11 September 2025

Film Anime Terkenal Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death

Gojo Satoru yang sudah OP padahal belum lulu sekolah (TMDB).

Mungkin September minggu kedua ini adalah saat yang tepat untuk merilis film bergenre horor. Setelah banyaknya film jurig yang dirilis minggu ini, akhirnya rilis juga film anime berjudul Jujutsu Kaisen Hidden Inventory/Premature Death, yang terkenal dengan aksi gelut melawan jurignya.

Layaknya Chainsaw Man dan Dandadan, anime shonen sejenis ini masih berkesan gelap. Tidak hanya adegan sadis, isi ceritanya pun cukup menyayat hati. Memang, kelebihan sebuah film berlandaskan horor, walau dikombinasikan dengan genre lain, berasa mempertanyakan ranah jiwa manusia.

Naaah, khusus di serial anime Jujutsu Kaisen yang diproduksi oleh studio Mappa, yang memang terkenal dalam menciptakan anime ciamik dari Jepang, kisahnya lebih berkutat pada esensi kutukan.

Kutukan di seri Jujutsu Kaisen bermaksud pada emosi negatif manusia, yang berkembang menjadi arwah penasaran, dan mampu membahayakan kembali manusia di sekitarnya.

Seperti istilah santet (atau leak) di Indonesia, arwah tersebut memiliki sosoknya sendiri, layaknya avatar dari emosi tersebut, dan bahkan gelut seperti seorang dukun. Itupun jika arwah tersebut cukup sentien alias sadar, dan mampu mengontrol kemampuannya sendiri.

Cukup fantastis memang, tetapi mengacu pada cerita horor tradisional, tampaknya sering kita mendengar bahwa emosi manusia yang buruk, dapat menciptakan suatu kemampuan magis tertentu. Mungkin, itulah alasannya kata 'kutukan' ada di seluruh kamus bahasa sedunia.

Dan berkaca pada kata itu sendiri, pemahamannya bertambah besar pula jika ditelaah dari segi budaya Asia Timur. Terdapat sebuah kepercayaan, bahwa setiap kata adalah simbol dan maksud dari infinitas dunia, apapun definisi dan deskripsi kata tersebut.

Dari segi prakteknya, budaya Asia Timur percaya, bahwa setiap kata, apalagi semakin intensif artinya, harus diucapkan sesuai dengan maksudnya. Karena itu, banyak kata di Asia Timur harus diresapi saat diucapkan, agar maksudnya lebih kentara, walau tidak bermaksud komunikatif, maupun politis.

Mungkin, itulah mengapa banyak anime masih merapal jurus tokoh utamanya, seakan adegan tersebut berasal dari opera tradisional Jepang (alias Kabuki dsb).

Nah, kembali ke Jujutsu Kaisen, karena ceritanya berkutat pada kutukan yang berasal dari emosi negatif manusia, maka animonya cukup menarik bagi para otaku.

Tokohnya pun cukup banyak, yang sering diceritakan dengan adegan dan kisah terpisah, sehingga cakupannya lebih luas dari satu kelompok tokoh utama ala anime.

Di filmnya bulan September ini, bahkan Jujutsu Kaisen tidak menampilkan tokoh utamanya, yaitu Yuji Itadori. Dilihat dari cuplikannya, justru mengisahkan prekuel cerita serialnya, yang berfokus pada Gojo Satoru (Yuichi Nakamura).

Gojo di film ini justru belum menggunakan perban mata ala serialnya, namun sepasang kacamata hitam, dan masih bersekolah di Jujutsu Kaisen. Bersama kelompoknya yang masih junior, Gojo harus menjaga Riko Amanai (Anna Nagase), yang tengah dikejar sekelompok pengguna kutukan jahat.

Bagi yang sudah menonton serialnya, tentu tahu se-OP apa tokoh bernama Gojo ini. Gojo sudah menjadi guru di Jujutsu Kaisen cabang Tokyo, dan dianggap sebagai Penyihir Jujutsu terkuat di jaman sekarang.

Fans Gojo pasti tidak ingin melewatkan kisahnya saat masih muda, yang selalu terlihat keren setiap kali episode Jujutsu Kaisen berisi tokoh OP ini.

10 September 2025

Horornya Terjebak di Stasiun Kereta Api Jepang ala Film Exit 8

Anomali-kah di sebuah stasiun kereta api (TMDB).

Nah, sekali lagi, saatnya sineas perfilman Jepang menelurkan film anehnya di Nusantara, yang memang makin aneh pula. Kali ini, judulnya adalah Exit 8, yang mengisahkan rasanya terjebak di anomali stasiun kereta api.

Transportasi kereta api memang sering terasa isekai, apalagi dengan banyaknya titik transit stasiun. Contohnya di Jakarta, dimana Metro Jakarta dan Trans Jakarta layaknya sebuah labirin raksasa, yang membaca petanya saja bisa membuat nyali bergetar.

Apalagi moda transportasi ini memang sering dikaitkan dengan dunia mistis, akibat terowongan panjang nan gelap di bawah tanah, yang menyiratkan arti lain.

Khususnya di budaya Asia Timur, gua panjang memang memiliki arti religius tersendiri. Beberapa kuil atau patung dewa, sering ditempatkan bersama beberapa jimat lainnya, untuk menyiratkan bahwa gua tersebut sakral.

Tidak hanya sakral, gua memiliki arti simbolis tersendiri. Layaknya sebuah siklus hidup dan reinkarnasi ala budaya Asia Timur, banyak gua dianggap sebagai jalur sakral diantaranya keduanya, 

Jadi, sebenarnya film Exit 8 ini tidak se-isekai itu, jika dilihat dari segi budaya tradisional negara asalnya.

Naaah, tapi, ada satu konsep isekai yang cocok bagi film ini. Jika penggemar horor sempat menonton cuplikannya, pasti mengerti referensi dan maksud dari film ini.

Konsep yang dimaksud adalah isekai ala Backrooms, yang menyajikan kisah tersasar di sebuah labirin berwarna dinding kuning cerah, dengan lantai karpet warna krem.

Di labirin ini, konsep ruang, waktu, fisik, dan materi menghilang seketika, layaknya dimensi lain yang gamang alias limbo. Sementara, subyek dan obyek didalamnya adalah berbagai jenis mahluk dan benda lain, dengan manusia diantaranya.

Konsep Backrooms memang bukan bagian dari SCP (Secure Contain Protect), tetapi sebuah kisah tersendiri, walau dirilis saat keduanya tengah viral di forum paranormal internet.

Karena konsep horor SCP dan Backrooms, serta awal ceritanya yang ramai karena komunitas horor di dunia maya, maka latar keduanya sering dikolaborasikan oleh para penggemarnya, yang biasanya berprofesi penulis atau kreator konten.

Apakah ada maksud dari sakralnya gua di Asia Timur, dengan Backrooms yang berasa dimensi lain, dan SCP yang anomali dari para penulis kreatifnya?

Tentu saja nihil, karena semuanya adalah sebuah kemungkinan yang hanya dipegang oleh Dia semata, sementara mahluk yang terjebak didalamnya hanya bisa pasrah saja.

Jadi, jika merasa ter-isekai, ikhlaskan saja ya...

Pelet Pemikat Sukma ala Indonesia di Film Lintrik

Badut sadis entah dari mana (TMDB).

Akhirnya, film horor Indonesia yang masih berasa Indonesia kembali rilis di sinema Indonesia! Kali ini, filmnya berjudul Lintrik bersubjudul Ilmu Pemikat, yang sedang tayang mulai September ini.

Mengacu pada cuplikannya, Lintrik adalah sejenis ilmu gaib mistis pelet atau susuk, yang berguna untuk memikat hati dan pikiran orang lain, demi tujuan penggunanya. Ilmu aneh tersebut biasanya tidak dimiliki oleh seseorang, namun ditanam oleh paranormal lain, dengan melaksanakan berbagai ritual mistis nan supernatural.

Mirip dengan berbagai ilmu mistis lainnya, ritual sejenis ini biasanya beresiko lain-lain, yang membahayakan manusia pemiliknya, ditanamnya, dan disekitarnya. 

Karena ada pepatah kuno, yaitu semakin seseorang 'menatap' ke arah dunia mistis, maka 'mahluk' dari dunia mistis akan 'menatap' balik orang tersebut. Tergantung dari intensitasnya, maka semakin kentara terasa oleh 'keduanya.'

Naaah, justru di jaman internet nan informatif ini, perlu ditelaah kembali dari segi sosialnya. Mirip dengan kisah artis, aktor, aktris, dan figur publik lainnya, yang dahulu kala sering digosipkan menanam pelet atau susuk sebagai pemicu hokinya.

Naaah lagi, justru di jaman sekarang, tampaknya beberapa generasi 'old' hingga batas 'milenial' sering melakukan ritual sebaliknya. 

Agar mereka tidak dianggap melaksanakan ritual pelet atau susuk, mereka malah sering memicu kemarahan orang lain (alias troll), agar hanya 'kinerja' mereka yang dianggap. Mereka melaksanakan troll tersebut di dunia nyata, maupun di medsos.

Bahkan, mengacu pada berita sekarang, tampaknya sudah menjadi ritual politikus khusus, yang menganggap dirinya cukup dipakai, sehingga sesi nge-troll se-Indonesia, adalah kewajiban yang harus dilaksanakan setiap momennya.

Memang kacau dunia persilatan tanpa norma standar, ya...

Sinopsis Film Lintrik

Sari (Karina Icha) adalah seorang gadis binaria, yang kurang laku dan jengah dengan hidup malamnya. 'Om Senang'-nya sering memarahi dia, akibat Sari yang 'kurang laku di pasar.'

Sari yang sudah muak, akhirnya teringat dengan Rendy (Akbar Nasdar), yaitu cinta pertamanya terdahulu. Melalui informasi dunia maya alias internet, Sari akhirnya sadar bahwa Rendy telah menikah dengan Nilam (Fannita Posumah) dan menjadi pengusaha sukses di Jakarta (lagi).

Rini (Meisya Amira) adalah teman se-profesional Sari, yang merekomendasikan Dukun Nyentrik Penyendiri (Yatti Surachman) di sekitar pegunungan Banyuwangi. Sari diminta melaksanakan ilmu Lintrik, yang sanggup mengisi sukma dirinya dengan aura farming power level +2.000.000.000.000.

Tidak disangka, setelah beberapa waktu berlalu, Sari tidak hanya berhasil meraih cinta pertamanya dan hidup makmur, namun dirinya semakin sakti akibat Lintrik.

Saking naik level dengan sakti mandraguna-nya, Sari bisa menghipnotis anak buah hingga orang random, agar menuruti arahan dirinya, lalu mengenakan kostum badut dan binatang lucu, dan akhirnya membasmi saingan bisnis Rendy.

Wah2, semakin overkill saja ini film, bjir...

Horor Panti Jompo di Turki ala Film Siccin 8

 

Orhan yang semakin sakti di seri kedelapan Siccin (TMDB).

Nah, di September ini, sinema Indonesia terdampak horor dari negara yang cukup jauh, yaitu Turki. Yang datang pun cukup epik, yaitu seri ke 8 film Siccin

Dilansir dari TMDB, film Siccin telah dirilis sejak tahun 2014 lalu, dan dirilis setiap tahunnya hingga 2019. Dijeda empat tahun, kengerian waralaba horor ini ternyata dilanjutkan pada tahun 2024, dan sekarang muncul lagi di bulan September.

Berbeda dengan waralaba film lain, justru film Siccin tidak mengisahkan tokoh, atau kisah yang serupa. Namun, pada setiap filmnya, kisah, tokoh, latar dan jurig yang disajikan pun berbeda. 

Perbedaan setiap filmnya mungkin menjadi daya tarik tersendiri Sicin, sekaligus menjernihkan cerita yang kadang terlalu panjang untuk terus diperbaharui para sineas filmnya.

Karena itu, sebelum membahas film ke delapannya, coba kita cek sinopsis setiap filmnya, sejak perilisannya tahun 2014 lalu.

Film pertama Siccin justru mengisahkan pelet mistis, demi meraih cinta seorang yang dipuja hati. Oznur (Ebru Kaymacki) mencintai sepupunya yang bernama Kudret (Koray Sahinbas), sejak lama. 

Namun, Kudret akhirnya malah menikah dengan Nisa (Pinar Caglar Genturk). Oznur pun melancarkan jurus pelet demi memikat hati Kudret, tetapi ilmu hitam tersebut malah memanggil mahluk mistis lain, yang membahayakan dirinya.

Di film keduanya, Hicran (Seyda Terzioglu) dan Adnan (Bulut Akkale) adalah satu pasang suami istri, yang memiliki anak semata wayang. Sayangnya, anaknya meninggal muda, dan hubungan keduanya pun menjadi renggang. Adnan yang masih berduka, coba menguak masa lalu istrinya, demi mengecek anomali ini.

Film ketiganya berjudul Siccin 3: The Forbidden Love, yang mengisahkan trio tokoh utama. Sepasang adik kakak Sedat (Cem Uslu) dan Kahder (Busra Ayaydin) hidup dengan bahagia bersama teman masa kecilnya bernama Orhan (Adnan Koc). 

Orhan pun menikah dengan Kahder, yang semakin menguatkan ikatan ketiga insan tersebut. Namun, sebuah kecelakaan menimpa Kahder dan Sedat, menyebabkan Orhan stres dan perlu memanggil Setan demi membantu kedua temannya yang sangat berharga.

Pada film keempatnya, mengisahkan sekeluarga yang perlu kembali ke rumah neneknya akibat masalah keuangan. Neneknya bernama Saadet (Yasemen Buyukagaoglu), yang tinggal seorang diri, bersama makam suaminya yang telah lama meninggal.

Namun, rumah tersebut ternyata ditinggali oleh mahluk dari dimensi lain, yang tidak menginginkan kehadiran manusia lain, selain Saadet seorang diri.

Film kelimanya menceritakan kisah seorang anak yatim, bernama Hale (Merve Ates) yang eksentrik. Hale tinggal bersama ibu, nenek, dan tantenya. Namun, suatu hari, Hale bermimpi buruk tentang ayahnya, yang telah lama hilang sebelum dia lahir. Dalam mimpinya, ayahnya mengajak Hale masuk ke rumah angker.

Seri keenamnya, Efsun (Merve Ates) kembali dihantui oleh banyak mahluk tidak dikenal dari dunia lain. Orhan yang kini telah sakti nan legendaris, kembali dari ranah film lain demi membantu anak tersebut.

Dalam film ketujuhnya, keluarga Kemal (Serkan Atar) pindah kerumah pamannya, setelah melarikan diri dari kejaran mafia penculik anak. Saat tinggal, mereka harus menyembunyikan Ruya (Duru Irmak Apaydin) yang masih traumatis. Sayangnya, nenek Lale (Gonul Arer) yang sudah pikun, memicu aksi mistis di rumah tersebut.

Daaan akhirnya tiba di film ke delapannya, yaitu kisah keluarga yang menitipkan neneknya di panti jompo. Walau begitu, anaknya yang merasa kasihan, akhirnya menjemput dan mengasuh kembali nenek di rumah kediamannya. Sayangnya, semenjak nenek kembali, gangguan supernatural mulai bermunculan.

Kisah Hasil Karya Stephen King di Film The Long Walk

Berjalan marathon demi cuan atau mati (IMDB).

Bagi penggemar film horor, tentu mengenal nama Stephen King, seorang novelis serba bisa dari AS. Saking terkenalnya, novel atau cerita pendek hasil karyanya sering diadaptasi ke layar lebar. 

Tidak hanya terkenal, seluruh studio bahkan perlu menyematkan nama Stephen King dalam filmnya, karena setiap ceritanya sangat unik dan menggugah selera penikmat horor.

Nah, September 2025 ini, dirilis film The Long Walk di banyak sinema Indonesia, yang berbeda dengan karya horor Stephen King. Film ini lebih ngeri karena mengacu pada unjuk rasa tahun 70an. Jaman tersebut, kisah anak muda AS yang turun ke jalan untuk unjuk rasa, dengan berjalan kaki jauh, memang sedang ramai.

Tetapi, sebelum membahas film The Long Walk, coba dicek terlebih dahulu banyak film adaptasi Stephen King. 

Beberapa film yang perlu dicek dari tahun 80an diantaranya adalah The Shining (1980), Children of The Corn (1984;2009;2020), dan Firestarter (1984;2022).

Di tahun 90an, ada film Misery (1990), IT (1990;2017), Shawshank Redemption (1994), dan Green Mile (1999), yang beberapa kali meraih penghargaan Oscar.

Jaman tahun 2000an, ada film Carrie (2002;2013), Dreamcatcher (2007), The Mist (2007), dan 1408 (2007), yang seluruhnya mengadaptasi kisah horor unik nan absurd dan abstrak ala Stephen King. 

Saat tahun 2010an, banyak film reka ulang, yang sempat ditulis diatas. Namun, ada satu kisah baru adaptasi Stephen King yang cukup unik, yaitu In The Tall Grass (2019), yang mengisahkan sekeluarga terjebak di area ladang jagung terbengkalai.

Satu lagi ada Pet Sematary (2019), yaitu reka ulang tahun versi tahun 1989, yang dioprek hingga lebih mengerikan dari versi pertamanya. Bahkan, film ini memiliki plot twist khusus, yang sayangnya tidak dilanjutkan di film keduanya.

Tahun 2020an, film Stephen King kembali dengan gaya absurd horor, di film Salem's Lot (2024), yang lebih mengisahkan film vampir di sebuah desa kecil. 

Nah, kembali ke film The Long Walk, kisahnya mirip dengan Misery atau The Shining, dimana menceritakan kisah horor unik yang lebih mengacu ke komentar sosial.

Di film Misery, tokoh utamanya adalah seorang penulis terkenal yang diculik oleh penggemarnya, setelah kecelakaan mobil di musim dingin. Selama beberapa bulan lamanya, sang penulis diancam untuk menamatkan naskahnya, sebelum bisa 'bebas' dari rumah tersebut.

Di film The Shining, adalah kisah penulis lainnya, yang berubah menjadi psikopat, karena terganggu oleh mentalnya sendiri di sebuah hotel antik terpencil. Padahal, dia sedang berlibur bersama keluarganya di hotel tersebut.

Khusus The Long Walk, justru menyimbolkan kisah jalan panjang pemuda tahun 70an di AS. Memang, film ini menyimbolkan kekisruhan demonstrasi jalanan AS jaman tersebut, yang kadang berujung konflik, dan semakin meramaikan budaya Hippie di AS.

Berbeda dengan sikap perlawanan pemuda dan pemudi jaman tersebut, anak muda di film The Long Walk justru harus berjalan jauh, demi memenangkan hadiah. Namun, kontestan yang tidak dapat berjalan, atau mengundurkan diri, akan ditembak mati oleh pasukan yang menjaga jalan marathon tersebut. 

Selalu berbeda memang pandangan dan gambaran kisah ala Stephen King. Bagi yang penasaran dengan kisah aneh dari penulis horor legendaris AS, bisa dicek filmnya yang mulai tayang di sinema Indonesia.

Aksi Pasukan Marinir China di Film Operation Hadal

Panas rasanya kaki terbakar (TMDB).

Sudah saatnya para penggemar film mengecek hasil karya negara China. Apalagi dengan dirilisnya film Operation Hadal, yang kini tengah tayang di banyak sinema Indonesia.

Sebelumnya, China dengan film Ne Zha 2 di tahun 2025 ini, mencetak rekor sebagai film animasi terbesar sepanjang masa, dengan pendapatan melebihi 2 Milyar Dolar AS.

Ne Zha 2 memang satu rekor terbesar dunia dari China, namun bukanlah sebuah anomali. Kebangkitan film China memang sudah terasa sejak awal 2010an lalu. Banyak film epik dengan suguhan efek yang memukau, ditelurkan dari negara terbesar Asia ini.

Tidak perlu mengecek jauh, coba cek saja beberapa film epik yang rilis tahun 2025 ini dari China. Dari segi visual, seluruh efek yang ditayangkan sangatlah mantap, bahkan bisa disandingkan dengan film dari Marvel Studios.

Contohnya adalah film laga aksi The Legend of Condor Heroes, yang dirilis bulan Februari lalu. Kembalinya kisah novel hasil karya Louis Cha, berlatar berbeda dengan cerita aslinya, walau masih berada di jaman Tiga Dinasti China.

Tokoh utamanya yang bernama Guo Jing, ingin belajar dan menyatukan seluruh sekolah bela diri di pusat China. Dengan berkelana dan menantang duel banyak sekolah tersebut, Guo Jing ingin menyatukan seluruh sekolah bela diri, demi menghadang invasi Mongol yang datang dari barat.

Berikutnya adalah film Creation of the Gods II: Demon Force, yang berisi kisah fantasi epik melawan siluman dan mahluk aneh lainnya. Bagi yang suka mitologi China, tentu tidak ingin melewatkannya.

Di film ini, Taishi Wen Zhong harus memimpin pasukan Dinasti Shang, demi menjaga benteng kota Fengshen Bang. Kota ini terancam direbut oleh pasukan Yin Shou, yang terkenal fantastis dengan naga dan raksasa magisnya.

Nah, kembali ke film Operation Hadal, justru beralih ke aksi pasukan marinir China. Melihat cuplikannya, ternyata efek dan aksi gelut yang ditayangkan cukup mantap, bahkan menyaingi efek film aksi dari Hollywood. 

Karena cuplikannya langsung menampilkan ranah gelut dan aksi militer tanpa kejelasan cerita, selain latar sebuah kilang minyak yang direbut oleh pasukan bayaran, maka sinopsisnya bisa kita lewati saja.

Tapi, dilihat dari segi latar, properti, serta adegan yang ditampilkan dalam cuplikan, justru terlihat mantap dengan latar sebuah kilang minyak lepas pantai, operasi marinir dalam kapal selamnya, serta aksi heroik ala militer dari China.

Bagi yang penasaran dengan kisah China yang baru merambah dunia aksi modern, bisa ditonton saja filmnya, ya.