04 Juli 2025

Horornya Rumah Susun di Korea Selatan ala Film Noise

 

Sssssttt, jangan berisik ya nak... (TMDB).

Ternyata, horornya rumah susun tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi di Korea Selatan juga. Jika dibandingkan, horornya rumah susun di Korea Selatan mungkin menyamai korupsinya Indonesia! Banyak yang punya mobil, malah menyewa rumah susun, yang (katanya) untuk kalangan menengah ke bawah!

Daripada membahasnya, coba kita cek di banyak film horor lainnya. Apakah memang minim bujet, atau bagaimana ya? Banyak film horor tampaknya pakai lampu kuning, atau bahkan tidak menyalakan lampu sama sekali, dalam keadaan gelap gulita sekalipun!

Bahkan, banyak karakter film memilih menggunakan moda penglihatan malam (night vision) lewat perekam video atau sebagainya, layaknya di film rekaman amatir (ala found footage)!

Nah, bagaimana jika bentuk dramatisasi di Korea Selatan bukanlah masalah liciknya para birokrat, tetapi para psikopat? Itulah cerita yang coba diangkat oleh film dari Korea, Noise, yang kini tengah tayang di beberapa dunia kurang lampu ala sinema Indonesia.

Sinopsis Film Noise

Sepasang adik kakak, Ju-young (Lee Sun-bin) dan Ju-hee (Han Su-a), yang keduanya adalah wanita, baru menyewa sebuah rumah susun yang terlihat murah dan agak rusak. Baru saja tiba, keduanya langsung dan sering oleh diganggu suara-suara tidak jelas di sekitar huniannya. Mereka beranggapan, bahwa suara tersebut akibat rumahnya yang jelek, dan telah banyak hantu bergentayangan.

Namun, situasi menjadi sulit ketika Ju-hee menghilang dan tidak pulang ke rumah. Kakaknya, Ju-young yang memiliki masalah pendengaran, sulit mencari lokasi keberadaan Ju-hee. Pacar Ju-hee, Ki-Hun (Kim Min-Seok), tiba di lokasi rumah, untuk membantu Ju-young dalam menemukan adiknya.

Tidak hanya hilangnya adik, Ju-young yang notabene sulit mendengar (tunarungu), masih diganggu oleh suara-suara aneh di sekitar rumahnya. Saking paniknya, tetangganya sempat menghubungi Ju-young agar tidak banyak ribut, karena cukup menganggu.

Ternyata, kengerian pun bertambah, dengan datangnya seorang pria psikopat ke depan rumahnya. Dia membawa pisau berdarah, sementara Ju-young terjebak (sendiri) di dalam rumah.

Apakah memang psikopat tersebut yang membuat suara-suara aneh? Atau adakah mahluk lain yang memang bersemayam di sana? Dapatkah Ju-young dan Ki-hun selamat?

26 Juni 2025

Komedi Legendaris ala Animasi di Warkop DKI Kartun

 

Warkop DKI Kartun (IMDB).

Seri film komedi legendaris, Warung Kopi Dono Kasino Indro kini dirilis kembali di tahun 2025. Tidak seperti reka ulangnya pada tahun 2016 lalu, kini Warkop DKI disajikan ala animasi kartun!

Perilisannya pada tahun 2016 lalu berjudul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, yang bagian keduanya dirilis pada tahun 2017. Memang, para pemain aslinya tidak mengisi film tersebut (yang kedua personilnya telah almarhum), namun DKI diperankan oleh tiga pemain muda yang sangat mumpuni.

Warkop DKI Reborn diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Dono. Tanpa ketiganya, Warkop DKI Reborn tidak akan meramaikan kembali ranah perfilman komedi Indonesia.

Nah bagaimana dengan film versi kartunnya di tahun 2025? Dilansir dari situs bioskop, film Warkop DKI Kartun yang dirilis bulan Juni ini justru memberi tiga kisah sekaligus! 

Berbeda dengan film Warkop DKI Reborn, ketiga karakter lucu diisi oleh pengisi suara saja. Wiwid Widyas Prihantoro akan mengisi suara Dono, Farie Judhistira mengisi suara Kasino, sementara Indro diisi suaranya oleh Mo Sidik. Bahkan, Indro Warkop sebagai punggawa asli Warkop DKI pun ikut berkecimpung dalam film ini, sebagai pengisi suara Komandan CHIPS.

Sebenarnya, film televisi Warkop DKI Kartun sempat dirilis pada tahun 2021 lalu. Bagi yang penasaran, beberapa layanan siaran internet masih menayangkannya secara berbayar.

Sinopsis Warkop DKI Kartun (2025)

Masih berlatar belakang DKI sebagai anggota keamanan CHIPS, ketiganya kini harus menyelesaikan tiga misi berbeda!

Pertama adalah misi yang lumayan sederhana, yaitu menyamar sebagai anak Sekolah Dasar di sebuah sekolah, agar dapat menguak skandal bocornya jawaban Ujian Nasional.

Misi kedua justru lebih berbahaya tapi aneh. CHIPS saat itu tengah membuat proyek robot keamanan. Namun, saat dites, robot malah memberontak dan kabur dari markas. Dono, Kasino, Indro pun perlu mengejar robot tersebut, sebelum membuat keonaran di kota. 

Ketiga adalah misi paling berbahaya, yang menentukan perubahan skala kekuatan dunia. DKI harus menyamar sebagai anggota timnas sepakbola Indonesia, saat laga kualifikasi Piala Dunia! Timnas Indonesia tengah melawan Korea Barat, yang memiliki persenjataan nuklir. Ketiganya harus menghentikan konspirasi besar, agar perang nuklir antar negara tidak menghancurkan seluruh dunia!

Tiga Misi, Tiga Pahlawan, Aksi Dulu, Mikir Belakangan! 

(ala sinema Indonesia, tentunya...)

Animasi 3D dari Malaysia Berjudul Ejen Ali: The Movie 2

 

Ejen Ali berkostum canggih Satria (TMDB).

Malaysia pun merilis film animasi di Indonesia, berjudul Ejen Ali: The Movie 2 pada bulan Juni ini. Memang, negara kita dan tetangga sebelah bakal terus bersama-sama bersaing karya.

Sama seperti rilis film sebelumnya, yaitu Blood Brothers: Bara Naga yang mengisahkan tentang para agen gelut pelindung kriminal, kisah animasi dari Malaysia ini masih kurang membumi.

Dilansir dari IMDB, Ejen Ali berkisah tentang satu kelompok agen, yang memiliki kemampuan mata-mata nan canggih, layaknya pahlawan super dengan teknologinya yang diluar nalar. 

Sementara di Indonesia sendiri, film animasi 3D Jumbo telah mencapai bulan ke tiga penayangannya. Jumbo justru mengisahkan sekelompok anak, yang hanya mencoba bersaing di pentas seni lingkungan rumahnya.

Memang Indonesia dan Malaysia memiliki demografi yang berbeda, namun sering disatukan oleh animasi sederhana lucu ala Upin & Ipin, BoBoiBoy, atau beberapa kisah lainnya. 

Nah, daripada bingung, coba kita cek bagaimana film Ejen Ali 2 yang berbiaya produksi 10 Juta Ringgit, hasil karya tetangga sebelah kita disajikan, ya.

Sinopsis Film Ejen Ali The Movie 2

Ejen Ali tengah mengikuti sebuah ujicoba khusus di markas MATA. Dia diharuskan untuk mencoba sebuah pakaian baju baja (armor) eksoskeleton bernama Satria, yang menutupi seluruh tubuhnya. 

Kelebihan Satria adalah integrasi kecerdasan buatan (AI), yang dapat membantu langsung agen yang memakainya. Selama digunakan, agen dapat menambah kekuatan fisik serta mental dalam menyelesaikan misi. 

Ejen Ali hanya dapat memakai Satria dalam simulasi khusus pertempuran, dan bukanlah saat misi asli. Para anggota laboratorium pencipta Satria masih ragu, bahwa inovasinya dapat digunakan saat misi asli.

Namun, kehadiran musuh lama MATA, menyebabkan mereka tidak dapat ragu lagi. Bahkan, markas MATA yang berada di bawah laut, diserang oleh kawanan musuh, yang beresiko menenggelamkan seluruh agen dan banyak anggota lainnya.

Ejen Ali bersama baju Satria-nya, dan beberapa agen MATA yang selamat, akhirnya terpaksa melawan balik. Walau markasnya luluh lantak, Ejen Ali menyatakan bahwa kerja kita belum selesai. 

Motivasi Ejen Ali tersebut menyatakan, bahwa mereka belum menyerah begitu saja di sinema Indonesia.

Anime Raksasa Jepang ala Kaijuu No. 8: Mission Recon

 

Anime Kaijuu No. 8 (IMDB).

Kompilasi anime memang semakin ramai dirilis oleh studio animasi Jepang. Di bulan Juni ini, anime terkenal berjudul Kaijuu No. 8, dirilis kompilasi dari keduabelas episodenya sebagai film, di banyak sinema penggemar Jepang ala Indonesia. Memang tidak seperti anime terkenal lainnya, Kaijuu No. 8 hanya menyajikan kompilasi saja.

Contohnya berbedanya adalah Kimetsu No Yaiba, yang sempat merilis satu kisah melalui filmnya saja, dengan kelanjutan kisahnya yang sesuai episode animenya. Dilansir dari MyAnimeList, Mugen Train dan Infinity Castle adalah dua film dari seri anime Kimetsu No Yaiba, yang memang melanjutkan ceritanya, lalu dirilis sesuai urutan animenya.

Nah, kembali ke Kaijuu No. 8, anime ini menyajikan aksi beda, walau kini tengah ramai kembali di Jepang. Tokoh utamanya dapat berubah (alias sentai atau henshin), layaknya kisah Jejepangan klasik ala Kamen Rider, Super Sentai, Ultraman, dan banyak lainnya. Animo kisah klasik ini pun sebenarnya tengah ramai di banyak anime kekinian. Contohnya adalah Chainsaw Man, Shingeki No Kyojin, Devilman Crybaby, serta Dan Da Dan.

Jadi, Kaijuu No. 8: Mission Recon cocok bagi yang ingin bernostal-gila dengan animo anime tersebut. Biasanya, para sepuh kini telah sibuk dan tidak sempat nonton anime panjang, jadi mending bisa ditonton saja kompilasinya. 

Sinopsis Kaijuu No. 8: Mission Recon

Khusus di Kaijuu No. 8, tokoh utamanya adalah Kafka Hibino (Masaya Fukunishi), yang bekerja sebagai Pasukan Pertahanan di Jepang. Kafka bukanlah beroperasi layaknya militer biasa, tetapi sebagai anggota pertahanan khusus anti monster raksasa di Jepang.

Suatu malam, saat Kafka tengah istirahat di markas Pasukan Pertahanan, sebuah monster nyamuk raksasa tiba-tiba masuk ke dalam tubuhnya. Kafka yang panik, hanya bisa menelannya saja.

Teman sekamarnya, Reno Ichikawa (Wataru Katou), ikut panik sekaligus heran, karena Kafka tiba-tiba berubah menjadi Kaijuu (sejenis monster, yang biasanya berukuran raksasa). Ternyata, kesadaran Kafka tidak berubah sama sekali. 

Walau heran, Kafka dan Reno kembali melanjutkan tugasnya sebagai Pasukan Pertahanan. Kehadiran monster dalam tubuh Kafka padahal sempat diketahui oleh salah satu anggota lainnya, yaitu Kikoru Shinomiya (Fairouz Ai). 

Khusus di film ber-sub-judul Mision Recon ini, diselipkan satu episode baru yang menyajikan kisah slice of life (selingan kisah hidup ala anime), mengenai beberapa anggota Pasukan Pertahanan yang tengah berlibur.

Jadi, silahkan nikmati saja kegalauan seorang monster, yang sempat memiliki animo Ultraman, di sinema-sinema pengagum Jepang ala Indonesia.

Dikejar Psikopat Bersama Hiu Ganasnya di Film Dangerous Animals

 

Terjebak hiu ganas di lautan dan saiko didalam kapal laut (IMDB).

Tampaknya film bantai-membantai tengah ramai di tahun 2025 ini, seperti Dangerous Animals yang berisi adegan aneh antara pembunuh berantai, dengan hiu kesayangannya. 

Dilansir dari IMDB, sang psikopat Bruce Tucker yang memiliki hobi menculik wanita, diperankan oleh Jai Courtney. Aktor Australia ini memang sering dikenal lewat banyak film waralaba terkenal.

Contoh filmnya adalah yang pertama kali melejitkan namanya di Jack Reacher (2012), A Good Day to Die Hard (2013), Divergent (2014), Terminator Genisys (2015), dan Suicide Squad (2016). Seluruh film tersebut dibintangi pula oleh banyak aktor kawakan, diantaranya Tom Cruise, Bruce Willis, Arnold Schwarzenegger, Will Smith, dan Margot Robbie. 

Kini, Courtney membintangi film Dangerous Animals sebagai tokoh antagonis, bersama lawan main yang baru saja naik daun, Hassie Harrison, yang berperan sebagai karakter Zephyr. Aktris kelahiran Texas ini sebenarnya telah familiar, karena sempat membintangi serial televisi terkenal, yaitu kisah komedi pemadam kebakaran di Tacoma FD (2019 - 2023), dan Yellowstone (2020 - 2024).

Sinopsis Film Dangerous Animals

Bruce Tucker (Jai Courtney) adalah seorang pelaut handal. Dia menyewakan kapal lautnya bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan laut. Namun, Tucker memiliki rahasia ngeri yang membahayakan kliennya.

Saat berada di tengah laut, Moses Markley (Josh Heuston) dan Heather (Ella Newton) tengah bersiap untuk terjun ke laut bersama Tucker. Tidak disangka, Tucker malah membunuh Markley dan menjatuhkannya ke laut. Heather yang panik, hanya bisa pasrah saat Tucker menculik dirinya.

Adegan pun berlanjut, saat Tucker berhasil menculik Zephyr (Hassie Harrison), yang akhirnya dikekang bersama Heather di dalam ruangan kapal. Heather dan Zephyr bekerjasama untuk melarikan diri, namun tidak semudah itu.

Selain lokasi kapal yang berada di tengah lautan, serta keahlian fisik Tucker yang kuat, ternyata bahaya lain mengancam mereka. Seekor hiu ganas peliharaan Tucker, selalu berenang di sekitar kapal tersebut. 

Hiu tampaknya telah terlatih untuk melahap siapa pun selain Tucker. Ukurannya pun cukup mengerikan, karena terlihat seperti hiu putih besar, yang terkenal akan seleranya yang besar. 

Apakah Heather dan Zephyr berhasil menyelamatkan diri? Atau malah habis dihantam oleh hiu dan saiko sekaligus? Atau malah membrutalkan diri dan berhasil menghabisi Bruce dan melahap hiu miliknya?

Jawabannya, tentu ada di pariwisata ngeri ala sinema Indonesia.

Sekuel Film Boneka Sadis di M3GAN 2.0

 

M3GAN yang kembali beringas di sekuelnya (IMDB).

M3GAN adalah film yang cukup sukses membuat heran ranah Hollywood, saat perilisannya pada tahun 2022 lalu. Berbalut atmosfer horror, studio Blumhouse memang memiliki bakat dalam menyajikan film nan beda dari yang lainnya.

Dilansir dari IMDB dan Rotten Tomatoes, sejak debutnya yang sukses tahun 2007, dengan filmnya ala rekaman amatir berjudul Paranormal Activity, studio Blumhouse telah menelurkan banyak seri film terkenal di ranah horor. Diantaranya adalah seri film Insidious, Halloween, Creep, Sinister, dan The Black Phone. 

Tidak hanya genre horror dengan kengerian mistis atau kriminalitas, banyak film Blumhouse bertema komentar sosial dengan gambaran simbolis horor, diantaranya adalah film Get Out, Sweetheart, dan terakhir adalah seri The Purge, yang telah merilis lima film.

Jadi, tidak mengherankan bagi penggemar film horor, untuk menantikan rilis film Blumhouse di setiap tahunnya. Bisa dibilang, tanpa studio ini, ranah genre horror di Hollywood tidak akan berkembang hingga sekarang, dan kalah oleh film Asia, yang memang lebih seram!

Pada film M3GAN tahun 2022 lalu, kisahnya seperti kisah horror tahun 2025 ini, yang banyak menyajikan kengerian ala kecerdasan buatan (AI). Bedanya, di film M3GAN, AI telah berbalut seorang robot imut pengasuh anak-anak, layaknya Vtuber yang berburu monster (digital) setiap harinya.

M3GAN di film ini sedikit menggunakan CGI, dan diperankan langsung oleh dua aktris sekaligus. Jenna Davis adalah pengisi suaranya, sementara Amie Donald memerankan tubuhnya langsung di depan kamera. Kedua aktris berhasil pula memerankan M3GAN yang terlihat alamiah ala robot.

Sinopsis Film M3GAN (2022)

M3GAN pada film pertamanya adalah purwarupa seorang robot dengan integrasi kecerdasan buatan. Penciptanya, Gemma (Allison William) terpaksa membawa M3GAN ke rumah untuk mengasuh keponakannya, Cady (Violet McGraw). Keponakannya baru saja yatim piatu, akibat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.

Walau sangat sayang dengan Cady, M3GAN memiliki kepribadian lain yang berbahaya, yaitu over-protektif dan posesif. Semua orang yang membahayakan Cady akan dibantai langsung oleh M3GAN. Bahkan, Gemma sang penciptanya sendiri, perlu melawan langsung M3GAN, demi keselamatan jiwa Cady.

Sinopsis Film M3GAN 2.0 (2025)

Nah, di film keduanya, M3GAN kembali dengan cara yang berbeda. Terlihat dari cuplikannya, tampaknya film sekuelnya ini bukan mengambil sudut pandang horror, melainkan aksi gelut.

Tidak heran, karena cuplikannya dimulai dengan sebuah narasi dari M3GAN sendiri, yang tengah mengobrol dengan Gemma. Kehadiran robot lain bernama Amelia (Ivanna Sakhno), yang tengah mengincar nyawa Gemma serta Cady, menyebabkan M3GAN terbangun dari vakumnya.

Walau masih sadis seperti sebelumnya, dengan membantai banyak nyawa orang disekitarnya, M3GAN mau diajak kerjasama dengan Gemma dan Cady. Satu-satunya alasan adalah M3GAN terlalu sayang pada Cady, sehingga ancaman apapun akan dilibas olehnya.

M3GAN 2.0 kini tengah tayang di seluruh sinema animatronik ala Indonesia!