16 Oktober 2025

Sekuel Film Penculik Anak ala Blumhouse di Black Phone 2

 

The Grabber yang semakin obsesit pada Finney (IMDB).

Studio Blumhouse yang lihai memproduksi berbagai film horor pun tidak kehabisan ide untuk melanjutkan banyak waralaba filmnya. Kali ini di Oktober 2025, film Black Phone 2 sebagai sekuel langsung dari film pertamanya di tahun 2021, dirilis di banyak sinema Indonesia.

Aktor ternama Ethan Hawke yang memerankan The Grabber pun kembali berperan di balik topengnya yang khas di film ini. Dua tokoh utamanya pun kembali, yaitu Finney yang diperankan oleh Mason Thames, dan Gwen yang diperankan oleh Madeleine McGraw.

Kisah film pertamanya justru mengisahkan seorang psikopat kurang jelas, yaitu The Grabber yang 'hobinya' menculik anak kecil dari rumah mereka. 

Akting Mason Thames pun diuji berat di film pertama Black Phone, karena berlatar minimalis di sebuah gudang bawah tanah milik The Grabber, dan berfokus pada karakter Finney saja.

Mason Thames kini memang lebih dikenal sebagai aktor remaja berbakat. Bahkan di tahun 2025 ini, Thames memerankan film reka ulang terkenal, yaitu How to Train Your Dragon.

Nah, justru di film keduanya ini, lebih berfokus pada saudarinya, yaitu Gwen, yang mengalami banyak mimpi aneh semenjak Finney hilang diculik bertahun-tahun lalu.

Bahkan, studio Blumhouse merubah sedikit latar belakang The Grabber, karena mahluk psikopat ini berubah menjadi jurig penuh dendam yang kembali bermuram durja dan mengancam lewat mimpi.

Tampaknya memang Blumhouse merubah cerita Black Phone 2 menjadi seperti Nightmare on Elm Street, yang khas dengan karakter jurig peneror mimpi ala Freddy Krueger.

Sinopsis Film Black Phone 2

Finney (Mason Thames) sudah lama melupakan kisah dirinya diculik, namun keluarganya tahu bahwa dirinya masih trauma, apalagi dari sudut pandang Gwen (Madeleine McGraw) yang sama takutnya.

Gwen yang ikut paranoid memang sering mengalami mimpi aneh, yang menyiratkan kehadiran The Grabber. Hingga akhirnya Gwen menerima 'wangsit' mengenai Alpine Lake Youth Camp. Gwen pun meminta Finney untuk menjelajah bersama ke lokasi kemah tersebut.

Bersama beberapa temannya, Gwen dan Finney pun mengadakan ekspedisi urban (urbex) alias uji nyali, demi memenuhi rasa penasaran mereka.

Namun, tidak lama tiba di lokasi perkemahan, Finney pun menjawab sebuah telepon umum di area tersebut. Finney pun terkejut, bahwa suara yang didengarnya adalah milik The Grabber, yang telah dia basmi bertahun-tahun lalu.

Gwen pun diteror dengan dibanting kesana-sini, padahal temannya yang ingin membantu tidak dapat melihat sosok yang menganggunya. Bahkan, teror mimpi Gwen semakin berasa menyakitkan, yang menyebabkan dirinya terpontang-panting kesana-kemari.

Dapatkah Finney, Gwen, dan teman-temannya menguak misteri dari The Grabber? Atau malah menjadi korban mahluk kesetanan berikutnya?

Jawabannya dapat disaksikan di banyak sinema Indonesia.

Dwayne The Rock Johnson Berperan Serius di The Smashing Machine

 

Mark Kerr yang lelah terjengah (IMDB).

Setelah sekian lama dianggap tidak berbakat akting, dengan karakter yang diperankan sama setiap filmnya, akhirnya aktor terkenal Dwayne 'The Rock' Johnson memerankan karakter yang mengasah kemampuannya di film The Smashing Machine.

Film mengenai UFC MMA yang tengah tayang di sinema Indonesia ini, mengisahkan atlet UFC MMA Kelas Berat bernama Mark Kerr. Atlet bertubuh besar ini berhasil menjuarai banyak ajang bela diri campuran, diantaranya trofi UFC Heavyweight Tournament Champion dan World Vale Tudo Championship.

Saking terkenalnya, Mark Kerr bahkan sempat memerankan dirinya sendiri di sebuah film dokumenter berjudul sama, pada tahun 2002 lalu. Film The Smashing Machine tahun 2025 ini, memang reka ulang dari filmnya tahun 2002, dan lebih dramatis sehingga diperankan oleh Dwayne Johnson sebagai tokoh utamanya. 

Terlihat dari dua cuplikannya yang berbeda, film pertama justru mengisahkan tentang keseruan dan brutalnya UFC pada jaman Mark Kerr, tahun 90an hingga 2000an lalu. Banyak klip adegannya lebih menyoroti ajang gelut di ring, atau wawancara dengan berbagai pihak terkait Mark Kerr.

Berbeda dengan film The Smashing Machine pada tahun 2025 ini, justru lebih mengisahkan drama di dalam dan luar ring gelut. Banyak adegan dimana Mark Kerr berbincang hal-hal berat bersama istrinya, menyiratkan perbedaan sikap sebagai suami atau petarung UFC.

Bahkan saking dramatisnya, cuplikan tahun 2025 ini mengisahkan banyak jatuh-bangunnya Mark Kerr di luar ring. Contohnya saat Mark dan istrinya bertengkar, atau saat harus dirawat di rumah sakit. Tidak hanya drama, cuplikannya terisi pula momen saat menghadapi latihan, promotor gelut, hingga sesi konferensi pers.

Bahkan adegan nihil dimana istrinya menantang Mark Kerr, untuk naik wahana di taman hiburan pun bermaksud khusus. Mark Kerr aslinya takut akan wahana tersebut, namun istrinya menantang, bahwa hanya penampilan luar dan di ring saja, dimana Mark Kerr terlihat sangar.

Dari perbedaan cuplikannya saja, dapat terlihat bahwa film di tahun 2025 ini lebih dramatis, dan menguak berbagai kemampuan akting asli ala Dwayne Johnson.

Aktor yang telah berkecimpung lama di Hollywood ini memang cocok sebagai tokoh utama The Smashing Machine. Dengan nama alias The Rock, dirinya sempat beradu gulat lama di ajang WWE, yang menjadi awal karirnya didunia perfilman.

Bahkan banyak rumor, bahwa Dwayne Johnson akan dinominasikan penghargaan Oscar karena film ini, sebagai aktor terbaik di tahun 2026 mendatang. Apalagi lawan main sebagai istri Mark Kerr adalah Emily Blunt, yang sering meraih nominasi Oscar dan berbagai penghargaan film lain.

Tidak kurang pula, sutradara dan penulis naskah film ini adalah Benny Safdie, yang sempat memimpin produksi film Oppenheimer (2023), dan meraih berbagai penghargaan ternama.

Oh ya, film ini diproduksi oleh studio film eksentrik A24, yang memang kini sudah sering merambah berbagai genre film, walau film jurig nan horornya tetap paling unik diantara studio lainnya.

9 Oktober 2025

Kisah Seekor Anjing yang Setia Dikejar Horornya Jurig

 

Anjing lucu nan setia penunggu jurig jahanam (IMDB).

Naaaaah, kali adalah film horor berbeda dari ranah Hollywood sana, yang berjudul Good Boy. Film horor yang sedang tayang di sinema Indonesia ini sangatlah berbeda, karena tokoh utamanya adalah seekor anjing berjenis Golden Retriever.

Anjing dengan jenis Golden Retriever memang dikenal setia dan peka terhadap perasaan manusia. Namun, bagaimana jika anjing ini cukup peka untuk mendeteksi kehadiran jurig.

Anjing yang memiliki indera penciuman paling kuat serta indera pendengaran melebihi manusia, memang lebih 'sadar' dengan keadaan lingkungan disekitarnya daripada manusia.

Anjing bahkan dianggap satu dari banyak hewan lain yang sanggup mendeteksi gempa, sebelum getarannya sampai di permukaan dan terasa oleh manusia.

Hewan lainnya yang sanggup mendeteksi gempa, diantaranya adalah kucing, kodok, ular, gajah, semut, sapi, domba, kuda, dan burung. Jadi, jika melihat hewan bertingkah aneh, apalagi banyak jumlahnya, maka manusia harus waspada akan bencana yang akan terjadi.

Nah, kembali ke dunia supernatural, terdapat kepercayaan lain mengenai kemampuan mistis dari hewan. Di sebuah kuil Shinto, wilayah Nara, Jepang, terdapat banyak rusa yang keramat. Mereka dianggap sebagai hewan utusan dewa, dan jangan diganggu gugat. Entah apa yang terjadi di Nara ratusan tahun lalu.

Daaan, kembali ke film Good Boy, kini mengisahkan sebuah cerita yang memang berbeda. Bagaimanapun, anjing adalah kawan setia bagi pemiliknya. Cuplikannya menunjukkan, bagaimana sang anjing dirawat sejak kecil, dan tetap sumringah hingga dewasa.

Namun, saat anjing tersebut sudah dewasa, dia sering melihat atau mendengar banyak penampakan aneh di rumahnya. Anjing yang dikenal juga sebagai penjaga rumah yang baik, tentu tidak akan bertingkah aneh, kecuali memang ada yang menganggu.

Apakah seluruh penampakan tersebut hanyalah imajinasi sang anjing yang sudah semakin tua saja? Atau memang ada mahluk lain yang mengganggu rumah dan meneror keluarganya?

Jawabannya, dapat ditonton di berbagai sinema Indonesia. 

Oh ya, film ini diproduksi dan dirilis oleh Independent Film Company (IFC) dengan kerjasama layanan streaming Shudder. Keduanya memang sering bekerja sama dan dikenal sebagai duo perusahaan yang lihai dalam menelurkan film bergenre horor.

Diteror Jurig Akibat Salah Beli Rumah Dibalik Pintu Kematian

Rahmat dan Anisa yang masih polos namun kasmaran (TMDB).

Daaaan, kembali lagi film horor ala Indonesia yang Indonesia banget rasa dan seleranya, berjudul Dibalik Pintu Kematian, yang kini sedang tayang di sinema Indonesia!

Kali ini, dari sekilas cuplikannya, lebih mengisahkan sebuah atmosfer khusus dari jurignya Indonesia, yaitu kisah mengenai 'tumbal.' Ritual tumbal adalah sebuah pamungkas dari berbagai ritual mistis di Indonesia, karena membutuhkan bayaran nyawa sebagai medianya. 

Saking ngerinya, media nyawa tersebut adalah media paling besar, jadi permintaan seorang penganutnya pun sebesar itu. Biasanya, dilaksanakan demi melancarkan balas dendam kesumat, atau bahkan hingga kaya dan makmur tujuh turunan.

Terlebih lagi, jika bayaran tumbal berasal dari orang terdekat, maka semakin ampuh pula ritual mistis tersebut. Namun, bahayanya sama besarnya pula! 

Jika pembayaran tumbal tidak dipenuhi, maka ritual mistis akan berbalik langsung pada yang memintanya. Penganut yang memintanya akan diteror habis-habisan oleh mahluk dari dunia lain. Bahkan, berbalik hilangnya nyawa pemintanya hingga seluruh keluarganya.

Naaah, justru di film Dibalik Pintu Kematian ini, tidak memiliki tumbal dari orang terdekat. Justru, tokoh utamanya baru saja tinggal di sebuah rumah baru. Ternyata, rumah tersebut adalah milik seseorang yang sempat melaksanakan ritual tumbal.

Sinopsis Film Dibalik Pintu Kematian

Pak Gawat (Ari Tulang) adalah seorang yang dikenal kaya dan bijak di desanya. Sayangnya, tidak ada yang tahu rahasia terpendam nan berbahaya dibalik kemakmuran dirinya.

Anisa (Sarah Felicia) dan Rahmat (Gibran Marten) adalah duo sejoli yang sedang kasmaran. Keduanya ingin hidup makmur seperti Pak Gawat, sehingga kuliah habis-habisan agar bisa bekerja di bank, yang berada di kota dan jauh dari desanya.

Namun, kerasnya hidup membuat mereka terlena, dan malah berandil pada sebuah kejahatan serius. Mereka berdua malah merampok bank tempatnya bekerja, lalu melarikan diri dan sembunyi di desa asalnya. Di desanya, Anisa dan Rahmat langsung menikah dan tinggal di sebuah rumah yang dulunya milik Pak Gawat. 

Sayangnya, belum lama tinggal, banyak kejadian aneh di lokasi rumah mereka. Pembantunya yang dipanggil Mbok (Yati Surachman) sering curhat, karena beberapa kali melihat penampakan jurig di rumah tersebut.

Mbok bahkan sempat didatangi dukun (Deni Kumis), yang saking mawasnya, mewanti-wanti agar mereka keluar dari rumah tersebut secepatnya. Katanya, rumah tersebut memang angker dan berbahaya.

Namun, Rahmat dan Anisa tidak percaya begitu saja wangsit dari dukun tersebut. Apalagi, Anisa kini tengah hamil tua dan tengah menunggu kelahiran anaknya.

Justru setelah ditinggalkan oleh Mbok, keadaan rumah tersebut semakin angker, dengan banyak daging mendaging berseliweran tanpa jelas bersama genangan darahnya.

Dapatkah Anisa dan Rahmat selamat dari kejaran mahluk lain? Atau malah berhasil ditangkap kepolisian? Atau malah sebenarnya tahu bahwa rumah tersebut memang menginginkan tumbal?

Jawabannya, dapat dicek di berbagai sinema Indonesia.

Melarikan Diri ala Tawanan Perang dari China di Film Dongji Rescue

Warga desa di China yang kaget baru sekali lihat pasukan Jepang (TMDB).

Film dari China tampaknya semakin ajib saja, yang kini mulai merambah kisah dari latar sejarah atau modern. Sebelumnya, film berjudul Operation Hadal dirilis bulan lalu di Indonesia, yang mengisahkan pertempuran pasukan modern China di lautan, mirip dengan film Dongji Rescue di bulan Oktober ini.

Film Dongji Rescue yang tengah tayang di sinema Indonesia, tampaknya mengingatkan bahwa China sebenarnya memiliki andil saat Perang Dunia 2 dahulu, daripada kelebihan pasukan modern China seperti di film Operation Hadal.

Memang kedua film tersebut cukup berbeda dengan banyak film ciamiknya, yang biasanya berlatar mitologi China dengan aksi gelut ala fantasi melawan monster raksasa pemakan manusia.

Kembali ke film dari China ini, tentu karena wilayahnya yang tepat bersebelahan dengan Jepang sebagai agresor di PD 2, China bersama Korea sempat mengalami banyak konflik di bagian utara Asia Timur tersebut.

Bahkan unit 731, yaitu fasilitas penelitian senjata biologis dan kimiawi milik Jepang, ditempatkan di wilayah timur laut China. Fasilitas ini melaksanakan berbagai eksperimen ke banyak desa di sekitarnya, sehingga berujung meninggalnya ratusan ribu warga China.

China sebenarnya jaman tersebut mengalami kedekatan dengan Inggris Raya dalam menghalau pergerakan Jepang. Sayang, kolaborasi keduanya kurang sanggup melawan pasukan Jepang yang sedang beringas.

Nah, kisah kerjasama Inggris Raya dan China saat PD 2 diangkat dalam film Dongji Rescue ini. Tokoh utamanya bukanlah seorang tentara, namun warga desa biasa, yang terpaksa melawan balik Jepang, akibat desanya terancam.

Kisah nyata yang diangkat oleh film Dongji Rescue berasal dari dokumentasi sejarah Tenggelamnya Kapal Laut Lisbon Maru, yang menyebabkan 800 pasukan Inggris Raya tenggelam dan meninggal.

Sinopsis Film Dongji Rescue 

A Bi (Zhu Yilong) dan A Dang (Leo Wu) panik saat mendengar desanya akan diserang pasukan Jepang. Desa mereka memang berada di pesisir pantai, yang sempat melihat kapal Jepang berada di lepas pantai namun tidak berlabuh.

Setelah sekian lama, ternyata kapal Jepang tidak berlabuh juga, tetapi malah mengirimkan pasukannya ke pesisir pantai. Warga desa pun diancam, namun tidak diserang, melainkan dipekerjakan sebagai budak perang bagi pasukan Jepang.

Ternyata, pasukan Jepang sebenarnya berniat menghabisi desa tersebut, tetapi setelah 1800 pasukan Inggris tawanannya dibasmi terlebih dahulu. Desa tersebut harus dihabisi, karena membasmi tawanan adalah sebuah tindakan kejahatan perang, dan pasukan Jepang tidak ingin ada saksi atas kejahatannya.

A Bi dan A Dang sempat bertengkar karena panik, walau akhirnya dilerai oleh A Hua (Ni Ni). Mereka akhirnya berinisiatif untuk melaksanakan operasi penyelamatan pasukan tawanan Inggris Raya.

Banyak warga desa setuju, dan daripada melarikan diri, mereka bersiap untuk menyelamatkan seluruh pasukan Inggris Raya di Kapal Lisbon Maru tersebut. Warga desa berharap, jika operasi penyelamatan ini berhasil, maka wilayah desa mereka tidak akan menjadi target pasukan Jepang.

Kembali Isekai di Dunia Digital Bernama Tron Ares

 

Ares yang tengah terbang tanpa arah antara dunia nyata dan maya (IMDB).

Satu film agak beda dari Hollywood sana, mengisahkan sebuah dunia digital agak isekai kembali dirilis di awal Oktober, yaitu berjudul Tron: AresFilm yang sedang tayang di sinema Indonesia ini adalah seri ketiga dari Tron, yang rilis pertamanya tahun 1982 lalu, dan sekuelnya berjudul Tron: Legacy pada tahun 2010.

Sungguh lama memang, karena Tron inspirasinya dimulai sejak 80an, yang jaraknya sekitar 20 tahun dari film dunia digital terkenal, yaitu trilogi The Matrix (1999, 2003, 2003). Waralaba The Matrix pun sempat dilanjutkan pada tahun 2021 lalu dengan sub judul Resurrections.

Nah, di dua film sebelumnya, kisah filmnya lebih mengisahkan dunia digital yang tumbuh sendiri, dan sangat terpisah dengan dunia nyata. Tokoh utamanya bahkan harus 'login' terlebih dahulu pada sebuah mesin aneh, dan menggunakan 'avatar' khusus dalam dunia Tron tersebut.

Sayangnya, kehadiran manusia tidak cukup lumrah di dalam Tron, sehingga tokoh utamanya harus berjibaku agar bisa selamat, walau kebanyakan sesi di dalam Tron adalah kompetisi 'gim' melawan penghuni aslinya. 

Terlihat dari cuplikan berbagai film Tron, visualnya memang ciamik, dan tidak hanya mengandalkan efek canggih saja. Visualnya dibuat abstrak, dengan warna-warni neon cyberpunk cerah diantara gelapnya dunia distopia Tron, sehingga terlihat kontras nan canggih.

Kembali ke Tron: Ares, kali ini filmnya justru tidak lagi mengisahkan manusia yang masuk ke dunia Tron. Terbalik, seorang avatar dari dunia Tron malah berhasil masuk ke dunia nyata, walau dipekerjakan sebagai pasukan keamanan.

Tokoh utamanya, Ares diperankan oleh seorang aktor ternama Jared Leto. Walau banyak fans tidak suka perannya sebagai Joker di Suicide Squad (2016), namun Leto dianggap sebagai aktor serba bisa dan sering memerankan karakter yang sulit di berbagai film, sejak dirinya mengisi film American Psycho (2000).

Sinopsis Film Tron: Ares

Ares (Jared Leto) adalah seorang pasukan di dunia Tron, yang memiliki kehidupan kedua. Dirinya sering 'dipanggil' ke dunia nyata, sebagai pasukan keamanan. 

Sayangnya, Ares tidak begitu dihargai, karena dianggap bukan manusia biasa. Dirinya dianggap 'Habis Manis Sepah Dibuang' alias setiap kali mati, dia langsung kembali ke dunia Tron. Ares memang termasuk mahluk abadi jika berada di dunia nyata, karena tiap kali dia mati, kesadaran dan tubuhnya tetap utuh di dunia Tron.

Namun, seluruh karakter di Tron memang dari sananya sudah sentien, alias sadar ala manusia biasa. Ares pun tidak ingin disamakan seperti barang sampah, sehingga dirinya memberontak dan mencari cara agar bisa 'hidup' sesuai takdirnya.

Dapatkah Ares berhasil mencapai tujuannya? Atau malah terjebak di dunia nyata dan dunia Tron yang tidak mengakui dirinya lagi?

Jawabannya dapat dicek di sinema Indonesia.

3 Oktober 2025

Keajaiban Alam Melawan Teknologi di Film Avatar The Way of Water

Anggota ras Na'vi yang sumringah bisa berenang bersama ikan kecil (IMDB).

Menyambut cuplikan terbaru film Avatar: Fire and Ash yang dirilis minggu kemarin,  film Avatar: The Way of Water (2022) dirilis ulang selama seminggu kedepan. Bagi yang belum sempat menontonnya, bisa berangkat ke sinema Indonesia atau setelahnya di layanan streaming Disney+.

Memang, Avatar (2009) adalah film animasi paling bersejarah di dunia, dengan pendapatan mencapai 2,9 Milyar AS, tertinggi dari seluruh sinema dunia. Selain itu, seri Avatar sering meraih nominasi Oscar dan memenangkan beberapa piala.

Gambarnya yang ciamik dengan efek visual yang mantap, sekaligus gerak animasi yang alami, karena hasil tangkapan gerak langsung dari aktor dan aktrisnya, menyebabkan banyak penggemar yang kagum atas karya James Cameron ini.

Tidak hanya dari segi visual, isi ceritanya pun cukup kuat, yaitu saat alam melawan balik invasi teknologi. Bulan Pandora sebagai latar filmnya, adalah lokasi rumah ras Na'vi, yang sangat indah nan mencengangkan kekayaan alamnya. Sehingga manusia yang ingin meraup sumber dayanya, harus melawan dengan kuat pula.

Bukan hanya konflik saja, namun selama durasi film, Avatar lebih mengisahkan kekayaan alam bulan Pandora. Berbagai siklus alam yang nampak 'alien' sungguh memberikan kesan hebat, bahwa alam haruslah dijaga sepenuhnya tanpa terjamah manusia yang kerap menganggu.

Memang, di bulan Pandora, ras Na'vi dan berbagai binatang serta tumbuhannya, menyatu dalam satu siklus ekosistem yang sama. Secara harfiah, seluruh mahluk di bulan Pandora terhubung satu sama lain, hingga tercipta budaya alami yang berbeda dengan bumi. 

Tokoh utamanya pun bukan hanya dari kubu Na'vi saja, melainkan sinkronisasi antara manusia dan ras berkulit biru ini. Jake (Sam Worthington) adalah seorang veteran perang, yang lumpuh akibat konflik berkepanjangan.

Jake bersama tim peneliti yang dipimpin Kiri (Sigourney Weaver), mencoba masuk ke pemukiman suku pribumi Bulan Pandora. Mereka menyisipkan kesadaran manusia pada tubuh kloning ras Na'vi, yang programnya disebut sebagai Avatar.

Jake dan Kiri yang semakin kagum atas ekosistem dan siklus alam di bulan Pandora, malah berubah pandangan. Mereka tidak ingin alam dan mahluk apapun di dalamnya, terganggu sama sekali oleh manusia. 

Jake yang mengetahui sistem persenjataan manusia pun memimpin taktik untuk melawan balik invasi manusia. Jake melawan manusia dengan menunggangi naga terbang miliknya, bahkan setelah kesadaran dirinya dicabut oleh komandan invasi.

Nah, di film Avatar: Way of Water yang sempat memenangkan Visual Terbaik dari Oscar tahun 2023 lalu, Jake telah tinggal di Bulan Pandora selama lebih dari satu dekade, bersama keluarganya dari ras Na'vi. 

Berbagai petualangan serta lokasi hunian keluarganya telah Jake lalui, yang semakin kagum dengan kekayaan alam dan budaya di bulan Pandora. 

Bersama istrinya bernama Neytiri (Zoe Saldana), Jake kini tengah hidup bersama suku Na'vi yang tinggal di pesisir pantai. Suku ini memiliki budaya berbeda dengan suku asli Neytiri, yang tinggal di atas pohon tertinggi dan terbang bersama naga. 

Sayangnya, setelah mendengar kabar dari Kiri, manusia akan kembali menyusup di bulan Pandora. Jake pun harus berjibaku melawan manusia lagi, sementara kisahnya berlanjut di film Avatar: Fire and Ash, yang akan tayang bulan Desember mendatang. 

Seri film Avatar ini memang pengingat, bahwa manusia tidak bisa hidup dengan melawan alamnya sendiri. Bahkan semakin dijarah, alam akan melawan balik dengan bencananya. Sementara itu, alam akan pulih dengan sendirinya, walau membutuhkan waktu yang lama.

Di lain sisi, bencana yang menerjang manusia serta mahluk lain, bahkan hingga punah, hanyalah siklus kecil dari milyaran tahun sejarah sebuah planet.

Kembali ke Hutan Belantara Thailand di Film Death Whisperer 3

 

Yas dan Yee yang belum menemukan jalan pulang (TMDB).

Kembali lagi ke Asia, awal Oktober ini dirilis film dari negara jurignya Asia Tenggara, alias Thailand, berjudul Death Whisperer 3 alias Tee Yod 3. Kali ini, mengisahkan lokasi hutan belantara tropis yang sukar ditebak alur pendakiannya.

Kisahnya pun mirip dengan jurig ala gunung di Indonesia, yaitu menjadi lokasi sakral milik leluhur (karuhun). Tidak hanya sakralnya lokasi, penunggunya (kuncen) pun menjaga lokasi gunung. Kadang, penunggunya masih manusia, atau bahkan mahluk lainnya yang menjaga gunung tersebut.

Dari negaranya sendiri yaitu Thailand, terdapat ritual kuno mengunjungi gunung yang dilaksanakan secara tradisional. Beberapa raja Thailand bahkan berkunjung ke Indonesia, dan bersemedi di sana. Karena itu, kadang prasasti yang berada di gunung atau lokasi sakral lainnya, berbahasa sansekerta dengan aksara Thai.

Kembali ke film Tee Yod yang telah mencapai seri ketiga ini, ternyata aktor-aktris yang mengisinya telah berperan sejak film pertamanya. Ceritanya memang berlanjut, mengenai gunung angker di Provinsi Kanchanaburi.

Film ini diangkat dari kisah nyata, yaitu sebuah insiden naas saat seorang gadis meninggal misterius di dekat lokasi gunung pada tahun 1972 lalu di Thailand.

Untuk film pertamanya, Tee Yod (2024) mengisahkan sebuah kesurupan di desa terpencil dekat gunung keramat, Bongsanodbiang. Film keduanya di tahun yang sama, para penyintas film sebelumnya harus memasuki gunung tersebut, demi menguak misteri dan menyelamatkan anggota keluarga miliknya.

Di seri ketiganya ini, kisah film Tee Yod pun semakin beralih menuju aksi, karena kemunculan jurig penunggunya yang lebih hebat lagi. Kuncen sakti ini berhasil menghidupkan kembali mayat, yang bisa loncat antar pohon dan sulit dibasmi.

Mirip dengan sebuah kepercayaan Asia Timur, film ketiga Tee Yod dari Thailand ini mengambil referensi lokal pula. Layaknya dukun atau manusia biasa, jampi-jampi dapat memanggil jurig dan mahluk lainnya ke dunia nyata. Namun, apa yang terjadi, jika justru jurig-lah yang melaksanakan jampi-jampi itu sendiri? 

Nah, itulah yang coba diangkat di Death Whisperer alias Tee Yod 3, yang kini sedang tayang di sinema Indonesia. Film ini pun mengisahkan atmosfer jarang lainnya, yaitu saat para penyintas sanggup melawan balik bentuk horor apapun yang meneror mereka.

Sinopsis Film Death Whisperer 3 (Tee Yod 3)

Yee (Nutthacha Padovan) yang masih hilang, memaksa seluruh keluarganya untuk mengadakan ekspedisi kembali ke gunung Bongsanodbiang yang sakral, keramat, dan angker, dekat sebuah desa misterius yang sempat mereka tinggali.

Yas (Nadech Kugimiya), Yad (Jelilcha Kapaun), Yos (Kabhunditt Jaidee), Yod (Peerakrit Phacharaboonyakiat) dan Paphan (Ongart Cheamcharoenpornkul) pun harus memasuki lokasi gunung yang sulit medan serta gangguan jurignya.

Beberapa warga desa lokal, contohnya Yakhin (Chermawee Suwanpanuchoke) sudah memperingatkan mereka bahwa gunung ini sangatlah keramat, dan sedikit yang bisa selamat dari terornya.

Yas dan sekeluarganya pun harus berbekal senjata khusus, yaitu berbagai senapan dan busur panah yang telah diberi jimat dan bertuah, demi menghalau gangguan jurig di gunung sakral Bongsanodbiang. 

Sayangnya, sang kuncen justru memiliki justru sakti lainnya, yaitu menghidupkan kembali mayat. Saking saktinya, tembakan senapan dan panah bertuah tidak sanggup membasminya.

Dapatkah Yas sekeluarga berhasil menemukan kembali Yee? Atau malah berujung petaka bagi seluruh anggota keluarganya?

Dikejar Grup Psikopat Bertopeng di Film The Strangers Chapter 2

Maya yang terpaksa menumpang mobil mencurigakan (IMDB).

Film dikejar psikopat tampaknya masih menjadi 'vibe' khusus di ranah film horor, di film berjudul The Strangers: Chapter 2, yang tayang di awal bulan Oktober ini.

Berbeda dengan atmosfer jurig yang semakin meramaikan dunia perfilman, internet, dan bahkan dunia nyata saat ini, kisah psikopat adalah ancaman nyata, walau banyak yang suka 'dikejar' ataupun 'mengejar' di dunia nyata.

Kali ini, filmnya yang berjudul The Strangers memang direka ulang dari film aslinya tahun 2008 lalu. Memang suatu prosedur khas dari sineas perfilman, yang suka menyatukan inspirasi sebelumnya, dan dibuat dengan metode produksi berbeda.

Bahkan, mengenai film psikopat bertopeng, memang menjadi atmosfer khusus di AS sana. Banyaknya kasus pembunuh berantai di pertengahan jaman modern, hingga berbagai cerita misteriusnya orang hilang hingga sekarang, semakin menguatkan 'vibe' kisah horor ini.

Khusus dari perfilman itu sendiri, kisah psikopat bertopeng yang 'hobinya' menculik dan meneror warga, sudah dimulai sejak film pertama dan orisinal berjudul Texas Chainsaw Massacre, yang diproduksi tahun 1974 lalu dan masih terkenal hingga sekarang.

Nah, karena film ini adalah sekuel dari film pertamanya di tahun 2024 lalu, maka perlu dicek sinopsisnya terlebih dahulu. Apalagi waralaba ini, jumlah pemerannya justru terbalik. Psikopat yang biasanya hanya satu orang, justru disini banyak, dan korbannya hanyalah satu hingga dua orang saja.

Sinopsis Film The Strangers Chapter 2

Maya (Madelaine Petsch) akhirnya selamat dari kejaran psikopat, dan kini tengah dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, Maya baru saja beristirahat di sebuah rumah, bersama sang suami, Jeff Morell (Ryan Bown), akibat mobilnya yang mogok. Tiba-tiba, Maya dikejar sekelompok orang bertopeng.

Namun, momen istirahat dan aman Maya hanya sebentar saja, karena tiba-tiba rumah sakit menjadi sepi dan banyak pintu terkunci. Tidak lama, Maya pun dikejar lagi oleh sekelompok psikopat bertopeng.

Maya yang kurang mengenal lokasi kota tersebut, terpaksa mencari jalan untuk melarikan diri dari kota tersebut. Psikopat yang lebih mengenal daerah tersebut, menyebabkan mereka dapat dengan mudah mengejar, menyusul, dan muncul tiba-tiba di lokasi sembunyi Maya.

Dapatkah Maya selamat lagi dari kejaran psikopat bertopeng tersebut? Atau malah berakhir tragis? Jawabannya bisa dicek di sinema Indonesia.

Drama Penyintas Kecelakaan Pesawat Indonesia ala Film Tukar Takdir

 

Tora Sudiro sekarang berkarir sebagai pilot pesawat (TMDB).

Film Indonesia sekarang layaknya naik level, dengan berbagai film bagus yang dirilis tiap bulannya. Awal Oktober ini, dirilis film Tukar Takdir yang mengisahkan kisah seorang penyintas kecelakaan pesawat.

Film ini dibintangi oleh banyak nama aktor-aktris lokal terkenal, yaitu Nicholas Saputra, Marsha Timothy, Meriam Bellina, Marcella Zalianti, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Ringgo Agus Rahman, Devi Permatasari, dan Ariyo Wahab.

Mirip dengan film berisi banyak aktor-aktris terkenal lainnya, justru peran karakter sampingan dalam film ini cukup kuat. Masing-masing mengisi peran dengan latar cerita yang kuat, selayaknya film drama yang bagus.

Terlihat dari cuplikannya dengan efek film yang mumpuni, Tukar Takdir memang mengisahkan tentang kondisi seorang penyintas kecelakaan. Tokoh utama yang diperankan Nicholas Saputra harus melalui rangkaian proses hukum, administrasi, simulasi kecelakaan, dan pemberitaan, padahal dirinya masih cedera.

Dari segi plot utamanya mengenai kecelakaan pesawat, cukup sering terjadi di Indonesia. Bahkan, beberapa kali maskapai penerbangan dari Nusantara terpaksa dilarang terbang ke berbagai negara (internasional), karena dinilai tidak layak.

Saking berbahayanya, banyak pesawat jatuh atau hilang tidak bisa ditemukan kembali oleh Tim SAR, apalagi ditemukannya penyintas dari kecelakaan tersebut.

Tentu jika ada penyintas, maka proses tadi cukup sulit dilalui oleh mereka. Film Tukar Takdir menyiratkan sulitnya memiliki trauma dan 'rasa bersalah penyintas' yang sering menerpa banyak korban selamat dari berbagai kecelakaan.

Sinopsis Film Tukar Takdir

Rawa Budiarso (Nicholas Saputra) adalah seorang penumpang pesawat Airways 79, yang selamat setelah pesawat tersebut jatuh di lokasi hutan belantara. Sebelum pesawat menukik jatuh, Rawa sempat bertukar posisi kursi dengan penumpang lain, Raldi (Teddy Syach), yang akhirnya meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi Tim SAR dan dirawat di rumah sakit, Rawa harus melalui banyak proses. Diantaranya adalah hukum, administrasi, media berita, dan yang paling menyakitkan, yaitu, proses simulasi reka ulang kecelakaan bersama Patricia (Hannah Al Rashid), sebagai inspektur simulasi kecelakaan tersebut.

Rawa akhirnya bertemu dengan keluarga dari korban lain, bernama Zahra (Adhisty Zara) sebagai anak pilot pesawat Dirga (Tora Sudiro), serta Dita (Marsha Timothy) sebagai istri janda dari Raldi.

Zahra dan Dita sebenarnya tidak rela kehilangan keluarga tercinta mereka, walau tetap mengikuti simulasi demi menguak penyebab dan memperlancar investigasi kecelakaan  pesawat Airways 79.

Bagi yang penasaran kelanjutan ceritanya, dapat ditonton di banyak sinema Indonesia.