24 Oktober 2025

Jelajah Waktu, Tempat, dan Romansa di Film Sore Istri dari Masa Depan

 

Jonathan yang heran mengapa ada Sore di sisinya (TMDB).

Daaaaan akhirnyaaa, agak telat juga sih... Film Sore: Dari Masa Depan pun tertulis setelah sekian lama di blog ini. Padahal, film ini sempat tayang di sinema-sinema Indonesia saat bulan Juli lalu (:P)

Penulis akhirnya menonton juga cuplikannya dan baru tahu tayang ulang, walau memang kurang ngeuh dengan berbagai film drama, apalagi romansa. Yaaa... istilahnya, ngapain nonton di Bioskop, tapi nonton drama yang susah dicerna, tema yang berat, walau ceritanya kurang epik, apalagi mirip dengan cerita sinetron.

Yaaaaa, kecuali ada modus tertentu dengan sang lambaian tangan yang lain-lain nan merinding...

Okeh, kembali ke filmnya, Sore: Dari Masa Depan pun berisi kisah yang lumayan berbeda, yaitu kisah absurd mengenai perjalanan waktu yang beda masa jaman. Latar ceritanya pun sangat memukau, yaitu sebuah kota kecil di Kroasia, yang khas dengan kekayaan desa antik di Eropa sana.

Isinya pesannya pun cukup menyanyat hati, karena berhubungan dengan kesehatan di masa depan. Layaknya keseharian kita, bahkan dari makanan pun, belum tentu kita hidup sehat di masa mendatang, apalagi tanpa olahraga dan banyak merokok.

Jadi yaaaaa, mungkin dilapisi dengan nuansa romansa drama, namun pesan didalam film Sore: Dari Masa Depan ini cukup simbolis, alias menyiratkan bahwa kisah perjalanan hidup adalah rangkaian kebiasaan kita saat ini.

Okeh, lagi, karena pesannya cukup keren, maka coba kita cek sinopsisnya saja...

Sinopsis Film Sore: Dari Masa Depan

Jonathan (Dion Wiyoko) adalah seorang WNI jomblo yang tinggal sendiri di Kroasia. Sayangnya, di suatu pagi nan cerah, dia bangun dengan seorang wanita (cantik) yang tidak dikenal disisinya.

Wanita tersebut bernama Sore (Sheila Dara), yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan nan jauh di masa mendatang. Sore kembali ke masa sekarang, untuk membantu Jonathan agar hidup sehat.

Jonathan yang tidak percaya begitu saja, lalu meninggalkannya untuk bertemu kencan dengan Elsa (Lara Nekic). Tanpa sempat dicegah, Sore mengaku sebagai istrinya Jonathan, yang membuat Lara marah dan menyemburkan air ke wajahnya.

Saking herannya, Jonathan harus berdiskusi dengan temannya, Karlo (Goran Bogdan). Dia heran, walau masih tidak percaya dengan pengakuan Sore, namun seluruh identitas, informasi, serta kebiasaan Jonathan diketahui oleh Sore.

Hingga suatu saat Jonathan jatuh akibat serangan jantung. Sore memperingatkan bahwa dalam beberapa tahun mendatang, Jonathan akan meninggal akibat penyakit yang sama.

Jonathan yang semakin heran, pasrah saja saat Sore membuang rokok dan koleksi minuman kerasnya. Dia bahkan harus terus makan buah serta sayur saja, agar tetap sehat.

Apakah memang Sore berasal dari masa depan yang berniat baik? Atau hanya seorang penguntit obsesif yang mengetahui segala letak isi hati Jonathan?

Jawabannya, dapat ditonton di berbagai sinema Indonesia...

Anime Romansa Bernuansa Pemuda-Pemudi Korea di Your Letter

 

Lee So-ri yang sedang makan bersama (TMDB).

Korea Selatan terus berinovasi dalam menciptakan karya filmnya, dan kini semakin merambah dunia anime, dalam film berjudul Your Letter yang kini tengah tayang di sinema-sinema Indonesia.

Semenjak Webtoon ramai sebagai distributor manhwa dari Korea Selatan, memang banyak karya yang diangkat sebagai anime, film, atau serial yang canggih nan memukau. Mirip seperti budaya gim daringnya yang khas Korea Selatan sejak pertengahan 2010an lalu, kisah yang lebih fantastis bisa ditemukan di Webtoon.

Contoh terkenal dari anime adaptasi webtoon adalah Solo Leveling, yang mulai dirilis tahun 2024 dan produksinya berasal dari kombinasi Aniplex dan Crunchyroll (keduanya dari Sony). Banyak penggemar yang memuji animenya, yang ciamik dengan efek memukau.

Nah, kembali ke Your Letter, tampak pada cuplikannya berlatar dunia anime yang indah dan memukau, layaknya film anime fantastis dari Jepang seperti Kimi no Nawa (Your Name) dan Weathering with You (Tenki no Ko).

Dari serial manhwa di webtoon, Your Letter hasil karya Hyeon A Cho memang cukup pendek, dengan berisi 10 episode, namun cukup untuk mencengangkan hati para penggemar K-Drama.

Bagi cowo-ciwi yang ingin mendalami kisah romansa yang selaras hati, dan berlatar masa muda yang sedang sebermak, maka Your Letter dapat menjadi tontonan indah di masa yang mudah.

Sinopsis Film Your Letter

Lee So-ri (Lee Soo-hyun) adalah seorang gadis remaja SMA yang baru saja pindah sekolah, saat musim panas baru saja berakhir di Korea Selatan. Sayangnya, dirinya kurang dapat beradaptasi di sekolah baru, dan belum menemukan teman baru. 

Hingga suatu hari, Lee So-ri menemukan secarik amplop dibawah meja kelasnya. Amplop misterius bertuliskan rangkaian petunjuk, yang saling menunjukkan langkah berikutnya untuk menemukan amplop yang tersisa.

Setelah beberapa lama mengikuti arahan amplop, dirinya sering bertemu dengan Park Dong-soon (Kim Min-ju). Mereka berdua berkenalan, dan bekerja sama untuk mencari amplop yang memang ditujukan bagi mereka berdua.

Keduanya pun memulai petualangan baru, dimana So-ri akhirnya bisa menikmati sekolahnya, sambil bercengkrama dengan beberapa teman barunya. Siapa sebenarnya yang mengirimkan amplop tersebut?

Jawabannya dapat dicek di sinema Indonesia. 

Menyelidiki Kematian Keluarga yang Lama Hilang di Film The Ugly

 

Lim-Yeoung Gyu saat masih muda (TMDB).

Di akhir bulan Oktober ini, dirilislah film dari Korea Selatan yang baru tayang di sinema Indonesia, berjudul The Ugly

Sebelum menceritakan sinopsisnya, The Ugly adalah hasil karya sutradara dan penulis terkenal di Semenanjung Korea, yaitu Yeon Sang-ho, yang terkenal akan karya Train to Busan (2016) dan Hellbound (Hellbound).

Train to Busan adalah film horor sejenis zombie, yang menjadi pionir atas ramainya film zombie berkualitas dari Korea Selatan. Hampir setiap tahunnya, film zombie dirilis dari Korea Selatan, dengan beberapa referensi (trope) dari Train to Busan.

Terkenal akan karya horornya, justru di film The Ugly ini tidak mengisahkan sisi horor, tetapi lebih ke drama misterius sebuah keluarga.

Kisahnya pun berlatar maju-mundur dengan kilas baliknya, sehingga Park Jeong-min sebagai aktor perlu memerankan dua karakter sekaligus, yaitu Lim Dong-hwan atau Lim Yeoung-gyu yang masih muda.

Karena memang drama misteri, dengan latar waktu yang bolak-balik, maka cuplikan The Ugly tidak menyiratkan apapun, selain adegan yang terlihat serius sesuai dengan plot utamanya.

Sinopsis Film The Ugly

Lim Dong-hwan adalah seorang piatu, yang kini telah dewasa dan melanjutkan studio stempel tradisional Korea Selatan, yang diwariskan dari ayahnya, Lim Yeoung-gyu (Kwon Hae-hyo). Ayahnya adalah tunanetra sejak lahir, yang sukses lalu terkenal di wilayahnya, karena lihai membuat stempel tradisional Guksae. 

Saking uniknya, Lim Yeoung-gyu sempat masuk film dokumenter, dengan kelihaian dirinya yang tidak mampu melihat, namun sanggup membuat karya stempel tradisional yang indah.

Namun, saat dirinya telah pensiun dan usahanya dilanjutkan oleh Lim Dong-hwan, terdengar kabar tidak baik dari kepolisian. Mereka mengabari, bahwa ditemukan setumpuk kerangka, dan dinyatakan sebagai istrinya yang telah lama hilang. 

Padahal, istri Lim Yeoung-gyu tidak ada kabar sama sekali sejak 40 tahun lalu, saat Lim Dong-hwan masih kecil. Bahkan, Lim Dong-hwan sudah tidak dapat mengingat wajah ibunya sama sekali.

Kabar tidak mengenakkan ini menguak kembali trauma keluarga, karena selama ini, sepasang ayah dan anak perajin stempel tradisional tersebut menganggap bahwa sang ibu hilang karena melarikan diri dari rumah.

Sebutan untuk sang ibu pun cukup jelek dari mereka berdua, yaitu Ugly, yang berarti (tetap) jelek, karena teringat bahwa seorang wanita tega melarikan diri dari suaminya yang tunanetra dan anaknya yang masih kecil.

Lim Dong-hwan bersama produser film dokumenter ayahnya, Kim Su-jin (Han Ji-hyeon), perlu mengecek lokasi dan saksi saat ibunya menghilang. Khususnya di sekitar pabrik garmen, dimana ibunya sempat bekerja dan terakhir kali terlihat.

Apakah tulang-belulang tersebut memang milik sang ibu yang hilang? Ataukah ada informasi gelap yang terkuak dari masa lalu Lim Yeoung-gyu?

Jawabannya dapat dicek di banyak sinema Indonesia.

21 Oktober 2025

Ramainya KAGAMA Karawitan Saat Osaka Expo di Jepang

Foto KAGAMA Karawitan saat manggung di Osaka Expo, Jepang (KAGAMA).

Gamelan adalah alat kesenian tradisional dari Indonesia, yang khususnya dari Pulau Jawa. Gamelan kentara dimainkan sebagai seni tradisional Pulau Jawa, dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Pulau Bali. Gamelan adalah khas musik tradisional yang telah menjadi bagian dari jiwa bagi warganya. 

Dilansir dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Gamelan adalah alat musik yang dipukul, dan awalnya disebut dengan nama gembelan. Seiring berubahnya istilah, digembel-gembel artinya adalah dipukul-pukul dari bahasa Jawa. Namanya pun berubah menjadi Gamelan.

Hingga kini, Gamelan sebagai musik perkusif sering dimainkan dalam berbagai acara ritual, keagamaan, pendidikan, media penerangan, hingga kawinan.

Gamelan yang disatukan dalam satu acara biasa disebut sebagai Karawitan, yang diselenggarakan dalam suatu pergelaran seni. Kadang di Jawa Barat, bersama sejenis Longser, berisi cerita lucu mengenai budaya khas Sunda.

Nah, di pertengahan bulan Oktober ini, tepatnya 13 Oktober lalu di Osaka Jepang, diselenggarakan pula Karawitan dari kelompok seni KAGAMA alias Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada. Acara ini dilaksanakan saat Osaka Expo, ditengah panggung paviliun Indonesia, dan telah dimulai sejak 13 April lalu.

Seni memang sebuah bentuk diplomasi budaya di panggung dunia, khususnya di Jepang melalui Osaka Expo tersebut. 

"Karawitan adalah cerminan harmoni dan kedalaman budaya Jawa. Kami bangga bisa mempersembahkan (karawitan) ini di panggung dunia," ujar salah seorang pengrawit KAGAMA di Osaka Expo, seperti dilansir dari situs KAGAMA.

Seperti pada perilisan beritanya, KAGAMA mengisahkan maksud dari KAGAMA Karawitan di Osaka Expo 2025.

"Di tengah arus globalisasi dan teknologi, alunan gamelan dari KAGAMA Karawitan di Osaka Expo 2025 menjadi pengingat bahwa akar budaya adalah fondasi yang tak tergantikan dalam membangun masa depan yang harmonis," ujar KAGAMA melalui perilisan beritanya.

KAGAMA sebagai kelompok seni karawitan gamelan memang telah membumbung dunia, dengan sering mengisi berbagai acara di banyak negara. KAGAMA sempat mengisi pula panggung di New York, AS pada tahun 2024, dan Cekoslovakia pada tahun 2023 lalu.

Sedikit Pendapat dari Otaku

Akulturasi seni budaya tradisional Indonesia dan Jepang memang telah berjalan sejak lama. Geinoh Yamashirogumi adalah kelompok seni dari Jepang, yang dilengkapi oleh warga asli Jepang dengan kemampuan seni gamelannya.

Hingga kini, Geinoh Yamashirogumi masih berkarya sebagai kombo musik tradisional Jepang dan Indonesia, yang mengisi berbagai karnaval dan musik di Jepang.

Geinoh Yamashirogumi sempat membuat sebuah mahakarya berjudul Kaneda, yaitu sebuah lagu kombinasi tradisional antara Gamelan Indonesia dan musik Noh dari Jepang. Kaneda adalah lajur bunyi resmi dari film anime terbesar pada tahun 1988 lalu, yaitu Akira.

Mengacu pada film anime Akira itu sendiri, ceritanya berlatar cyberpunk dystopia, dimana dunia dikendalikan oleh totaliter militer, tanpa keberadaan pemerintah, banyak perusahaan yang saling membasmi satu sama lain, dan seluruh kekayaan budaya adat manusia hilang seketika, yang memicu sifat ekstrem manusianya.

Akira pun dibesar-besarkan beberapa tahun terakhir, dengan berbagai konspirasi mengenai banyak latar ceritanya yang terjadi di dunia nyata. Latar Akira memang mengisahkan jaman tahun 2010an hingga tahun 2020an.

Nah, justru yang terjadi sekarang, adalah perbedaan yang sangat kentara di dunia seni dan nyata. Walau banyak berita yang berujung ekstrem, seluruh dunia justru semakin erat hubungannya melalui berbagai kerjasama di nyata maupun maya.

Kisah dunia dengan latar di film Akira pun tidak terjadi, dan semoga tidak pernah terjadi, karena mengacu pada ekstremisme manusia, yang (mungkin) hanya terjadi di ranah fiksi saja.

Melampir dari banyak karya seni populer (pop art) modern saat ini, yang sering 'menerobos' batas norma dan budaya, memang karya 'gimmick' para punggawa seni, yang sering dipolitisasi oleh berbagai pihak berkepentingan (lain) dibaliknya (!)

16 Oktober 2025

Berdarahnya Jurig Bersama Titi Kamal di Getih Ireng

 

Titi Kamal yang heran saat kaca pecah padahal baru dandan (TMDB).

Akhirnya, film horor Indonesia dengan referensi mistis yang jelas aturannya, berjudul Getih Ireng yang kini sedang tayang di berbagai sinema Indonesia pada bulan Oktober ini.

Apalagi yang mengisinya adalah duet aktor-aktris yang dikenal jauh dari gosip nyeleneh, yaitu Titi Kamal dan Darius Sinathrya. Keduanya memang sudah terkenal sejak awal tahun 200an lalu, dengan berbagai karya sinetron dan filmnya.

Terlihat pada cuplikannya, tokoh yang diperankan Darius dan Titi adalah sepasang suami-istri yang kembali ke kota asal mereka, yaitu Wonosobo. Keduanya pun berbincang dengan bahasa Jawa yang khas dengan logatnya.

Dari sekilas, tampak Titi Kamal yang mencoba berkonsultasi kepada seorang dukun, mengenai gangguan mistis yang dialami dirinya. Sang dukun pun memberi tahu, bahwa dirinya diganggu sejenis Jin, yang memainkan santet Getih Ireng.

Nah, berkaca pada cuplikannya saja, sudah kentara bahwa penulis naskah ini mengerti, bagaimana budaya dan warga Indonesia saat menghadapi gangguan dari dunia lain.

Seorang warga yang awam mistis tentunya mencoba berkonsultasi pada seorang dukun atau paranormal, layaknya seorang pasien yang berdiskusi pada dokter mengenai penyakitnya.

Sesuai dengan budaya Indonesia, memang banyak warga yang 'berbakat' paranormal, walau mereka tidak melatihnya alias bawaan dari lahir. Bahkan banyak diantara mereka yang melatih hanya untuk membantu yang 'diganggu' saja.

Dari segi agama, mendekati dunia mistis memang dilarang. Tetapi, jika memang sering diganggu dan berdoa saja masih kurang, maka membutuhkan bantuan dari 'orang mampu.'

Nah, kembali ke film Getih Ireng, coba kita cek sinopsisnya, yang cukup sesuai dengan kengerian horor dan budaya ala Nusantara tercinta.

Yaaa setidaknya, jangan sampai film tentang poligami dan kisah menghororkan agama. Oh ya lagi, film ini diadaptasi dari Threads horor dengan judul yang sama, karya dari akun bernama @jeropoint.

Sinopsis Film Getih Ireng

Rina (Titi Kamal) dan Pram (Darius Sinathrya) adalah sepasang suami istri yang kembali ke kota asalnya bernama Wonosobo, di Jawa Tengah. Rina terlihat sedih, namun diyakinkan oleh suaminya karena desa asalnya cukup asri, aman nan damai.

Sayangnya, belum lama tinggal lama di rumah mereka, berbagai kejadian mistis menimpa mereka. Rina pun akhirnya keguguran untuk kesekian kalinya.

Rina yang terpaksa dirawat di rumah sakit, akhirnya mengingat momen selamatan saat mereka baru tinggal di rumah tersebut. Terdapat sosok seorang kakek berpakaian adat serba hitam, yang berbeda dengan tamu lainnya.

Rina saat itu tidak merasa heran, karena memang baru tinggal di rumah tersebut dan belum mengenal seluruh tetangganya. Namun, setelah diingat kembali, ternyata tidak ada tetangga atau bahkan suaminya, yang berkomunikasi dengan kakek nyentrik tersebut.

Rina pun panik saat mengetahui bahwa kakek tersebut adalah jelmaan jurig yang meneror dirinya. Ternyata, menurut dukun yang diminta bantu oleh Rina dan Pram, menyatakan bahwa kakek tersebut adalah jelmaan santet berjenis Getih Ireng.

Getih Ireng adalah sejenis santet, yang menargetkan pengantin muda dan janin yang dikandungnya. Selama santet belum dilepas oleh pengirimnya, maka calon ibu tidak akan lama mengandung, dan mengalami keguguran terus menerus.

Apakah Rina dan Pram berhasil mengusir santet tersebut? Atau santet malah 'naik level' dan mengancam seluruh isi rumah serta seluruh desa di sekitarnya? 

Jawabannya dapat dicek di seluruh sinema Indonesia.

Beradu Keahlian Kungfu ala Novelis China di A Writer's Oddisey 2

 

Terasa Isekai di dunia novel (TMDB).

Film dari negara China pun kembali dengan aksi kungfu fantastisnya di film A Writer's Oddisey 2, saat pertengahan bulan Oktober ini di sinema Indonesia. Kali ini, mirip dengan karya ala Korea dan Jepang, A Writer/s Oddisey pun diadaptasi dari novel laris berjudul sama. 

Agak berbeda dengan film fantasi epik ala China, justru di film ini mengambil kisah isekai ala anime dari Jepang dan Korea (lagi). Tokoh utamanya sendiri adalah seorang novelis, yang terjebak di narasi karyanya sendiri.

Dalam film pertamanya, kisahnya lebih supernatural, dengan beberapa visual latar dari dunia nyata. Guan Ning (Lei Jiayin) adalah seorang pembunuh bayaran, yang disewa oleh seorang saudagar kaya untuk membasmi seorang penulis. Menurut sang klien, novel berjudul Membunuh Dewa tersebut merusak kesehatannya.

Padahal, novel itu sendiri memiliki kemampuan sakti yang aneh. Guan Ning sempat melihat banyak keanehan saat mengejar sang novelis Kongwen (Dong Zijian). Bahkan, Guan Ning terjebak pula di dunia novel tersebut bersama penulisnya.

Guan Ning yang sebenarnya ingin mempercepat misinya selesai pun terpaksa membantu Kongwen dalam menamatkan misi di dunia novel. Padahal, saat itu anaknya, Xiao Ju Zi (Wang Shengdi) yang masih kecil, hilang entah kemana dan Guan Ning perlu mencarinya.

Sayangnya, Guan Ning dan Kongwen harus menamatkan misi untuk membasmi pemimpin jahat bernama Raja Surai Merah, yang berkuasa di dunia novel dengan zalim dan totaliter.

Nah, mengacu ke film keduanya, cerita dari film pertamanya memang belum selesai. Kali ini, mereka bertempur langsung melawan Raja Surai Merah, dengan bantuan Xiao Ju Zi yang ternyata berada di dunia fantasi yang sama dan telah sakti mandraguna pula.

Jika misi mereka gagal, maka batas dimensi antara dunia nyata dan dunia fantasi novel akan terbuka lebar.  Terbukanya batas dunia fantasi dan nyata akan menyebabkan tercampur-aduknya kedua dimensi, sehingga kerusakan masif pun dipastikan terjadi.

Misi ketiga tokoh utama pun beralih, yang asalnya adalah menyelamatkan diri dari dunia fantasi nan brutal, menjadi mengamankan dunia nyata yang dapat terinvasi oleh pasukan monster Raja Surai Merah dari dunia novel.

Sekuel Film Penculik Anak ala Blumhouse di Black Phone 2

 

The Grabber yang semakin obsesit pada Finney (IMDB).

Studio Blumhouse yang lihai memproduksi berbagai film horor pun tidak kehabisan ide untuk melanjutkan banyak waralaba filmnya. Kali ini di Oktober 2025, film Black Phone 2 sebagai sekuel langsung dari film pertamanya di tahun 2021, dirilis di banyak sinema Indonesia.

Aktor ternama Ethan Hawke yang memerankan The Grabber pun kembali berperan di balik topengnya yang khas di film ini. Dua tokoh utamanya pun kembali, yaitu Finney yang diperankan oleh Mason Thames, dan Gwen yang diperankan oleh Madeleine McGraw.

Kisah film pertamanya justru mengisahkan seorang psikopat kurang jelas, yaitu The Grabber yang 'hobinya' menculik anak kecil dari rumah mereka. 

Akting Mason Thames pun diuji berat di film pertama Black Phone, karena berlatar minimalis di sebuah gudang bawah tanah milik The Grabber, dan berfokus pada karakter Finney saja.

Mason Thames kini memang lebih dikenal sebagai aktor remaja berbakat. Bahkan di tahun 2025 ini, Thames memerankan film reka ulang terkenal, yaitu How to Train Your Dragon.

Nah, justru di film keduanya ini, lebih berfokus pada saudarinya, yaitu Gwen, yang mengalami banyak mimpi aneh semenjak Finney hilang diculik bertahun-tahun lalu.

Bahkan, studio Blumhouse merubah sedikit latar belakang The Grabber, karena mahluk psikopat ini berubah menjadi jurig penuh dendam yang kembali bermuram durja dan mengancam lewat mimpi.

Tampaknya memang Blumhouse merubah cerita Black Phone 2 menjadi seperti Nightmare on Elm Street, yang khas dengan karakter jurig peneror mimpi ala Freddy Krueger.

Sinopsis Film Black Phone 2

Finney (Mason Thames) sudah lama melupakan kisah dirinya diculik, namun keluarganya tahu bahwa dirinya masih trauma, apalagi dari sudut pandang Gwen (Madeleine McGraw) yang sama takutnya.

Gwen yang ikut paranoid memang sering mengalami mimpi aneh, yang menyiratkan kehadiran The Grabber. Hingga akhirnya Gwen menerima 'wangsit' mengenai Alpine Lake Youth Camp. Gwen pun meminta Finney untuk menjelajah bersama ke lokasi kemah tersebut.

Bersama beberapa temannya, Gwen dan Finney pun mengadakan ekspedisi urban (urbex) alias uji nyali, demi memenuhi rasa penasaran mereka.

Namun, tidak lama tiba di lokasi perkemahan, Finney pun menjawab sebuah telepon umum di area tersebut. Finney pun terkejut, bahwa suara yang didengarnya adalah milik The Grabber, yang telah dia basmi bertahun-tahun lalu.

Gwen pun diteror dengan dibanting kesana-sini, padahal temannya yang ingin membantu tidak dapat melihat sosok yang menganggunya. Bahkan, teror mimpi Gwen semakin berasa menyakitkan, yang menyebabkan dirinya terpontang-panting kesana-kemari.

Dapatkah Finney, Gwen, dan teman-temannya menguak misteri dari The Grabber? Atau malah menjadi korban mahluk kesetanan berikutnya?

Jawabannya dapat disaksikan di banyak sinema Indonesia.

Dwayne The Rock Johnson Berperan Serius di The Smashing Machine

 

Mark Kerr yang lelah terjengah (IMDB).

Setelah sekian lama dianggap tidak berbakat akting, dengan karakter yang diperankan sama setiap filmnya, akhirnya aktor terkenal Dwayne 'The Rock' Johnson memerankan karakter yang mengasah kemampuannya di film The Smashing Machine.

Film mengenai UFC MMA yang tengah tayang di sinema Indonesia ini, mengisahkan atlet UFC MMA Kelas Berat bernama Mark Kerr. Atlet bertubuh besar ini berhasil menjuarai banyak ajang bela diri campuran, diantaranya trofi UFC Heavyweight Tournament Champion dan World Vale Tudo Championship.

Saking terkenalnya, Mark Kerr bahkan sempat memerankan dirinya sendiri di sebuah film dokumenter berjudul sama, pada tahun 2002 lalu. Film The Smashing Machine tahun 2025 ini, memang reka ulang dari filmnya tahun 2002, dan lebih dramatis sehingga diperankan oleh Dwayne Johnson sebagai tokoh utamanya. 

Terlihat dari dua cuplikannya yang berbeda, film pertama justru mengisahkan tentang keseruan dan brutalnya UFC pada jaman Mark Kerr, tahun 90an hingga 2000an lalu. Banyak klip adegannya lebih menyoroti ajang gelut di ring, atau wawancara dengan berbagai pihak terkait Mark Kerr.

Berbeda dengan film The Smashing Machine pada tahun 2025 ini, justru lebih mengisahkan drama di dalam dan luar ring gelut. Banyak adegan dimana Mark Kerr berbincang hal-hal berat bersama istrinya, menyiratkan perbedaan sikap sebagai suami atau petarung UFC.

Bahkan saking dramatisnya, cuplikan tahun 2025 ini mengisahkan banyak jatuh-bangunnya Mark Kerr di luar ring. Contohnya saat Mark dan istrinya bertengkar, atau saat harus dirawat di rumah sakit. Tidak hanya drama, cuplikannya terisi pula momen saat menghadapi latihan, promotor gelut, hingga sesi konferensi pers.

Bahkan adegan nihil dimana istrinya menantang Mark Kerr, untuk naik wahana di taman hiburan pun bermaksud khusus. Mark Kerr aslinya takut akan wahana tersebut, namun istrinya menantang, bahwa hanya penampilan luar dan di ring saja, dimana Mark Kerr terlihat sangar.

Dari perbedaan cuplikannya saja, dapat terlihat bahwa film di tahun 2025 ini lebih dramatis, dan menguak berbagai kemampuan akting asli ala Dwayne Johnson.

Aktor yang telah berkecimpung lama di Hollywood ini memang cocok sebagai tokoh utama The Smashing Machine. Dengan nama alias The Rock, dirinya sempat beradu gulat lama di ajang WWE, yang menjadi awal karirnya didunia perfilman.

Bahkan banyak rumor, bahwa Dwayne Johnson akan dinominasikan penghargaan Oscar karena film ini, sebagai aktor terbaik di tahun 2026 mendatang. Apalagi lawan main sebagai istri Mark Kerr adalah Emily Blunt, yang sering meraih nominasi Oscar dan berbagai penghargaan film lain.

Tidak kurang pula, sutradara dan penulis naskah film ini adalah Benny Safdie, yang sempat memimpin produksi film Oppenheimer (2023), dan meraih berbagai penghargaan ternama.

Oh ya, film ini diproduksi oleh studio film eksentrik A24, yang memang kini sudah sering merambah berbagai genre film, walau film jurig nan horornya tetap paling unik diantara studio lainnya.

9 Oktober 2025

Kisah Seekor Anjing yang Setia Dikejar Horornya Jurig

 

Anjing lucu nan setia penunggu jurig jahanam (IMDB).

Naaaaah, kali adalah film horor berbeda dari ranah Hollywood sana, yang berjudul Good Boy. Film horor yang sedang tayang di sinema Indonesia ini sangatlah berbeda, karena tokoh utamanya adalah seekor anjing berjenis Golden Retriever.

Anjing dengan jenis Golden Retriever memang dikenal setia dan peka terhadap perasaan manusia. Namun, bagaimana jika anjing ini cukup peka untuk mendeteksi kehadiran jurig.

Anjing yang memiliki indera penciuman paling kuat serta indera pendengaran melebihi manusia, memang lebih 'sadar' dengan keadaan lingkungan disekitarnya daripada manusia.

Anjing bahkan dianggap satu dari banyak hewan lain yang sanggup mendeteksi gempa, sebelum getarannya sampai di permukaan dan terasa oleh manusia.

Hewan lainnya yang sanggup mendeteksi gempa, diantaranya adalah kucing, kodok, ular, gajah, semut, sapi, domba, kuda, dan burung. Jadi, jika melihat hewan bertingkah aneh, apalagi banyak jumlahnya, maka manusia harus waspada akan bencana yang akan terjadi.

Nah, kembali ke dunia supernatural, terdapat kepercayaan lain mengenai kemampuan mistis dari hewan. Di sebuah kuil Shinto, wilayah Nara, Jepang, terdapat banyak rusa yang keramat. Mereka dianggap sebagai hewan utusan dewa, dan jangan diganggu gugat. Entah apa yang terjadi di Nara ratusan tahun lalu.

Daaan, kembali ke film Good Boy, kini mengisahkan sebuah cerita yang memang berbeda. Bagaimanapun, anjing adalah kawan setia bagi pemiliknya. Cuplikannya menunjukkan, bagaimana sang anjing dirawat sejak kecil, dan tetap sumringah hingga dewasa.

Namun, saat anjing tersebut sudah dewasa, dia sering melihat atau mendengar banyak penampakan aneh di rumahnya. Anjing yang dikenal juga sebagai penjaga rumah yang baik, tentu tidak akan bertingkah aneh, kecuali memang ada yang menganggu.

Apakah seluruh penampakan tersebut hanyalah imajinasi sang anjing yang sudah semakin tua saja? Atau memang ada mahluk lain yang mengganggu rumah dan meneror keluarganya?

Jawabannya, dapat ditonton di berbagai sinema Indonesia. 

Oh ya, film ini diproduksi dan dirilis oleh Independent Film Company (IFC) dengan kerjasama layanan streaming Shudder. Keduanya memang sering bekerja sama dan dikenal sebagai duo perusahaan yang lihai dalam menelurkan film bergenre horor.

Diteror Jurig Akibat Salah Beli Rumah Dibalik Pintu Kematian

Rahmat dan Anisa yang masih polos namun kasmaran (TMDB).

Daaaan, kembali lagi film horor ala Indonesia yang Indonesia banget rasa dan seleranya, berjudul Dibalik Pintu Kematian, yang kini sedang tayang di sinema Indonesia!

Kali ini, dari sekilas cuplikannya, lebih mengisahkan sebuah atmosfer khusus dari jurignya Indonesia, yaitu kisah mengenai 'tumbal.' Ritual tumbal adalah sebuah pamungkas dari berbagai ritual mistis di Indonesia, karena membutuhkan bayaran nyawa sebagai medianya. 

Saking ngerinya, media nyawa tersebut adalah media paling besar, jadi permintaan seorang penganutnya pun sebesar itu. Biasanya, dilaksanakan demi melancarkan balas dendam kesumat, atau bahkan hingga kaya dan makmur tujuh turunan.

Terlebih lagi, jika bayaran tumbal berasal dari orang terdekat, maka semakin ampuh pula ritual mistis tersebut. Namun, bahayanya sama besarnya pula! 

Jika pembayaran tumbal tidak dipenuhi, maka ritual mistis akan berbalik langsung pada yang memintanya. Penganut yang memintanya akan diteror habis-habisan oleh mahluk dari dunia lain. Bahkan, berbalik hilangnya nyawa pemintanya hingga seluruh keluarganya.

Naaah, justru di film Dibalik Pintu Kematian ini, tidak memiliki tumbal dari orang terdekat. Justru, tokoh utamanya baru saja tinggal di sebuah rumah baru. Ternyata, rumah tersebut adalah milik seseorang yang sempat melaksanakan ritual tumbal.

Sinopsis Film Dibalik Pintu Kematian

Pak Gawat (Ari Tulang) adalah seorang yang dikenal kaya dan bijak di desanya. Sayangnya, tidak ada yang tahu rahasia terpendam nan berbahaya dibalik kemakmuran dirinya.

Anisa (Sarah Felicia) dan Rahmat (Gibran Marten) adalah duo sejoli yang sedang kasmaran. Keduanya ingin hidup makmur seperti Pak Gawat, sehingga kuliah habis-habisan agar bisa bekerja di bank, yang berada di kota dan jauh dari desanya.

Namun, kerasnya hidup membuat mereka terlena, dan malah berandil pada sebuah kejahatan serius. Mereka berdua malah merampok bank tempatnya bekerja, lalu melarikan diri dan sembunyi di desa asalnya. Di desanya, Anisa dan Rahmat langsung menikah dan tinggal di sebuah rumah yang dulunya milik Pak Gawat. 

Sayangnya, belum lama tinggal, banyak kejadian aneh di lokasi rumah mereka. Pembantunya yang dipanggil Mbok (Yati Surachman) sering curhat, karena beberapa kali melihat penampakan jurig di rumah tersebut.

Mbok bahkan sempat didatangi dukun (Deni Kumis), yang saking mawasnya, mewanti-wanti agar mereka keluar dari rumah tersebut secepatnya. Katanya, rumah tersebut memang angker dan berbahaya.

Namun, Rahmat dan Anisa tidak percaya begitu saja wangsit dari dukun tersebut. Apalagi, Anisa kini tengah hamil tua dan tengah menunggu kelahiran anaknya.

Justru setelah ditinggalkan oleh Mbok, keadaan rumah tersebut semakin angker, dengan banyak daging mendaging berseliweran tanpa jelas bersama genangan darahnya.

Dapatkah Anisa dan Rahmat selamat dari kejaran mahluk lain? Atau malah berhasil ditangkap kepolisian? Atau malah sebenarnya tahu bahwa rumah tersebut memang menginginkan tumbal?

Jawabannya, dapat dicek di berbagai sinema Indonesia.