06 Agustus 2025

Film dari Negara Ter-Horror Thailand, Tomb Watcher

 

Entah peti mayat sejenis apa ini (IMDB).

Thailand masih akan meneruskan ritual film horornya, dengan merilis film Tomb Watcher di sinema-sinema Indonesia, bulan Agustus ini. Dengan atmosfir latar yang meyakinkan ngerinya, dan ritual aneh yang biasa didengar dari banyak negara Asia, khususnya kita di Tenggara, menjadikan film horor Thailand cocok dengan primbon ala kita.

Beberapa film horor legendaris dari Thailand sempat mengisi ngerinya hidup di Asia Tenggara. Contohnya adalah Laddaland (2011), yang mengisahkan sebuah kompleks perumahan, yang ternyata adalah gerbang menuju alam lain.

Film lainnya adalah 4bia (2008), yang menggunakan format antologi empat film horor, dari beberapa sutradara dan penulis naskah berbeda. Walau kisahnya berbeda, seluruh film berproduksi tinggi, dan cukup membuat ngeri dari setiap latar ceritanya.

Terakhir yang perlu diingat adalah Shutter (2004), yang dari sinematografinya, terinspirasi oleh horor Jepang jaman itu. Shutter mengisahkan seorang fotografer, yang heran bahwa hasil potret kameranya semakin lama semakin kabur. Ternyata, kehadiran sosok lain menginginkan 'perhatian khusus.'

Begitu banyak film horor legendaris dari Thailand, semakin mengukuhkan bahwa horor dari Thailand sangatlah mengerikan. Banyak penggemar film dari seluruh dunia, menganggap bahwa Thailand adalah jurignya film horor Asia.

Nah, kembali ke film Tomb Watcher, bagi yang sudah melihat cuplikannya, mungkin akan teringat akan ritual 'khas' ini. Biasanya, ritual 'menjaga mayat' di Indonesia, diartikan untuk mencegah datangnya para penganut 'ilmu hitam', yang ingin melatih kemampuannya.

Tentu beberapa ritual supernatural lain dari primbon milik kita, sebuah kisah mistis 'pohon keramat' yang memiliki 'pantangan' tertentu, harus ditaati bagi yang masih mempercayainya. 

Perkembangan jaman dan semakin religiusnya warga, tentu mengesampingkan banyak kisah primbon tersebut. Tetapi, banyak 'teknik pertahanannya' yang tidak mengacu pada primbon tertentu, tetap dilaksanakan, demi menghalau anehnya tindakan para 'penganut setan.'

Sinopsis Tomb Watcher

Kisah Tomb Watcher berawal dari sepasang suami-istri yang ingin keluar dari hiruk-pikuknya kota yang ramai. Mereka berdua memilih tinggal di sudut desa terpencil, yang jauh dari keramaian manapun. 

Sang suami ternyata telah menikah untuk kedua kalinya, dan kembali ke rumah tersebut untuk kedua kalinya pula. Istri pertama bernama Lunthom (Woranuch Bhirom Bhakdi) yang telah meninggal, sangat menyukai pohon Lunthom yang berada di depan rumahnya, dan menganggapnya sebagai lambang cinta mereka.

Istri kedua bernama Rossukhon (Arachaporn Pokinpakorn) tidak menyukai pohon tersebut, dan ingin menebangnya. Sang suami, Cheev (Thanavate Siriwattanagul), melarangnya, karena pohon tersebut adalah peninggalan istri pertamanya.

Kisah pun semakin mengerikan, karena Lunthom memberi wasiat bagi Cheev, untuk menyimpan jenazahnya selama seratus hari di rumah tersebut. Rossukhon yang belum tahu, sering didatangi oleh kemunculan arwah Lunthom.

Karena sudah tidak kuat diganggu, dan ingin menghilangkan kesan Lunthom dari diri Cheev, Rossukhon pun melaksanakan ritual untuk membakar pohon Lunthom tersebut. Ternyata, ritual tersebut bukannya mendamaikan mendiang Lunthom, tetapi malah membuatnya semakin marah. 

Lunthom pun semakin sering mengejar Rossukhon, yang didiamkan oleh suaminya. Cheev yang masih galau dua dunia dan dua istri, memilih untuk membiarkan arwah Lunthom mengejar Rossukhon.

Dapatkah Rossukhon selamat dari kejaran arwah istri pertama suaminya? Jawabannya tentu berasal dari ritual romansa supernatural ala sinema Indonesia.

31 Juli 2025

Film Ramalan Kiamat ala Korea, Omniscient Reader: The Prophecy

 

Dok-ja yang merasa sudah veteran di dunia fantasi (IMDB).

Para penggemar film Korea Selatan dan Manhwa ala Webnovel, tampaknya kini lagi dimanja. Pada bulan Agustus tahun 2025 ini, dirilis pula film diadaptasi dari Webnovel terkenal, Omniscient Reader: The Propechy

Walau begitu, karena perbedaan media dan teknis produksinya, maka cerita filmnya tidak akan se-otentik novelnya. Termasuk naskah yang diangkat, dan karakter banyak tokohnya.

Bagi yang suka musik Korea Selatan, mungkin akan tertarik karena kehadiran Kim Jisoo di film ini, yang merupakan salah seorang anggota grup musik Blackpink.

Nah, untuk film Omniscient Reader ini, mengisahkan sebuah ramalan maut yang menjadi kenyataan. Seluruh tantangan yang berada dalam dunia nyata, adalah hasil referensi sebuah novel fiksi.

Dari cuplikannya, bisa dilihat banyak adegan aksi gelut, yang diantaranya melawan kawanan monster berukuran variatif. Mulai dari monster sebesar jembatan layang antar pulau, hingga monster kecil lincah di terowongan rel kereta api.

Jika dilihat dari segi kisahnya, tampaknya memang sebuah visi dan misi penulis novel yang nyeleneh. Karyanya ditujukan bukan untuk terkenal atau laku, dan malah membuat sebuah ramalan heboh, yang mungkin terjadi di dunia nyata. 

Hal konspiratif tersebut biasanya dilaksanakan oleh aparat tertentu, yang berfungsi sebagai kendali pikiran masyarakatnya. Standarnya, justru aparat dan media, bertanggungjawab sebagai penyaring informasi, agar salah persepsi dan kepanikan masal tidak terjadi di kalangan masyarakat.

Sinopsis Omniscient Reader: The Prophecy

Kisah ini diawali oleh Kim Dok-ja (Ahn Hyo-seop), seorang pegawai kantoran, yang sangat suka sekali membaca novel daring, berjudul Three Ways to Survive the Apocalypse (TWSA). Saking keranjingannya, Dok-ja bahkan sempat membacanya saat dia tengah menaiki kereta api, untuk pergi atau pulang bekerja.

Dalam novel tersebut, banyak tantangan yang perlu diselesaikan oleh tokoh utamanya, agar dapat menghindari kebinasaan manusia dari muka bumi. Walau webnovel tersebut cukup meyakinkan, namun ternyata pembacanya hanya sedikit. Dok-ja adalah pembaca terakhir dan satu-satunya novel tersebut, tepat saat rilis bab akhir dan seluruh jalan ceritanya diakhiri, alias tamat.

Namun, tepat saat novelnya berakhir, Dok-ja terkejut akan tibanya mahluk aneh di dalam gerbong kereta api. Mahluk tersebut berbentuk hologram, yang meminta misi aneh bagi seluruh penumpang. Dok-ja yang heran, hanya bisa mengingat bahwa misi tersebut mirip dengan misi pertama di novel TWSA. 

Walau kurang memahami maksud misi tersebut, namun seisi penumpang gerbong malah panik, dan saling membantai satu sama lain. Misinya adalah setiap orang yang ingin selamat, harus membunuh satu organisme apapun di sekitarnya dalam kurun waktu tertentu. 

Dok-ja yang selamat, setelahnya malah makin sulit dalam bertahan hidup. Karena misi berikutnya semakin kompleks, sementara yang bertahan hidup semakin brutal dalam menyelesaikannya.Kehadiran banyak monster, dari yang berukuran raksasa hingga kecil, tambah mempersulit perjuangan Dok-ja. 

Sanggupkah Dok-ja dengan beberapa penyintas lainnya selamat hingga akhir? Atau malah berinisiatif untuk merubah jalur cerita dan mengakhirinya dengan karya tulisan sendiri?

Jawabannya, ada di naratif interaktif ala sinema Indonesia.

Film Sekuel Komedi Aksi Legendaris, The Naked Gun

 

Liam Neeson yang heran membintangi film apa (IMDB).

Naked Gun adalah satu waralaba film lama yang cukup menarik perhatian dunia. Berisi kisah parodi kepolisian AS, trilogi film komedi ini sangat lucu dari segi keanehan cerita dan akting karakternya.

Trilogi ini pertama kali dirilis pada tahun 1988 lalu, yaitu berjudul The Naked Gun: From The Files of Police Squad, yang dilanjutkan oleh The Naked Gun 2 1/2: The Smell of Fear (1991), dan diakhiri Naked Gun 33 1/3: The Final Insult (1994). 

Seluruh trilogi dibintangi oleh mendiang Leslie Nielsen, sebagai tokoh utama Frank Drebin yang kocak. Walau jalan ceritanya tidak nyambung dengan karakter utama yang nyeleneh, ketiga film ini menjadi salah satu film komedi aksi ringan yang sangat digemari.

Mungkin perlu diingat sebelum menonton trilogi The Naked Gun, walau karakternya diperankan oleh aktor secara langsung, namun seluruh isi film layaknya kartun yang kocak. Karena itu, jangan berharap terlalu jauh, tetapi nikmati saja setiap momennya.

Perlu dicek pula, bahwa kali ini tokoh utamanya diperankan oleh Liam Neeson, sebagai Frank Drebin Jr, anak dari tokoh sebelumnya. Liam Neeson tentu dikenal sebagai sosok pemeran film aksi, yang pamor akan trilogi Taken (2008, 2012, 2014). Saat itu juga, Neeson dikenal dalam film Unknown (2011). Seluruh film tersebut sangat memfokuskan akting Neeson yang serius dan berwibawa, dengan latar belakang sebagai anggota kepolisian atau agen.

Di film Naked Gun tahun 2025 ini, aktris kawakan lainnya adalah Pamela Anderson, yang berperan sebagai Beth Davenport. Penggemar film mungkin ingat, bahwa Pamela Anderson adalah aktris seksi nan cantik di masa mudanya.

Tampaknya tidak perlu diceritakan lagi sinopsisnya. Dari cuplikannya saja, sudah tidak nyambung sama sekali, satu adegan dengan adegan lainnya. Akting para tokohnya pun sangat ironis, miris, serta manis. Terdapat adegan gelut yang bahkan diluar nalar, dengan segi aksi yang sama sekali tidak masuk diakal. 

Bagi yang ingin menikmati kehebohan polisi konyol, dengan pemecahan kasusnya yang dibuat-buat, bisa menikmati film aksi komedi nyeleneh ala sinema Indonesia, selama bulan Agustus ini.

Film Animasi Anak, Bad Guys 2

 

Sekawanan hewan kelas kakap (TMDB).

Film animasi anak jarang yang mengambil tema berat, apalagi dengan aksi yang kuat. Namun, ciri khas tersebut tidak berlaku bagi film Bad Guys 2, yang kini tengah tayang di sinema-sinema Indonesia.

Berbeda dengan animasi anak lain yang bertema fantasi di dunia dongeng ala Disney, atau mengisahkan sebuah petualangan hebat ala Pixar, Bad Guys 2 dari Universal Pictures justru mengisahkan dunia modern, yang diisi oleh banyak karakter binatang (ala Fabel). 

Karakter utamanyanya walaupun lucu, tetapi dasarnya tetap saja hewan beringas, yaitu seekor hiu, serigala, piranha, ular, dan tarantula. Berbeda dengan film pertamanya, kelima sekawan ini bertobat, dengan mengambil jalan yang benar.

Bad Guys 2 sebenarnya adalah seri buku terkenal hasil karya Aaron Blabey. Buku ini sempat naik kembali pamornya saat masih terjual 8 juta jilid, menjadi 30 juta setelah perilisan film pertamanya, tahun 2022 lalu. 

Tidak hanya bukunya yang pamor, pengisi suara Bad Guys di film ini pun sangat berbakat. Diantaranya adalah Sam Rockwell sebagai Mr. Wolf, seorang pemenang Oscar di ajang Academy Awards. Marc Maron yang sempat menjadi nominasi SAG Award pun mengisi Mr. Snake.

Craig Robinson adalah salah satu peserta nominasi di ajang SAG Award, yang mengisi suara Mr. Shark. Anthony Ramos sebagai pengisi suara Mr. Piranha, adalahpemenang ajang Grammy. Terakhir adalah pemenang Emmy bernama Awkwafina, berperan sebagai pengisi suara Ms. Tarantula.

Tidak hanya karakter utamanya yang diisi para pengisi suara berbakat, bahkan tokoh pendukung antagonisnya, Bad Girls, pun didukung oleh talenta terkenal. Danielle Brooks adalah seorang pemenang Oscar, yang mengisi suara Kitty Kat. Maria Bakalova sempat menjadi nominasi Oscar, dan berperan sebagai Pigtail. Terakhir adalah pemenang Emmy Natasha Lyonne, sebagai pengisi suara Doom.

Sinopsis Film Bad Guys 2

Kali ini kelima sekawan Bad Guys, tengah bertobat dari jalannya yang kurang benar. Sebelumnya, hidup mereka penuh lika-liku kriminalitas yang merugikan banyak orang.

Kelimanya mencoba untuk mencari pekerjaan baru yang halal. Namun, identitas mereka yang terkenal, banyak pemberi lowongan kerja malah menolaknya. Alasannya sangat jelas, bahwa mereka memiliki catatan kriminal yang banyak.

Dengan motivasi tersebut, ternyata cobaan lain tiba dengan terbaliknya kembali jalan mereka. Kelima sekawan tersebut diculik oleh Bad Girls, yaitu kelompok penjahat yang beranggotakan tiga wanita.

Bad Guys diancam untuk menjalankan sebuah misi kejahatan lainnya. Kali ini, targetnya adalah sebuah roket antariksa. Walau menyatakan setuju atas rencana Bad Girls, para Bad Guys hanya ingin dilepaskan saja dari kekangan. 

Niat baik mereka pun tetap terjaga, karena Bad Guys akan mensabotase misi dari Bad Girls. Jika berhasil, maka Bad Guys akan menggagalkan misi jahat Bad Girls, sekaligus mendapatkan kesan baik dari seantero masyarakat.

Dilansir dari YouTube dengan cuplikannya, Bad Guys 2 ini memiliki banyak adegan aksi dengan tingkah lucu dari para karakternya, ala sinema Indonesia.

24 Juli 2025

Film Perang Indonesia, Believe: The Ultimate Battle

 

Terjun payung yang menggetarkan nyali (IMDB).

Sineas perfilman Indonesia tampaknya ingin meramaikan kemerdekaan tahun ke 80, dengan cara yang berbeda. Akhir Juli ini, dirilis film Believe: The Ultimate Battle, yang justru mengisahkan sedikit latar dari perang Indonesia di Timor-Timur (sekarang Timor Leste). 

Sebelumnya pada akhir April, film mengenai kemerdekaan Indonesia memang sempat dirilis, dengan judul film Perang Kota. Film ini bahkan diadaptasi dari novel klasik terkenal Jalan Tak ada Ujung, hasil karya Mochtar Lubis, yang dirilis tahun 1952 lalu.

Sedikit Kisah Perang Timor

Kisah perang di Timor Timur, yang biasa disebut Operasi Seroja, memang bahasan yang cukup sensitif. Tahun 1975 lalu, Timor belum menjadi bagian dari Indonesia. Operasi Seroja dilaksanakan oleh Presiden Soeharto, demi memberantas komunis yang dipimpin Fretilin, dan merekrut Timor sebagai wilayah Indonesia.

Saat kepemimpinan Presiden BJ Habibie tahun 1999 lalu, pemerintahan baru berlandaskan reformasi, justru ditekan oleh warga Timor. Voting bagi warga Timor pun dilaksanakan, agar mencapai keputusan mengenai keluarnya Timor atau tidak dari Indonesia. Hasilnya, Timor pun keluar dari bagian NKRI, dan berubah namanya menjadi Timor Leste.

Dari segi politik, Operasi Seroja memang cukup sensitif. Kisah operasi militer di Timor adalah sebuah konflik, yang bisa disebut sebagai invasi, hingga bahkan genosida. Walau berujung cukup damai, dengan keluarnya Timor melalui jalur birokrasi.

Bagaimana film Believe: The Ultimate Battle ini menceritakannya, tergantung dari pembawaan kisah tim produksinya, sekaligus penerimaan dari penontonnya.

Sinopsis Film Believe: The Ultimate Battle

Agus (Ajil Ditto) adalah seorang anak yang dididik keras oleh ayahnya, Sersan Kepala (Serka) Dedi (Wafda Saifan). Didikan keras dari Dedi, menyebabkan Agus tumbuh sebagai pemuda nakal. Walau begitu, Agus sebenarnya menghormati ayahnya. Apalagi, selama ini Dedi hidup cedera akibat Operasi Seroja di Timor. 

Dedi pun akhirnya meninggal, yang mengobarkan semangat Agus untuk bergabung dengan TNI. Diantara tugasnya sebagai anggota militer, Dedi pun perlu menjaga keutuhan keluarga bersama istrinya, Evi (Adinda Thomas). 

Agus pun mulai menyadari, bahwa istilah Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) dari Presiden Sukarno sangatlah penting. Agus tidak ingin mengulangi kesalahan ayahnya di masa lampau, dan berjuang agar jalannya terbuka bagi diri sendiri, dan negara yang diembannya.

Dilihat dari cuplikannya, tampaknya film ini cukup heboh dengan efek ledakan, tembakan, dan aksi gelutnya, ala sinema Indonesia.

Film Horor Korea Terjebak di Stasiun Kereta Api, Ghost Train

 

Da-Gyeong saat uji nyali di Stasiun Gwanglim (IMDB).

Korea Selatan lagi banyak merilis film horor di Indonesia tahun 2025. Di bulan Juli ini, muncul lagi film berjudul Ghost Train, yang diperankan oleh Joo Hyun-young sebagai Da-Gyeong.

Tampaknya khusus tema film ini, termasuk jarang diangkat di dunia perfilman. Stasiun kereta api, termasuk di gerbongnya, memang tempat yang selalu ramai sebagai transportasi warga. Jika ada film horor yang mengangkat tema dan latar belakang kereta api, biasanya sudah heboh terlebih dahulu di media sosial, bahkan sebelum filmnya dirilis di sinema.

Contoh paling kentara adalah film Train to Busan (2016), yang mengisahkan tema zombie di kereta api Korea Selatan. Saking populernya, Train to Busan menjadi pencetus banyaknya film zombie dari Korea Selatan, dengan biaya produksi besar dan bakat aktor-aktris yang mumpuni.

Contoh lainnya berasal dari film tahun 2001, berjudul Suicide Club (rating D21+). Film ini mengisahkan sebuah kekacauan jahil sosial di Jepang, yang berfokus pada kasus bunuh diri di stasiun kereta api. 

Padahal, jaman tersebut belum ada istilah prank, tetapi banyak yang mencoba untuk loncat ke rel, saat kereta api hampir lewat dan tiba di stasiun. Aksi nekat ini menyebabkan kepanikan bagi kepolisian dan pemerhati sosial, walau korbannya tidak selalu meninggal.

Tren bunuh diri tersebut menyebabkan media Jepang meramaikannya (kasus bunuh diri belum selesai), sampai menyebut para korban sebagai anggota dari sekte Suicide Club (Klub Bunuh Diri). Saking ramainya, banyak warga dewasa serta siswa sekolah, mencoba untuk ikut loncat, walau tanpa alasan.

Tren pun mulai merambah ke banyak area, sehingga banyak warga melakukan bunuh diri di rumah atau area keramaian lainnya. Beberapa orang yang berniat jahat pun bermunculan, yang memalsukan kejahatannya dengan tindakan bunuh diri korban.

Tampaknya sudah terlalu berat, maka coba kita cek cerita film Ghost Train ini, yang sebenarnya dirilis awal Korea Selatan pada tahun 2024 lalu (IMDB).

Sinopsis Film Ghost Train

Berbeda dengan dua film yang sebelumnya dibahas, kali ini justru berlatar horor fisik, mistis, dan kejahatan sekaligus. Tokoh utamanya adalah Da-Gyeong (Joo Hyun-young), seorang YouTuber dari agensi, yang baru memulai karir dan tidak memiliki banyak tayangan (alias belum pamor).

Da-Gyeong yang membutuhkan tema video baru, coba mengecek cerita mengenai stasiun kereta berhantu, bernama Gwanglim. Stasiun ini telah terkenal sebelumnya, karena sempat menjadi tempat bunuh diri beberapa korban. Dari beberapa kisah yang didengarnya, beberapa sangat tidak masuk diakal, namun memiliki satu kemiripan. 

Contohnya adalah kisah pria, yang tubuhnya tiba-tiba hilang ditelan bumi dan sempat disaksikan penumpang lainnya. Korban lainnya, sempat dikejar oleh seorang bertopeng yang membawa cairan lendir aneh. Jika terkena cairan tersebut, maka kulit korban akan berubah seperti kena gatal, dan bahkan bermutasi.

Kemiripan mengenai dikejar orang tak dikenal, cairan aneh yang dibawanya, dan banyaknya korban hilang, menyebabkan Da-Gyeong terkesima. Dia pun membawa ponsel untuk merekam, dan mencoba bertahan 'uji nyali' di stasiun Gwanglim.

Apakah Da-Gyeong berhasil mendapatkan rekaman yang viral? Atau justru terkena imbas jelek dikejar mahluk tak fana berbahaya?

Jawabannya, dapat disaksikan ala stasiun pemberhatian sinema Indonesia.