7 Juni 2025

Film Ballerina, Spin-Off Waralaba Film John Wick

 

Eve di tengah kerumunan dansa (IMDB).

Setelah waralaba film John Wick mencapai film keempatnya, kini Lionsgate sebagai distributor, melanjutkannya dengan film Spin-Off berjudul From the World of John Wick: Ballerina.

Spin-Off adalah istilah improvisasi cerita bagi satu waralaba tertentu, yang terjadi di dunia fiksi tersebut. Cerita Spin-Off kadang nyambung dengan cerita utama, namun tidak mengutamakan tokoh karakter dari waralaba tersebut.

Dilansir dari IMDB, contoh film Spin-Off adalah film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw. Khusus di film ini, fokus utamanya adalah dua karakter bernama Deckard Shaw (Jason Statham) dan Luke Hobbs (Dwayne Johnson). Hobbs & Shaw sempat berjibaku dengan karakter utama Dominic Toretto (Vin Diesel) dari seri film Fast & Furious. Karena populer dari segi karakter dan aktornya, maka Hobbs & Shaw terproduksi dan cukup sukses di pasar sinema.

Kembali ke seri film John Wick, Ballerina mengisahkan tentang pembunuh bayaran bernama Eve, yang diperankan oleh Ana de Armas. Aktris ini tentu tidak asing bagi penggemar film aksi yang beda, contohnya di film Knives Out (2019) dan Blade Runner 2049 (2017). 

Tidak hanya Ana de Armas, aktor terkenal lain adalah Norman Reedus, yang mengisi film ini sebagai karakter baru bernama Daniel Pine. Reedus sangat dikenal bagi penggemar serial televisi bertema zombie dan terbesar sepanjang masa, The Walking Dead (2010-2022).

Tentu beberapa karakter dari seri John Wick akan muncul sebagai cameo di film Ballerina ini. Contohnya adalah Winston (Ian McShane) yang merekrut Eve dan sang legenda itu sendiri, John Wick yang diperankan oleh Keanu Reeves.

Bagi yang masih penasaran dengan dunia film John Wick, From the World of John Wick: Ballerina kini sedang tayang di banyak sinema gelut Indonesia sejak awal bulan Juni.

Sinopsis film From the World of John Wick: Ballerina

Dilansir dari cuplikan filmnya, Eve (Ana de Armas) adalah seorang gadis muda yang punya masa lalu kelam. Dia direkrut oleh Winston (Ian McShane) agar dapat belajar dan menyalurkan bakatnya sebagai pembunuh bayaran.

Setelah lulus dari pelatihan, Eve akhirnya dikenal sebagai agen handal oleh The Continental. Beberapa pekerjaan berhasil dia selesaikan, dan menaikkan reputasi dirinya. Namun, kisah masa lalu yang kelam kembali menghantui dirinya. Demi membalaskan dendam ayahnya yang terbunuh sebelum dia direkrut oleh Winston, dia berjibaku di luar wewenang misi The Continental.

Dengan sedikit bantuan dari Daniel Pine (Norman Reedus) dan sang legenda John Wick (Keanu Reeves), Eve harus bekerja keras untuk menyelesaikan misi pribadinya.

Film Pengusiran Setan ala Pendeta, The Ritual

 

Emma Schmidt yang kesurupan di film The Ritual (IMDB).

Kisah pengusiran setan oleh ahli agama memang sering terdengar oleh kita. Tidak hanya di Indonesia, banyak film pengusiran setan ternyata diangkat oleh film Hollywood. Tentu dengan latar belakang Hollywood, banyak perfilman ini bersudut pandang seorang pendeta dari agama Kristen. Mereka memiliki teknik sendiri dalam menghadapi warga yang kesurupan.

Contoh terkenalnya dari film pengusiran setan, adalah waralaba film Exorcist, yang film pertamanya dirilis pada tahun 1973 lalu. Waralaba film ini khas dengan dengan plot utama seorang wanita muda yang kesurupan.

Nah, di tahun 2025 ini, Hollywood pun merilis film The Ritual, yang dibintangi oleh aktor legendaris Al Pacino. Berwajah sangar namun tulen, Al Pacino dikenal sejak dinominasikan Oscar sebagai aktor pendukung terbaik di film Godfather (1973). Oscar sering menominasikan Al Pacino sebagai aktor terbaik. Walau akhirnya dia hanya menang sekali pada tahun 1993 lalu, sebagai aktor utama dalam film Scent of a Woman.

Dilansir dari IMDB, di film The Ritual ini, Al Pacino berperan sebagai pendeta tua bernama Theophilus Riesinger, yang bekerja sebagai pengusir setan bagi umatnya yang kesurupan. Kisah metode pengusiran setan Theophilus Riesinger ini diangkat dari kisah nyata, yang tentu menambah kesan film. 

The Ritual dirilis sebagai ritual pengusiran jurig ala sinema Indonesia pada awal bulan Juni ini.

Sinopsis Film The Ritual

Theophilus Riesinger (Al Pacino) adalah seorang pendeta tua yang sekaligus bekerja sebagai pengusir setan (exorcist). Kali ini, dia diminta oleh Uskup Edwards (Patrick Fabian) untuk menyembuhkan Emma Schmidt (Abigail Cowen) yang tengah kesurupan. Bersama beberapa suster, diantaranya adalah Rose (Ashley Greene), Camila (Mari Camila Giraldo), dan Sarah (Meadow Williams), Riesinger lalu mendatangi lokasi rumah Schmidt. 

Riesinger yang tiba di lokasi bersama pendeta muda, bernama Joseph Steiger (Dan Stevens), sempat bersitegang karena metodenya yang kasar saat melakukan ritual pengusiran setan. Steiger bahkan sempat menegaskan bahwa yang dibutuhkan oleh Schmidt adalah dokter psikologi.

Namun, beberapa kejadian aneh yang terjadi saat ritual, membuat ragu pikiran Steiger. Riesinger bahkan menegaskan balik, bahwa iman Steiger atas Tuhannya kurang mendalam. Suster Kepala (Patricia Heaton) yang sempat melihat ritual dan kejadian anehnya, bahkan panik. Dia mengganggap bahwa ritual ini gagal, dan perlu usaha atau bantuan lebih untuk menyelesaikannya.

Memang, selama ritual pengusiran, banyak kejadian aneh sempat terjadi. Mulai dari meja buku yang tiba-tiba terlempar sendiri, dinding yang retak tanpa bentrok fisik, penopang kasur yang bengkok tanpa berat berlebih, dan suster yang melihat bayangan aneh di cermin.

Insiden kesurupan pun semakin memuncak, dengan aksi Schmidt yang tanpa masuk diakal bisa memanjat dinding, lalu berbicara dengan suara aneh, yang terdengar seperti tiga orang berbicara sekaligus.

Film Gelut Malaysia, Blood Brothers: Bara Naga

 

Anggota Bara Naga yang merajai dunia hitam-putih (IMDB).

Tampaknya bukan hanya Indonesia yang kini sedang gencar memproduksi film aksi. Tahun 2025 ini, negara tetangga kita, Malaysia, ikut merilis film aksi gelut berjudul Blood Brothers: Bara Naga.

Beberapa film aksi Indonesia tahun 2025 ini justru lebih membumi, contohnya adalah Perang Kota yang berdasarkan pada kemerdekaan Nusantara, Sayap-Sayap Patah 2: Olivia tentang kisah nyata Densus 88, dan Pengepungan di Bukit Diri tentang tawuran anak sekolah.

Khusus untuk film aksi dari Malaysia ini, Blood Brothers: Bara Naga bercerita tentang kisah organisasi pelindung kriminal di Malaysia. Mereka adalah kelompok layaknya aparat keamanan alias ajudan, yang mempertahankan hidup para kriminal dengan cara membabi-buta.

Dilansir dari IMDB dan bioskop Indonesia, film Blood Brothers: Bara Naga ini disutradarari oleh sineas terkenal perfilman Malaysia, Syafiq Yusof dan Abhilash Chandra, dengan biaya produksi sebesar Tujuh Juta Ringgit Malaysia. Berdurasi 2 jam, film Blood Brother: Bara Naga kini tengah tayang di banyak sinema beladiri Indonesia.

Sinopsis Film Blood Brothers: Bara Naga

Ghaz (Sharnaaz Ahmad) adalah seorang veteran dalam bela diri dan perlindungan banyak klien. Saat dirinya butuh seorang rekrutan anggota baru untuk kelompoknya yang bernama Bara Naga, maka dia mendekati Ariff (Syafiq Kyle). Kebetulan, Ariff tengah dikepung oleh sekelompok preman yang mengincar dirinya. Seorang diri, Ghaz ternyata sanggup mengalahkan kelompok tersebut, yang membuat Ariff terkesan dan mau direkrut.

Setelah sekian lama berkecimpung, bos Bara Naga, Dato Zul (Wan Hanafi Su) memutuskan untuk pensiun. Dia mewariskan kepemimpinan tersebut kepada Ghaz, yang dengan siaga menerimanya. Namun, tidak beberapa lama setelah pensiun, nyawa Dato Zul menjadi incaran banyak organisasi kriminal. Ghaz yang merasa kelompok Bara Naga lebih penting, terpaksa membunuh Dato Zul. Aksi naas ini ditujukan agar Bara Naga tidak menjadi target para kriminal.

Ternyata, keputusan sadis tersebut tidak membuahkan hasil. Ghaz dan Ariff ternyata masih ditarget. Ghaz pun tidak ingin nyawa istrinya, Sheila (Amelia Handerson) menjadi incaran para kriminal. 

Anggota utama Bara Naga harus mencari siapa pembelot diantara anggotanya, sambil menghindari kejaran dari anggota kriminal yang ingin menghabisi mereka.

30 Mei 2025

Jackie Chan Kembali di Film Karate Kid: Legends

Ben Wang, Jackie Chan dan Ralph Macchio yang sudah melegenda (IMDB).

Jackie Chan kembali membintangi film di usia senjanya. Legenda kungfu dari China ini, membintangi kembali waralaba film Karate Kid di tahun 2025, dengan sub judul Legends. 

Dilansir dari IMDB, Jackie Chan sempat membintangi film Karate Kid pada tahun 2010 lalu sebagai Mr. Han, bersama Jaden Smith yang merupakan anak bintang besar Hollywood, Will Smith. Karate Kid tahun 2010 lalu bahkan berlatar belakang di China, yang notabene adalah rumah Jackie Chan, sekaligus asal muasal banyak teknik bela diri terkenal.

Kali ini, Jackie Chan akan berkolaborasi dengan pemain bintang utama warabala film Karate Kid, yaitu Ralph Macchio. Dia berperan di seluruh trilogi asli Karate Kid (1984, 1986, 1986) sebagai tokoh utamanya, yang bernama Daniel LaRusso. Sebelumnya, Ralph Macchio sempat kembali ke waralaba ini dengan serial televisi Cobra Kai (2018 s/d 2025), dan tentu sebagai karakter Daniel LaRusso.

Kali ini, tokoh utama mudanya adalah Li Fong yang diperankan oleh Ben Wang, dan mengambil latar kembali di New York, Amerika Serikat. Teknik bela diri pun kembali sesuai dengan nama Karate, tidak seperti Kungfu pada film 2010 lalu.

Memang pada trilogi asli Karate Kid, karakter Daniel LaRusso dilatih oleh seorang ahli bela diri Karate dari Jepang, bernama Mr. Miyagi yang diperankan oleh almarhum Pat Morita.

Sinopsis Film Karate Kid: Legends

Li Fong (Ben Wang) adalah seorang remaja ahli beladiri yang baru pindah ke New York, Amerika Serikat. Ibunya mendaftarkan dia ke sekolah baru yang bergengsi, dan berhasil mendapatkan kawan baru.

Namun, kedekatan dia dengan seorang gadis, menyebabkan juara karate lokal tidak ikhlas. Li yang tidak ingin dirundung, akhirnya mencoba untuk belajar karate untuk membela diri. Padahal, karate bukanlah teknik bela diri keahlian miliknya.

Dalam perjalanan mempelajari karate, sekaligus ingin memenangkan kompetisinya, Li bertemu dengan Daniel Larusso (Ralph Macchio), yang terkenal sebagai Karate Kid legendaris. Tidak hanya itu, Li dibantu pula oleh Mr. Han (Jackie Chan), seorang ahli kungfu dari China dengan kata-kata bijaknya. Kedua veteran bela diri tersebut membantu Li dalam mengembangkan teknik karate, yang tercampur unik dengan keahlian aslinya, demi memenangkan kompetisi.

Saat ini, Karate Kid: Legends sedang tayang di banyak adu gelut dan beladiri ala sinema Indonesia.

22 Mei 2025

Gareth Edwards Menyutradari Film Jurassic World Rebirth

 

Entah T-Rex atau siapa pula yang mangap (IMDB)

Film dinosaurus telah kembali lagi di 2025 ini, dengan waralaba film Jurassic berjudul Jurassic World: Rebirth, yang akan dirilis awal bulan Juli mendatang.

Setelah trilogi film Jurassic World (2015, 2018, 2022) yang cukup aneh dari segi cerita, film ketujuh dari waralaba ini tampaknya akan mengembalikan sisi horor dikejar dinosaurus. 

Dilansir dari IMDB, sutradara ternama yang khas dengan film efek dan monsternya, Gareth Edwards turun untuk memimpin produksi Jurassic World: Rebirth. Edwards sempat menyutradarai beberapa film terkenal dengan sinematografi yang berbeda, contohnya adalah film Monsters (2010), Godzilla (2014), Rogue One: A Star Wars Story (2016), dan The Creator (2023).

Seluruh film yang dijabarkan memang khas gaya Gareth Edwards, yang sebelumnya bekerja sebagai bagian dari tim efek spesial film. Visualnya lebih berfokus pada skala monster atau dunianya, dengan sentuhan sudut pandang horor para karakter filmnya.

Tidak hanya menggandeng Gareth Edwards, film ini membawa dua nama terkenal dari waralaba pahlawan super Marvel. Satu diantaranya adalah Scarlett Johansson, yang terkenal sebagai Black Widow dari Avengers.

Satu lainnya adalah Mahershala Ali, yang akan berperan sebagai karakter vampir berkulit hitam, yaitu Blade, yang hingga kini belum ada kabar pastinya dirilis. Wajah Ali tentu cukup familiar, karena dia sempat berperan di film Alita: Battle Angel.

Sinopsis Film Jurassic World: Rebirth

Cuplikan film kedua dari Jurassic World: Rebirth dimulai saat situasi darurat di laboratorium Jurassic. Sebuah sangkar dengan label D-Rex menjebak seorang ilmuwan, dengan sebuah cakar raksasa muncul di belakangnya.

Lalu cuplikannya pindah ke adegan lain, dimana Zora Bennet (Scarlett Johansson) dan kelompoknya tengah dikejar oleh T-Rex, yang sanggup berenang layaknya buaya modern.

Adegan selanjutnya lalu memunculkan beberapa jenis dinosaurus lainnya, yaitu berbagai jenis sauropod (berkaki empat), pterosaurus (memiliki sayap dan terbang), dan reptil laut lainnya.

Tidak hanya mahluk purba yang telah terklasifikasi, terdapat satu anomali yang dengan suka cita memburu kelompok Duncan Kincaid (Mahershala Ali). Mahluk tersebut adalah D-Rex, yang sanggup terus mengejar mereka tanpa alasan berburu makanan.

Satu yang membedakan film ini, adalah tujuan para karakter untuk kembali ke pulau penuh dinosaurus. Mereka tengah mencari DNA dari tiga jenis mahluk purba, demi melancarkan perkembangan medis di institusi asalnya.

Bagaimanakah serunya petualangan baru di taman Jurassic ini? Jawabannya tentu ada di keragaman hayati pra-sejarah ala sinema Indonesia.

21 Mei 2025

Lilo & Stitch Direka Ulang Bersama Aktor Nyata

 

Stich dan Lilo (IMDB).

Disney tampaknya sedang semangat untuk memproduksi ulang seluruh karya film animasinya. Setelah film The Little Mermaid (2023) dan Snow White (2025) lalu, kali ini filmnya berjudul Lilo & Stitch.

Tahun 2002 lalu, Lilo & Stitch sempat meramaikan dunia animasi Disney, karena satu karya yang menggambarkan tokoh karakter dari beda budaya, khususnya dari Hawaii. Memang, banyak animasi Disney berasal dari cerita dongeng Eropa atau Amerika.

Lilo & Stitch tahun 2002 pun termasuk salah satu animasi Disney yang sukses. Diproduksi dengan dana 80 juta Dolar AS, film ini meraih pendapatan sebesar 273 juta Dolar AS dari seantero dunia. Lilo & Stitch bahkan sempat dinominasikan sebagai film animasi terbaik oleh Oscar Academy Awards, walau akhirnya kalah oleh Spirited Away dari studio Ghibli, Jepang. Namun, banyak penghargaan lain yang diraih oleh film ini dari kritikus AS.

Dilansir dari IMDB, di tahun 2025 ini, kisah alien berwarna biru kembali meramaikan sinema sedunia. Chris Sanders yang mengisi suara Stitch, kembali memerankan alien berwarna biru ini. Tia Carrere yang mengisi suara kakaknya Lilo pun turut berandil di film ini, walau berbeda karakternya.

Bagi yang penasaran dengan versi karakter dan latar yang nyata di film reka ulang Lilo & Stitch, coba cek sinopsis filmnya yang tengah tayang di dunia sumringah ala sinema Indonesia ini.

Sinopsis Film Lilo & Stitch

Cuplikan filmnya dimulai di luar angkasa, tepatnya dalam sebuah kapal antariksa yang sedang terbang dekat planet Bumi. Seorang alien tengah mencoba melarikan diri dari kapal tersebut. Setelah berhasil mencuri sebuah kapal kecil berwarna merah, alien biru tersebut akhirnya selamat dari kejaran banyak kapal lainnya. Alien biru pun jatuh di bumi, tepatnya di kepulauan Hawaii.

Saat menabrak daratan, seorang gadis kecil bernama Lilo (Maia Kealoha) melihat kilauan cahaya dari kapal tersebut. Lilo menganggapnya sebagai meteor jatuh, yang berarti permintaannya akan terkabul. Alien biru yang dianggap anjing liar tersebut akhirnya ditemukan oleh Lilo di penangkaran hewan. Dengan diberi nama Stitch (Chris Sanders), keduanya menjadi teman dekat.

Walau sanggup bertingkah layaknya anjing, Stitch yang memang aslinya adalah seekor alien liar, dan sering membuat keonaran. Kakaknya Lilo, Nani (Sydney Agudong) pun sering kewalahan dalam menghadapi kenakalan Stitch.

Stitch pun sempat sadar dengan kenakalan dirinya, dan Lilo memberitahu istilah Ohana kepadanya. Dengan memaafkan kesalahan Stitch, Lilo menjabarkan bahwa Ohana berarti keluarga.Menurut Lilo, mereka berdua adalah anggota keluarga, dan tidak perlu sempurna. 

Akankan persahabatan dua dunia yang berbeda tersebut bertahan lama?

17 Mei 2025

Film Kaum WIBU, Colorful Stage! The Movie: A Miku Who Can't Sing

 

Hatsune Miku yang jongkok dibawah posternya sendiri (TMDB).

Bagi yang kini sedang terpukau dengan kecerdasan buatan (AI), tentu tahu serumit apa mahluk tak fana ini. Banyak orang menganggap AI sebagai tingkat baru sebuah inovasi teknologi. Apalagi dari segi fiksi, banyak film, novel atau karya lainnya yang menggambarkan bahwa AI adalah mahluk yang cukup kuat. Mereka sanggup menggantikan peran manusia, atau bahkan menguasainya.

Ternyata, sebelum jaman dimana kecerdasan buatan sedang ramai di tahun 2020-an ini, ada mahluk rekayasa lain yang sudah membuat ramai. Khusus kaum wibu, mahluk imut ini bernama Hatsune Miku. Pada tahun 2007 lalu, mesin rekayasa suara bernama VOCALOID2 merilis karakter bernama Hatsune Miku. Diisi suaranya oleh Saki Fujita, Miku bukanlah seorang AI. Dia diperankan langsung oleh Fujita, dengan bantuan mesin rekayasa VOCALOID

Dengan tampilan khas dua dimensi ala anime, Miku meramaikan dunia anime Jepang dengan debutnya sebagai seorang idola. Miku hasil karya Crypton Future Media Inc. memang sanggup menyanyi dan konser langsung dihadapan ribuan penggemarnya. Jepang pun memiliki idola baru yang unik, yaitu seorang penyanyi dengan avatar berbentuk anime. Memang, Jepang sudah memiliki animo yang kuat, dengan banyaknya penggemar anime dan pengisi suaranya.

Tidak hanya di Jepang, Hatsune Miku sempat viral di seluruh dunia. Padahal pada jaman tersebut, para streamer terkenal belum begitu bermunculan di internet. Di jaman ramainya Vtuber ini, Hatsune Miku adalah idola perintis yang memulai ini semua. Bahkan ada kemungkinan, tanpa Hatsune Miku dan VOCALOID, dunia penyiaran internet tidak akan seramai sekarang. 

Suara rekayasa Hatsune Miku sudah diperbaharui beberapa kali, tepatnya saat VOCALOID 3 dan 4 dirilis. Kedua mesin rekayasa tersebut sudah diisi dengan beberapa aksen dan kata dari bahasa lain, contohnya Inggris dan Mandarin.

Kali ini, Saki Fujita merekam suaranya sendiri tanpa bantuan Vocaloid, untuk pertama kalinya dalam 17 tahun karir Hatsune Miku. Saki Fujita akan berperan sebagai Hatsune Miku di film Colorful Stage! The Movie: A Miku Who Can't Sing.

Sesuai dengan judul filmnya, avatar Hatsune Miku ternyata sanggup masuk ke dunia nyata, namun tidak bisa menyanyi sama sekali. Dengan bantuan musisi dari Shibuya, Miku mencoba berlatih kembali agar bisa meraih hati para penggemar musik Jepang.

Film Colorful Stage! The Movie A Miku Who Can't Sing kini sedang tayang di banyak bioskop Indonesia, yang sudah terkenal akan kombo Nerd, Geek, Otaku, dan Wibunya sekaligus (P).

Oh ya, karena saya penggemar manga One Piece, dan semenjak menonton film One Piece: Red yang berisi Uta serta lagu latar dari penyanyi Ado, saya pun langsung menjadi fans penyanyi ber-avatar anime ini.

Ya, Ado adalah penerus lainnya dari animo penyanyi berlatar anime. Bagi yang suka lagu banger, dan walau tidak begitu memahami anime One Piece, layak untuk mengecek lagi dari penyanyi Idola Jepang bernama Ado.

Film Horor Korea, Holy Night: Demon Hunters

 

Entah jurig mana yang terbakar kali ini (IMDB).

Bagi penggemar film horror, kisah mengerikan dimana tokohnya berjibaku agar selamat, adalah hal yang biasa. Namun, jarang sekali ada film horor dimana tokohnya dapat melawan balik. 

Nah, bagaimana jika tokohnya adalah seorang ahli paranormal, yang sanggup melawan musuh supernatural? Tentu dengan sedikit bumbu aksi, film horor bisa menjadi hiburan tersendiri yang berbeda.

Kisah aksi melawan mahluk dari dunia lain ini, coba diangkat di film dari Korea Selatan, Holy Night: Demon Hunter. Penggemar film tentu tahu kualitas aksi dan efek yang disajikan dari sineas perfilman Korea, yang khusus film ini, sudah tayang sejak 7 Mei lalu di Indonesia.

Kali ini, Ma Dong-seok kembali menjadi tokoh utama. Dengan sosoknya yang tinggi, tegap dan besar, Dong-seok akan beraksi lagi di film ini. Tidak hanya sebagai aktor, Dong-seok ikut menulis naskah film Holy Night: Demon Hunter.

Dilansir dari IMDB, bagi penggemar film pahlawan super Marvel, Deong-seok pasti menjadi sosok yang cukup dikenal. Sebelumnya pada tahun 2021 lalu, Dong-seok sempat mengisi fim Eternals.

Ada pula Seo Hyun, yang merupakan anggota Girls' Generation alias SNSD. Kehadiran Seo Hyun dapat menyegarkan rasa kangen bagi para penggemar lagu dansa Korea, di film horor ini. 

Sinopsis Film Holy Night: Demon Hunters

Ibukota Seoul, Korea Selatan sedang mengalami kekacauan. Banyak organisasi kriminal dan anggotanya, malah beralih menjadi mahluk supernatural yang tidak masuk diakal. Banyak diantara mereka memiliki kemampuan merubah kondisi mistis di areanya, sekaligus jauh lebih kuat dari manusia biasa. Mereka mendapatkan kekuatan tersebut dengan menyembah para Setan. 

Hal itu membuat panik para anggota Kepolisian Seoul. Akhirnya, aparat mencoba menghubungi trio pemburu setan. Ba Woo atau Don Lee (Ma Dong-seok) adalah anggota pemburu yang terkenal akan kemampuan fisiknya. Don Lee bergabung bersama Sharon (Seo Hyun), yang mampu mendeteksi keberadaan setan sekaligus mengusirnya. Kim-kun (Lee Da-wit) adalah anggota terakhir, yang berperan sebagai pendukung teknis.

Ketika seorang dokter bernama Jung-won meminta mereka untuk menyembuhkan saudarinya, tidak disangka ketiganya harus berhadapan dengan mahluk yang jauh lebih kuat, daripada yang biasa mereka lawan selama ini.

Bagaimana kisah akhirnya dunia perjurigan ala Korea Selatan ini? Bagi yang masih penasaran walau belum melayang-layang, perlu menyaksikannya ala keramatnya dunia sinema Indonesia.

Film Tawuran, Pengepungan di Bukit Duri

 

Jakarta yang rusuh akibat tawuran massal (TMDB).

Pernahkan segitu bandelnya hingga ikut tawuran pas masih sekolah? Pernahkan ikut balapan malam hari sambil cari lawan atau cari korban sekalian? Apakah lebih memilih perang geng di seri gim Grand Theft Auto? Atau lebih membumi lagi dengan gim buatan Indonesia, Troublemaker? Kalau penulis sih, lebih memilih gelut di Moba ponsel saja, cukup.

Nah, di bulan Mei 2025 ini, Indonesia akhirnya merilis film khas gelut ala The Raid (2011, 2014), berjudul Pengepungan di Bukit Duri. Kali ini, lebih menceritakan kisah perang tawuran antar anak sekolah dan kerusuhan antar ormas yang biasa kita dengar.

Kali ini, Joko Anwar sebagai penulis naskah film kawakan, menyutradarai dan menulis film ini. Dengan pengalamannya sebagai penulis naskah selama 20 tahun terakhir, coba kita cek bagaimana film ini mengangkat isu sosial di Indonesia.

Dilansir dari IMDB, bagi yang kangen dengan karya Melly Goeslaw, coba dengarkan lagu Terima Kasih Guruku, yang menjadi lagu tema film berdurasi hampir 2 jam ini.

Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri

Edwin (Morgan Oey) adalah seorang guru, yang sedang melakukan perjalanan se-Jakarta. Sebelum memulai perjalanan tersebut, Edwin berjanji kepada kakak perempuannya yang sedang sekarat, untuk menemukan anaknya yang hilang. Misi pribadi tersebut menyebabkan Edwin sering pindah sekolah, tempat dirinya mengajar.

Hingga dia berada di suatu sekolah di Jakarta Timur, pada tahun 2027. Sekolah tersebut adalah lokasi khusus anak nakal yang brutal, dan rajin tawuran. Berbekal kemampuan bela diri, Edwin mencoba berani agar tidak mudah diintimidasi oleh muridnya sendiri. Keberanian Edwin justru membuat khawatir Diana (Hana Malasan), yang menganggap Edwin hanya mencari masalah, dan menciptakan resiko bahaya bagi dirinya.

Namun, situasi menjadi sangat berbahaya akibat gejolak lain di sekitar sekolah. Banyak warga berseteru dan menyebabkan kerusuhan. Saking rusuhnya, media berita nasional pun terus memantau keadaan tersebut. Tidak hanya keadaan di pusat kota dan jalan raya, sekolah pun menjadi salah satu target.

Murid-murid bengal yang dendam pada sekolah, khususnya kepada Edwin yang terkenal berani, merangsek masuk ke sekolah dan membuat rusuh dengan senjata yang mereka bawa. 

Sementara Edwin, Diana, dan beberapa murid lainnya masih terjebak di dalam sekolah, dan harus bertahan diri dari kejaran murid bengal. Keadaan di luar yang sama bahayanya, menyebabkan mereka tidak sanggup melarikan diri.

Film Pengepungan di Bukit Duri kini sedang tayang di banyak lahan tawuran ala sinema Indonesia. 

15 Mei 2025

Cuplikan Resmi Film Superman Akhirnya Dirilis

 

Superman yang akhirnya sulit memakai kostumnya sendiri (IMDB).

DC Studios akhirnya merilis cuplikan resmi dari pahlawan super andalannya, yaitu Superman pada hari Rabu (14/5) kemarin. Dilansir dari IMDB dan kanal DC, film Superman akan dirilis 11 Juli mendatang. 

Superman yang kembali dengan khas celana merah dan baju birunya, meramaikan internet dengan meriah. Jumlah tayangan 10 juta dicapai dalam waktu 20 jam saja, di kanal Youtube resmi DC.

Bagi penggemar pahlawan super DC, khususnya Superman, cuplikan ini pasti sangat ditunggu. Para penggemar sempat kecewa dengan waralaba film Superman yang terlalu gelap. Bukan hanya gelap pada visualnya, namun ceritanya pun terlalu brutal, dan tidak mencerminkan sikap baik hati ala Superman. Clark Kent sebagai identitas asli Superman, memang dikenal memiliki hati yang mudah luluh.

Namun, bagi penggemar Henry Cavill, film terbaru Superman ini mungkin kurang mengenakkan. Cavill diganti oleh David Corenswet, yang berperan sebagai manusia terkuat di bumi. Memang, semenjak James Gunn mengambil alih DC Studios sebagai Kepala Eksekutif, seluruh waralaba film DC akan direka ulang. Zack Snyder sebagai sutradara dan eksekutif, sebelumnya lebih berpengaruh di DC Studios, dan akhirnya digantikan oleh James Gunn.

James Gunn yang sukses di Marvel sebagai sutradara trilogi Guardian of Galaxy, kini memulai reka ulang DC dengan menyutradarai, menulis naskah, dan sekaligus menjadi produser film Superman. Kontras warna cerah yang diterapkan oleh James Gunn di The Suicide Squad (2021), film DC Studios lainnya, lalu akan digunakan kembali, dengan wacana agar film DC lebih mirip dengan buku komiknya.

Sinopsis Film Superman

Cuplikan film diawali dengan sesi wawancara antara Clark Kent (David Corenswet) dan Lois Lane (Rachel Brosnahan). Lane tampaknya sudah mengenal kepribadian ganda Kent dan Superman di film ini. 

Keduanya lalu bersitegang, akibat Kent yang membela diri saat ditanyai oleh Lane, mengenai aksinya di negara lain. Karena sebelumnya, Superman dianggap menganggu otoritas negara oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat. 

Lane semakin mencecar Kent, yang dianggap tidak meminta izin pada Presiden AS petahana, Lex Luthor (Nicholas Hoult), saat memasuki wilayah negara lain secara ilegal, dan bahkan tidak mewakili negaranya sama sekali. 

Kent pun berang, karena dirinya sebagai Superman tidak mewakili grup manapun, selain urusan kemanusiaan dengan menghentikan konflik perang, sekaligus menyelamatkan banyak nyawa.

Dari cuplikan tersebut, dapat ditelaah bahwa sikap pahlawan Superman dianggap sudah ketinggalan jaman di dunia modern sekarang, yang sudah menganggap pengkondisian karakter (atau politisasi) lebih penting dari esensi sebagai manusia.