17 September 2025

Kutukan Edan ala Indonesia di Film Perempuan Pembawa Sial

Mirah yang memilih ditemani kambing daripada kawin lagi (TMDB).

Film horor Indonesia yang masih berasa Indonesia akhirnya rilis lagi September ini di Indonesia, dan berjudul lebih dramatis lagi, yaitu Perempuan Pembawa Sial

Sebelumnya, film Lintrik dirilis minggu lalu, yang mengisahkan mengenai sejenis pelet sakti. Kali ini di Perempuan Pembawa Sial, kisahnya mirip dengan romansa jurig, namun lebih ke santet yang membahayakan.

Tokoh utama film ini dikutuk jahat oleh saudari tirinya, agar setiap pria yang mendekatinya, akan meninggal cepat dan mendadak. Tampaknya, plot utama film ini mirip dengan kisah film klasik Suzanna terdahulu.

Perbedaannya justru kisah ini bisa terbilang lebih romantis, karena tokoh utamanya yang bernaung bersama pria lainnya. Pria baru tersebut sudah mengenal kesan dirinya, namun mengerti bahwa seluruh kejadian tersebut berada di ranah mistis.

Nah, santet memang menjadi bahasan khusus di Indonesia, maka perlu ditelaah kembali. Berbeda dengan modus kutukan ala negara lain, tetapi mirip dengan Asia Tenggara, tipe ritual mistis jahat ini menyebar rata di seluruh Indonesia.

Berbeda setiap nama ritual santet di wilayahnya, namun tujuannya tetap sama, yaitu mengutuk satu orang atau keluarga dengan berbagai jenis kemalangan, melalui ritual, media dan pantangan khusus bagi yang mengirimnya. 

Biasanya, ritual dan media perantara dilaksanakan langsung oleh dukun yang berkemampuan magis, dan menyaratkan suatu pantangan pada kliennya, selain tentu bayaran uang.

Bahkan, di beberapa cerita kejadian aneh (seperti batang kawat yang tumbuh dari perut seorang wanita), dukun yang merawatnya menyatakan bahwa santet harus dicabut oleh yang mengirimnya. Ada kemungkinan pula, bahwa santet tidak bisa dicabut sama sekali, karena yang mengirimnya sudah meninggal dunia.

Jadi, berkaca pada kengerian yang tidak jelas nalarnya ini, haruslah kita saling memaafkan saja. Walau kadang komunikasi tidak berjalan, namun janganlah ada dendam diantara kita (seperti gimmick politik yang berlandaskan dendam).

Nah, sekarang saatnya sinopsisnya saja yaaa...

Sinopsis Film Perempuan Pembawa Sial

Mirah (Raihaanun) adalah seorang janda yang sering sial ketimpa tangga pula. Dirinya yang cantik memang sering didekati oleh banyak pria, namun dijauhi oleh banyak tetangganya. Mirah memang terkenal sebagai 'pembawa sial,' karena beberapa suaminya yang meninggal muda dan mendadak.

Mantan mertua Mirah bahkan histeris saat pemakaman suaminya, yang semakin menambah kesan 'terkutuk' bagi Mirah. Tidak hanya di lingkungan rumah, bahkan saat tengah bekerja di pabrik jahit garmen, seorang pria mendadak meninggal setelah mendekati Mirah.

Saking histerisnya seluruh lingkungan Mirah, menyebabkan dia perlu melarikan diri. Hingga akhirnya Mirah bertemu dengan pria bernama Bana (Morgan Ooey), yang bersedia 'menyembunyikan' dirinya di Warung Makan Minang miliknya.

Bana yang sebelumnya telah mengenal gosip Mirah, sedikit menjaga jarak dengan dirinya. Namun, Bana yang memang mengerti sikap lingkungan serta keanehan dunia mistis, tetap bersikap sopan pada Mirah dan statusnya sebagai janda.

Suatu saat, Bana dan Mirah pun berhasil melacak jejak 'santet' ini, yang berujung pada Puti (Clara Bernadeth), saudari tiri Mirah. Keduanya mencoba meluruskan masalah dengan Puti, yang mungkin berhasil membuang kutukan Mirah, atau tidak sama sekali.

Sisa ceritanya, dapat dicek di banyak sekali sinema Indonesia.

16 September 2025

Harta Karun yang Hilang Setelah Hancurnya Dunia di Film Afterburn

 

Bautista yang heran kenapa terus berperan sebagai maling (IMDB).

Akhirnya, setelah bertahun-tahun berkecimpung sebagai aktor yang dikenal serba bisa, aktor lulusan WWE Dave Bautista memerankan kembali tokoh utama di film Afterburn.

Afterburn yang dirilis September ini di sinema Indonesia, melanjutkan animo aktor Bautista sebagai tokoh utama dalam film relokasi barang, mirip film Army of The Dead tahun 2021 lalu.

Bautista memang dikenal sebagai peran pendukung, walau mengisi banyak film terkenal bersama aktor hebat lainnya, diantaranya The Naked Gun (2025), Dune (2021, 2024), Guardian of the Galaxy (2014, 2017, 2023), Knock at the Cabin (2023), Blade Runner 2049 (2017) dan Riddick (2013).

Walau berstatuskan aktor lulusan ajang gulat WWE bersama John Cena dan Dwayne Johnson (The Rock), namun Bautista dikenal lebih berani memerankan karakter yang emosional dan ekspresif. Sehingga, Bautista dikenal sebagai aktor berbakat di ranah Hollywood.

Film Afterburn kali ini pun mirip dengan Army of The Dead, yang mengisahkan relokasi brankas di Las Vegas yang telah hancur dan dijadikan zona terbatas korban zombie.

Sementara di film Afterburn, seluruh dunia telah hancur akibat suar matahari (solar flare) yang merusak seluruh alat elektronik di bumi. Bencana ini menyebabkan peradaban manusia hancur seketika dan mundur beberapa dekade lamanya.

Bautista sekarang dikenal telah menurunkan berat tubuhnya hingga puluhan kilogram. Menurutnya, tubuh miliknya sudah tidak sanggup menjaga fisik diumurnya yang telah mencapai 50an. Karena kelebihan aktingnya pula, Bautista lebih siap berperan dengan lebih banyak pilihan karakter.

Dari cuplikan Afterburn, terlihat bagaimana sosok Bautista yang masih setinggi 190an cm, namun berat tubuhnya hanya 100an kilogram saja. Terlihat lebih kecil memang, walau sosoknya yang tinggi tetap cocok sebagai pemain film aksi. 

Samuel L. Jackson sebagai aktor kawakan pun mengisi film ini, walau hanya berperan sebagai karakter pendukung saja. Karakter wanitanya diperankan oleh Olga Kurylenko, yang terkenal sejak memerankan gadis Bond di film Quantum of Solace (2008).

Sinopsis Film Afterburn

Dunia telah hancur sepuluh tahun lalu, saat suar matahari mencapai bumi dan menghancurkan banyak siklus teknologi. Di dunia yang mundur kemajuan peradabannya beberapa dekade, manusia harus berjuang dari sisa yang ada.

Namun, beberapa orang memiliki pandangan berbeda. Seorang kolektor ternama yang masih kaya raya, King August (Samuel L. Jackson) memiliki visi dan misi dalam mengumpulkan seluruh karya seni klasik terkenal.

Saking terobsesinya, King August meminta kepada Jake (Dave Bautista) untuk 'mengembalikan' karya lukisan terkenal Mona Lisa. Jake memang dikenal sebagai agen yang handal dalam melacak hasil karya seni, yang hilang sejak bencana suar matahari merambah bumi.

Namun, misi yang diberikan cukup sulit. Jake harus terbang menuju Eropa, untuk bekerja sama dengan Drea (Olga Kurylenko) dalam misinya. Drea adalah seorang pejuang kemerdekaan, dimana negaranya tengah mengalami kekisruhan militer.

Kisah Jake pun semakin sulit, karena pemimpin militer di negara tersebut ingin merebut pula lukisan Mona Lisa. Jake dan Drea pun harus berjibaku dengan aksi fantastis melawan pasukan militer yang terorganisir nan beringas.

Teman Conan yang Sama Barbarnya di Film Red Sonja

 

Sonja yang semakin memerah saat menembak panah (IMDB).

Akhirnya, tiba juga kisah epik fantasi dari ranah dunia sana, berjudul Red Sonja, di bulan September ini. Red Sonja adalah karakter dari Conan the Barbarian, yang berlatar di benua fantasi Hyborian dengan aturan main Sword and Sorcery.

Robert E. Howard adalah penulis orisinal kisah Jaman Hyborian ini, pada tahun 1932 lalu. Kisah Conan bahkan bareng dengan epiknya Lord of The Rings, yang lebih mengisahkan perang mitologi di dunia fantasi.

Namun, tidak seperti banyak karakter utama politikus yang culas, licik, jago bersilat lidah, psikopat, dan vampir kesiangan dari Game of Thrones, Conan justru seorang pendekar yang khas dengan pedang besarnya. 

Sebelumnya, kisah Conan sempat diadaptasi Hollywood pada tahun 1982 lalu, berjudul Conan the Barbarian yang diperankan oleh aktor kawakan Arnold Schwarzenegger. Filmnya pun sempat direka ulang pada tahun 2011 lalu, yang diperankan oleh Jason Momoa.

Nah, sebenarnya film Red Sonja tahun 2025 ini adalah bagian dari film Conan The Barbarian tahun 2011 lalu, namun karena kurang laku di sinema, sehingga produksi Red Sonja pun ditunda hingga sekarang. Belum ada kabar bahwa Jason Momoa akan muncul sebagai cameo di film ini, karena berasal dari studio yang sama.

Red Sonja sendiri aslinya karakter hasil ciptaan penulis Robert E. Howard pada tahun 1934 lalu, yang akhirnya populer sebagai satu dari beberapa karakter utama di seri Conan the Barbarian miliknya.

Walau kisah Conan the Barbarian akhirnya diadaptasi oleh komik Marvel yang semakin isekai saja, kisah film Conan tahun 2011 dan Red Sonja tahun 2025 ini mengacu pada karya orisinal Robert E. Howard.

Studionya pun berbeda, yaitu Millenium Media yang dipremierkan oleh Samuel Goldwyn Films. Bahkan, walau aslinya karakter ini adalah hasil karya Amerika, filmnya dirilis pertama kali di Rusia terlebih dahulu (!)

Sinopsis Film Red Sonja

Sonja (Matilda Lutz) adalah seorang pendekar desa Hyrkania yang tak kenal takut. Saat desanya diserang suku barbarian, Sonja melawan balik dengan hebat, walau akhirnya terpaksa melarikan diri ke hutan dan hidup sebagai pemburu, sambil menyembah dewi hutan Ashera.

Bertahun-tahun berlalu, Sonja terpancing emosinya saat pasukan bayaran dari Dragan menginvasi hutannya, dan memburu liar binatang eksotis sebagai persembahan raja. 

Sonja yang akhirnya kalah dalam satu pertarungan, diculik ke ibukota kerajaan Dragan dan dipersembahkan sebagai petarung arena gladiator. Raja Dragan (Robert Sheehan) berhasil mengecek latar belakang Sonja, sebagai bagian dari suku Hyrkania terdahulu. 

Raja Dragan percaya, bahwa Sonja memiliki setengah bagian peta yang dibutuhkannya. Hanya dengan setengah manuskrip sekaligus peta miliknya, Dragan berhasil melindungi kerajaan dengan energi magisnya. 

Kisah Sonja yang awalnya bertahan hidup sebagai pejuang saja, berakhir perang besar yang dapat merubah nasib satu kerajaan.

Detektif Cilik Perlu Nonton Detective Conan The Movie: One-Eyed Flashback

 

Conan yang masih SD walau sudah terbit selama 31 tahun (TMDB).

Detective Conan akhirnya merilis film terbarunya di tahun 2025, bersubjudul One-Eyed Flashback. Anime detektif cilik ini memang terkenal sejak penayangannya tahun 1996 lalu di Jepang, diadaptasi dari manganya yang terbit sejak 1994 lalu.

Kisahnya mengenai seorang detektif jenius Shinichi Kudo (Kappei Yamaguchi), padahal masih SMA. Akibat suatu insiden, dirinya dipaksa meminum obat oleh suatu organisasi jahat, yang mengecilkan tubuhnya hingga seumuran anak SD.

Shinichi perlu membuat identitas samaran Conan Edogawa (Minami Takayama), agar terhindar dari kejaran organisasi jahat tersebut. Nama Conan mengacu pada Sir Arthur Conan Doyle sebagai penulis novel Sherlock Holmes, dan Edogawa berarti jaman Edo yang berakhir 1898 lalu, saat Sir Arthur masih aktif menulis.

Hiroshi Agasa (Kenichi Ogata) awalnya adalah satu-satunya kenalan yang tahu identitas Conan, dan membantu pula dengan memberikan banyak gawai canggih untuk membantu tubuhnya yang kecil.

Walau plot utamanya mengembalikan tubuh menjadi normal tidak berkembang jauh, namun keseharian Conan bersama Detektif Mori (Rikiya Koyama) dan pacar Shinichi, Ran (Wakana Yamazaki) dalam memecahkan kasus, menyebabkan serial ini masih populer hingga sekarang. 

Manganya yang digambar oleh Gosho Aoyama pun sudah dirilis sebanyak 107 volume banyaknya. Saking populernya, film One-Eyed Flashback adalah seri ke 28 dari kisah Conan Edogawa. Kisah mengenai analisis kasus ala detektif, memang ramai di ranah manga sejak tahun 1990an hingga awal 2000an. 

Penulis sendiri lebih menyukai manga Detektif Kindaichi, karena gambarnya lebih bagus, kasusnya lebih sederhana namun sulit dinalar, karena banyak yang berlatar horor. 

Sinopsis Film Detective Conan The Movie One-Eyed Flashback

Anggota Kepolisian Perfektur Nagano Kansuke Yamato (Yuji Takada) diperintahkan menyelidiki kasus di Puncak Mitaodake, Pegunungan Yatsugatake, Jepang. Sesi pengejaran seorang tersangka, menyebabkan Kansuke kehilangan mata kirinya.

Sepuluh bulan kemudian, saat menyelidiki kasus bersama Yui Uehara (Ami Koshimizu) di Observatorium Nasional Nobeyama, mata Kansuke yang telah lama sembuh berkedut dan terasa nyeri kembali, menyiratkan koneksi aneh kasus ini dengan kasus lamanya.

Sementara itu, kolega lama Detektif Swasta Kogorou Mouri (Rikiya Koyama) meminta bantuan untuk menyelidiki kasus longor salju di Mitaodake. Conan (Minami Takayama) perlu berangkat bersama Mouri, demi menguak sakralnya Gunung Yatsugatake.

11 September 2025

Film Anime Terkenal Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death

Gojo Satoru yang sudah OP padahal belum lulu sekolah (TMDB).

Mungkin September minggu kedua ini adalah saat yang tepat untuk merilis film bergenre horor. Setelah banyaknya film jurig yang dirilis minggu ini, akhirnya rilis juga film anime berjudul Jujutsu Kaisen Hidden Inventory/Premature Death, yang terkenal dengan aksi gelut melawan jurignya.

Layaknya Chainsaw Man dan Dandadan, anime shonen sejenis ini masih berkesan gelap. Tidak hanya adegan sadis, isi ceritanya pun cukup menyayat hati. Memang, kelebihan sebuah film berlandaskan horor, walau dikombinasikan dengan genre lain, berasa mempertanyakan ranah jiwa manusia.

Naaah, khusus di serial anime Jujutsu Kaisen yang diproduksi oleh studio Mappa, yang memang terkenal dalam menciptakan anime ciamik dari Jepang, kisahnya lebih berkutat pada esensi kutukan.

Kutukan di seri Jujutsu Kaisen bermaksud pada emosi negatif manusia, yang berkembang menjadi arwah penasaran, dan mampu membahayakan kembali manusia di sekitarnya.

Seperti istilah santet (atau leak) di Indonesia, arwah tersebut memiliki sosoknya sendiri, layaknya avatar dari emosi tersebut, dan bahkan gelut seperti seorang dukun. Itupun jika arwah tersebut cukup sentien alias sadar, dan mampu mengontrol kemampuannya sendiri.

Cukup fantastis memang, tetapi mengacu pada cerita horor tradisional, tampaknya sering kita mendengar bahwa emosi manusia yang buruk, dapat menciptakan suatu kemampuan magis tertentu. Mungkin, itulah alasannya kata 'kutukan' ada di seluruh kamus bahasa sedunia.

Dan berkaca pada kata itu sendiri, pemahamannya bertambah besar pula jika ditelaah dari segi budaya Asia Timur. Terdapat sebuah kepercayaan, bahwa setiap kata adalah simbol dan maksud dari infinitas dunia, apapun definisi dan deskripsi kata tersebut.

Dari segi prakteknya, budaya Asia Timur percaya, bahwa setiap kata, apalagi semakin intensif artinya, harus diucapkan sesuai dengan maksudnya. Karena itu, banyak kata di Asia Timur harus diresapi saat diucapkan, agar maksudnya lebih kentara, walau tidak bermaksud komunikatif, maupun politis.

Mungkin, itulah mengapa banyak anime masih merapal jurus tokoh utamanya, seakan adegan tersebut berasal dari opera tradisional Jepang (alias Kabuki dsb).

Nah, kembali ke Jujutsu Kaisen, karena ceritanya berkutat pada kutukan yang berasal dari emosi negatif manusia, maka animonya cukup menarik bagi para otaku.

Tokohnya pun cukup banyak, yang sering diceritakan dengan adegan dan kisah terpisah, sehingga cakupannya lebih luas dari satu kelompok tokoh utama ala anime.

Di filmnya bulan September ini, bahkan Jujutsu Kaisen tidak menampilkan tokoh utamanya, yaitu Yuji Itadori. Dilihat dari cuplikannya, justru mengisahkan prekuel cerita serialnya, yang berfokus pada Gojo Satoru (Yuichi Nakamura).

Gojo di film ini justru belum menggunakan perban mata ala serialnya, namun sepasang kacamata hitam, dan masih bersekolah di Jujutsu Kaisen. Bersama kelompoknya yang masih junior, Gojo harus menjaga Riko Amanai (Anna Nagase), yang tengah dikejar sekelompok pengguna kutukan jahat.

Bagi yang sudah menonton serialnya, tentu tahu se-OP apa tokoh bernama Gojo ini. Gojo sudah menjadi guru di Jujutsu Kaisen cabang Tokyo, dan dianggap sebagai Penyihir Jujutsu terkuat di jaman sekarang.

Fans Gojo pasti tidak ingin melewatkan kisahnya saat masih muda, yang selalu terlihat keren setiap kali episode Jujutsu Kaisen berisi tokoh OP ini.

10 September 2025

Horornya Terjebak di Stasiun Kereta Api Jepang ala Film Exit 8

Anomali-kah di sebuah stasiun kereta api (TMDB).

Nah, sekali lagi, saatnya sineas perfilman Jepang menelurkan film anehnya di Nusantara, yang memang makin aneh pula. Kali ini, judulnya adalah Exit 8, yang mengisahkan rasanya terjebak di anomali stasiun kereta api.

Transportasi kereta api memang sering terasa isekai, apalagi dengan banyaknya titik transit stasiun. Contohnya di Jakarta, dimana Metro Jakarta dan Trans Jakarta layaknya sebuah labirin raksasa, yang membaca petanya saja bisa membuat nyali bergetar.

Apalagi moda transportasi ini memang sering dikaitkan dengan dunia mistis, akibat terowongan panjang nan gelap di bawah tanah, yang menyiratkan arti lain.

Khususnya di budaya Asia Timur, gua panjang memang memiliki arti religius tersendiri. Beberapa kuil atau patung dewa, sering ditempatkan bersama beberapa jimat lainnya, untuk menyiratkan bahwa gua tersebut sakral.

Tidak hanya sakral, gua memiliki arti simbolis tersendiri. Layaknya sebuah siklus hidup dan reinkarnasi ala budaya Asia Timur, banyak gua dianggap sebagai jalur sakral diantaranya keduanya, 

Jadi, sebenarnya film Exit 8 ini tidak se-isekai itu, jika dilihat dari segi budaya tradisional negara asalnya.

Naaah, tapi, ada satu konsep isekai yang cocok bagi film ini. Jika penggemar horor sempat menonton cuplikannya, pasti mengerti referensi dan maksud dari film ini.

Konsep yang dimaksud adalah isekai ala Backrooms, yang menyajikan kisah tersasar di sebuah labirin berwarna dinding kuning cerah, dengan lantai karpet warna krem.

Di labirin ini, konsep ruang, waktu, fisik, dan materi menghilang seketika, layaknya dimensi lain yang gamang alias limbo. Sementara, subyek dan obyek didalamnya adalah berbagai jenis mahluk dan benda lain, dengan manusia diantaranya.

Konsep Backrooms memang bukan bagian dari SCP (Secure Contain Protect), tetapi sebuah kisah tersendiri, walau dirilis saat keduanya tengah viral di forum paranormal internet.

Karena konsep horor SCP dan Backrooms, serta awal ceritanya yang ramai karena komunitas horor di dunia maya, maka latar keduanya sering dikolaborasikan oleh para penggemarnya, yang biasanya berprofesi penulis atau kreator konten.

Apakah ada maksud dari sakralnya gua di Asia Timur, dengan Backrooms yang berasa dimensi lain, dan SCP yang anomali dari para penulis kreatifnya?

Tentu saja nihil, karena semuanya adalah sebuah kemungkinan yang hanya dipegang oleh Dia semata, sementara mahluk yang terjebak didalamnya hanya bisa pasrah saja.

Jadi, jika merasa ter-isekai, ikhlaskan saja ya...

Pelet Pemikat Sukma ala Indonesia di Film Lintrik

Badut sadis entah dari mana (TMDB).

Akhirnya, film horor Indonesia yang masih berasa Indonesia kembali rilis di sinema Indonesia! Kali ini, filmnya berjudul Lintrik bersubjudul Ilmu Pemikat, yang sedang tayang mulai September ini.

Mengacu pada cuplikannya, Lintrik adalah sejenis ilmu gaib mistis pelet atau susuk, yang berguna untuk memikat hati dan pikiran orang lain, demi tujuan penggunanya. Ilmu aneh tersebut biasanya tidak dimiliki oleh seseorang, namun ditanam oleh paranormal lain, dengan melaksanakan berbagai ritual mistis nan supernatural.

Mirip dengan berbagai ilmu mistis lainnya, ritual sejenis ini biasanya beresiko lain-lain, yang membahayakan manusia pemiliknya, ditanamnya, dan disekitarnya. 

Karena ada pepatah kuno, yaitu semakin seseorang 'menatap' ke arah dunia mistis, maka 'mahluk' dari dunia mistis akan 'menatap' balik orang tersebut. Tergantung dari intensitasnya, maka semakin kentara terasa oleh 'keduanya.'

Naaah, justru di jaman internet nan informatif ini, perlu ditelaah kembali dari segi sosialnya. Mirip dengan kisah artis, aktor, aktris, dan figur publik lainnya, yang dahulu kala sering digosipkan menanam pelet atau susuk sebagai pemicu hokinya.

Naaah lagi, justru di jaman sekarang, tampaknya beberapa generasi 'old' hingga batas 'milenial' sering melakukan ritual sebaliknya. 

Agar mereka tidak dianggap melaksanakan ritual pelet atau susuk, mereka malah sering memicu kemarahan orang lain (alias troll), agar hanya 'kinerja' mereka yang dianggap. Mereka melaksanakan troll tersebut di dunia nyata, maupun di medsos.

Bahkan, mengacu pada berita sekarang, tampaknya sudah menjadi ritual politikus khusus, yang menganggap dirinya cukup dipakai, sehingga sesi nge-troll se-Indonesia, adalah kewajiban yang harus dilaksanakan setiap momennya.

Memang kacau dunia persilatan tanpa norma standar, ya...

Sinopsis Film Lintrik

Sari (Karina Icha) adalah seorang gadis binaria, yang kurang laku dan jengah dengan hidup malamnya. 'Om Senang'-nya sering memarahi dia, akibat Sari yang 'kurang laku di pasar.'

Sari yang sudah muak, akhirnya teringat dengan Rendy (Akbar Nasdar), yaitu cinta pertamanya terdahulu. Melalui informasi dunia maya alias internet, Sari akhirnya sadar bahwa Rendy telah menikah dengan Nilam (Fannita Posumah) dan menjadi pengusaha sukses di Jakarta (lagi).

Rini (Meisya Amira) adalah teman se-profesional Sari, yang merekomendasikan Dukun Nyentrik Penyendiri (Yatti Surachman) di sekitar pegunungan Banyuwangi. Sari diminta melaksanakan ilmu Lintrik, yang sanggup mengisi sukma dirinya dengan aura farming power level +2.000.000.000.000.

Tidak disangka, setelah beberapa waktu berlalu, Sari tidak hanya berhasil meraih cinta pertamanya dan hidup makmur, namun dirinya semakin sakti akibat Lintrik.

Saking naik level dengan sakti mandraguna-nya, Sari bisa menghipnotis anak buah hingga orang random, agar menuruti arahan dirinya, lalu mengenakan kostum badut dan binatang lucu, dan akhirnya membasmi saingan bisnis Rendy.

Wah2, semakin overkill saja ini film, bjir...

Horor Panti Jompo di Turki ala Film Siccin 8

 

Orhan yang semakin sakti di seri kedelapan Siccin (TMDB).

Nah, di September ini, sinema Indonesia terdampak horor dari negara yang cukup jauh, yaitu Turki. Yang datang pun cukup epik, yaitu seri ke 8 film Siccin

Dilansir dari TMDB, film Siccin telah dirilis sejak tahun 2014 lalu, dan dirilis setiap tahunnya hingga 2019. Dijeda empat tahun, kengerian waralaba horor ini ternyata dilanjutkan pada tahun 2024, dan sekarang muncul lagi di bulan September.

Berbeda dengan waralaba film lain, justru film Siccin tidak mengisahkan tokoh, atau kisah yang serupa. Namun, pada setiap filmnya, kisah, tokoh, latar dan jurig yang disajikan pun berbeda. 

Perbedaan setiap filmnya mungkin menjadi daya tarik tersendiri Sicin, sekaligus menjernihkan cerita yang kadang terlalu panjang untuk terus diperbaharui para sineas filmnya.

Karena itu, sebelum membahas film ke delapannya, coba kita cek sinopsis setiap filmnya, sejak perilisannya tahun 2014 lalu.

Film pertama Siccin justru mengisahkan pelet mistis, demi meraih cinta seorang yang dipuja hati. Oznur (Ebru Kaymacki) mencintai sepupunya yang bernama Kudret (Koray Sahinbas), sejak lama. 

Namun, Kudret akhirnya malah menikah dengan Nisa (Pinar Caglar Genturk). Oznur pun melancarkan jurus pelet demi memikat hati Kudret, tetapi ilmu hitam tersebut malah memanggil mahluk mistis lain, yang membahayakan dirinya.

Di film keduanya, Hicran (Seyda Terzioglu) dan Adnan (Bulut Akkale) adalah satu pasang suami istri, yang memiliki anak semata wayang. Sayangnya, anaknya meninggal muda, dan hubungan keduanya pun menjadi renggang. Adnan yang masih berduka, coba menguak masa lalu istrinya, demi mengecek anomali ini.

Film ketiganya berjudul Siccin 3: The Forbidden Love, yang mengisahkan trio tokoh utama. Sepasang adik kakak Sedat (Cem Uslu) dan Kahder (Busra Ayaydin) hidup dengan bahagia bersama teman masa kecilnya bernama Orhan (Adnan Koc). 

Orhan pun menikah dengan Kahder, yang semakin menguatkan ikatan ketiga insan tersebut. Namun, sebuah kecelakaan menimpa Kahder dan Sedat, menyebabkan Orhan stres dan perlu memanggil Setan demi membantu kedua temannya yang sangat berharga.

Pada film keempatnya, mengisahkan sekeluarga yang perlu kembali ke rumah neneknya akibat masalah keuangan. Neneknya bernama Saadet (Yasemen Buyukagaoglu), yang tinggal seorang diri, bersama makam suaminya yang telah lama meninggal.

Namun, rumah tersebut ternyata ditinggali oleh mahluk dari dimensi lain, yang tidak menginginkan kehadiran manusia lain, selain Saadet seorang diri.

Film kelimanya menceritakan kisah seorang anak yatim, bernama Hale (Merve Ates) yang eksentrik. Hale tinggal bersama ibu, nenek, dan tantenya. Namun, suatu hari, Hale bermimpi buruk tentang ayahnya, yang telah lama hilang sebelum dia lahir. Dalam mimpinya, ayahnya mengajak Hale masuk ke rumah angker.

Seri keenamnya, Efsun (Merve Ates) kembali dihantui oleh banyak mahluk tidak dikenal dari dunia lain. Orhan yang kini telah sakti nan legendaris, kembali dari ranah film lain demi membantu anak tersebut.

Dalam film ketujuhnya, keluarga Kemal (Serkan Atar) pindah kerumah pamannya, setelah melarikan diri dari kejaran mafia penculik anak. Saat tinggal, mereka harus menyembunyikan Ruya (Duru Irmak Apaydin) yang masih traumatis. Sayangnya, nenek Lale (Gonul Arer) yang sudah pikun, memicu aksi mistis di rumah tersebut.

Daaan akhirnya tiba di film ke delapannya, yaitu kisah keluarga yang menitipkan neneknya di panti jompo. Walau begitu, anaknya yang merasa kasihan, akhirnya menjemput dan mengasuh kembali nenek di rumah kediamannya. Sayangnya, semenjak nenek kembali, gangguan supernatural mulai bermunculan.

Kisah Hasil Karya Stephen King di Film The Long Walk

Berjalan marathon demi cuan atau mati (IMDB).

Bagi penggemar film horor, tentu mengenal nama Stephen King, seorang novelis serba bisa dari AS. Saking terkenalnya, novel atau cerita pendek hasil karyanya sering diadaptasi ke layar lebar. 

Tidak hanya terkenal, seluruh studio bahkan perlu menyematkan nama Stephen King dalam filmnya, karena setiap ceritanya sangat unik dan menggugah selera penikmat horor.

Nah, September 2025 ini, dirilis film The Long Walk di banyak sinema Indonesia, yang berbeda dengan karya horor Stephen King. Film ini lebih ngeri karena mengacu pada unjuk rasa tahun 70an. Jaman tersebut, kisah anak muda AS yang turun ke jalan untuk unjuk rasa, dengan berjalan kaki jauh, memang sedang ramai.

Tetapi, sebelum membahas film The Long Walk, coba dicek terlebih dahulu banyak film adaptasi Stephen King. 

Beberapa film yang perlu dicek dari tahun 80an diantaranya adalah The Shining (1980), Children of The Corn (1984;2009;2020), dan Firestarter (1984;2022).

Di tahun 90an, ada film Misery (1990), IT (1990;2017), Shawshank Redemption (1994), dan Green Mile (1999), yang beberapa kali meraih penghargaan Oscar.

Jaman tahun 2000an, ada film Carrie (2002;2013), Dreamcatcher (2007), The Mist (2007), dan 1408 (2007), yang seluruhnya mengadaptasi kisah horor unik nan absurd dan abstrak ala Stephen King. 

Saat tahun 2010an, banyak film reka ulang, yang sempat ditulis diatas. Namun, ada satu kisah baru adaptasi Stephen King yang cukup unik, yaitu In The Tall Grass (2019), yang mengisahkan sekeluarga terjebak di area ladang jagung terbengkalai.

Satu lagi ada Pet Sematary (2019), yaitu reka ulang tahun versi tahun 1989, yang dioprek hingga lebih mengerikan dari versi pertamanya. Bahkan, film ini memiliki plot twist khusus, yang sayangnya tidak dilanjutkan di film keduanya.

Tahun 2020an, film Stephen King kembali dengan gaya absurd horor, di film Salem's Lot (2024), yang lebih mengisahkan film vampir di sebuah desa kecil. 

Nah, kembali ke film The Long Walk, kisahnya mirip dengan Misery atau The Shining, dimana menceritakan kisah horor unik yang lebih mengacu ke komentar sosial.

Di film Misery, tokoh utamanya adalah seorang penulis terkenal yang diculik oleh penggemarnya, setelah kecelakaan mobil di musim dingin. Selama beberapa bulan lamanya, sang penulis diancam untuk menamatkan naskahnya, sebelum bisa 'bebas' dari rumah tersebut.

Di film The Shining, adalah kisah penulis lainnya, yang berubah menjadi psikopat, karena terganggu oleh mentalnya sendiri di sebuah hotel antik terpencil. Padahal, dia sedang berlibur bersama keluarganya di hotel tersebut.

Khusus The Long Walk, justru menyimbolkan kisah jalan panjang pemuda tahun 70an di AS. Memang, film ini menyimbolkan kekisruhan demonstrasi jalanan AS jaman tersebut, yang kadang berujung konflik, dan semakin meramaikan budaya Hippie di AS.

Berbeda dengan sikap perlawanan pemuda dan pemudi jaman tersebut, anak muda di film The Long Walk justru harus berjalan jauh, demi memenangkan hadiah. Namun, kontestan yang tidak dapat berjalan, atau mengundurkan diri, akan ditembak mati oleh pasukan yang menjaga jalan marathon tersebut. 

Selalu berbeda memang pandangan dan gambaran kisah ala Stephen King. Bagi yang penasaran dengan kisah aneh dari penulis horor legendaris AS, bisa dicek filmnya yang mulai tayang di sinema Indonesia.

Aksi Pasukan Marinir China di Film Operation Hadal

Panas rasanya kaki terbakar (TMDB).

Sudah saatnya para penggemar film mengecek hasil karya negara China. Apalagi dengan dirilisnya film Operation Hadal, yang kini tengah tayang di banyak sinema Indonesia.

Sebelumnya, China dengan film Ne Zha 2 di tahun 2025 ini, mencetak rekor sebagai film animasi terbesar sepanjang masa, dengan pendapatan melebihi 2 Milyar Dolar AS.

Ne Zha 2 memang satu rekor terbesar dunia dari China, namun bukanlah sebuah anomali. Kebangkitan film China memang sudah terasa sejak awal 2010an lalu. Banyak film epik dengan suguhan efek yang memukau, ditelurkan dari negara terbesar Asia ini.

Tidak perlu mengecek jauh, coba cek saja beberapa film epik yang rilis tahun 2025 ini dari China. Dari segi visual, seluruh efek yang ditayangkan sangatlah mantap, bahkan bisa disandingkan dengan film dari Marvel Studios.

Contohnya adalah film laga aksi The Legend of Condor Heroes, yang dirilis bulan Februari lalu. Kembalinya kisah novel hasil karya Louis Cha, berlatar berbeda dengan cerita aslinya, walau masih berada di jaman Tiga Dinasti China.

Tokoh utamanya yang bernama Guo Jing, ingin belajar dan menyatukan seluruh sekolah bela diri di pusat China. Dengan berkelana dan menantang duel banyak sekolah tersebut, Guo Jing ingin menyatukan seluruh sekolah bela diri, demi menghadang invasi Mongol yang datang dari barat.

Berikutnya adalah film Creation of the Gods II: Demon Force, yang berisi kisah fantasi epik melawan siluman dan mahluk aneh lainnya. Bagi yang suka mitologi China, tentu tidak ingin melewatkannya.

Di film ini, Taishi Wen Zhong harus memimpin pasukan Dinasti Shang, demi menjaga benteng kota Fengshen Bang. Kota ini terancam direbut oleh pasukan Yin Shou, yang terkenal fantastis dengan naga dan raksasa magisnya.

Nah, kembali ke film Operation Hadal, justru beralih ke aksi pasukan marinir China. Melihat cuplikannya, ternyata efek dan aksi gelut yang ditayangkan cukup mantap, bahkan menyaingi efek film aksi dari Hollywood. 

Karena cuplikannya langsung menampilkan ranah gelut dan aksi militer tanpa kejelasan cerita, selain latar sebuah kilang minyak yang direbut oleh pasukan bayaran, maka sinopsisnya bisa kita lewati saja.

Tapi, dilihat dari segi latar, properti, serta adegan yang ditampilkan dalam cuplikan, justru terlihat mantap dengan latar sebuah kilang minyak lepas pantai, operasi marinir dalam kapal selamnya, serta aksi heroik ala militer dari China.

Bagi yang penasaran dengan kisah China yang baru merambah dunia aksi modern, bisa ditonton saja filmnya, ya.