![]() |
| Togashi dan Tomiya yang masih kecil (TMDB). |
Setelah dirilis global gim gawai aneh bernama Uma Musume: Pretty Derby, sekitar bulan Juni lalu, dan dirilisnya musim kedua Cinderella Gray di bulan Oktober, tampaknya animo anime olahraga semakin menarik di bulan November ini.
Sekarang judul filmnya adalah 100 Meters, yang mengisahkan balap lari sprint 100 meter. Karakternya bahkan ditampilkan mulai dari berumur kecil, remaja, hingga menjadi atlet profesional.
Okeh, karena sekali lagi cuplikannya tidak cukup menceritakan plot utama filmnya, maka mending dibahas saja beberapa anime yang berkutat pada olahraga.
Kalau membahas Uma Musume, maka spin-of-nya yang berjudul Cinderella Gray memang terlalu fantastis. Isinya adalah cerita sekolah khusus 'gadis kuda,' yang diperlakukan layaknya seorang idola dan atlet sekaligus.
Di dunia Uma Musume, dewa di masa lalu menganugrahi kemampuan dan genetik kuda pada gadis yang belum lahir, sehingga muncullah sebuah ras baru bernama Uma Musume.
Anak gadis yang lahir memiliki kemampuan setara kuda, dengan kemampuan berlari yang kuat nan cepat. Bagi mereka, berlari sprint, berarti mencapai jarak 1000 meter!
Nah, kalau di cerita Cinderella Gray, berfokus pada karakter bernama Oguri Cap, yang sebenarnya tidak dapat berlari karena kakinya lemah sejak kecil. Namun, karena ketelatenan ibunya, justru Oguri Cap berhasil menantang dunia balap Uma Musume.
Bahkan, di musim keduanya ini, Oguri Cap tampil sebagai perwakilan Jepang melawan seluruh dunia! Cukup berbeda memang, tapi tampaknya mengacu pada satu atlet sepakbola yang mirip kisahnya, yaitu Leonel Messi.
Entah bagaimana, begitu penulis menonton cuplikan musim kedua Cinderella Gray, langsung teringat akan Messi. Bagi yang mengecek sejarahnya, pasti tahu bahwa Messi adalah anak yang terlahir dengan autisme dan kekurangan fisik. Tapi, Messi kini telah menjadi legenda di dunia sepakbola!
Dan sekarang, coba kembali tahun 2000an, yaitu anime berjudul Eyeshield 21. Tokoh utamanya adalah Sena Kobayakawa, yang berposisi sebagai running back di olahraga American Football. Sena sanggup berlari cepat, karena itu posisi running back yang membawa bola menuju garis gol adalah perannya.
Karena American Football adalah olahraga yang seperti game papan, alias langsung terhenti begitu bola jatuh ke lapangan, maka Eyeshield 21 memberikan animo berbeda. Trope Anime yang suka 'cerewet' justru cocok, karena American Football memang menyajikan olahraga yang lebih taktis.
Kalau sekarang, tentu harus kembali ke jaman 90an, dengan anime legendaris berjudul Slam Dunk. Kisahnya berfokus pada Hanamichi Sakuragi, yang niatnya mendekati seorang gadis pujaan di SMA, lalu malah bergabung dengan tim basket yang dikelolanya.
Hanamichi yang memang bertubuh tinggi dan atletis, cukup cocok dengan basket yang kompetitif. Hanamichi cocok diberi posisi center forward, yang memiliki khas melompat tinggi dan menahan bola rebound. Saking tingginya lompatan Hanamichi, dia diandalkan pula untuk Slam Dunk.
Tidak hanya keunikan Hanamichi, namun beberapa anggota tim Shohoku memiliki bakat tersendiri, yang menyajikan animo 'kerasnya' dunia basket. Dan diantara anime olahraga lainnya, Slam Dunk adalah yang paling realistis dengan gambar yang paling bagus (manganya).
Daaan, sedikit kembali ke film 100 Meter, tampaknya sedikit mengambil referensi dari Slam Dunk. Hanamichi di timnya sendiri merasa bersaing dengan Kaede Rukawa, yang merupakan jagoan di tim Shohoku.
Di film 100 Meter, plot utamanya berfokus pada Togashi (Tori Matsuzaka) sebagai seorang atlet lari muda yang mendominasi balap 100 meter di sekolahnya. Namun keadaan berubah saat Komiya (Shota Sometani) pindah ke sekolahnya. Keduanya pun bersaing, bahkan hingga mencapai kompetisi atlet profesional.

















