![]() |
| Rasanya wayang tidak semengerikan ini (TMDB). |
Okeh, setelah brutalnya film Indonesia di ranah lainnya, saatnya kembali ke budaya tradisional Indonesia, khususnya yang dimodifikasi dalam film Danyang Wingit Jumat Kliwon, yang kini sedang tayang di sinema Indonesia.
Kurang berfaedah rasanya membahas Jumat Kliwon, tanpa membahas referensinya itu sendiri. Dalam nama hari Jawa, Kliwon adalah salah satu nama hari yang begitu sakral bagi sistem tradisinya. Dari namanya sendiri, Kliwon dianggap sebagai waktu terbukanya dimensi dunia manusia dan ghaib. Berarti, saat mistis paling kentara terasa di hari tersebut.
Kadang, terdapat satu kepercayaan lain yang nyeleneh mengenai Kliwon, yang kebetulan tercampur pada satu hari Jumat. Yaitu, suatu malam keramat, yang harus dilaksanakan dengan ritual mistis.
Saking nyelenehnya, para pengabdi jurig, melaksanakan ritual edan saat malam Jumat Kliwon. Bahkan, ada yang sampai membongkar kuburan orang baru meninggal, demi mendapatkan sepotong bagian tubuh, yang nantinya dipakai sebagai jimat.
Saking horornya kejadian semacam tersebut, kadang di kampung yang masih kentara mistisnya, dilaksanakan ritual khusus. Jika ada seseorang yang meninggal menjelang Jumat Kliwon, maka makamnya harus dijaga hingga setelah hari tersebut berlalu.
Warga desa takut, bahwa ada seseorang atau sekelompok orang, yang masih percaya dan memanfaatkan momen 'mistis' tersebut. Padahal, warga hanya ingin menghargai orang yang meninggal, dan tidak ingin jenazahnya kehilangan apapun, alias bagian dari Pamali yang benar.
Padahal, di Indonesia sendiri yang mayoritas menganut Islam, para penyembah jurig tersebut sudah keterlaluan. Jumat adalah hari besar bagi umat muslim, maka malam Jumat biasanya diisi dengan mengaji.
Dan kembali ke budaya Jawa, tidak ada ritual semacam oknum tersebut. Kebanyakan, tradisi mengacu simbolis, dengan nilai norma baik yang dijunjung tinggi.
Okeh, sudah terlalu berat, saatnya kembali ke sinopsis film Danyang Wingit Jumat Kliwon. Memang, layaknya film luar negeri yang mengisahkan horor, banyak ritual tradisionalnya dimodifikasi, agar sesuai dengan kebutuhan cerita dan plot. Padahal jika dicek (melalui internet), ritual aslinya tidak semenyeramkan itu, dan bahkan mencontohkan nilai baik.
Oh ya, bagi yang merasa heran dengan nyanyian tradisional Jawa, maka jangan langsung mengacu pada hal horor. Bagi yang suka menonton Wayang bersama sinden-nya (di YouTube), justru terdengar merdu. Mungkin, pendengarnya saja yang kurang paham (atau persepsi) mengenai bahasa dan budaya Jawa.
Oh ya lagi, bagi yang kurang suka dengan adegan kekerasan nan sadis, maka film horor ini cukup menyajikan berbagai adegan darah-mendarah dan daging-mendaging, yang bisa jadi kurang suka menontonnya.
Sinopsis Film Danyang WIngit Jumat Kliwon
Citra (Celine Evangelista) adalah seorang penyanyi yang tengah mencari kerja, demi membantu pengobatan adiknya, Dewi (Aisyah Kanza). Kebetulan, padepokan yang kenalannya, Mbok Ning (Nai Djenar Maesa Ayu) bekerja, membutuhkan seorang sinden untuk pagelaran wayangnya.
Baru beberapa hari pindah ke lokasi padepokan, Citra langsung diberi petuah dari Dalang Ki Mangun Suroto (Whani Darmawan). Dalang yang ambisius tersebut, menegaskan bahwa seluruh ritual Wayang Ruwat harus dilaksanakan dengan rapih, kalau tidak bisa kualat.
Berbagai ritual pun dilaksanakan oleh Citra, dengan bantuan langsung dari Mbok Ning. Namun, setelah beberapa lama melaksanakan ritual yang awalnya biasa saja, justru Citra semakin sering bermimpi aneh, bahkan hingga kesurupan.
Bara (Fajar Nugra) adalah salah seorang kru pendukung Wayang Ruwat, yang sudah mengenal berbagai ritual di padepokan Ki Mangun Suroto. Bara semakin heran memperhatikan perubahan ritual di padepokan, yang makin berbeda saat Citra datang, dan membuat Bara semakin curiga.
Bara yang sebenarnya tidak ingin ikut campur, tidak tahan juga. Bara akhirnya mencoba membantu Citra, untuk dapat 'selamat' dari seluruh ritual di padepokan.
Apakah Bara dan Citra bisa selamat dari ritual mengerikan di Padepokan Wayang Ruat? Atau malah ritual berhasil dan Ki Mangun Suroto semakin sakti? Atau mahluk dari dunia lain yang terpanggil malah murka dan membasmi semua pihak yang terkait?
Jawabannya, tentu dapat dilaksanakan ritualnya di padepokan mistis sinema-sinema Indonesia.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.