah Islam, yaitu pergantian tahun menjadi satu Muharram. Memang, keduanya berlandaskan penanggalan bulan, daripada matahari layaknya tahun masehi.
Sementara pada film ini, kisahnya cukup berbeda. Menjelang pergantian tahun satu suro, banyak wanita hamil yang diteror mistis. Padahal, seperti ditampilkan pada adegan cuplikan, wanita tersebut sudah melaksanakan ritual saat pergantian tahun.
![]() |
| Sedihnya punya kepala saja (TMDB). |
Nah, film ini tentu lebih dikenal oleh banyak orang, karena khas dengan minat jurignya. Seperti sudah banyak dibahas di film horor lain atau inet, kuyang adalah sejenis ritual mistis, dimana penggunanya adalah wanita, yang ingin terus awet muda. Sayangnya setiap beberapa lama, wujudnya berubah menjadi kepalanya saja, dan bergentayangan sambil memangsa darah manusia.
Di film ini, justru kisahnya ditambahkan lagi. Karena sang istri yang tidak ingin kehilangan suaminya, akibat keduanya memang mandul, maka melaksanakan ritual kuyang tersebut. Namun, sang suami ternyata cukup rela, sehingga tanpa takut terus menjaga dan setia terhadap istrinya, dengan atau tanpa kepala yang menempel pada tubuhnya.
![]() |
| Rasanya dimandikan sama nenek (TMDB). |
Kafir Gerbang Sukma
Film ini adalah sekuel dari film 2018 terdahulu, berjudul Kafir: Bersekutu Dengan Setan. Banyak yang menganggap, rilis film pertama Kafir, adalah pemicu baru kembalinya perfilman Indonesia. Beberapa publik figur, artikel, dan konten memang menyatakan seperti itu. Cukup terbukti, dengan banjirnya film Nusantara di tahun 2025 kemarin, yang memiliki nilai produksi cukup tinggi.
Kembali ke film Kafir di tahun 2026 ini, yang masih mengadaptasi tema sama. Bahkan ceritanya dilanjutkan dari film pertamanya, dengan mengusung jarak waktu yang sama, yaitu delapan tahun. Dengan karakter dan aktor-aktris yang sama, akhirnya berjibaku kembali dengan teror mistis, akibat ritual nyeleneh nan brutal di lingkungan sekitarnya.
![]() |
| Rasanya terngiang-ngiang Korsel (TMDB). |
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
Kalau yang satu ini, cukup mumpuni dengan kerjasama antara sineas perfilman Indonesia, dengan Korea Selatan sana. Jika dicek sejarahnya, maka dapat ditelaah berbagai karya lintas negara ini. Kedekatan Korea Selatan dan Indonesia, layaknya mendarah daging akibat gaya bahasa, atmosfir, dan brutalnya kesan yang mirip antar keduanya.
Khusus di film Dowajuseyo ini, berkisah tentang seorang mahasiswi pertukaran pelajar dari Indonesia, yang belajar di kampus Korea Selatan. Namun, mahasiswi ini malah terjebak lingkaran mistis, akibat jurig yang menganggap dirinya mudah kerasukan, sekaligus membalaskan dendam semasa hidupnya. Pertukaran pelajar pun, berubah menjadi pertukaran dimensi dua dunia, dengan segala baik-buruknya dunia mistis.












