![]() |
| Martino Lio dan Mikha Tambayong yang heran kenapa zombie rame di Indonesia (TMDB). |
Okeh, karena film horor Indonesia semakin ramai saja, dan berkembang dengan begitu liarnya, tampaknya ada satu sub-genre yang cukup mencengangkan tapi patut dibuat karyanya dan diapresasi, yaitu sejenis mayat hidup alias zombie.
Oh, ya artikel ini menyambut pula film Abadi Nan Jaya, yang baru saja rilis di Netflix bulan Oktober lalu, dan sempat viral karena memang, berisi film dikejar-kejar zombie.
Dan, okeh lagi, sebelum menulis tentang film zombie ala Indonesia, dan membahas Abadi Nan Jaya, tentu perlu saya tulis (seperti biasanya), maksud film zombie.
Berbagai Maksud Zombie di Seni Populer atau Tradisional
Banyak berbagai teori darimana zombie berasal, seperti fungus parasit yang menginfeksi semut ala waralaba The Last of Us, lalu virus udara ala The Walking Dead, mutasi virus rabies (kayaknya) ala Rage virus di waralaba 28, serta eksperimen manusia dan obat-obatan ala banyak film lain.
Tentu, untuk mengenang sub-genre yang meramaikan ranah horor dari satu sisi ini, perlu diingat pula Night of Living Dead (1968), dimana berasal supernatural, atau bahkan tidak ada penyebabnya, alias terjadi begitu saja layaknya bencana alam.
Sutradaranya, George A. Romero dikenal sebagai 'bapak' para zombie, yang mengenalkan sub-genre ini. Seluruh sineas perfilman yang membuat film zombie, berarti secara tidak langsung menghargai Romero, yang pertama kali meramaikannya.
Nah, sebelum melangkah terlalu jauh mengenai teori film zombie, yang pastinya keluar jalur dengan berbagai fakta dan datanya masing-masing, coba ditelaah dari dunia nyata saja.
Pasti penggemar horor banyak yang sudah tahu, bahwa zombie sebenarnya berasal dari cerita tradisional Haiti, yang lekat dengan istilah voodoo-nya. Namun, istilah mistis inipun tidak langsung mengacu pada santet atau ritual tidak jelas lainnya, namun bisa dijelaskan secara ilmiah.
Voodoo asli dari Haiti sebenarnya lekat dengan obat-obatan herbal yang dibuat oleh dukunnya, dan sama seperti banyak warisan tradisional lain, bisa dikonsumsi sebagai obat dari banyak penyakit.
Namun, ada satu praktek yang cukup melenceng, yaitu berbagai bahan herbal tersebut digunakan sebagai praktek menghidupi mayat (alias necromancy). Itupun, terdapat dua arti dari menghidupkan kembali mayat, yaitu dari segi mistis maupun ilmiah.
Dari segi mistis, tentu ala film fantasi yang tiba-tiba punya jurus, agar mayat bisa berjalan dengan sendirinya. Namun, pada sebuah penelitian kontroversial yang kini sulit dicari aslinya, menyatakan bahwa kombinasi obat-obatan yang tepat dapat menciptakan 'manusia' ala 'zombie.'
Manusia setengah zombie tersebut akan hidup tanpa pikiran yang jelas, dan cukup mudah diatur. Sehingga, dukunnya dapat memanfaatkan manusia tersebut sebagai bantuan prakteknya, contohnya adalah sebagai budak (gratisan) atau bahan percobaan obat lainnya.
Jika disinyalir dengan kejadian sekarang, istilah seperti ini justru tidak terjadi secara tradisional, tetapi modern. Bagi yang sering mengecek YouTube, mungkin tahu tentang kisah zombie dari Philadelphia, AS. Di kota ini, banyak pecandu yang hidup ala 'zombie' dan masih tergantung obat.
Entah apa yang terjadi di Philadelphia selama beberapa generasi, yang mungkin ketergantungan obat, atau akibat program pemerintahnya. Mungkin mirip dengan Indonesia, dimana para pecandu Narkoba dianggap sebagai pasien, dengan berbagai bantuan medis 'placebo.'
Yah, kalau dari pengalaman pribadi sih, sempat melihat, sekelompok pegawai kantoran yang perlu membuat doping dari kombinasi kimiawi obat-obatan rumah. Karena mereka lulusan teknik (insinyur), maka cukup mengerti setiap zat (Kimia) yang dibutuhkannya.
Kerjanya cukup berat, alias setengahnya berada di tengah situs hutan belantara, atau memang saat itu proyeknya baru dibuka beberapa bulan. Jadi, mereka membutuhkan 'kinerja' yang lebih baik, atau memang 'politisasi' saja di lingkungan tertutup mereka.
Daaan, sudah saatnya kembali ke film zombie ala Indonesia. Jika dilacak, ternyata cukup lama dan banyak film nasional mengenai zombie.
Film Zombie dari Indonesia
Oh ya, sebelum membahas filmnya, zombie pasti menyajikan 'daging-mendaging' alias banyak 'gore' dalam adegannya. Bagi penggemar film kasual atau horor biasa, tentu bisa kurang enak menontonnya.
Contoh paling awal adalah kerjasama film internasional V/H/S/2 (2013), yang berisi aktor Fahri Albar, Hannah Al Rasyid, dan Epy Kusnandar. Suatu sekte sesat berhasil memanggil 'dunia lain,' yang lalu menyebabkan mereka kesurupan dan bertingkah layaknya zombie.
Berikutnya, banyak film zombie dirilis, seperti Kampung Zombie (2015), lalu ada versi komedi 5 Cowok Jagoan (2017), Reuni Z (2018) yang masih bernada komedi, lalu Zeta (2019) yang kembali serius.
Nah, masih ada beberapa film zombie yang masih tayang dan dapat disaksikan lewat layanan siaran (streaming) internet. Contohnya pertamanya adalah film serial pendek (4 episode) berjudul Hitam (2021), yang masih bisa ditonton di media Netflix. Sementara itu dari ranah streaming nasional, serial delapan episode berjudul Zona Merah (2024), masih dapat ditonton dengan berlangganan di Vidio.
Film Abadi Nan Jaya
Naaah, khusus untuk film Abadi Nan Jaya di bulan Oktober 2025 ini, adalah film berdurasi standar (sekitar 90 menit) yang bisa ditemukan dengan berlangganan Netflix.
Tidak perlu diceritakan langsung seluruh sinopsis cuplikan (seperti biasanya), tapi cukup ditelaah saja dari sedikit adegannya.
Terdapat adegan pada awal cuplikan film Abadi Nan Jaya, bahwa Sadimin (Donny Damara) yang seorang pengusaha jamu terkenal, meminum obat jamu baru yang khasiatnya adalah 'bisa awet muda.'
Namun, justru di film ini, obat jamu tersebut, merubah dirinya jadi mahluk kesurupan nan buas. Sadimin lalu mengejar siapa saja, yang korban tergigitnya langsung ikut berubah menjadi 'zombie.' Satu wilayah desa pun ikut terinfeksi 'salah obat' ini, yang menyebabkan kepanikan dan banyak karakternya harus bertahan hidup dengan cara agresif.
Ditelaah dari segitu adegan saja, tampak terlihat bahwa film Abadi Nan Jaya ini mengutip dari mistisnya obat-obatan tradisional. Jika salah ramuannya, jadi mirip dengan kisah zombie tradisional Haiti, dan merubah seketika karakter peminum obatnya.
Okeh, jadi, sekarang nikmati saja berbagai referensi film zombie, sekaligus Abadi Nan Jaya yang sempat viral sebagai tontotan terbaik, tentu dengan berlangganan di Netflix.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.