26 Juni 2025

Komedi Legendaris ala Animasi di Warkop DKI Kartun

 

Warkop DKI Kartun (IMDB).

Seri film komedi legendaris, Warung Kopi Dono Kasino Indro kini dirilis kembali di tahun 2025. Tidak seperti reka ulangnya pada tahun 2016 lalu, kini Warkop DKI disajikan ala animasi kartun!

Perilisannya pada tahun 2016 lalu berjudul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, yang bagian keduanya dirilis pada tahun 2017. Memang, para pemain aslinya tidak mengisi film tersebut (yang kedua personilnya telah almarhum), namun DKI diperankan oleh tiga pemain muda yang sangat mumpuni.

Warkop DKI Reborn diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Dono. Tanpa ketiganya, Warkop DKI Reborn tidak akan meramaikan kembali ranah perfilman komedi Indonesia.

Nah bagaimana dengan film versi kartunnya di tahun 2025? Dilansir dari situs bioskop, film Warkop DKI Kartun yang dirilis bulan Juni ini justru memberi tiga kisah sekaligus! 

Berbeda dengan film Warkop DKI Reborn, ketiga karakter lucu diisi oleh pengisi suara saja. Wiwid Widyas Prihantoro akan mengisi suara Dono, Farie Judhistira mengisi suara Kasino, sementara Indro diisi suaranya oleh Mo Sidik. Bahkan, Indro Warkop sebagai punggawa asli Warkop DKI pun ikut berkecimpung dalam film ini, sebagai pengisi suara Komandan CHIPS.

Sebenarnya, film televisi Warkop DKI Kartun sempat dirilis pada tahun 2021 lalu. Bagi yang penasaran, beberapa layanan siaran internet masih menayangkannya secara berbayar.

Sinopsis Warkop DKI Kartun (2025)

Masih berlatar belakang DKI sebagai anggota keamanan CHIPS, ketiganya kini harus menyelesaikan tiga misi berbeda!

Pertama adalah misi yang lumayan sederhana, yaitu menyamar sebagai anak Sekolah Dasar di sebuah sekolah, agar dapat menguak skandal bocornya jawaban Ujian Nasional.

Misi kedua justru lebih berbahaya tapi aneh. CHIPS saat itu tengah membuat proyek robot keamanan. Namun, saat dites, robot malah memberontak dan kabur dari markas. Dono, Kasino, Indro pun perlu mengejar robot tersebut, sebelum membuat keonaran di kota. 

Ketiga adalah misi paling berbahaya, yang menentukan perubahan skala kekuatan dunia. DKI harus menyamar sebagai anggota timnas sepakbola Indonesia, saat laga kualifikasi Piala Dunia! Timnas Indonesia tengah melawan Korea Barat, yang memiliki persenjataan nuklir. Ketiganya harus menghentikan konspirasi besar, agar perang nuklir antar negara tidak menghancurkan seluruh dunia!

Tiga Misi, Tiga Pahlawan, Aksi Dulu, Mikir Belakangan! 

(ala sinema Indonesia, tentunya...)

Animasi 3D dari Malaysia Berjudul Ejen Ali: The Movie 2

 

Ejen Ali berkostum canggih Satria (TMDB).

Malaysia pun merilis film animasi di Indonesia, berjudul Ejen Ali: The Movie 2 pada bulan Juni ini. Memang, negara kita dan tetangga sebelah bakal terus bersama-sama bersaing karya.

Sama seperti rilis film sebelumnya, yaitu Blood Brothers: Bara Naga yang mengisahkan tentang para agen gelut pelindung kriminal, kisah animasi dari Malaysia ini masih kurang membumi.

Dilansir dari IMDB, Ejen Ali berkisah tentang satu kelompok agen, yang memiliki kemampuan mata-mata nan canggih, layaknya pahlawan super dengan teknologinya yang diluar nalar. 

Sementara di Indonesia sendiri, film animasi 3D Jumbo telah mencapai bulan ke tiga penayangannya. Jumbo justru mengisahkan sekelompok anak, yang hanya mencoba bersaing di pentas seni lingkungan rumahnya.

Memang Indonesia dan Malaysia memiliki demografi yang berbeda, namun sering disatukan oleh animasi sederhana lucu ala Upin & Ipin, BoBoiBoy, atau beberapa kisah lainnya. 

Nah, daripada bingung, coba kita cek bagaimana film Ejen Ali 2 yang berbiaya produksi 10 Juta Ringgit, hasil karya tetangga sebelah kita disajikan, ya.

Sinopsis Film Ejen Ali The Movie 2

Ejen Ali tengah mengikuti sebuah ujicoba khusus di markas MATA. Dia diharuskan untuk mencoba sebuah pakaian baju baja (armor) eksoskeleton bernama Satria, yang menutupi seluruh tubuhnya. 

Kelebihan Satria adalah integrasi kecerdasan buatan (AI), yang dapat membantu langsung agen yang memakainya. Selama digunakan, agen dapat menambah kekuatan fisik serta mental dalam menyelesaikan misi. 

Ejen Ali hanya dapat memakai Satria dalam simulasi khusus pertempuran, dan bukanlah saat misi asli. Para anggota laboratorium pencipta Satria masih ragu, bahwa inovasinya dapat digunakan saat misi asli.

Namun, kehadiran musuh lama MATA, menyebabkan mereka tidak dapat ragu lagi. Bahkan, markas MATA yang berada di bawah laut, diserang oleh kawanan musuh, yang beresiko menenggelamkan seluruh agen dan banyak anggota lainnya.

Ejen Ali bersama baju Satria-nya, dan beberapa agen MATA yang selamat, akhirnya terpaksa melawan balik. Walau markasnya luluh lantak, Ejen Ali menyatakan bahwa kerja kita belum selesai. 

Motivasi Ejen Ali tersebut menyatakan, bahwa mereka belum menyerah begitu saja di sinema Indonesia.

Anime Raksasa Jepang ala Kaijuu No. 8: Mission Recon

 

Anime Kaijuu No. 8 (IMDB).

Kompilasi anime memang semakin ramai dirilis oleh studio animasi Jepang. Di bulan Juni ini, anime terkenal berjudul Kaijuu No. 8, dirilis kompilasi dari keduabelas episodenya sebagai film, di banyak sinema penggemar Jepang ala Indonesia. Memang tidak seperti anime terkenal lainnya, Kaijuu No. 8 hanya menyajikan kompilasi saja.

Contohnya berbedanya adalah Kimetsu No Yaiba, yang sempat merilis satu kisah melalui filmnya saja, dengan kelanjutan kisahnya yang sesuai episode animenya. Dilansir dari MyAnimeList, Mugen Train dan Infinity Castle adalah dua film dari seri anime Kimetsu No Yaiba, yang memang melanjutkan ceritanya, lalu dirilis sesuai urutan animenya.

Nah, kembali ke Kaijuu No. 8, anime ini menyajikan aksi beda, walau kini tengah ramai kembali di Jepang. Tokoh utamanya dapat berubah (alias sentai atau henshin), layaknya kisah Jejepangan klasik ala Kamen Rider, Super Sentai, Ultraman, dan banyak lainnya. Animo kisah klasik ini pun sebenarnya tengah ramai di banyak anime kekinian. Contohnya adalah Chainsaw Man, Shingeki No Kyojin, Devilman Crybaby, serta Dan Da Dan.

Jadi, Kaijuu No. 8: Mission Recon cocok bagi yang ingin bernostal-gila dengan animo anime tersebut. Biasanya, para sepuh kini telah sibuk dan tidak sempat nonton anime panjang, jadi mending bisa ditonton saja kompilasinya. 

Sinopsis Kaijuu No. 8: Mission Recon

Khusus di Kaijuu No. 8, tokoh utamanya adalah Kafka Hibino (Masaya Fukunishi), yang bekerja sebagai Pasukan Pertahanan di Jepang. Kafka bukanlah beroperasi layaknya militer biasa, tetapi sebagai anggota pertahanan khusus anti monster raksasa di Jepang.

Suatu malam, saat Kafka tengah istirahat di markas Pasukan Pertahanan, sebuah monster nyamuk raksasa tiba-tiba masuk ke dalam tubuhnya. Kafka yang panik, hanya bisa menelannya saja.

Teman sekamarnya, Reno Ichikawa (Wataru Katou), ikut panik sekaligus heran, karena Kafka tiba-tiba berubah menjadi Kaijuu (sejenis monster, yang biasanya berukuran raksasa). Ternyata, kesadaran Kafka tidak berubah sama sekali. 

Walau heran, Kafka dan Reno kembali melanjutkan tugasnya sebagai Pasukan Pertahanan. Kehadiran monster dalam tubuh Kafka padahal sempat diketahui oleh salah satu anggota lainnya, yaitu Kikoru Shinomiya (Fairouz Ai). 

Khusus di film ber-sub-judul Mision Recon ini, diselipkan satu episode baru yang menyajikan kisah slice of life (selingan kisah hidup ala anime), mengenai beberapa anggota Pasukan Pertahanan yang tengah berlibur.

Jadi, silahkan nikmati saja kegalauan seorang monster, yang sempat memiliki animo Ultraman, di sinema-sinema pengagum Jepang ala Indonesia.

Dikejar Psikopat Bersama Hiu Ganasnya di Film Dangerous Animals

 

Terjebak hiu ganas di lautan dan saiko didalam kapal laut (IMDB).

Tampaknya film bantai-membantai tengah ramai di tahun 2025 ini, seperti Dangerous Animals yang berisi adegan aneh antara pembunuh berantai, dengan hiu kesayangannya. 

Dilansir dari IMDB, sang psikopat Bruce Tucker yang memiliki hobi menculik wanita, diperankan oleh Jai Courtney. Aktor Australia ini memang sering dikenal lewat banyak film waralaba terkenal.

Contoh filmnya adalah yang pertama kali melejitkan namanya di Jack Reacher (2012), A Good Day to Die Hard (2013), Divergent (2014), Terminator Genisys (2015), dan Suicide Squad (2016). Seluruh film tersebut dibintangi pula oleh banyak aktor kawakan, diantaranya Tom Cruise, Bruce Willis, Arnold Schwarzenegger, Will Smith, dan Margot Robbie. 

Kini, Courtney membintangi film Dangerous Animals sebagai tokoh antagonis, bersama lawan main yang baru saja naik daun, Hassie Harrison, yang berperan sebagai karakter Zephyr. Aktris kelahiran Texas ini sebenarnya telah familiar, karena sempat membintangi serial televisi terkenal, yaitu kisah komedi pemadam kebakaran di Tacoma FD (2019 - 2023), dan Yellowstone (2020 - 2024).

Sinopsis Film Dangerous Animals

Bruce Tucker (Jai Courtney) adalah seorang pelaut handal. Dia menyewakan kapal lautnya bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan laut. Namun, Tucker memiliki rahasia ngeri yang membahayakan kliennya.

Saat berada di tengah laut, Moses Markley (Josh Heuston) dan Heather (Ella Newton) tengah bersiap untuk terjun ke laut bersama Tucker. Tidak disangka, Tucker malah membunuh Markley dan menjatuhkannya ke laut. Heather yang panik, hanya bisa pasrah saat Tucker menculik dirinya.

Adegan pun berlanjut, saat Tucker berhasil menculik Zephyr (Hassie Harrison), yang akhirnya dikekang bersama Heather di dalam ruangan kapal. Heather dan Zephyr bekerjasama untuk melarikan diri, namun tidak semudah itu.

Selain lokasi kapal yang berada di tengah lautan, serta keahlian fisik Tucker yang kuat, ternyata bahaya lain mengancam mereka. Seekor hiu ganas peliharaan Tucker, selalu berenang di sekitar kapal tersebut. 

Hiu tampaknya telah terlatih untuk melahap siapa pun selain Tucker. Ukurannya pun cukup mengerikan, karena terlihat seperti hiu putih besar, yang terkenal akan seleranya yang besar. 

Apakah Heather dan Zephyr berhasil menyelamatkan diri? Atau malah habis dihantam oleh hiu dan saiko sekaligus? Atau malah membrutalkan diri dan berhasil menghabisi Bruce dan melahap hiu miliknya?

Jawabannya, tentu ada di pariwisata ngeri ala sinema Indonesia.

Sekuel Film Boneka Sadis di M3GAN 2.0

 

M3GAN yang kembali beringas di sekuelnya (IMDB).

M3GAN adalah film yang cukup sukses membuat heran ranah Hollywood, saat perilisannya pada tahun 2022 lalu. Berbalut atmosfer horror, studio Blumhouse memang memiliki bakat dalam menyajikan film nan beda dari yang lainnya.

Dilansir dari IMDB dan Rotten Tomatoes, sejak debutnya yang sukses tahun 2007, dengan filmnya ala rekaman amatir berjudul Paranormal Activity, studio Blumhouse telah menelurkan banyak seri film terkenal di ranah horor. Diantaranya adalah seri film Insidious, Halloween, Creep, Sinister, dan The Black Phone. 

Tidak hanya genre horror dengan kengerian mistis atau kriminalitas, banyak film Blumhouse bertema komentar sosial dengan gambaran simbolis horor, diantaranya adalah film Get Out, Sweetheart, dan terakhir adalah seri The Purge, yang telah merilis lima film.

Jadi, tidak mengherankan bagi penggemar film horor, untuk menantikan rilis film Blumhouse di setiap tahunnya. Bisa dibilang, tanpa studio ini, ranah genre horror di Hollywood tidak akan berkembang hingga sekarang, dan kalah oleh film Asia, yang memang lebih seram!

Pada film M3GAN tahun 2022 lalu, kisahnya seperti kisah horror tahun 2025 ini, yang banyak menyajikan kengerian ala kecerdasan buatan (AI). Bedanya, di film M3GAN, AI telah berbalut seorang robot imut pengasuh anak-anak, layaknya Vtuber yang berburu monster (digital) setiap harinya.

M3GAN di film ini sedikit menggunakan CGI, dan diperankan langsung oleh dua aktris sekaligus. Jenna Davis adalah pengisi suaranya, sementara Amie Donald memerankan tubuhnya langsung di depan kamera. Kedua aktris berhasil pula memerankan M3GAN yang terlihat alamiah ala robot.

Sinopsis Film M3GAN (2022)

M3GAN pada film pertamanya adalah purwarupa seorang robot dengan integrasi kecerdasan buatan. Penciptanya, Gemma (Allison William) terpaksa membawa M3GAN ke rumah untuk mengasuh keponakannya, Cady (Violet McGraw). Keponakannya baru saja yatim piatu, akibat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.

Walau sangat sayang dengan Cady, M3GAN memiliki kepribadian lain yang berbahaya, yaitu over-protektif dan posesif. Semua orang yang membahayakan Cady akan dibantai langsung oleh M3GAN. Bahkan, Gemma sang penciptanya sendiri, perlu melawan langsung M3GAN, demi keselamatan jiwa Cady.

Sinopsis Film M3GAN 2.0 (2025)

Nah, di film keduanya, M3GAN kembali dengan cara yang berbeda. Terlihat dari cuplikannya, tampaknya film sekuelnya ini bukan mengambil sudut pandang horror, melainkan aksi gelut.

Tidak heran, karena cuplikannya dimulai dengan sebuah narasi dari M3GAN sendiri, yang tengah mengobrol dengan Gemma. Kehadiran robot lain bernama Amelia (Ivanna Sakhno), yang tengah mengincar nyawa Gemma serta Cady, menyebabkan M3GAN terbangun dari vakumnya.

Walau masih sadis seperti sebelumnya, dengan membantai banyak nyawa orang disekitarnya, M3GAN mau diajak kerjasama dengan Gemma dan Cady. Satu-satunya alasan adalah M3GAN terlalu sayang pada Cady, sehingga ancaman apapun akan dilibas olehnya.

M3GAN 2.0 kini tengah tayang di seluruh sinema animatronik ala Indonesia!

19 Juni 2025

Kembalinya Film Zombie Legendaris di 28 Years Later

 

Jamie dan Jimmy yang melarikan diri dari kawanan zombie (IMDB).

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya waralaba film zombie 28, kembali di tahun 2025. Berjarak 18 tahun dari film terakhirnya pada tahun 2007 lalu, 28 Years Later akhirnya melanjutkan kembali film dramatis dikejar zombie Inggris Raya ini. 

Dilansir dari IMDB, Danny Boyle sebagai sutradara film pertamanya, 28 Days Later (2002), kini menyutradari kembali film 28 Years Later. Danny Boyle yang melejit namanya sejak saat itu, kini kembali bersanding dengan Cillian Murphy sebagai produsernya.

Cillian Murphy membintangi film pertama sebagai tokoh utama, yang memang ikut melejitkan namanya di dunia perfilman. Namun, di 28 Years Later, dia tidak membintanginya sama sekali. Walau begitu, cameo dirinya mungkin dimasukkan oleh sang sutradara.

Cillian Murphy kini telah bersanding sebagai aktor mumpuni, dengan meraih Oscar sebagai Aktor Utama Terbaik pada tahun 2024 lalu. Oscar diraih Murphy karena aktingnya yang gemilang di film pencipta bom nuklir, Oppenheimer (2023).

Tokoh utama dalam film 28 Years Later pun diperankan oleh aktor yang tengah naik daun kembali, yaitu Aaron Taylor Johnson. Aktor mumpuni ini sempat memerankan film pahlawan super nyeleneh, berjudul Kick Ass (2010) dan Kick Ass 2 (2013).

Walau dinilai kritikus baik dan disukai penggemarnya, kiprah Aaaron Taylor Johnson malah agak meredup. Apalagi, jika dibandingkan dengan aktris sandingannya di film yang sama, yaitu Chloe Grace Moretz (500 Days of Summer, Let Me In, Carrie, The Equalizer, The 5th Wave).

Namun, Aaron Taylor Johnson yang fisiknya terlatih baik sejak memerankan film Kick Ass, kini sedang banyak mengisi film aksi terkenal. Beberapa film aksi yang diperankan olehnya adalah The Wall (2017), Tenet (2020), The King's Man (2021), dan Bullet Train (2022).

Bahkan, di tahun 2024 lalu, dia berperan di tiga film besar, diantaranya adalah The Fall Guy, Nosferatu, dan Kraven the Hunter. Tampaknya Aaron Taylor Johnson akan mencoba kemampuan aktingnya di film bertema zombie ini, yaitu satu tema horor yang cukup jarang rilis di beberapa tahun terakhir.

Sinopsis Film 28 Years Later

Perlu diketahui bahwa cuplikan filmnya diisi sebuah puisi berima dari Taylor Holmes, salah seorang aktor lawas Inggris. Holmes menciptakan puisi ini karena sempat menyaksikan langsung kengerian konflik bersenjata di Inggris, pada tahun 1899 lalu.

Cuplikan filmnya memang menunjukkan beberapa adegan yang sulit dimengerti, dan loncat kesana kemari, dengan urutan yang tidak masuk dinalar. Bagi penyuka film, jenis cuplikan film ini memang digemari. Jadi, penontonnya tidak tahu jalan cerita film yang dimaksud, dan semakin heran ketika menontonnya langsung.

Namun, adegan yang terlihat jelas adalah saat tokoh utama, Jamie (Aaron Taylor Johnson) yang tengah berburu bersama seorang anak kecil bernama Jimmy (Rocco Haynes), dengan menggunakan busur dan panah. 

Ketika menemukan sebuah kabin kosong, mereka coba mengecek isinya. Mereka menemukan seorang penyintas yang terinfeksi Rage Virus. Walau berbahaya, penyintas tersebut digantung terbalik, padahal masih hidup dan beringas.

Tidak lama kemudian, beberapa kawanan mahluk setengah manusia ini menyeruak masuk ke dalam kabin, menyebabkan Jamie dan Jimmy harus melarikan diri secepat mungkin.

Bagi yang penasaran dengan lanjutan film zombie legendaris dari Inggris Raya ini, coba datang saja ke pulau tersembunyi ala sinema Indonesia, karena mulai tayang pada tanggal 20 Juni!

13 Juni 2025

Film Anime Terheboh Sedunia, Dan Da Dan: Evil Eye

 

Sepak Takraw ala Evil Eye (TMDB).

Film anime yang sangat heboh, Dan Da Dan akhirnya akan dirilis kelanjutannya. Seri pertama yang tayang dari Oktober hingga Desember 2024 lalu, memang sangat menggebrak dunia Anime Jepang. Kini di bulan Juni 2025, Dan Da Dan: Evil Eye tengah dirilis dalam format film di seluruh sinema Indonesia!

Sedikit Kisah Terciptanya Karya Dan Da Dan

Menonton Dan Da Dan di Muse Asia, kanal Youtube, pada musim pertama lalu, layaknya menonton film aksi Hollywood heboh penuh adegan gelut antara paranormal, jurig, dan alien, yang diisi banyak ledakan.

Penulis manganya, Yukinobu Tatsu memang sangatlah nyeleneh, setelah dirinya sering ditolak serial manga-nya oleh penerbit. Apalagi kondisi suasana hati Tatsu makin bercampur aduk, setelah menerima saran dari temannya sendiri, Tatsuki Fujimoto, yaitu seorang mangaka yang terkenal akan karya Chainsaw Man. 

Tatsu yang kecewa manganya selalu ditolak penerbit, lalu meminta saran pada Fujimoto. Saat itu Tatsu memang tengah bekerja sebagai asisten Fujimoto. Syarat pertama Fujimoto pada Tatsu adalah dengan membaca seratus lebih manga romansa cinta. 

Tatsu harus mendalami apa yang menjadi khas setiap hubungan antara sepasang gadis dan pemuda. Selain pengaruh romansa cerita cinta yang dibaca Tatsu, sudah sedari dulu cita-citanya adalah menulis manga aksi dengan gadis muda sebagai tokoh utamanya.

Setelah beberapa lama, Fujimoto dan Tatsu lalu berkolaborasi langsung saat mendesain cerita Dan Da Dan. Tidak lama berselang, keduanya menggambar beberapa bab konsep Dan Da Dan, yang langsung berhasil diterima oleh penerbit Shueisha. 

Fujimoto dan Tatsu yang sumringah atas keberhasilan manganya, lalu semakin menggila dengan menulis cerita Dan Da Dan, yang harus heboh, banyak aksi, nyeleneh, penuh referensi pop culture, dan berujung drama menyanyat hati.

Memang kacau dunia persilatan saat ini ya...

Sedikit Kisah Episode Pertama Anime Dan Da Dan (2024)

Dilansir dari MyAnimeList, Momo Ayase (Shion Wakayama) adalah seorang yatim piatu yang tinggal bersama neneknya, Seiko Ayase (Nana Mizuki), yaitu seorang paranormal terkenal. Seiko senang melatih Momo untuk membangkitkan kekuatan supernaturalnya. Padahal saat itu, Momo masih sekolah SMA di Jepang.

Di sekolah, entah kenapa Momo tertarik dengan Ken (Natsuki Hanae), seorang otaku (geek) pendiam yang sering dirundung. Saat keduanya tengah berdiskusi tentang buku supernatural, keduanya malah berdebat. 

Saking keduanya tertantang, Momo dan Ken pun berjanji untuk bertemu setelah sekolah. Keduanya bertemu di lokasi terowongan angker dan gedung terbengkalai di sekitar kota. Mereka bermaksud untuk membuktikan, bahwa alien atau jurig yang sebenarnya eksis di dunia.

Kisah kacau pun terjadi saat Ken dirasuki oleh jurig Nenek Turbo (Mayumi Tanaka), yang menyebabkan dirinya kehilangan kendali. Walau berhasil selamat, sesi berikutnya mereka malah diculik alien berbentuk robot Serpo (Kazuya Nakai).

Di dalam piring terbang milik Robot Alien Serpo, kemampuan paranormal Momo berhasil terpicu. Momo berhasil terlepas dari perangkap, namun Robot Alien Serpo masih saja melawan. 

Untungnya, Ken yang masih ditarget oleh Nenek Turbo, berhasil dirasuki kembali. Dengan kekuatan Nenek Turbo dalam tubuh Ken, dan pengendalian psikis paranormal ala Momo, keduanya berhasil selamat turun dari Piring Terbang, yang jatuh tepat di lokasi gedung kosong.

Saat itulah Momo tersipu malu, karena dia baru sadar bahwa nama lengkap temannya adalah Ken Takakura, yang merupakan nama seorang aktor ganteng Jepang tahun 70an lalu. Sejak saat itu, Ken dipanggil dengan nama sebutan Okarun, karena Momo sangat mengidolakan Ken Takakura. Tingkah Ken sangat mirip dengan gaya khas Ken Takakura asli.

Keduanya lalu terus berjibaku, agar Okarun tidak mudah terrasuki oleh Nenek Turbo, yang memang masih mengincar bola biji peler miliknya. Momo pun masih perlu melatih kemampuan paranormalnya oleh Seiko, dengan kejaran alien dan jurig di sekitar area kota.

Okarun, Momo, Nenek Turbo, dan Jiji bersama Evil-Eye (TMDB).

Sinopsis Film Dan Da Dan: Evil Eye (2025)

Setelah sekian lama berdua, Momo dan Okarun semakin dekat saja. Anggota skuad anti jurig alien pun semakin ramai dengan kehadiran Aira Shiratori (Ayane Sakura), yang kini telah dirasuki oleh jurig Silky Akrobatik (Kikuo Inoue). 

Silky memang ingin melindungi Aira yang dianggap anaknya sendiri, setelah kehilangan anak aslinya saat masih hidup, akibat kejaran Yakuza Jepang. Sementara Aira adalah seorang gadis muda yang telah piatu, sejak ditinggal ibunya wafat ketika masih kecil.

Sosok Aira pun menciptakan pandangan ketiga romansa mereka, karena gadis ini sangat kagum pada Okarun yang sempat menyelamatkan dirinya. Pandangan romansa keempat pun muncul saat Jin Enjouji (Kaito Ishikawa) tiba-tiba muncul di depan mereka. Jin adalah teman masa kecil Momo, yang menjadi penghalang baru bagi kisah romansa muda-mudi penuh kutukan jurig ini.

Jiji, nama panggilan Jin, yang lalu mengajak Momo dan Okarun ke kampung halamannya di Kamigoe. Jiji membutuhkan kemampuan mereka untuk mengusir jurig di rumah kediamannya. 

Selalu terjadi begitu saja, ternyata rumah miliknya adalah lokasi ritual pengorbanan bagi Ular Raksasa Pelindung Kota Kamigoe. Salah satu jurig yang pernah terkorbankan pun suka dengan kehadiran Jiji, sehingga ingin melindunginya.

Jiji pun akhirnya dirasuki oleh Mata Setan, yang menyebabkan Momo dan Ayase sulit untuk selamat dari kejaran Ular Raksasa Pelindung Kota Kamigoe. 

Bagaimanakah kisah cinta supernatural dan paranormal ala remaja kajajaden ini? Tentu dapat disaksikan di dunia cemceman ala sinema Indonesia, yang dapat dilanjutkan di kanal YouTube (jika sudah rilis).

Reka Ulang Film Legendaris, How to Train Your Dragon

Toothless dan Hiccup yang baru bertemu (IMDB).

Film animasi legendaris How to Train Your Dragon, akhirnya direka ulang dan dirilis pada tahun 2025, tepatnya bulan Juni di seluruh sinema dunia, termasuk Indonesia. Film yang berjudul sama dengan pendahulunya, kini diperankan langsung oleh aktor dan aktris nyata.

Pencapaian Film How to Train Your Dragon (2010)

Film How to Train Your Dragon (HTYD) yang sebelumnya dirilis pada tahun 2010 lalu, sempat sukses besar. Selain ceritanya yang memukau penonton dan kritikus, HTYD sempat menyaingi banyak film animasi jaman tersebut, yang didominasi oleh studio Disney dan Pixar.

HTYD yang berasal dari studio Dreamworks bahkan berhasil menduduki nominasi dua penghargaan Oscar, dan memenangkan satu nominasi Golden Globe, pada tahun 2011 lalu. Dana yang dihasilkan pun kentara besarnya, yaitu pendapatan box office mencapai 494,9 Juta Dolar AS di seluruh dunia, dari bujet filmnya sebesar 165 Juta Dolar AS. 

Saking ramai animo penggemarnya, film HTYD sempat dirilis dua sekuelnya, yaitu berjudul HTYD 2 (2014) dan HTYD: The Hidden World (2019), yang semuanya meraih nilai baik dari IMDBTidak hanya film, beberapa seri animasi televisi pun sempat diproduksi. Contohnya adalah Dragons (2012 - 2014), Dragons: Race to the Edge (2018), HTYD: Homecoming (2019), serta Dragons: The Nine Realms (2021 - 2023).

Memang, kisah film antara bangsa Nordic dan Naga peliharaannya ini selalu memukau banyak orang, karena kesuksesan seri buku berjudul sama yang ditulis oleh Cressida Cowel. Bahkan, buku karya Cressida Cowel mengenai kisah Hiccup dan Toothless ini, telah mencapai 12 seri buku, yang semuanya sukses di pasar literasi fiksi.

Bagi penggemar buku dan filmnya, banyak seri yang bisa menjadi pengisi waktu luang mengenai fiksi naga epik ini. Nah, bagaimana dengan film reka ulang dengan aktor nyata di tahun 2025?

Sinopsis Film How to Train Your Dragon (2025)

Ceritanya tentu sama dengan film HTYD tahun 2010 lalu, maka yang sudah nonton tidak perlu spoiler lagi. Tapi, mengingat jarak rilis filmnya yang mencapai 15 tahun, tampaknya cocok untuk membawa teman, keluarga, atau bahkan anak yang belum menontonnya.

Kali ini, Hiccup (Mason Thames) dari bangsa Viking Nordic tetap menjadi bulan-bulanan di desanya. Tubuhnya yang kecil, memang tidak sesuai dengan kriteria seorang pejuang di desanya yang bernama Berk.

Padahal, Hiccup adalah seorang anak kepala desa. Ayahnya, Stoick (Gerard Buttler), adalah seorang Viking sejati dan memiliki tubuh besar nan kuat. Walau anaknya bertubuh kecil, Stoick tetap yakin bahwa Hiccup dapat menjadi seorang Viking hebat nantinya. 

Hiccup pun sebenarnya memiliki kecerdasan yang melebihi rata-rata didesanya. Karakter ini menyebabkan dia lebih dekat dengan seorang pandai besi di desanya, bernama Gobber (Nick Frost). Saat itu pula, Hiccup sedang naksir dengan seorang gadis muda bernama Astrid (Nico Parker), yang justru lebih kuat bertarung fisik daripada dirinya.

Kisah Hiccup yang legendaris pun dimulai saat dia menemukan seekor naga yang terluka di hutan. Walau sempat saling waspada, Hiccup berhasil mendekati naga tersebut dengan seekor ikan. Naga yang berwarna hitam itu lalu dirawat, dan dinamai Toothless. Tidak hanya menyembuhkan luka pada sayapnya, Hiccup lalu melatih kembali teknik terbang bersama Toothless. Karena lukanya cukup dalam, Hiccup menciptakan suatu alat khusus untuk menunggangi naga.

Padahal, desa Berk adalah musuh utama para naga. Viking dan naga memang telah lama berseteru, akibat kedua belah pihak yang saling rebutan wilayah buruan. Namun, bahaya yang lebih besar ternyata muncul, dan melebihi kuatnya para naga dan bangsa Viking. Hiccup dan Toothless pun menjadi kunci atas keselamatan desa Berk dan seluruh ras naga.

Sanggupkah Hiccup dan Toothless meraih kerjasama baik antar dua spesies? Atau malah terjadi pertarungan internal di Desa Berk? Atau bahaya yang mengancam keduanya, malah menghancurkan semuanya?

Jawabannya, tentu ada di akulturasi keragaman hayati fantasi ala sinema Indonesia.

7 Juni 2025

Film Ballerina, Spin-Off Waralaba Film John Wick

 

Eve di tengah kerumunan dansa (IMDB).

Setelah waralaba film John Wick mencapai film keempatnya, kini Lionsgate sebagai distributor, melanjutkannya dengan film Spin-Off berjudul From the World of John Wick: Ballerina.

Spin-Off adalah istilah improvisasi cerita bagi satu waralaba tertentu, yang terjadi di dunia fiksi tersebut. Cerita Spin-Off kadang nyambung dengan cerita utama, namun tidak mengutamakan tokoh karakter dari waralaba tersebut.

Dilansir dari IMDB, contoh film Spin-Off adalah film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw. Khusus di film ini, fokus utamanya adalah dua karakter bernama Deckard Shaw (Jason Statham) dan Luke Hobbs (Dwayne Johnson). Hobbs & Shaw sempat berjibaku dengan karakter utama Dominic Toretto (Vin Diesel) dari seri film Fast & Furious. Karena populer dari segi karakter dan aktornya, maka Hobbs & Shaw terproduksi dan cukup sukses di pasar sinema.

Kembali ke seri film John Wick, Ballerina mengisahkan tentang pembunuh bayaran bernama Eve, yang diperankan oleh Ana de Armas. Aktris ini tentu tidak asing bagi penggemar film aksi yang beda, contohnya di film Knives Out (2019) dan Blade Runner 2049 (2017). 

Tidak hanya Ana de Armas, aktor terkenal lain adalah Norman Reedus, yang mengisi film ini sebagai karakter baru bernama Daniel Pine. Reedus sangat dikenal bagi penggemar serial televisi bertema zombie dan terbesar sepanjang masa, The Walking Dead (2010-2022).

Tentu beberapa karakter dari seri John Wick akan muncul sebagai cameo di film Ballerina ini. Contohnya adalah Winston (Ian McShane) yang merekrut Eve dan sang legenda itu sendiri, John Wick yang diperankan oleh Keanu Reeves.

Bagi yang masih penasaran dengan dunia film John Wick, From the World of John Wick: Ballerina kini sedang tayang di banyak sinema gelut Indonesia sejak awal bulan Juni.

Sinopsis film From the World of John Wick: Ballerina

Dilansir dari cuplikan filmnya, Eve (Ana de Armas) adalah seorang gadis muda yang punya masa lalu kelam. Dia direkrut oleh Winston (Ian McShane) agar dapat belajar dan menyalurkan bakatnya sebagai pembunuh bayaran.

Setelah lulus dari pelatihan, Eve akhirnya dikenal sebagai agen handal oleh The Continental. Beberapa pekerjaan berhasil dia selesaikan, dan menaikkan reputasi dirinya. Namun, kisah masa lalu yang kelam kembali menghantui dirinya. Demi membalaskan dendam ayahnya yang terbunuh sebelum dia direkrut oleh Winston, dia berjibaku di luar wewenang misi The Continental.

Dengan sedikit bantuan dari Daniel Pine (Norman Reedus) dan sang legenda John Wick (Keanu Reeves), Eve harus bekerja keras untuk menyelesaikan misi pribadinya.

Film Pengusiran Setan ala Pendeta, The Ritual

 

Emma Schmidt yang kesurupan di film The Ritual (IMDB).

Kisah pengusiran setan oleh ahli agama memang sering terdengar oleh kita. Tidak hanya di Indonesia, banyak film pengusiran setan ternyata diangkat oleh film Hollywood. Tentu dengan latar belakang Hollywood, banyak perfilman ini bersudut pandang seorang pendeta dari agama Kristen. Mereka memiliki teknik sendiri dalam menghadapi warga yang kesurupan.

Contoh terkenalnya dari film pengusiran setan, adalah waralaba film Exorcist, yang film pertamanya dirilis pada tahun 1973 lalu. Waralaba film ini khas dengan dengan plot utama seorang wanita muda yang kesurupan.

Nah, di tahun 2025 ini, Hollywood pun merilis film The Ritual, yang dibintangi oleh aktor legendaris Al Pacino. Berwajah sangar namun tulen, Al Pacino dikenal sejak dinominasikan Oscar sebagai aktor pendukung terbaik di film Godfather (1973). Oscar sering menominasikan Al Pacino sebagai aktor terbaik. Walau akhirnya dia hanya menang sekali pada tahun 1993 lalu, sebagai aktor utama dalam film Scent of a Woman.

Dilansir dari IMDB, di film The Ritual ini, Al Pacino berperan sebagai pendeta tua bernama Theophilus Riesinger, yang bekerja sebagai pengusir setan bagi umatnya yang kesurupan. Kisah metode pengusiran setan Theophilus Riesinger ini diangkat dari kisah nyata, yang tentu menambah kesan film. 

The Ritual dirilis sebagai ritual pengusiran jurig ala sinema Indonesia pada awal bulan Juni ini.

Sinopsis Film The Ritual

Theophilus Riesinger (Al Pacino) adalah seorang pendeta tua yang sekaligus bekerja sebagai pengusir setan (exorcist). Kali ini, dia diminta oleh Uskup Edwards (Patrick Fabian) untuk menyembuhkan Emma Schmidt (Abigail Cowen) yang tengah kesurupan. Bersama beberapa suster, diantaranya adalah Rose (Ashley Greene), Camila (Mari Camila Giraldo), dan Sarah (Meadow Williams), Riesinger lalu mendatangi lokasi rumah Schmidt. 

Riesinger yang tiba di lokasi bersama pendeta muda, bernama Joseph Steiger (Dan Stevens), sempat bersitegang karena metodenya yang kasar saat melakukan ritual pengusiran setan. Steiger bahkan sempat menegaskan bahwa yang dibutuhkan oleh Schmidt adalah dokter psikologi.

Namun, beberapa kejadian aneh yang terjadi saat ritual, membuat ragu pikiran Steiger. Riesinger bahkan menegaskan balik, bahwa iman Steiger atas Tuhannya kurang mendalam. Suster Kepala (Patricia Heaton) yang sempat melihat ritual dan kejadian anehnya, bahkan panik. Dia mengganggap bahwa ritual ini gagal, dan perlu usaha atau bantuan lebih untuk menyelesaikannya.

Memang, selama ritual pengusiran, banyak kejadian aneh sempat terjadi. Mulai dari meja buku yang tiba-tiba terlempar sendiri, dinding yang retak tanpa bentrok fisik, penopang kasur yang bengkok tanpa berat berlebih, dan suster yang melihat bayangan aneh di cermin.

Insiden kesurupan pun semakin memuncak, dengan aksi Schmidt yang tanpa masuk diakal bisa memanjat dinding, lalu berbicara dengan suara aneh, yang terdengar seperti tiga orang berbicara sekaligus.